
Kereta Kuda itu berjalan pelan-pelan melintasi hamparan salju. Meskipun suasana terasa sepi, akan tetapi dari dalam kereta, lamat-lamat terdengar alunan lagu yang merupakan suara petikan kecapi.
Saat itu setelah dia membawa dua orang kawannya Wei Park dan Xong Hui Yong kedalam Neraka Dunia, dengan menggunakan koneksinya sebagai Semidevil Peringkat Sepuluh, anak muda itu mendaftarkan kedua kawannya di Neraka Kesembilan.
"Di Neraka Ketiga dan neraka kelima. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa.
Disini kamu lebih bisa leluasa untuk berdagang atau apapun itu, dan berlatih di kamar-kamar VIP yang dapat di sewa di Aula Neraka Pembakaran"
Lalu untuk sementara waktu, dua orang itu menginap di istana gua miliki Sima Yong, sambil melihat-lihat usaha apa yang akan mereka lakukan di Neraka kesembilan itu.
"Kamu dapat berlatih di ruang kultivasi Semidevil itu, dengan terlebih dahulu mencatat kegiatan kamu dengan Meigui, gadis pengurus istana"
Sima Yong lalu meninggalkan Wei Park dan Xong Hui Yong di istana gua itu, sementara dirinya akan menyelesaikan satu misi terakhir pada musim kali ini.
Master Pedang Berdarah Ye Keung memberi perintah agar Sima Yong melakukan misi rahasia pergi ke Kota Kuno. Seperti biasa, segala petunjuk dan kontak yang akan dia hubungi adalah gerai dagang "Surga Keberuntungan".
"Yeye, pernahkah anda bertugas dan mengunjungi Kota Kuno?
Berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk tiba di kota itu jikamenggunakan " tanya Sima Yong. Tangannya tidak lepas dari dawai kecapi yang diletakkan di hadapannya. Menurut Hei Jian, jika rajin berlatih memetik dawai kecapi seperti itu, kontrol kecepatan pedangnya akan meningkat dengan teratur.
Beberapa waktu yang lalu setelah dia mengganti sarung tangan rohnya, kecepatan pedang nya telah meningkat sebesar 4 kali dibanding sebelumnya. Sisa satu tahap lagi maka dia akan memasuki level satu.
Luo Yeye menjawab,
"Tuan muda, secara normal perjalanan kami ini akan memakan waktu sepuluh hari perjalanan.
Memang terasa sangat lambat di banding terbang atau menggunakan hewan roh terbang.
Akan tetapi hal itu akan menarik perhatian orang, sementara Tuan muda dalam hal ini sedang menjalankan misi rahasia.
Menggunakan perjalanan normal seperti orang fana adalah lebih baik untuk misi Tuan muda"
Sore itu kereta kuda yang di tarik dua kuda pembalap itu, melewati sebuah warung sederhana namun terlihat cukup besar dari luar.
"Mengapa kita tidak berhenti sebentar, lalu aku dapat menikmati senja sambil meminum arak dan menyantap barang satu atau dua bakpau?
Yeye, ayo kita mampir. Kuda andapun butuh istirahat. Kota Kuno masih sehari perjalanan lagi bukan?"
Anak muda itu lantas berjalan turun dari kereta, dia memandang isi warung arak itu yang didalamnya terdapat kurang lebih lima belas manusia lainnya, beristirahat sambil menyantap makanan.
Pelan-pelan dia memilih tempat duduk yang paling disudut, di tempat yang tidak menarik perhatian banyak orang. Jari-jari Sima Yong terus bergerak, seolah-olah dia tengah bermain musik, memetik dawai kecapi.
__ADS_1
"Tolong sepoci besar anggur lokal, dari sepiring bakpau" katanya ketika pelayan datang menanyakan pesanan.
Ketika semua orang tengah asik menikmati hidangan mereka, samar-samar dua aura yang berhawa pembunuhan menyebar dari arah jalanan. Lalu tampak dua orang berbaju serba putih, terlihat gagah dengan pakaian bagus, pedang dipegang erat di tangan pertanda keduanya adalah praktisi orang-orang Jianghu.
"SAGE level enam dan level tujuh" batin Sima Yong.
Meskipun merasakan hawa pembunuhan yang demikian kental menindas, Sima Yong terus menyantap hidangan didepannya, bersikap seolah-olah tidak peduli. Sementara satu persatu, orang-orang yang lainnya beringsut-ingsut meninggalkan warung tersebut.
"Akan terjadi pertumpahan darah. Ayo kita pergi"
"Ranah SAGE bukanlah hal yang dapat mejadi tontonan sembarang orang. Aku tidak mau terkena efek tebasan pedang mereka ketika salin membacok nanti"
Seketika warung tersebut menjadi sepi. Tersisa Sima Yong dengan dua orang peringkat SAGE itu. Kemudian salah seorang dari mereka menghampiri Sima Yong. Katanya,
"Tuan. Apakah anda bernama Sima Yong?" tangan pria itu telah mencengkeram pedang yang belum terhunus.
Sima Yong mendongak, memandang wajah pria itu, lalu dengan sekali tepukan pelan di atas meja, puluhan pedang pendek terbentuk dari air anggur di hadapannya, melayang dan mengancam kearah pria itu.
"Pergi" titah Sima Yong.
Puluhan pedang kristal itu melesat cepat, menusuk ke berbagai titik penting di tubuh pria dihadapan Sima Yong.
SuuiiT !
Ahli SAGE itu berjumpalitan menghindari puluhan pedang pendek, dia menerobos menembusi atap warung makan. Belum selesai dia dengan gerakan jumpalitan di udara, tahu-tahu dia merasakan angin pedang, tanpa suara tanpa kilatan pedang, mengancam untuk merobek dadanya.
Trang !
Pedang di tangan SAGE itu terpapas kuntung, hatinya mencelos.
"Orang ini bergerak secepat cahaya. Manusiakah dia" dia bergulingan ditanah ketika mendarat. Sangkanya kalau dia sudah akan mati tertebas pedang anak muda itu.
Dia melihat di dadanya telah menganga lebar luka sepanjang 9 cun. Darah mengalir tiada henti. SAGE itu lantas membuat gerakan lompatan tinggi. Tubuhnya menghilang dibalik awan, tatkala tampak seekor hewan roh terbang menyambar pergi.
"Lihat serangan !" kawannya yang juga seorang SAGE di level enam buru-buru melompat, menghadang Sima Yong. SAGE itu melepaskan serangan sebanyak seratus bagian dari total kekuatannya. DIa bermaksud membelah tubuh anak muda itu.
Pedangnya yang berwarna coklat berkelebat dengan niat
Dengusan dingin terdengar, membuat buku kuduk SAGE itu meremang,
"Kecepatan kalian seperti semut. Kematianlah akan menjadi bagian kamu berdua"
__ADS_1
SAGE tersisa itu menatap tak percaya, ketika dia merasakan tusukan beruntun pedang menghujam dadanya. SAGE itu tidak melihat gerakan pedang sama sekali, namun kenyataan dia melihat bagian dadanya telah bolong.
Masih tidak percaya dengan kecepatan pedang, SAGE itu sempat menanyakan sesuatu,
"K-kamu melakukan t-teknik pedang secepat cahaya?"
Selepas menanyakan hal itu, si SAGE itu lantas terjatuh dengan nafas yang telah meninggalkan tubuhnya. Dari dadanya tiada henti darah mengalir. Sima Yong mengambil cincin tata ruangnya, dalam hati dia tertawa dingin,
"Sekte Para Bintang Tepian Barat.
Rupa-rupanya manusia-manusia itu telah mengejar kami hingga ke utara sini" dia lantas menguras semua isi cincin itu. Manna Biru, salinan-salinan teknik pedang dan berkultivasi, serta senjata yang di tadinya gunakan ahli tersebut.
Pemilik warung makan beserta dua orang karyawannya terlihat menggigil ketakutan di bagian belakang, ketika Sima Yong menghampiri mereka.
"T-tuan m-muda..
A-nda dapat mengambil semua uang kami di laci"
Sima Yong tertawa terbahak-bahak. Katanya,
"Paman justru aku akan memberi anda uang" Yong melempar satu kantung Manna Biru kehadapan pria itu. Lanjutnya,
"Tolong kuburkan orang tersebut dengan layak.
Kuminta anda beserta pelayan anda tidak menceritakan hal yang terjadi barusan.
Aku takut kalau-kalau anda membocorkan cerita ini, maka kawanan orang-orang itu akan datang lalu menyulitkan anda dengan semua pelayan anda"
tentu saja pemilik warung itu ketakutan dan tidak ingin berhubungan dengan manusia-manusia sakti seperti mereka. Dia bahkan bersumpah tidak akan menceritakan kepada siapa-siapa, kejadian yang baru saja terjadi.
Sima Yong melangkah keluar dari warung itu, lalu katanya.
"Luo Yeye, mari kita melanjutkan perjalanan kita"
"Baik tuan muda" Luo Yeye membungkuk hormat. Dalam hatinya dia membatin, belum pernah sekalipun selama dia bertugas, lalu terdapat Semidevil yang mampu menggerakkan pedang secepat anak muda ini.
"Masa depan Yang Mulia Refiner Jubah Kelabu akan cemerlang di Utara sini" kata Luo Yeye memuji Sima Yong. Sima Yong membalas senyum, lalu kereta mereka bergerak lebih ke Utara lagi menuju Kota Kuno. Suara petikan sitar kecapi terdengar mengiringi kereta itu. Makin lama jari-jari itu memetik dawai dalam gerakan gerakan yang sangat cepat.
"aku sudah harus menerobos level satu Cahaya Pedang"
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.