Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Klan Keluarga Sugandha


__ADS_3

   Siang itu disalah satu sudut Kota Selatan, tepatnya di sebuah rumah yang terlihat mewah… nampak Phalama Bhalu tengah berbaring diatas ranjang. Tubuh judade raksasa dipenuhi perban membungkus tulang-tulang yang retak, karena berdasarkan hasil Analisa seorang alkemis keluarga, judade itu harus total beristirahat paling tidak enam bulan diatas tempat tidur.


   Tubuh Phalama Bhalu terlihat menyerupai mummy dengan sekujur tubuh dibalut gulungan kain semacam perban setelah dibaluri dengan ramuan-ramuan khusus hasil racikan alkemis keluarga. Wajah Phalama Bhalu terlihat amat gundah gulana. Judade itu telah sejak usia dini berlatih bela diri dan bercita-cita untuk menjadi salah satu praktisi dari keluarga yang akan merajai Arena Kota Selatan. Didalam keluarga mereka, pencapaian sebagai Praktisi bela diri ternama adalah hal yang selalu menjadi impian semua anggota keluarga.


   Dan saat ini, semua mimpi dan harapan Phalama Bhallu telah sirna di renggut oleh seorang pria kecil ras nanren campuran jingling. Bahkan yang amat Phalama Bhallu sesalkan adalah sejumlah Blue Manna dan Point kontribusinya jadi hilang di jarrah pria kecil itu. Bahkan peringkat arena Phalama Bhalu telah turun dari Sayap Perak bergaris lima, kini menjadi Sayap Perunggu bergaris lima.


“itu adalah sepuluh garis yang berkurang???” Kembali judade itu menatap nanar tato sayap perunggu bergaris lima didadanya. Makin dilihat, rasanya semakin hati judade itu. Kembali seteguk darah keluar dari mulutnya karena rasa sakit hati.


   Sementara itu didalam susunan keluarga Phallama Bhalu, adalah seorang Judade bernama Chamdiko. Dia adalah sepupu Phalama Bhalu telah terlebih dahulu mengharumkan nama keluarga mereka. Chamdiko adalah ahli bela diri yang ahli menggunakan martil  sebagai senjata tempur. Dengan kultivasi yang berada di Alam Raja Bintang Delapan, Chamdiko ini telah mengharumkan nama keluarga mereka dengan pemegang gelar ranking tiga Kelas Sayap Silver di Arena Kota.


   Chamdiko sendiri memiliki tato didada berupa Sayap Perak bergaris sepuluh. Keberadaan Chamdiko di Kota Selatan apalagi di Arena Kota, adalah sosok yang mengerikan dan amat ditakuti. Tidak pernah sekalipun didalam pertempuran di arena, Chamdiko ini berbelas kasihan kepada lawannya. Semua lawan Chamdiko harus mati Ketika kalah didalam pertempuran melawannya.


Kamar tempat Phalama Bhalu dirawat……


“Tuan muda… Tuan Chamdiko meminta waktu untuk bertemu anda…” seorang pelayan perempuan dari ras jingling datang dan berlutut di kaki tempat tidur dimana Phalama Bhallu dirawat.


   Judade raksasa yang tengah gulana itu langsung buyar dari keterpurukan rasa sedih. Matanya menyala memancarkan sebuah harapan dan kekejian. Dengan kasar dia memaki pelayan perempuan jingling itu,


“Bodoh.. segera langsung bawa sepupuku kesini dan biarkan dia melihat keadaanku…” maki Phalam Bhalu.


   Ketika pelayan ras jingling itu tergopoh-gopoh menuju ruang aula keluarga untuk memberitahukan Chamdiko, Phalama Bhalu menampakkan wajah yang amat sangat gembira. Dia akan merancangkan sebuah kecelakaan buat Sima Yong.


“Sima Yong.. aku tidak sabar untuk mendengar kabar Ketika kamu di bunuh oleh kakakku dan semua tulang-tulang mu dirontokkan dari daging ditubuhmu. Aku akan meminta kakak untuk mengambil jantungmu dan benda itu akan kujadikan tonik penambah kekuatan untuk penyembuhanku… hahahaha” Phallama Bhalu tertawa dengan amat gembira.


   Sebagai salah satu keluarag yang kaya di Kota Selatan, keluarga Phallama Bhalu memiliki banyak sekali petugas. Salah satunya adalah petugas yang berfungsi sebagai mata-mata keluarga. Mata-mata keluarga Phalama Bhalu ini telah melakukan Tindakan penyelidikan dan mereka mengetahui bahwa lawan Phalama Bhalu petarung nomor 20.569 bernama Sima Yong. Bahkan mereka telah memberikan informasi bahwa Sima Yong itu tinggal di Kawasan miskin di kota dengan seorang ahli array Ren Fu yang memiliki toko penjualan array.


******


“Kakak …..” Phalama Bhalu menangis tersedu-sedu ketika melihat Chamdiko telah berdiri disamping ranjang miliknya. Dengan mengarang cerita agar terdengar lebih dramatis, Phalama Bhalu membuat kisah rekaannya sehingga terdengar seakan-akan Sima Yong telah melakukan tindakan curang sampai mampu menaklukkan dirinya.


   Bahkan Phalama Bhalu secara tidak malu-malu menceritakan bahwa dia telah berulang kali menyerukan bahwa dirinya menyerah, namun lawannya Sima Yong itu bertindak seperti tidak mendengar teriakan tanda menyerah. Dia bahkan melebih-lebihkan bahwa pihak hakim arena memiliki keberpihakan kepada Sima Yong, di mana hakim arena tidak menghentikan Tindakan brutal Sima Yong yang menyiksa dirinya yang tengah berteriak menyatakan dirinya telah menyerah dalam pertarungan.


   Chamdiko menjadi amat sangat geram setelah mendengar kisah rekaan Phalam Bhalu itu. Sambil menggebrak meja di kamar Phalama Bhalu, dia menyumpah…


“Aku bersumpah akan membalas kekejaman petarung Bernama Sima Yong itu. Ketika aku menantangnya nanti, aku tidak akan memberi kesempatan, sekalipun dia menjerit meminta tanda menyerah… kamu tenang saja, yang pasti hutang ini akan aku tagih dengan selembar nyawa murahnya..!!” demikian janji Chamdiko dihadapan Phalama Bhalu.

__ADS_1


   Phalama Bhalu tersenyum Bahagia. Chamdiko kakak sepupunya adalah seorang praktisi Kelas Sayap Perak yang amat jarang mendapat pesaing. Judade ini tersenyum senang karena dia merasa bahwa Sima Yong telah mati Ketika dia melaporkan kesusahan yang dideritanya akibat pertempuran melawan Sima Yong. Malam itu Phalama Bhalu tidur dengan nyenyak. Didalam mimpinya dia melihat Chamdiko merontokkan seluruh tulang-tulang didalam pertarungan Arena Kota Selatan….. dan Sima Yong mati dalam keadaan yang tragis.


******


Di dalam sebuah ruang VIP tempat penyewaan untuk Pelatihan milik Arena Kota…..


   Sima Yong dengan tekun terlihat tengah melatih dua orang rekanan yang baru saja bergabung didalam team mereka. Ye Bing Qing perempuan ras jingling itu tidak memiliki Teknik sihir penyembuhan (heal) atau yang serupa seperti itu. Sehingga Sima Yong membekalinya dengan beberapa Jimat Penyembuh kelas Surgawi 3 buatan sendiri.


   Sedangkan untuk Teknik menyedot ruang seperti Teknik black hole Ketika Sima Yong temui di ujian Menara Dewa Berkabut, Ye Bing Qing mampu melakukan Teknik sihir seperti itu yang dia namakan “Sihir Kabut Gelap”.


   Sima Yong merasa Teknik sihir “Kabut Gelap” tidak memiliki daya sedot mematikan yang membuat lawan terperangkap sampai terdiam kaku. Untuk mengatasi kekurangan itu, dia memberi Ye Bing Qing beberapa Kertas array yang sudah dia mantrai dengan berbagai Teknik array.


   Dengan menyelipkan kertas array buatan Sima Yong itu, sihir “Kabut Gelap” bukan hanya membuat lawan kebingungan dan hilang arah. Lawan yang berada diluar area kabut gelap (dalam jarak tertentu) akan tersedot dan terperangkap didalam kabut hitam. Prinsip gabungan array dan sihir itu, menjadi terasa mirip dengan Teknik Black Hole. Akan tetapi “Kabut Gelap” tidaklah menyedot energi lawan seperti Teknik Blackhole itu.


   Sedangkan untuk Tang Yuwen sebagai praktisi Pemakai senjata Panah dan juga Ahli array, dia di arahkan untuk menggunakan Teknik Tempur menggunakan panah yang didalamnya diselipkan kekuatan array. Array yang Sima Yong maksudkan adalah array pengunci musuh Ketika Tang Yuwen melakukan serangan Teknik “Hujan Panah”.


   Sima Yong bahkan mengajarkan Tang Yuwen dasar-dasar array petir dan array pengunci untuk menambah Hujan Panah menjadi lebih berbahaya. Teknik array petir dan pengunci target itu kemudian dapat dikuasai oleh Tang Yuwen dengan cepat.


   Alhasil…. Ketika Tang Yuwen menyerang musuh menggunakan Teknik Hujan Panah, Niryadi sebagai praktisi yang menjalani uji coba Teknik baru itu betul-betul kerepotan. Ketika hujan panah terlihat mengunci dari arah atas, dirinya bahkan merasakan petir dan Guntur yang membuat dia mengalami kondisi kaku dalam beberapa detik. Keadaan mirip “Stun” di Menara Dewa Berkabut inilah yang diinginkan Sima Yong.


“Akan tetapi menurutku, kalian berdua masih harus terus berlatih agar Teknik yang baru saja kalian kuasai itu menjadi terasa lebih alami dan dapat dilakukan didalam keadaan refleks” jelas Sima Yong.


"Baik Boss….” Setelah Sima Yong menunjukkan kemampuannya didalam memberi petunjuk bagi dua orang anggota tema yang baru bergabung itu, mereka menjadi makin hormat kepada dia. Mereka berdua lebih memilih memanggil Sima Yong dengan sebutan boss, sementara Sima Yong tidak terlalu memperdulikan panggilan itu.


******


   Siang itu Sima Yong mendapat berita melalui array komunikasinya yang berbunyi,


“Tuan muda Kakak Yong…, beberapa ras Judade datang dan mengobrak abrik toko array kakek. Mereka memaksa kakek untuk memberitahukan dimana keberadaan anda…..dapatkan tuan muda kakak Yong pulang untuk melihat keadaan?”


   Itu adalah berita yang dikirmkan oleh Ren Fengguang. Sima Yong berpikir keras. Siapakah belakangan yang memiliki selisih dengannya? Pria itu merasa bingung. Belum pernah dia bersinggungan dengan siapapun di Kota Selatan ini. Kecuali di Menara Dewa Berkabut, atau di Arena??..


“Betul.. ini pasti ada hubungannya dengan arena. Petarung yang terakhir aku kalahkan itu adalah seseorang dari ras judade” dengan terburu-buru Sima Yong berkata kepada teman-teman satu team bahwa dirinya memiliki urusan dan akan Kembali ke tempat Latihan setelah urusannya selesai.


   Belum juga keempat temannya memberi jawaban ke Sima Yong, sebuah bayangan kuning terang berkelebat dan menghilang dari hadapan mereka. Semua menjadi terbengong-bengong. Begitu cepatnya bagaikan angin…

__ADS_1


“Bayangan kuning itu adalah???” Tang Yuwen bertanya dengan bingung.


“Sinar kuning itu adalah Sima Yong. Dia pergi menggunakan Sayap Nirwana Kuning yang dia peroleh di ujian Menara Dewa Berkabut” kata Hattaudha.


“Itu berarti bahwa dia adalah praktisi yang memecah record dan memegang ranking enam di ujian Menara Dewa Berkabut???”


“Jadi dia adalah Sima Yong yang Namanya terukir di Menara Dewa Berkabut??? Dialah praktisi yang akhir-akhir ini namanya banyak disebut orang di Menara Dewa Berkabut??” Tang Yuwen dan Ye Bing Qing menjadi amat terkejut.


   Selama ini, meskipun mereka tahu namanya adalah Sima Yong, akan tetapi mereka mengira bahwa nama Sima Yong di Menara Dewa Berkabut adalah sosok yang berbeda dibanding Sima Yong dihadapan mereka.


   Sima Yong yang selama ini bergaul dengan mereka sama sekali berbeda dari ahli-ahli tenama pada umumnya. Sima Yong ini terlalu sederhana dan tidak menyombongkan keahliannya seperti umumnya ahli-ahli lain yang memiliki nama besar. Diam-diam keduanya merasa bersyukur telah bergabung didalam team ini. Bahkan menerima beberapa manfaat seperti petunjuk dari Pria pemegang ranking enam di ujian Menara Dewa Berkabut.


******


“Aku katakan sekali lagi… cepat beri tahu dimana keberadaan mahluk hina dari ras jingling kalian yang Bernama Sima Yong itu” sesosok Judade dengan tinggi badan mencapai 2 meter 30 cm itu menendang dada Ren Fu yang kemudian terguling sambil memuntahkan darah.


“Kakek…” Ren Fengguang berlari dan memeluk Ren Fu. Wajahnya menunjukkan ketakutan diantara air mata yang bercucuran. Ren Fu adalah seorang ahli Array yang bukan merupakan ahli Dao Bela diri. Kultivasinya hanyalah berada di Alam Spirit Agung Bintang satu saja. Ranah seperti ini biasanya amatlah umum dan banyak sekali terdapat di Kota Selatan ini. (Jika di Benua Silver apalagi di bagian Utara, peringkat seperti ini adalah peringkat yang  cukup istimewa).


   Sedangkan Judade raksasa yang menendangnya adalah Ahli Alam Raja Bintang Tujuh yang dengan amat mudah mampu membuli praktisi lemah di Alam Spirit Agung seperti Ren Fu. Melihat Ren Fu menderita karena tendangan nya ditambah derai air mata dari cucu Ren Fu, bukannya mengurangi kebuasannya, si judade itu semakin beringas. Dengan sekali gerak dia mengayunkan tangannya yang besar itu dan menampar Ren Fu.


   Apalah daya, Ren Fu bukanlah ahli yang berkonsentrasi di Dao Beladiri. Karena lemah kemampuan beladirinya membuat Ren Fu Kembali terlempar dan terjatuh diantara barang-barang ditoko array itu. Keadaan menjadi sangat berantakan. Toko itu porak poranda. Ren Fengguang hanya bisa menangis sekeras-kerasnya.


   Sementara itu dua teman judade itu yang juga terdiri dari ras judade, hanya terlihat acuh tak acuh saja didepan pintu toko. Orang-orang yang berlalu Lalang di depan toko, berjalan cepat-cepat untuk menghindari keributan itu. Semua orang tahu siapa ketiga judade itu. Tiga judade itu adalah agen rahasia Keluarga Ranking tiga Arena Pertarung Kota Selatan, Chamdiko. Klan Keluarga itu dikenal dengan nama “Klan Sugandha” atau artinya keluarga yang harum Namanya.


   Klan Sugandha ini adalah keluarga golongan kaum kaya yang cukup disegani diseluruh kota. Mereka memiliki beberapa bisnis yang mempengaruhi denyut hjantung Kota Selatan. Tidak ada yang mau berurusan dengan orang kaya yang memiliki banyak kaki tangan seperti itu. Menghindar lebih baik, pikir orang-orang.


   Judade itu kemudian berkata dengan dingin kepada Ren Fu


“Aku memberi waktu bagi kamu untuk mencari di mana keberadaan sosok Jingling nanren Bernama Sima Yong itu. Jika sampai tengah malam nanti jam 12 kamu belum menemukan keberadaannya, maka nyawa kamu akan aku ambil. Kami akan kembali ke tempat ini nanti malam untuk menjemput Sima Yong itu” Dengan tidak bebelas kasih sekali lagi dia mengirimkan sebuah angin pukuran kearah Ren Fu.


“Pukulan itu mengandung racun Bunga Kelabang Hitam yang hanya dapat disembuhkan oleh aku. Dan ini sebagai jaminan agar kamu tidak mencoba melarikan diri. Itu juga pemicu kamu untuk mencari keberadaan Sima Yong….” Setelah memberi pukulan beracun kepada Ren Fu, ketiganya berlalu. Menghilang begitu saja.


   Ren Fengguang menangisi kakeknya yang terlihat semakin  mengkhawatirkan. Dia sangat khawatir, jika Sima Yong tidak muncul maka kakeknya akan meregang nyawa. Sepertinya racun yang di berikan judade itu amat berbahaya.


   Dalam sekejab mata setelah terkena racun Kelabang Hitam, seluruh tubuh Kakek Ren Fu berubah menjadi abu-abu gelap. Ren Fengguang kembali jatuh didalam tangisan…

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2