
Mulai hari itu Sima Yong tinggal di kawasan bebas perdagangan Neraka Kesembilan itu. Dia dengan bebas berjalan-jalan dari Neraka Kesembilan, menuju neraka kelima lalu neraka ketiga, begitu seterusnya.
Sementara itu, belum terlalu banyak orang-orang di Neraka Dunia yang tahu akan pelayanan jasa refiner yang Sima Yong kelola dalam satu minggu ini. Sima Yong pada akhirnya hanya mengurung diri di dalam kamar, dan mencoba-coba mempelajari Teknik Pedang Terbang peninggalan Raja Pedang.
Dia berulang kali melihat-lihat pola-pola yang muncul di kain kasar pembungkus Pedang Hitam, namun tidak berani untuk langsung berlatih teknik pedang kelas Immortal itu.
"Terlalu berbahaya jika tidak memiliki relikui Raja Pedang, atau belum membangunkan Roh Pedang Hitam, dan mencoba-coba untuk berlatih teknik itu"
Kadang-kadang Sima Yong mencoba berbicara dengan Pedang Hitam itu menggunakan benaknya. Akan tetapi tidak terjadi reaksi apa-apa ketika dia berulang kali mengerahkan benak dan kekuatan jiwanya untuk menyentuh roh di Pedang Immortal Hitam itu.
Pada suatu hari, ketika Sima Yong tengah suntuk didalam kultivasi untuk berbicara dengan Pedang Hitam, salah satu gadis pelayan di Asosiasi Mestika Naga bernama Xiaohua mengetuk pintu ruangannya.
"Tuan muda, seseorang datang berkunjung dan ingin bertemu dengan refiner" kata Xiaohua. Gadis itu terlihat takut-takut ketika memasuki ruang kerja Sima Yong.
Kabar berita mengenai kepandaian anak muda itu telah beredar ke seantero Neraka Dunia, termasuk Xiaohua. Keadaan umum di Neraka Dunia itu adalah, orang-orang yang kuat seringkali tidak segan-segan menurunkan pukulan ganas kepada kaum yang lebih lemah, walaupun tanpa sebab apa-apa. Tidak jarang orang yang lebih kuat itu mengambil nyawa orang dengan seenak-enaknya. Sima Yong telah mempelajari hal itu dari Liu Yangshan.
"Suruh calon pelanggan itu masuk keruangan ini" Sima Yong berkata dengan nada gembira.
"Akhirnya aku memperoleh satu pelanggan" batinnya.
******
Sima Yong telah selesai menganalisa logam yang diberikan calon pelanggan itu, lalu memaparkan soalan harga.
"Ini adalah bahan paling rendah untuk membentuk senjata peringkat immortal" kata Sima Yong.
Dia melirik bongkahan logam aneh berwarna kecoklatan yang diberikan pria setengah tua yang mengenakan baju cukup mewah itu.
"Karena ini adalah logam immortal peringkat terendah, maka besar kompensasi yang harus anda bayar adalah 50.000 Manna Biru peringkat tinggi. Anda beruntung masih mendapat harga diskon karena aku masih mempromosikan jasa penyulingan ini.
Karena anda telah aku berikan diskon, maka harga tadi tidak kurang dan tak dapat di tawar lebih rendah lagi" kata Sima Yong sambil tersenyum.
"Well.. Bukankah menyuling senjata roh membutuhkan kekuatan jiwa yang sangat tinggi? Manusia ini beruntung bertemu Master Jiwa peringkat DAO seperti aku" batin Sima Yong.
__ADS_1
Di lan pihak, pria calon pelanggan itu melongo dengan mulut terbuka lebar. Dia bersikap seoah-olah sangat terkejut mendengar nilai 50.000 Manna Biru yang harus dia bayar untuk biaya menyuling senjata roh immortal berwarna coklat itu.
"Aturan dari mana !" pria itu menggebrak meja. Lalu lanjutnya..
"Anda sepertinya berniat merampok saya dengan mematok nilai setinggi itu,
Cih... hanya untuk membuat sebuah senjata roh seperti itu saja, anda memungut bayaran setinggi langit" pria itu bersungut-sungut namun tak jua pergi dari situ, atau berniat membatalkan transaksi menggunakan jasa refiner Sima Yong.
Sima Yong tertawa dingin dalam hati,
"Ke ujung duniapun aku berani jamin, manusia ini tak akan menjumpai refiner peringkat DAO yang memberikan harga penyulingan serendah itu.
Manusia ini mau main gila dengan ku. Dia mau mencoba-coba menggertak diriku"
Dengan memasang wajah penuh senyum licik, pria pelanggan itu berkata
"Bagaimana jika aku membayar anda sejumlah 20.000 Manna Biru atas jasa menyuling ini, dan semua akan kubayar tunai, tidak berhutang sedikitpun" dia lalu membanting pedangnya keatas meja dengan keras-keras.
Tidak berhenti disitu saja. Pria itu bahkan mengeluarkan aura membunuh menindas dengan kental kearah Sima Yong. Dia mengancam Sima Yong secara terang-terangan.
Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba terdengar bunyi desisan seperti air yang mengalir kencang memenuhi ruangan,
"Sssttteet - sreeet"
Tampak dari kendi dan tembikar penghias ruangan yang berisi air, tampak meluncur dengan sangat cepat ratusan pedang kristal pendek yang mendesis-desis berputar dengan cepat, mengelilingi dan siap menghujam pria itu.
Pria pelanggan itu langsung mengeluarkan keringat dingin. dia terdiam kaku penuh ketakutan. Saking takutnya, dia bahkan belum sempat berkata-kata, ketika sang refiner menyambung harga yang di sebutkan sebelumnya.
"Ah... Anda masih belum menyetujui harga 60.000 Manna Biru, baiklah aku menaikan harga menyuling senjata roh itu menjadi 70.000 Manna Biru" ratusan pedang pendek itu bergerak maju dengan suara mendesis, semakin dekat mengancam si pelanggan. Terlihat beberapa pedang kristal mulai menggores leher pria itu, dan darah mulai menetes.
Panik terdengar si pelanggan berteriak,
"B-baik - baik. Aku setuju 70.000 Manna Biru" teriak di pelanggan dengan ketakutan.
__ADS_1
"T-tolong j-jangan bunuh aku" wajah nya kini seputih kertas.
Sang Refiner terlihat santai memasang senyum ramah di wajahnya ketika pelanggannya setuju dengan harga itu.
Masih dalam nada terdengar ramah dia berkata,
"Ah... Anda adalah pelanggan yang bijaksana. Namun... aku hanya menerima pembayaran di muka.
Tinggalkan 70.000 Manna Biru anda, lalu menunggu di ruang tunggu di depan".
Tanpa berkata-kata lenih lanjut, pria pelanggan itu meletakkan cincin tata ruang yang didalamnya berisi Manna Biru.
"Jumlah Manna Biru di dalam cincin ini sebanyak 100.000 Manna Biru. Tuan Refiner dapat mengambil semuanya.
Anggaplah itu sebagai budi baik anda tidak mengambil nyawaku" pria itu amat bersyukur. Jika saja hal itu terjadi pada ahli lain di Neraka Dunia, dia jelas-jelas sudah tidak bernafas lagi saat ini.
Pria tersebut pada akhirnya duduk menunggu di ruang depan di Asosiasi Perdagangan Mestika Naga. Dengan was-was dia menunggu tidak kurang setengah hari lamanya.
Pada sore hari ketika gadis penjaga Asosiasi Mestika Naga memanggil si pelanggan, meskipun merasa telah merasa tawar hati, pria itu menemui Sima Yong.
"Semoga hasil penyulingannya sepadan dengan harga yang dia patok" pikir si pelanggan menatap tawar.
Si refiner menjentikkan jari.. Lalu sebilah Pedang Immortal berwarna coklat berkilauan muncul di tangan si refiner.
"Pedang roh immortal dengan akurasi kuasi sempurna !" pelanggan itu melongo.
"Aku membubuhkan simbol unsur logam di pedang ini agar cocok dengan kultivasi anda" si refiner berkata. Pria pelanggan itu tidak lagi mendengar kata-kata refiner. Dia terlalu terpesona dengan pedang immortal dihadapannya..
"Bahkan harga 100.000 Manna Biru terlalu murah untuk pedang roh sebagus ini" bisik nya penuh kerinduan. Dia menatap pedang coklat itu seolah tak mau melepaskan pandangannya dari senjata immortal tersebut.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.