Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di buru oleh Ketua Sekte Gunung Unta Putih


__ADS_3


Sima Yong terbang menuju ke arah Barat. Dia menghindari pertemuan kembali dengan orang-orang dari Sekte Gunung Unta. Setelah kejadian pembantaian jiwa yang man dia menghabisi praktisi dari sekte tersebut, Sima Yong merasa bahwa dia harus secepatnya menghilang dari wilayah kekuasaan sekte itu.


Sima Yong terbang diatas hamparan padang rumput yang juga dipenuhi bukit-bukit bebatuan. Ketika tiba-tiba insting nya berkata bahwa dirinya diikuti oleh sesuatu yang memiliki kemampuan hebat.


Sima Yong mencoba menengok kebelakang untuk memastikan jikalau dia tidak diikuti sesuatu. Namun sepanjang mata melihat tidak terdapat bayangan sedikitpun dibelakangnya.


Akan tetapi sekali lagi firasatnya mengatakan bahwa dia diikuti oleh sesuatu berkekuatan sangat besar. Saat itu Sima Yong menjadi waspada.


Sima Yong kemudian mencoba memastikan bahwa dirinya tidak diikuti sesuatu. Dia lalu bersembunyi di balik awan, menutup diri serta menghilangkan aura di dirinya dengan menggunakan sihir.


Dengan sekali mengucapkan mantra sihirnya, seketika bayangan Sima Yong berubah menjadi transparant.


Tampak aura sihir kecil mengelilingi tubuhnya. Aura kecil itu adalah Teknik sihir Elf yang berfungsi untuk menyembunyikan semua aura yang dimiliki pemakai dengan cara memanipulasi keberadaan aura dan bau tubuh, lalu kemudian aura dan bau itu dipindahkan hingga jarak ribuan kilometer dari tempat dimana pemakai sihir berada.


Tidak lama setelah Sima Yong menyembunyikan diri dibalik awan serta menghapus semua jejak aura yang dia miliki menggunakan sihir,.... terlihat sesosok bayangan terbang melintas di jalur terbangnya. Orang itu kemudian terbang dengan sangat cepat kearah Barat,


“Seorang Praktisi di ranah Kuasi Alam Raja?”


Sima Yong menjadi sangat terkejut. Kuasi Alam Raja berarti bahwa tinggal selangkah lagi maka orang itu akan berada di ranah Alam Raja. Sebuah ranah kultivasi yang sangat tinggi. Jarang sekali ditemui seseorang praktisi di ranah kuasi Alam Raja.


“Untuk apa dia mengejarku? Atau jangan-jangan orang itu adalah seseorang dari Sekte Unta Putih yang baru saja aku habisi tadi?”


Sima Yong hanya bertanya didalam hati. Pengalaman mengajarkannya agar selalu waspada dan sabar Ketika berhadapan dengan musuh yang memiliki kekuatan tinggi. Oleh karena itu dia tetap sabar di tempat persembunyiannya, meskipin sang pengejar terasa telah jauh meninggalkan tempat itu.


Kira-kita setelah satu jam Sima Yong masih tetap bersembunyi di balik awan, dia melihat sosok berbaju putih itu Kembali dari arah Barat.


Pria setengah baya itu mengenakan jubah putih. Wajahnya menunjukkan keagungan, pada bagian dada baju pria itu terlukis dengan jelas gambar gunung dan unta.


Sima Yong semakin yakin bahwa pria itu adalah seseorang dari Sekte Gunung Unta Putih.


Pria berbaju putih yang ternyata adalah Cui Cheng Gong adalah Ketua Sekte Gunung Unta Putih. Dia terlihat terbang berputar-putar di daerah sekitar dimana Sima Yong bersembunyi dibalik kumpulan awan tebal. Cui Cheng Gong berbicara sendiri dan terdengar oleh Sima Yong,


“Aura pembantai itu menghilang di sekitar sini. Aku telah mencoba mengejar hingga ratusan kilometer kedepan, namun aura nya telah tidak terdeteksi. Sementara itu ditempat inilah aura nya menghilang”


Karena kesal telah kehilangan jejak Sima Yong, maka Cui Cheng Gong mencoba untuk memperovokasi Sima Yong yang telah menghilang Bersama auranya,


“Aku tahu kamu masih ada disekitar sini…. Aku masih bisa merasakan auramu yang hilang disudut ini. Sebaiknya kamu keluar dan aku tidak perlu repot-repot untuk menghalau semua awan ini…”


Sima Yong tsama sekali idak menjadi terprovokasi oleh teriakan Cui Cheng,Gong itu. Dia tetap menyembunyikan diri dibalik awan. Dia tahu bahwa Teknik sihir elf itu tidak ada tandingan nya di Benua ini. Tidak mungkin pria berbaju putih itu dapat mencium aura yang dia telah sembunyikan tadi.


Setelah menunggu beberapa waktu dan tidak juga tampak ada reaksi disekitarnya, maka Cui Cheng Gong menjadi marah. Terlihat dia dengan mengamuk membentuk sebuah segel di dadanya, lalu kemudian dari segel itu terbentu api yang kian lama kian membesar.


Dengan sekali lambaian tangan dia mengeksekusi sebuah Teknik Telapak Tangan.


“Pudarrr….!!!”


Api Raksasa di tangannya kemudian membentuk sebuah cendawan raksasa yang kemudian cendawan itu dilepaskan oleh Cui Cheng Goan hingga menyebar di jarak seratus meter.


Cendawan raksasa itu tersebut kemudian meledak menjadi kepingan api yang membuat kumpulan awan di sekitar Cui Cheng Gong (hingga jarak 10 km) menjadi kocar kacir.


“Hahaha.... Ternyata kamu masih berada di sekitar sini… ketakutan bagaikan anak kecil yang bersembunyi dibalik awan”


Cui Cheng Gong tertawa terbahak-bahak Ketika melihat Sima Yong muncul Ketika kumpulan awan tebal di buyarkan oleh telapak api miliknya.

__ADS_1


“Kamu yang telah membunuh semua pengikut Sekte Gunung Unta Putih Bukan?” Tanya Cu Cheng Gong.


“Benar ada nya aku yang membunuh mereka. Mereka adalah sekelompok kutu yang berniat untuk melenyapkan ku karena mengincar sesuatu harta milik ku. Sepantasnya mereka mati” Sima Yong memandang Cui Cheng Gong dan melontarkan kata-kata pedas.


“Jika aku melihat dari pakaian yang anda kenakan, pasti anda adalah Ketua sekte Gunung Unta Putih Bukan?” Sima Yong balik bertanya ke Cui Cheng Gong


“Aku Cui Cheng Gong. Dan kamu adalah…?”


“Aku yang muda ini Bernama Sima Yong …”


“Karna kamu sudah membantai anggota sekteku, kamu harus mati… Lagipula aku memang menginginkan Api Jiwa Hitam yang menjadi warisan mu”


Tanpa memberi aba-aba Cui Cheng Gong melepaskan sebuah teknik telapak api kearah Sima Yong. Dengan kekuatan kultivasi di ranah Kuasi Alam Raja dan Teknik aneh yaitu Telapak Scarlet Flame, Ketua Sekte Gunung Unta Putih itu menyerang Sima Yong.


Sebuah cendawan raksasa dari Api Scarlet terlihat terbentuk di udara dan kemudian secara eksplosive menerjang Sima Yong. Lawan dari api adalah air atau es. Cui Cheng Gong dengan Element Api sementara Sima Yong dengan element Es.


Tentu saja Sima Yong tidak akan membiarkan Telapak Scarlet Flame itu menghanguskan dirinya. Dengan sekali kibasan tangan, sekumpulan Teratai Es Raksasa meluncur kedepan membentuk benteng pertahanan untuk melindungi tubuhnya dari nyala api tersebut.


“Duaar…..”


Benteng Es yang dibuat oleh Sima Yong meledak menyisakan uap yang memudar seiring tubuhnya yang terlempar mundur beberapa tombak kebelakang. Dari mulutnya darah mengalir. Kekuatan seroang praktisi di Kuasi Alam Raja memiliki celah yang sangat jauh dibanding Praktisi Alam Spirit Agung Bintang Tujuh.


Meskipun pada pertempuran umumnya dengan status kultivasi di Ranah Alam Spirit Agung Bintang Tujuh itu, Sima Yong mampu untuk bertanding melawan seorang Praktisi Alam Spirit Agung Bintang Sembilan. Akan tetapi kali ini lawan adalah seorang dengan kultivasi setengah langkah menuju Alam Raja masih amat jauh perbedaan kekuatannya.


Setelah menenangkan aliran Qi nya untuk mencehag dia lebih banyak memuntahkan darah... bola mata Sima Yong tiba tiba telah berubah menjadi Hitam, sekumpulan lingkaran hitam melonjak keluar dari matanya dan menimpa Cui Cheng Gong.


"Serangan Jiwa Seratus Samsara"....


Cui Cheng Gong seketika terlihat seperti


Penderitaan Samsara seketika itu juga melanda Cui Cheng Gong. Semua kisah hidup di masa lalu yang penuh kesengsaraan melanda benak Cui Cheng Gong. Pria itu terhanyut didalam serangan Jiwa Seratus Samsara.


Akan tetapi dalam detik ke empat puluh… tiba-tiba Cui Cheng Gong berteriak dengan kekuatan Full. Energi Qi api meluap dan membakar segala sesuatu di sekitarnya. Awan-awan berubah menjadi uap air yang kemudian menguap.


Cui Cheng Gong berhasil lolos dari serangan Jiwa Seratus Samsara itu. Sima Yong terkaget melihat kemampuan jiwa praktisi itu.


Kekuatan Jiwa Praktisi Kuasi Alam Spirit Agung itu mampu melepaskan diri dari serangan jiwa Sima Yong. Wajah praktisi itu kemudian terlihat semakin merah karena hawa amarah dan penimbunan Qi api yang siap-siap untuk meledak.


Ketika Cui Cheng Gong berhasil luput dari serangan jiwa dan mematahkan Teknik Seratus Samsara itu, hal buruk malahan terjadi di sisi Sima Yong.


Sementara itu tatkala Cui Cheng Gong berhasil mematahkan serangan jiwa itu, Sima Yong terlempar jauh ke belakang.


“Kekuatan jiwa Ketua Sekte Gunung Unta Putih ini sangatlah luar biasa. Mungkin karena dia berada di Separuh Langkah menuju Alam Spirit Raja. Secara kekuatan fisik aku bukan lawannya”


Sambil membentangkan sayapnya, tubuh Sima Yong kemudian terbang dengan sangat cepat menuju ke arah Barat. Dia harus menghindari dari orang ini sementara waktu.


Sima Yong sendiri tidak ingin bersembunyi di dalam Domain Pagoda disebabkan dia tidak ingin rahasia bahwa dirinya memiliki domain tersendiri dalam Pagoda.


Jika sampai hal itu bocor diluaran, dia tahu yakin bahwa dirinya akan menjadi sasaran dan diburu oleh berbagai praktisi di dunia ini.


Domain istimewa yang memiliki kemampuan untuk berkultivasi didalamnya selama sehari namun adalah setara dengan tujuh hari diluaran sana, adalah hal yang menjadi impian semua praktisi di Benua Silver ini. Semua menginkan Domain seperti itu.


Ada terlalu banyak praktisi diluar sana dengan kemampuan yang sangat tinggi, namun tidak menonjolkan dirinya.


Namun jika mereka mendengar aka nada sebuah mustika berupa domain Pagoda seperti milik Sima Yong, semua akan berduyun-duyun merebut dan menjadi malapetaka buat Sima Yong.

__ADS_1


Beruntung Sekali Sayap Elang Mahkota Keagungan yang dimiliki Sima Yong itu telah di rekonstruksi oleh ahli di dunia Elf. Sayap itu mampu menambah kecepatan terbang Sima Yong sebagai Ahli Alam Spirit Agung.


Meskipun tidak bisa melakukan tindakan seketika hilang dari jangkauan Cui Cheng Gong, akan tetap jarak antara keduanya tetap terjaga berkat Sayap Elang Mahkota Keagungan.


Cui Cheng Gong yang sedang mengejar Sima Yong semakin kalap. Dia memaki-maki Sima Yong karena jarak terbang antara mereka berdua tetap terjaga.


Padahal pria Elf didepannya itu hanyalah praktisi di Alam Spirit Agung Bintang Tujuh. Sambil sesekali melepaskan Telapak Scarlet Flame, dia mengirimkan kata-kata makian kepada Sima Yong.


Tujuh hari tujuh malam kedua praktisi itu saling kejar-kejaran dengan jarak yang tetap terjaga. Dalam hal ini Sima Yong tidak pernah kehabisan tenaga.


Cincin Mutiara Kehidupan sebagai cadangan energi, selalu memberinya energi baru. Sehingga ketika Sima Yong telah jatuh kedalam kondisi kehabisan energi, seketika suntikan energi baru terjadi dan tubuhnya kembali Fit 100%.


Dari tujuh ruang yang tersedia, Sima Yong telah meng- habiskan tiga ruang cadangan energi di Cincin Mutiara kehidupan itu. Sepertinya Sima Yong harus mencari cara lain untuk menghindar dari Cui Cheng Gong atau dia akan kehabisan cadangan energi.


Jika Sima Yong memilih menggunakan serangan mental, pasti serangan itu tidak akan bertahan lama. Lawan nya memiliki pertahanan jiwa yang sangat kuat. Bahkan kemungkinan terburuk apabila serangan di patahkan lawan adalah Sima Yong akan menerima luka jiwa..


Ketika Sima Yong sedang berpikir cara untuk menghindari dari pengejarnya itu, tiba-tiba dia melihat sebuah kapal roh yang sedang terbang menuju kearah Barat juga.


Dengan Gerakan salto, tubuh Sima Yong kemudian mendekati Kapal Roh dan akan bersembunyi di awan dibalik kapal roh itu.


Sosok Cui Cheng Gong yang semakin mendekati Kapal Roh itu mengira bahwa itu adalah penolong yang khusus datang menyelamatkan Sima Yong. Dengan melambaikan tangan dari kejauhan, Cui Cheng Gong melepaskan serangan Telapak Scarlet Flame.


Segumpal Cendawan Api raksasa berwarna Scarlet itu menerjang kapal.


“Minggir…..”


Triak Cui Cheng Gong.


Belum lagi Scarlet Flame itu menyentuh kapal roh dan akan meledakkannya, tiba-tiba sebuah bayangan melompat keluar dari kapal ,


“Lancang….”


Pria itu melambaikan tangannya lalu kemudian sebuah kekuatan terlihat menyerap Cendawan Scalet Flame Cui Cheng Gong. Api raksasa itu lenyap tidak tersisa.


Kembali pria itu melambaikan tangannya dan sebuah kekuatan tidak terlihat menerpa Cui Cheng Gong.


Cui Cheng Gong berteriak keras sambil memuntahkan darah ketika pukulan dari pria itu tepat mengenai dadanya.


“Seorang Praktisi Alam Raja Bintang Lima??....”


Cui Cheng Gong gemetar lalu dia kemudian melarikan diri. Meghilang di balik awan.


Jika saja Cui Cheng Gong masih berada di tempat itu, barangkali dia akan pingsan. Ketika pria tampan yang berpakaian seperti tentara di ranah Alam Spirit Agung Lima itu terbang kembali ke buritan Kapal Roh… dirinya di sambut tiga praktisi lainnya yang memiliki Ranah Alam Raja Bintang dua hingga Lima.


Sima Yong terperanjat melhat terdapat empat ahli Alam Raja muncul bersamaan di Negri Barat yang asing ini. Ketika kapal roh itu semakin jauh terbang kearah Barat, kira kira seratus meter.... dari jendela kapal Sima Yong melihat sebuah wajah perempuan muda yang mengenakan cadar.


Perempuan muda itu memiliki potongan wajah yang dapat dipastikan cantik meskipun tertutup cadar. Dia menatap dingin ke arah Sima Yong.


“Apa?... seorang Ahli di ranah Alam Tanpa Batas peringkat menengah?”


“Mengapa hari ini aku bertemu dengan hali-ahli yang memiliki kekuatan sangat tinggi, yang bahkan belum pernah aku temui di belahan manapun Wilayah Utara?”


Sima Yong terbengong-bengong Ketika melihat kapal roh itu semakin jauh dan kemudian menghilang di kerumunan awan.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2