Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kota Penyaringan Ilahi


__ADS_3

Mao Gao mengerahkan semua kemampuan light skill nya untuk secepatnya meninggalkan Pegunungan Biru. Dia harus mencapai Gerbang Domain di Pegunungan Berkabut dalam waktu singkat, guna menghindari kejaran dan amukan semua praktisi.


Sambil berlari dia memaki didalam hati,


“Dunia terkutuk ini benar-benar membuatku menjadi lamban” memang... dunia tua di Pegunungan Berkabut membuat kemampuan terbangnya menghilang akibat kekuatan semua orang didalam dunia itu mengalami penurunan hingga 50 %.


Iblis itu terus berlari tanpa berhenti. Dia menyemangati diri dengan harapan Ketika telah keluar dari domain ini, dia akan aman. Sesepuh Agung Mao Po Sin pasti akan melindunginya dari keroyokan orang banyak ini. Siapa yang berani berdebat melawan Ahli Alam Pencerahan Suci?


Diperlukan waktu hingga lima hari nonstop berlari hingga akhirnya Mao Gao mencapai gerbang portal. Iblis itu mentertawakan semua praktisi yang mengejar dirinya dari gerbang portal ini.


“Hahahaha…. Manusia-manusia bodoh, lihat saja setelah keluar nanti, apakah kalian masih berani mengeroyokku dihadapan Ahli Alam Suci?”


Ketika Mao Gao pada akhirnya telah keluar dari pintu portal, dia bergegas menyodorkan Totem Suci itu kepada Mao Po sin.


“Leluhur Agung, pada akhirnya ras iblis kitalah yang akan menuai kejayaan. Totem ini berhasil aku perebutkan melalui banyak sekali duel diantara ahli-ahli muda didalam sana” Mao Gao bahkan membuat cerita dramatis bahwa Totem itu di perebutkan melalui duel seru diantara semua tenaga ahli didalam domain itu.


Harapan terbesar Mao Gao adalah ketika nanti Mao Po Sin telah menemukan rahasia Totem dan menerobos ke ranah Alam Saint, dirinya tidak akan dilupakan dan menerima kompensasi untuk kemajuan kultivasinya. Mao Po Sin sendiri berniat untuk mempelajari Totem dan membuat terobosan untuk mencapai ranah Alam Saint.


Dengan wajah yang  memancarkan rasa puas yang dalam, Mao Po Sin memuji-muji Mao Gao dan menjanjikan kompensasi atas kesuksesannya kali ini,


“Buyut Mao Gao, tidak sia-sia diriku yang tua ini menaruh harapan atas kejayaan ras iblis dipundakmu. Kamu bahkan sukses mengalahkan semua jago-jago muda di Barat sini untuk memenangkan Totem ini. Kompensasi yang akan kamu terima telah menanti di Tanah Terbakar kami. Aku secara khusus telah meminta seseorang menyiapkan hadiah


untuk mu….”


Catatan : tanah terbakar adalah domain kaum ras iblis


Mendengar cerita yang dibesar-besarkan oleh Mao Gao itu, para pengejarnya yang terdiri dari berbagai praktisi muda melemparkan pandangan menghina kepada Mao Gao. Ras iblis itu benar-benar telah mengarang cerita seolah-olah dirinya adalah satu-satunya praktisi paling hebat didalam domain.


Semua tahu bahwa Mao Gao secara licik telah mendahului merebut Totem itu lalu membawanya berlari ke Penatua Agung iblis.  Bahkan Ketika duel melawan seorang praktisi berdarah Elf, Mao Gao ini hampir saja kehilangan nyawa. Sekarang dia berani membual didepan leluhurnya…..


Saat itu Mao Gao masih diliputi suka cita karena dirinya semakin mengukuhkan diri sebagai tokoh penting yang paling menonjol diantara semua praktisi muda ras itu. Akan tetapi kebahagiaan itu hanyalah singkat. Sekonyong-konyong dengan suara menggelegar, Mao Po Sin mengamuk,


“Ini adalah barang imitasi. Totem topeng ini adalah barang palsu yang dibungkus dengan aura palsu….”


“Apakah kamu tidak memeriksa dengan baik Ketika mengambil benda ini?” dengan tatapan mata yang menyala, Mao Po Sin seakan telah menguliti tubuh Mao Gao. Dilemparnya topeng itu kearah Mao Gao yang langsung membuat Mao Gao terguling. Mao Gao bahkan memuntahkan darah. Sementara itu semua praktisi menjadi heboh.


“Apa??? Topeng itu sebuah totem palsu??? Sia sia saja kami mengejar dia siang malam. Lalu dimana totem yang sebenarnya berada???”


Mao Gao langsung menjadi ciut hatinya. Dengan pandangan nanar dia meneliti topeng itu menggunakan persepsi jiwanya. Satu menit menerawang topeng itu, Mao Gao langsung mengetahui bahwa topeng itu tidak memiliki kekuatan yang menyimpan sesuatu garis keturunan yang layak di sebut sebagai totem garis keturunan.


“Ini adalah sampah yang dimanipulasi dengan aura palsu” Wajah nya memucat. Pada saat genting itu, Mao Gao mencoba lagi untuk mengingat citra Patung Elf itu…

__ADS_1


“Celaka… patung burung hantu di Pundak Elf itu adalah Totem sebenarnya….. ” semangatnya bangkit dan bersiap untuk kembali mengambil Totem yang sebenarnya.


Baru saja dia akan melompat masuk kembali kedalam pintu domain, terlihat ratusan praktisi yang mengejarnya telah berbondong-bondong melompat masuk lagi kedalam domain itu. Mao Gao kalah cepat kali ini.


Dengan marah Mao Gao menganalisa lagi semua kejadian,


“Sima Yong… diantara semua praktisi yang masuk didalam domain itu, hanya Sima Yong yang tidak mengejar ku… S**t…. Elf muda itu sungguh licik” Mao Gao berlari kencang mengejar praktisi lainnya yang tengah berlari di Pegunungan Berkabut.


******


Ketika semua orang sedang sibuk mengejar Mao Gao, Sima Yong dengan menahan tawa, karena berhasil membodohi sekian banyak praktisi. Sambil melenggang santai, dia melompat kearah patung burung hantu kecil yang berada di Pundak Raksasa Elf itu.


“Snaap…!!”


“Ini adalah Totem sebenarnya. Semua orang telah tertipu dengan kabar yang beredar diluaran sana, yang mengatakan bahwa Warisan Totem itu adalah berbentuk Topeng. Siapa mau menyangka bahwa patung Burung Hantu kecil inilah Totem yang sebenarnya”


Dengan penuh rasa Bahagia Sima Yong mengelus Totem Burung hantu yang terbuat dari perunggu dan emas. Ketika tangan kananya (yang memiliki symbol dua matahari) nya menyentuh Totem itu, dalam beberapa saat dia seperti memasuki keadaan trance.


Dalam pandangannya terasa begitu dahsyat energi yang meledak-ledak. Ketika itu dia  melihat dirinya seperti berada di sebuah padang es abadi. Dalam pandangannya tubuhnya serasa akan segera hancur oleh energi gunung es raksasa yang akan roboh menimpa dirinya. Sungguh sebuah bayangan refleksi atas Teknik-teknik Ilahi tertuang didalam Totem itu.


Buru-buru Sima Yong menarik persepsi jiwanya,dari Totem dan dia kembali tersadar. Dirinya Kembali masih berada didalam istana Elf di Pegunungan Biru.


“Aku harus mencari tempat tersembunyi untuk mendalami Totem dan memahami warisan ini. Begitu banyak rahasia kekuatan besar yang terkandung di dalam Totem Suci itu”


Sambil memikirkan langkah selanjutnya yang akan ditempuh, Sima Yong mengumpulkan tiga belas bendera tembaga yang tersisa. Benda ini biar bagaimanapun adalah harta peninggalan Elf belasan ribu tahun yang lalu.


Jika kedepannya dia membuat array menggunakan bendera tembaga ini, bukankah siapapun di ranah persepsi jiwa Master Saint tidak akan secara gegabah untuk menerobos array buatannya??


Sima Yong berjalan berputar-putar didalam aula itu, lalu secara tidak sengaja mata nya melihat tulisan yang samar dan kabur termakan debu di atas altar batu. Dia membersihkan debu untuk membaca isi tulisan itu.


“Hm… ini adalah tulisan Elf dalam Bahasa kuno Elf… ok..” Hati Sima Yong menjadi berdebar.


“Pintu transmisi menuju Kota Penyaringan Ilahi sebelum menuju Valinor”


Kira-kira seperti itulah arti tulisan Elf yang dapat diartikan oleh Sima Yong.


“Apakah ini adalah pintu yang dilewati oleh Kaum Elf belasan ribu tahun lalu pada saat mereka akan menyeberang menuju ke suatu tempat Bernama Valinor? Apakah tempat Bernama Valinor itu benar-benar ada?”


Sima Yong menjadi bertanya-tanya. Keinginannya untuk memahami Totem dilain pihak juga harus menghindari menghindari orang-orang yang pasti memiliki niat untuk merebut Totem itu, membuatnya tidak memiliki pilihan lain.


“Jalan satu-satunya untuk menghindari semua orang adalah dengan mencoba memasuki array transmisi ini. Well… jika aku tidak mencobanya, maka aku tidak akan tahu jawabannya”.

__ADS_1


Sima Yong kemudian memasuki altar yang ternyata adalah jebakan array rumit yang dibuat Kaum Elf abu-abu pada belasan ribu tahun yang lalu. Beruntung sekali Sima Yong telah belajar banyak mengenai Teknik Array, terutama array Klan Wu yang di katakan sebagai pewaris garis darah dan Teknik array Kaum Elf Abu-abu.


Setelah Sima Yong segera mengaktifkan array transmisi itu, tubuhnya menghilang didalam array dan melakukan perpindahan menembus ruang dan waktu. Istana Elf Abu-abu itu ikut menghilang ketika Sima Yong pergi melewati array transmisi.


“Akhirnya… Totem Burung Hantu ini aman ditanganku”……


Keadaan di pegunungan itu kembali sepi. Tidak tersisa apapun kecuali kebun obat-obatan yang telah habis dipanen semua praktisi muda Benua Silver.


******


Beberapa hari kemudian, Pegunungan Biru Kembali ramai dipadati orang-orang muda dari berbagai Sekte di Wilayah Barat Benua Silver. Akan tetapi t idak ada apapun yang dapat mereka temui di tempat itu. Jangankan Patung raksasa Elf, bahkan Istana itu pun ikut lenyap.


“Jadi kemana perginya Sima Yong? Apakah dia ikut menghilang Bersama dengan istana Elf itu?”


Semua orang bertanya-tanya,


“Sima Yong itu benar-benar yang menjadi pewaris Totem Elf ataukah dia telah mati oleh seseorang yang lebih perkasa? Apakah ada sosok yang bahkan mampu membawa pergi Patung beserta Istana Elf itu?”.


Pertanyaan semua orang atas hilangnya SIma Yong dan Istana Elf tetap menjadi misteri hingga beberapa tahun kedepan.


Sementara itu, Mao Gao memaki-maki Sima Yong karena dia merasa semakin yakin bahwa semua kejadian ini memang telah dirancang oleh Sima Yong…


“Dia benar-benar seorang licik yang mengalahkan kelicikan ras iblis…”


“Dia pikir bahwa dirinya dapat lolos dari pengamatan kami ras iblis. Lihat saja.. kami akan mengamati portal ini secara rutin hingga 5 tahun kedepan. Dan Ketika kamu keluar nanti Sima Yong, lihat saja… akan aku kuliti tubuhmu dan kubuat wayang untuk persembahan iblis”


Mao Gao betul-betul dilanda kemarahan yang amat sangat. Dia tidak berani untuk menerima kenyataan Ketika nanti  dirinya akan memperoleh hukuman dari Sesepuh Agung Mao Po Sin…


******


Sima Yong terombang ambing di lautan transmisi yang mengantarkannya berpindah tempat ke Kota yang disebut Kota Penyaringan Ilahi. Selama dua minggu terombang ambing didalam lautan transmisi itu, Sima Yong banyak mempelajari konsep ruang dan waktu. Ini adalah konsep yang bagus sekali untuk menjadi Teknik tempur praktisi pedang.


Setelah dua minggu terombang-ambing di lautan transmisi antar benua itu… Sima Yong merasa dirinya seperti terlempar dari suatu Lorong waktu, dirinya terjatuh dengan keras diatas rerumputan. Setelah terombang ambing lautan antariksa ruang dan waktu itu. Pada dasarnya Sima Yong telah mengalami kerusakan dibagian dalam tubuhnya.


Semua meridiannya serasa tercabik-cabik. Kemampuannya


menjadi melemah. Sebelum dirinya jatuh pingsan, Sima Yong sempat melihat ke sekelilingnya…


“Ini adalah sebuah dunia dengan dua matahari lagi…. Namun dunia ini bukanlah dunia yang tua. Semua energi di dunia ini terasa dua kali lebih banyak dibanding di Benua Silver….”


Sima Yong jatuh pingsan karena semua kekuatan tubuhnya serasa hancur…

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2