
Kong Ping, Kepala Cabang Menara Suar di Kota Azalea tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya, setelah semalaman berkurung diri dengan perempuan penghibur yang dia temui di sebuah rumah hiburan Kota Azalea.
Wajahnya masih mengantuk ketika pelayan pria mengetuk keras pintu kamarnya dan memberitahukan, insiden malang yang menimpa Wei Durui dan Hui Chunying.
Kong Ping hampir menyemburkan cairan kuning dari lambungnya tatkala melihat jasad dua orang tangan kanannya itu. Beruntung benar karena udara musim dingin di Kota Azalea, sehingga jasad dua orang itu tidak terlalu menimbulkan bau yang busuk.
"Turunkan kedua sosok jasad itu, lalu kebumikan dengan layak" titah Kong Ping yang langsung diikuti oleh petugas-petugas keamanan di Menara Suar.
"Umumkan bahwa Menara Suar kami akan tidak beroperasi dalam dua hari kedepan" kata Kong Ping, diikuti penulisan pengumuman di pintu gerbang Menara Suar yang memberi informasi bahwa Organisasi itu tutup sementara waktu.
"Balai Harta memiliki seorang sakti yang berilmu tinggi?" pikir Kong Ping gelisah.
"Untuk melenyapkan dua ahli masing-masing di ranah Alam Raja bintang sembilan dan Kuasi Alam Tanpa Batas sekaligus, di butuhkan kemampuan paling tidak ahli Alam Tanpa Batas Bintang enam atau lebih"
Kong Ping larut di dalam rasa cemas. Di keluarkannya sebuah benda yaitu jimat komunikasi yang menurut petinggi di Wilayah Tengah Benua Silver, hanya dapat dia gunakan di saat darurat saja.
Kong Ping lalu berbicara merekam suara di depan jimat-yang kemampuan merekam suaranya hanya maksimum 100 kata itu. Lalu dengan membacakan mantra tertentu dia melemparkan jimat ke udara.
"Wush"
Sebuah kupu-kupu terbentuk di udara yang lantas terbang dengan sangat cepat menuju daratan tengah Benua Silver.
******
Meirenyu menemui Lin Hong dan Yu Long yang baru saja menyelesaikan kultivasi menggabungkan kekuatan mereka dengan hewan kontrak.
"Selamat untuk Yu Long yang telah berhasil menyatukan kekuatannya dengan hewan kontrak Naga Hijau Kecil" kata Meirenyu memuji Yu Long yang terlihat memiliki Kutivasi Kuasi Alam Tanpa Batas.
__ADS_1
"Dan selamat juga untuk Lin Hong yang kini telah menerobos Alam Raja bintang tujuh. Ke depannya anda harus semakin rajin berkultivasi dan mengejar ketinggalanmu dari Yu Long" mata Meirenyu berbinar melihat gadis itu ternyata mampu menerobos dua tahap dalam sekali jalan.
Bersama dengan BaiseDhe dan ZuseDhe, mereka berlima lantas berdiskusi tentang rencana pembukaan Balai Harta Baru itu.
Meirenyu bahkan mendemonstrasikan hewan kontrak Gajah Kelabu dan Singa bertanduk kepada dua Pelindung Sekte Terang itu, yang lantas menatap penuh kerinduan kearah dua hewan kontrak yang terbang menari-nari memamerkan kekuatan besar itu.
"Kalian akan memperoleh masing-masing 1 hewan kontrak peringkat Ancient ini, ketika kalian menyelesaikan misi yang aku berikan ini" senyum di wajah Meirenyu mekar.
...******...
Istana Kekaisaran Rajawali Agung mengumumkan bahwa mereka membutuhkan kurang lebih dua puluh tenaga kerja yang mahir seni tata boga yaitu koki berpengalaman, sehubungan dengan rencana Istana akan mengadakan pesta besar, penobatan Pangeran Ju Kai sebagai Putra Mahkota Kekaisaran.
Koki yang ada saat ini tentu saja tidak akan mencukupi ketika gelaran pesta di adakan nanti, dimana semua sekte dan klan terkenal di Wilayah Tengah akan menjadi tamu undangan. Belum lagi Negri-negri tetangga dan aliansi yang tentunya
Yu Mian tersenyum dingin sambil merobek lembar pengumuman yang isinya lowongan pekerjaan pegawai istana, di bagian dapur itu. Berbekal reputasi dan pengalamannya sebagai pemilik salah satu restoran meskipun terbilang kecil, dia penuh percaya diri pergi ke bagian pendaftaran, untuk mendaftarkan dirinya sebagai pegawai istana di bagian dapur.
"Sial, mengapakah harus seribu orang lebih yang berminat untuk menjadi koki di istana ini" Yu Mian mencaci didalam hati. Dia tak menyangka sama sekali bahwa saingannya akan sebanyak ini.
Karena sudah kadung berada di tempat pendaftaran, Yu Mian mengeraskan hatinya dan dengan sabar menunggu gilirannya untuk di panggil dan di uji kemampuan masaknya.
Ketika tiba giliran dia bersama 19 peserta lainnya, untuk memamerkan teknik dan kemampuan tata boga nya, Yu Mian menjadi minder dan ketar-ketir tatkala semua resep masakan yang menjadi masakan uji coba adalah betul-betul di luar prasangkanya.
Sebagai pemilik rumah makan biasa yang hanya di kunjungi rakyat jelata, bahkan terbilang sangat sederhana itu, tentu saja Yu Mian tidak mengenal masakan-masakan menggunakan bahan aneh semisal : Masakan Lidah ayam kecap, Soto Menjangan Keekangyauw, Soto Burung Wanyoh dan paha mencak masak kuah.
"Ya dewi ... Ini semua hidangan kaum bangsawan, bahkan mungkin hanya akan di temui di istana yang baru kali ini ku dengar" desis Yu Mian, nanar menatap bahan-bahan yang harus dia kerjakan.
Sementara di depan mereka seorang koki senior berdiri dengan pongah, berbadan gemuk-yang tampaknya merupakan juru kunci untuk menentukan lulus tidaknya peserta untuk menjadi pegawai dapur istana, memeriksa hasil karya peserta audisi... siap-siap melempar mereka kembali ke jalanan.
__ADS_1
"Seorang pembunuh bayaran pantang menyerah sebelum bertarung" Yu Mian mengemposkan nafas panjang-panjang, berusaha untuk bersemangat nya dan mulai membelah paha menjangan di depannya.
"Tak-tak-tak" bunyi pisau dapur itu ketika tangannya dengan lincah memotong paha menjangan menjadi empat bagian.
"Bukankah yang namanya soto atau sup itu adalah makanan yang mengandung kuah? Aku akan mencoba membuat versi yang ku ketahui saja"
Baru saja dia mencacah bumbu-bumbu basah yang akan dicampur kedalam kuahnya, si gemuk-Koki senior itu terlihat berdiri di depan masakannya sambil mengerutkan kening. Yu Mian tidak suka dengan tatapan mata si gemuk yang menurutnya adalah seseorang yang licik.
Namun Yu Mian juga sadar, kernyit kening itu pertanda bahwa masakan Soto Menjangan yang dia olah, adalah pertanda kegagalan.
"Manusia-manusia bertampang licik seperti ini amatlah mudah di manipulatif"
Buru-buru Yu Mian berpura-pura menjatuhkan sendok kayu besar yang dia pakai untuk mengaduk Soto Menjangan itu, Koki itu lantas merunduk, berusaha melawan tekanan kegemukan di perut, berpura-pura bersikap sopan dan mengambil sendok kayu jatuh itu.
Sekonyong-konyong koki gemuk itu di buat terkejut tatkala wajah seorang perempuan jelek terlihat begitu dekat dengan wajahnya. Perempuan jelek itu menyodorkan satu kantong Manna Biru yang di perkirakan paling tidak 1000 Manna Biru dalam gerakan buru-buru. Si gemuk memasukkan kantongan itu kedalam sakunya. Namun dia masih menampakkan wajah kurang puas.
"Tuan besar, cita-cita hamba ini adalah selalu mengabdi dan menjadi koki di Istana Kekaisaran. Sekiranya Tuan Besar berkenan, hamba tidak segan-segan menambah jumlah yang tadi" kata si jelek disambut tatapan jijik si gemuk
Yu Mian burur-buru menyodorkan kantongan kedua yang isinya sama yaitu Manna Biru Peringkat tinggi senilai 1.000 batu. Mata koki licik itu membelalak. Lekas-lekas dia memasukkan kantong kedua kedalam saku nya sambil mengkerdipkan mata liciknya kearah Yu Mian...
Tidak lama berselang, Yu Mian meninggalkan ruang audisi untuk menjadi Koki di Istana Kekaisaran Rajawali Agung. Perempuan itu penuh senyum merekah, sambil mengelus token kayu sederhana di tangannya. Token itu akan berfungsi sebagai passport keluar masuk bagian dapur Istana Rajawali Agung.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1