
Tuiiitt ! Suara seruling terdengar menembus sampai ke jantung.
Bahkan burung-burung hutan pada berterbangan kacau, menghindar dari irama seruling yang kian hari semakin menindas. Wajah gadis itu memucat. Tanpa meminta kesepakatan dia langsung menyerahkan bayinya kepada pria petapa itu. Sebilah pedang terlah terhunus, berkilauan seperti perak.
"Irama kematian" desis si gadis.
Tak lama kemudian suara seruling itu berubah pelan dan menjadi senyap. Satu sosok berdiri melayang setinggi setengah Pohon Willow, menatap dingin ke arah gadis itu.
"M-mao Ren Hao.." gagap suara gadis itu.
Di hadapannya, tengah melayang dengan pandangan dingin, satu pria mengenakan tunik serba hitam, rambut hitam sehitam tinta, berparas tidak terlalu menarik namun tidak juga jelek. Usianya terbilang cukup muda 30 tahun - semuda itu telah mampu memainkan teknik rumit irama kematian.
Yang membuat penampilannya sedikit aneh hanyalah tanduk kecil yang mencuat di kepalanya. Tangan kanannya masih memegang seruling.
"Ouyang Qing.. aku tidak menyangka kalau kamu akan berkhianat, dan melarikan diri hingga ke tempat sunyi ini. Kamu adalah wanita hina - manusia yang tidak tahu membalas budi !
Sebagai manusia hina dan lemah, kamu telah aku angkat menjadi selir ke sepuluhku, namun kamu berani-beraninya mengingkari sumpah leluhur kami, lari dan membawa pergi bayi perempuan itu !" kata Mao Ren Hao.
Ouyang Qing, gadis itu seketika menjadi berani dan lancar berbicara - dalam hawa amarah penuh emosi.
"Tentu saja aku harus membawa pergi bayi itu. Dia adalah anakku, darah dagingku.
Dan kamu Mao Ren Hao ras iblis, ...
Cih ! aku sungguh menyesal telah terbujuk rayuan mu. Dengan begitu hinanya aku mau merendahkan diri menjadi gundikmu, dengan harapan sifat iblismu akan berubah setelah memiliki anak dariku.
Siapa menyangka kalau kalian ras iblis memang seperti iblis dari neraka adanya.
Kamu bahkan rela menuruti keinginan pria tua yang kamu akui sebagai leluhurmu itu, berniat mengikuti keinginan gilanya menghabisi darah dagingmu sendiri.
Semua itu hanya karena da terlahir sebagai perempuan" suara Quyang Qing bergetar menahan tangis.
"Aku bersumpah... kamu harus melangkahi mayatku terlebih dahulu, sebelum ku ijinkan menyentuh bayiku"
Pedang di tangan Ouyang Qing berkelebat seperti bayangan perak. Sinarnya terlihat meluncur cepat menusuk dada Mao Ren Hao. Suara dengusan dingin terdengar dari mulut Mao Ren Hao.
Trang ! trang ! trang !
Pedang di tangan Ouyang Qing terlepas dari tangannya, terlempar beberapa tombak kearah belakang. Wajah gadis itu memucat. Tingkat kultivasinya terlalu jauh untuk mencoba bertanding melawan Mao Ren Hao.
Mao Ren Hao mengelus seruling berwarna merah di tangannya. Katanya..
"Ouyang Qing.. kemampuanmu terlalu rendah untuk mencoba menguji seorang jenius Klan iblis di tingkat Alam Pencerahan Suci.
Tuan muda ini dapat membunuh mu hanya dengan sekali lambaian tangan. Jangan kamu berkeras kepala. Serahkan bayi itu dan biarkan aku sendiri yang mengeksekusinya !" mata Mao Ren Hao melotot penuh ancaman.
"Tidak ! Aku akan menyabung nyawa dengan mu" gadis itu berkeras mempertahankan bayinya.
Sementara itu, berulang kali dia memberi isyarat agar pria Petapa itu bergegas pergi membawa bayinya. Akan tetapi pria Petapa itu entah bodoh atau pura-pura bodoh, dia seperti tidak memerdulikan tanda dari Ouyang Qing, tetap berdiri menyaksikan drama dihadapan nya.
"Kalau begitu kamu harus mati ! Sama seperti bayi itu !" sosok Mao Ren Hao menghilang secepat hantu. Hanya dalam satu kerdipan mata tahu-tahu tangannya telah mencengkeram batang leher Ouyang Qing. Cakar-cakarnya nya yang panjang seperti belati pembunuh, kini mengunci leher perempuan itu. Sekali saja dia mengerahkan tenaga dari dantiannya, dapat di pastikan kepala itu akan langsung berpisah dari badan Ouyang Qing.
__ADS_1
"Hanya kematianlah yang pantas untuk kaum penghianat" Mao Ren Hao mulai mengalirkan hawa sesat dari dantiannya ke tangannya, bermaksud memenggal kepala Ouyang Qing.
Akan tetapi... terdengar bunyi seperti 'Ting !' demikian keras sampai telinga berdenging.
Mao Ren Hao terkejut bukan alang kepalang. Dengan mulut ternganga dia menyaksikan ruang dan waktu saat itu menjadi terhenti.
Hawa sesat yang sedianya mengalir ke tangannya lalu ke senjata cakar belati ikut-ikutan terhenti.
"Apa yang terjadi?" batinnya.
Belum hilang rasa terkejutnya, dengan lirikan mata dia melihat satu pergelangan tangan yang membuat menyentil - sehingga tanpa dia mampu kuasai, cengkeraman nya terlepas suka rela dari leher Ouyang Qing.
Tidak cukup sampai disitu, ia melirik dan melihat tangan itu membentuk telapak secepat kilat, dan telapak itu di sodok mendorong tubuhnya. Mao Ren Hao terlempar seperti layangan, beberapa tombak ke belakang.
Bedebum !
Ketika Mao Ren Hao menyentuh tanah dalam gerakan jatuh, di saat itulah ia melihat susasan ruang dan waktu menjadi normal kembali.
Ia jatuh bebas tidak seperti keadaan ruang dan waktu teehenti - ketika tangan lihai itu melepas cengkeramannya.
Itulah sebabnya tatkala efek ruang dan waktu kembali bergerak, jenius Klan iblis itu jatuh bebas membentur tanah dengan keras dengan bersuara bedebum.
Cepat-cepat ia berdiri dengan amarah yang meluap. Ia adalah satu jenius dari Klan paling berpengaruh - Klan Penguasa dan Pemimpin Para Kultivator di Barat sini. Namun hari ini sebutan jenius itu dipermalukan oleh satu orang tidak terkenal, Sang petapa yang lemah berpakaian usang itu.
Mao Ren Hao menatap dalam, menyelidik keberadaan petapa itu. Pelan-pelan di menurunkan emosinya, karena dia tahu seseorang berkepandaian tinggi saat ini berdiri di depannya. Mao Ren Hao membungkuk dalam posisi menjura memberi salam. Katanya..
"Maafkan Mao Ren Hao yang tidak melihat tingginya Gunung Thai San di depan mata. Tuan dari sekte dan golongan mana?
Ia sengaja menekankan 'Klan Ras iblis' agar pria petapa ini menjadi keder setelah mendengar nama besar klan nya. Selama ini Klan ras iblis mereka telah mendominasi di barat sini, sehingga siapapun praktisi wilayah barat, akan berpikir ratusan kali sebelum menyenggol orang-orang yang berhubungan dengan klan mereka.
Akan tetapi Mao Ren Hao menjadi kecele. Ia mendapati kalau petapa muda itu sama sekali tidak terkejut alih-alih hanya tersenyum tawar. Malahan petapa itu, seperti orang-orang bijak lainnya berkata..
"Tidaklah baik seorang pria, membunuh bayinya - darah daging sendiri. Kamu harus bertobat karena tindakan kamu itu bahkan akan membuat marah setan-setan di neraka sekali pun" wajah nya terlihat teduh seperti orang suci.
Mao Ren Hao amat terkejut. Seumur hidupnya, baru sekali ini ada seorang sederhana, memberi nasihat dan meganggap perbuatannya salah. Selama ini, semua yang dia lakukan adalah sesuai instruksi leluhur Klan iblis mereka. Tidak ada yang berani menyalahkan leluhurnya - Pemimpin Tertinggi Klan mereka saat ini.
Mao Ren Hao lantas menjadi berang. Katanya..
"Aku menghormati kamu sebagai seorang yang ku anggap pandai. Namun kamu berani-berani nya menasehati ku melawan perintah leluhur kami.
Aku yakin tadi itu kamu melakukan sihir. Mari kita bertempur tanpa menggunakan sihir. Aku percaya kemampuanku dapat membunuhmu tidak lewat dari sepuluh pukulan" kata Mao Ren Hao memprovokasi.
Namun sekali lagi ia kecele. Pria petapa itu hanya menjawab enteng.
"Kamu bukan lawan ku. Sekali aku mengangkat tanganku, kamu akan menjadi debu" datar benar suara petapa itu.
Mao Ren Hao menjadi sangat marah..
"Jangankan kutu sekecil kamu. Sekalipun seorang ahli di ranah SAINT, tidak nanti secara gegabah mengatakan mampu membuatku menjadi debut. Kamu ini siapa? Apakah nama kamu pernah menggegerkan dunia Kaum Kultivator?" Mao Ren Hao mengejek. Cakar belati di dua tinjunya telah terhunus menimbulkan suara desingan pedang ..
Tsing !
__ADS_1
Mao Ren Hao menerkam ganas ke arah pertapa yang masih menggendong lembut bayi perempuan. Ketika bayangan Mao Ren Hao mendekat, tiba-tiba Ouyang Qing merasa tangannya telah memeluk lagi bayi nya. Satu suara bergema di benak nya.
"Tutup mata bayi itu. Aku tidak kepingin bayi tak bersalah itu melihat darah tertumpah.
Dan kamu.. sebaiknya jangan melihat kemari"
Ouyang Qing terkejut. Untuk dapat berbicara dan secara langsung berkomunikasi di benak seseorang, hanya ahli-ahli kekuatan spiritual tertinggi yang mampu melakukannya..
"Petapa ini seorang yang sakti?" Ouyang Qing menutup mata bayinya dengan tangan kirinya.
Namun rasa penasaran begitu besar di hati Ouyang Qing. Ia memalingkan muka dan melihat ke arah pertempuran. Petapa itu mengangakat tangan kanannya dan menunjuk ke arah Mao Ren Hao yang bergerak mengancam. Cakar belati itu akan merobek2 petapa lemah itu.
Wush - Wush - Wush !
Mulut Ouyang Qing terbuka lebar penuh rasa takjub. Ia melihat angin Taufan lokal melanda, bergerak sangat kuat dan cepat dari puluhan sudut yang berbeda, memberi efek irisan pedang tajam. Tubuh Mao Ren Hao termutilasi menjadi ribuan potongan daging kecil, makin lama semakin kecil dan hanya tersisa uap darah serupa kabut.
Ouyang Qing betul-betul tidak percaya dengan penglihatannya. Mao Ren Hao - jenius dari Klan iblis mati di tangan Petapa itu, hanya dengan satu lambaian tangan saja..
"Apakah dia ini dewa?" batin Ouyang Qing takjub.
******
* Readers, ini sekedar refreshing kalian yang suka lupa dengan tingkat kultivasi di buku ini :
1. Alam Mortal
2. Alam Kondensasi Roh
3. Alam Roh Yang Tercerahkan.
4. Alam Spirit Bayi.
5. Alam Spirit Agung.
6. Alam Raja
7. Alam Tanpa Batas
8. Alam Pencerahan Suci
9. SAINT
10. Melintas SAGE
11. SAGE
12. Melintas Immortal
13. Immortal
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...