Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Lautan Dantian yang meluas.


__ADS_3

“Duaar…!!” terjadi ledakan di sebuah hutan yang dikenal dengan nama Hutan Zainan. Sesosok tubuh samar-samar dalam balutan busana kelabu tampak terlempar keluar dari kehampaan dan tergeletak begitu saja di tengah hutan.


   Hutan Zainan ini terletak di kaki gunung Tiankong Zhiguang, sebuah gunung yang mana di puncak gunung terdapat sebuah Sekte Bintang 8 yang sangat disegani di Wilayah Tengah ini. Sekte Bintang 8 itu dikenal dengan nama Sekte Cahaya Langit, sesuai dengan nama gunung dimana mereka berdiam.


   Sosok yang baru saja terlempar keluar dari udara itu, terlihat merangkak sambil mengeluh pelan..


“Air… aku butuh air….”


   Wajah pucat dan kurus itu terlihat tampan, meskipun dia dalam keadaan kacau dan penuh luka.


“Air… tolong berikan aku air…” desisnya dengan lemah.


   Disebabkan keadaan tubuhnya yang kacau dan penuh dengan darah yang tampak mulai mengering itu… dalam waktu singkatmmemancing banyak demon beast di kedalaman hutan mulai bergerak mendekati sosok kacau itu. Akan tetapi semua demon beast masih terlihat takut-takut untuk mendekati tubuh pria kacau itu. Demon beast sebagai mahluk roh juga memiliki feeling yang kuat yang mampu merasakan keanehan pada pria itu.


   Sepertinya bagi mereka, sosok manusia setengah jingling yang sekarat itu, bukanlah sosok yang sederhana. Ada hal yang tak dapat dijelaskan sehingga membuat mahluk roh itu takut. Mereka semua sepertinya memutuskan untuk menunggu pria itu meregang nyawa, barulah semua mahluk roh itu akan mengambil Tindakan.


“GGRRRRR…” terdengar suara geraman demon beast lainnya. Seketika itu juga suara geraman yang baru terdengar membuat semua demon beast yang mengelilingi pria sekarat itu langsung berhamburan lari.


  Tampak sesosok Harimau bermoncong emas berdiri dari jarak 50 meter sambil menatap pria sekarat tersebut.


Dalam hati demon beast harimau berkata


"Telah lama sekali aku tidak menyantap daging manusia. Apalagi manusia kali ini adalah sesosok hybrid dengan ras jngling. Tentu dengan menyantap daging mahluk sekarat itu, aku berpikir akan membantu kultivasi diriku"


“Pergi … pergi kamu….” bisik pria sekarat itu dalam Bahasa yang dimengerti demon beast.


Pria itu kini betul-betul merasa takut. Selama ini... ketika keadaannya sehat dan kuat, dia tidak pernah merasa takut sedikitpun dengan mahluk seperti ini. Apalagi Demon Beast di hadapannya ini hanyalah sesosok mahluk iblis berperingkat Kaisar iblis 4 yang setara Praktisi Alam Tanpa Batas bintang 9.


“Jika aku tidak sekarat seperti ini, apalah artinya mahluk iblis peringkat Kaisar level 4 ini…” keluh pria sekarat itu.


“GGRRRR” sekali lagi demon beast itu menggeram dan melompat kearah pria sekarat tersebut.


“Mati aku kali ini. Riwayatku hanya sampai disini” batin pria sekarat itu.


“Dukk.. “ sebuah pukulan dahsyat yang keluar dari cengkeraman demon beast dan mengenai pundaknya. Pria sekarat itu terlihat berusaha dengan sisa kekuatan untuk berguling menghindar.


   Tubuhnya terlempar beberapa tombak, dan Kembali dia mengeluarkan seteguk darah. Pandangannya menjadi buram…. Pasrah.


“Tssinggg…” tiba tiba terdengar bunyi pedang berdesing. Lalu auman harimau terdengar menggema seperti kesakitan.


Pria sekarat itu kini sudah tidak ingat apa-apa lagi. Dia telah jatuh pingsan. Keadaan tubuhnya yang sekarat, ditambah dengan pukulan cengkeraman harimau tersebut membuat keadaannya tubuhnya terasa semakin kristis.


“Tidur… aku butuh tidur….. Lelah sekali rasanya” itu adalah kata-kata terakhir yang ada dipikiran pria sekarat itu sebelum akhirnya tertidur dalam jangka waktu yang lama….


   Sesosok manusia bertubuh tegap dibalut busana kedodoran berwarna hitam berdiri diam. Busana serba hitam itu dilengkapi penutup wajah membuat sosok itu terlihat misterius. Tangannya memegang pedang yang berlumuran darah. Tampak mahluk iblis Harimau moncong emas tergeletak di kakinya, dalam keadaan tidak bernyawa.


   Pria berbusana kedodoran hitam itu tidak terdeteksi sedikitpun peringkat kultivasinya. Jika orang biasa melihatnya, mereka bisa saja akan menyangka sosok itu adalah kelompok manusia fana yang tidak paham dengan kultivasi.


Akan tetapi semua ahli tahu pasti. Untuk membunuh demon beast ranking Kaisar 4 dengan sekali tebas seperti itu, pertanda sosok pria busana kedodoran itu bukanlah seseorang yang sederhana.

__ADS_1


   Sosok pria itu hanya melirik sebentar kearah pria sekarat yang pingsan lalu mengguman sendiri,


“Kamu memenuhi syarat. Akhirnya aku menemukan seseorang ras nanren yang memenuhi syarat”……


>>>>>>


   Sima Yong terbangun dari tidur yang dia rasa amat panjang. Dia merasakan sekujur tubuhnya amatlah nyeri. Akan tetapi aroma herbal yang dibakar dan memenuhi sebuah kamar  sederhana itu membuat perasaannya amatlah nyaman.


Didalam tidurnya dia bermimpi seolah-olah dia dikejar-kejar mahluk demon beast berbentuk harimau. Beruntung sekali dalam mimpinya dia berhasil menyelamatkan diri Ketika sesosok bayangan membunuh demon beast itu.


“Anda telahmsadar anak muda?..” sebuah suara lemah namun ramah terdengar menyapanya.


   Sima Yong memalingkan wajah. Tampak di pintu kamar sederhana itu, berdiri seorang pria berusia sekitar lima puluhan tahun.


Dalam balutan pakaian sederhana itu dia terlihat seperti seorang pekerja biasa dalam busana sederhana. Ditangannya dia membawa semangkok bubur dan sayuran. Kedua makanan itu masih mengepul panas.


“Kamu telah pingsan selama lebih dari tujuh hari anak Muda. Dan aku menemukan dirimu di kaki Gunung Tinkong Zhiguang ini"


"Beruntung sekali anda tidak di santap hewan-hewan iblis buas dari hutan” kata pria kurus itu sambil meletakkan bubur dan sayuran di meja samping tempat tidur.


“Makanlah…telah lama sekali kamu tidak mengisi perut kamu dengan makanan. Aku yakin saat ini dirimu pasti amatlah kelaparan” kata pria itu Ketika mendengar bunyi kriuk yang terdengar keras dari perut Sima Yong.


“Paman… “ Sima Yong baru saja akan menanyakan beberapa pertanyaan namun di sela oleh pria itu.


“Kamu dapat langsung makan. Sesi pertanyaan akan aku buka setelah kamu selesai makan anak muda” kata pria itu tegas.


   Mau tidak mau, Sima Yong didalam kelemahannya langsung menyantap semangkok bubur dan sayuran yang disediakan. Pria itu  memperhatikan dalam diam Ketika Sima Yong menghabiskan bubur dan sayuran yang dia sediakan dengan pelan.


Setelah Sima Yong menghabiskan makanan yang disediakan itu….


“Paman.. bolehkan anda menjelaskan tempat apa ini? Apakah aku telah berada di Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa?” cecar Sima Yong dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


“Hoho… pelan-pelan anak muda".


"Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu. Saat ini kamu memang berada di rumah milikku atau tepatnya di sebuah bangunan kecil dibelakang Sekte Cahaya Terang di gunung Tiankong Zhiguang.


"Kamu bisa berada disini karena aku menemukanmu di kaki gunung tergeletak tidak sadarkan diri. Lalu aku membawa ke rumah kecil itu”.


“Karena aku bekerja di Sekte Cahaya Terang sebagai juru masak utama, maka tempat tinggalku berada di bagian belakang sekte itu".


"Mengenai pertanyaan wilayah tengah? Memang benar ini adalah bagian dari Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa”.


“Eh iya... aku belummengenalkan diri ku. Namaku Liu Tedian. Kamu dapat memanggil ku Paman Liu” kata pria itu sambil tersenyum hangat.


   Sima Yong merasakan perubahan menarik di wajah Paman Liu ketika dia tersenyum hangat.


Wajah Paman Liu yang tadinya terlihat kotor itu, pada saat tersenyum menyiratkan tanda bahwa Paman Liu ini dimasa mudanya adalah seseorang pria yang memiliki berwajah menarik.


Sima menarik kesimpulan, pria itu berhati baik. Dia menjadi lebih terbuka dalm bercakap cakap...

__ADS_1


“Namaku Sima Yong … paman dapat memanggil ku apa saja sesuai keinginan paman” kata Sima Yong kepada Paman Liu.


Sementara itu benaknya berkelana dan mencoba mengintip ke dalam diri Paman Liu. Namun tidak ditemui sesuatu yang membuatnya harus waspada. Tidak ditemui sedikitpun aura aneh atau mencurigakan dari aura Paman Liu.


“Kultivasi Paman Liu ini betul-betul tidak terbaca. Ataukah dia adalah seseorang berkemampuan tinggi yang mampu menyembunyikan kahliannya dengan baik?” pikir Sima Yong. Namun Sima Yong membuang pikiran itu jauh jauh.


“Aku akan


memanggilmu Yong Jie. Karena kamu amat mirip dengan salah satu ponakanku di


kampung” kata Paman Liu. Dan Sima Yong tidak merasa keberatan sama sekali.


   Lagi pula, Paman Liu telah menyelamatkan dirinya dengan jalan membawanya ke rumah sederhana ini. Jika Paman Liu beritikad tidak baik, bukankah sejak awal Paman Liu telah mengambil tindakan kepadanya.


Setelah merasa semua keadaan aman dan tidak mencurigakan, Sima Yong merasa lebih lega.


“Baiklah... Disini di tempat sepi ini aku akan menyembuhkan diri sampai aku betul-betul pulih seperti sedia kala” pikir Sima Yong.


>>>>>>


   Sima Yong pun menghabiskan waktu selama satu minggu itu di tempat sederhana miliki Paman Liu. Dengan berbagai obat-obatan yang dia miliki, perlahan-lahan kesehatannya menjadi pulih.


   Satu hal yang membuat Sima Yong awalnya terperanjat adalah, kultivasinya kini mengalami penurunan. Dengan kultivasi menurun ini terjadi hal lain yang membuatnya amat bersyukur.


Ketika dia melirik ke dantiannya, dantian itu kini terlihat telah meluas sebesar dua kali lipat dari sebelumnya. Akan tetap keanehan yang terjadi adalah lautan dantian miliknya kering. Kosong tidak terisi lautan Qi.


   Mungkin karena keadaan lautan Qi yang kosong itu maka kultivasinya kini mengalami penurunan di ranah Alam Bayi Spirit bintang 1.


Meskipun demikian Sima Yong tidak secara terburu-buru panik. Ketika dia berkultivasi selama dua jam saja, dia merasakan perlahan terdapat aliran air energi mulai mengisi kolam lautan di dantiannya.


Kultivasinya dengan cepat meningkat menjadi Alam Bayi Spirit bintang lima, lalu kemudian menerobos lagi ke bintang Sembilan.


“Aku paham … keadaan ini merupakan keuntungan bagiku. Dantian ku mengalami pembentukan ulang atau rekonstruksi. Kini kolam lauta bahkan terlihat amat luas sebsar dua kali lipat dari sebelumnya”


"Jika kultivasi ku kembali ke ranah Alam Tanpa Batas bintang 6, kekuatan ATK ku akan meningkat hingga 2 kali lipat" pikir Sima Yong dengan gembira.


“Aku harus rajin berkultivasi untuk mengisi lautan energi di dantian yang kini semakin membutuhkan energi Qi lebih besar lagi”


>>>>>>


   Kini dalam kehidupan sehari-hari Sima Yong menjalani kehidupan sebagai ponakan dari Paman Liu. Sebagai ponakan seorang juru masak, dia selalu menemani Paman Liu pergi ke kota terdekat untuk berbelanja keperluan makanan ribuan praktisi di Sekte Cahaya Langit.


   Bahkan Ketika Sima Yong turut membantu didapur dan bekerja bersama seratus juru masak lainnya, semua orang percaya bahwa dia adalah ponakan Paman Liu yang lemah itu.


Dirinya sekarang dikenal sebagi ponakan penurut dari Paman Liu dan dipanggil dengan sebutan “Ayong”…..


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2