Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Armor dan Pedang Emas suci.


__ADS_3

   Pegasus itu rupanya telah bersedia untuk menjadi hewan kontrak dengan Sima Yong. Akan tetapi jauh didalam hatinya, kuda tua itu Menyusun rencana lain untuk mengakali Sima Yong, Ketika pria itu dalam kondisi lemah nanti.


“Mahluk lemah bodoh ini amat gampang diperdaya. Seperti biasa mereka akan percaya begitu saja Ketika Mahluk mitos seperti diriku membuat kata-kata manis seolah-olah itu adalah sebuah perjanjian” kata Pegasus didalam hati. Wajah kuda itu terlihat amat gembira karena SIma Yong adalah mahluk yang gampang tertipu.


……….


“Sekarang, tolong bebaskan aku. Lalu aku akan memberikan pedang dan armor ini untuk kamu pergunakan melawan medussa” Kata Pegasus.


“Dimana kamu berada?” tanya Sima Yong


“Aku terpenjara disini. Disebuah ruang spasial kecil seukuran kamar sempit. Kamu dapat melangkah dua puluh Langkah kearah barat. Ketika kaki kamu telah tepat menginjak sebuah batu bergambar berlogo ular, maka kamu dapat membuka ruang spasial ini dan mematahkan mantra sihir ketiga gorgon itu. Pedang dan armor ini akan menjadi milikmu setelah kamu membebaskan aku dari mantra sihir batu ini” kata Pegasus dengan bersemangat.


   Sima Yong mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Pegasus itu. Dia melakukan semua instruksi dengan amat cepat. Bahkan Ketika dirinya berhasil mematahkan mantra yang menutup ruang spasial itu dalam Gerakan cepat. Semua dia lakukan demi mengejar waktu sebelum monster mudussa pulih 100% kekuatannya.


   Dihadapan sebuah patung kuda bersayap Sima Yong menyodorkan tangan dan berkata.


“Berikan Pedang dan Armor sihir seperti yang engkau janjikan” kata Sima Yong.


“Tahan sebentar anak muda…. Kamu dapat terlebih dahulu membebaskan ku dari mantra sihir membatu ini. Urat-uratku yang tua ini telah kaku. Selangkah saja kamu terlambat memberi pertolongan, dikhawatirkan aku akan menderita sakit lebih arah lagi” kata Pegasus sambil bersuara seperti seseorang yang amat tersakiti.


“Ucapkan sumpah Surgawi agar kamu bersedia menjadi hewan kontrakku selama 1000 tahun baru kupatahkan mantra ini” kata Sima Yong dengan tegas.


“Apa??? Berani-beraninya kamu anak kecil meragukan diriku. Bebaskan aku dari mantra sihir ini baru kuberikan pedang dan armor sihir” teriak Pegasus penuh amarah.


   Dengan enggan Sima Yong membalikkan badan dan berjalan pergi meninggalkan patung kuda sambil berkata,


“Kamu benar-benar rase tua yang amat licik. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang tengah rancangkan. Sepertinya aku telah salah menilai kamu. Sebaiknya aku bertarung mati hidup melawan mahluk ular itu dan membiarkan diri kamu diam disitu selamanya menjadi batu”.


   Sima Yong dengan marah meninggalkan patung kuda itu. Namun Ketika dirinya baru melangkah sebanyak lima Langkah…


“mohon belas kasihan dan tahan dirimu anak muda…..”

__ADS_1


“Sebaiknya kamu mendengar kata-kataku. sesungguhnyaaku tidak bermaksud untuk mengakalimu. Baiklah aku akan bersumpah surgawi” teriak Pegasus dengan panik. Sima yong tersenyum lalu membalikkan badan dan berkata…


“Maka kamu dapat bersumpah surgawi sekarang juga….” Katanya.


   Pegasus itu lalu mengucapkan sumpah Surgawi dan Sima Yong lalu meneteskan darah diatas patung kuda sebagai tanda perjanjian diantara mereka berdua.


   Ketika sumpah itu diucapkan oleh Pegasus, langit mengeluarkan suara Guntur dan petir pertanda pengakuan dan memeteraikan perjanjian diantara Sima Yong dengan Pegasus. Dengan lesu Pegasus itu berkata,


“Sekarang patahkan mantra sihir membatu ini dan aku akan memberikan kamu pedang dan armor sihir”…..


   Ketika Sima Yong mengucapkan mantra sihir dan melepaskan nyanyian-nyanyian dan rune kuno dalam Bahasa Elf, secara perlahan sihir gorgon diipatahkan. Kuda Pegasus itu langsung terbebaskan dari kutukan dan dia berubah wujud menjadi seekor kuda bersayap warna putih yang terlihat gagah.


“Sekarang berikan pedang dan armoro sihir itu, atau tidak aka nada waktu lagi” desak Sima Yong. Dia melirik dan melihat bahwa ketiga gorgon telah pulih dan mulai menyanyikan mantra-mantra kegelapan yang membuat medussa si monster ular itu bangkit lagi.


   Dari mulut pegasu keluar cahaya keemasan yaitu sebilah pedang berwarna emas dan armor emas…


“Pedang dan armor sihir ini bernama ‘Pedang dan armor Emas Suci’” kata Pegasus.


“Pakailah dan binasakan monster-monster jahat itu”


“Sekarang…serang monster itu sebelum kekuatannya pulih 100%” teriak Pegasus.


   Dilain pihak monster medussa itu telah pulih kondisinya 100%. Dengan mata yang menyala monster itu mengeluarkan sinar yang sekarang bahkan mampu membakar benda apapun yang berada didekatnya.


“Beraninya kamu sebagai mahluk lemah, membebaskan kuda celaka itu”


   Kembali sinar tajam keluar dari mata monster medussa. Sorot mata itu kemudian membakar kearah SIma Yong, yang meskipun masih dalam keadaan mata tertutup… dia merasakan hawa panas membakar sekujur tubuhnya.


“Cih… berani-berani nya kamu monster menyedihkan ini bermain dengan api di hadapanku”.


   Dengan tangan kiri membentuk segel dan mulut menyanyikan nyanyian rune kuno, tangan kanan Sima Yong melakukan Gerakan menebas.

__ADS_1


“Badai Es Rembulan…..”


   Rembulan dari langit kemudian terasa seolah-olah menjatuhkan badai es ke permukaan puncak gunung Pulau Rahasya Dvipa. Saking kuatnya rapalan mantra sehingga semua permukaan puncak kini telah tertutupi gumpalan es putih. Semua serangan sinar panas membakar yang dilancarkan monster medussa seketika tertutupi dengan badai es.


   Sima Yong meraung kencang Ketika tangan kanannya melepaskan Pedang Emas Suci….


“Teknik Kontrol Pedang…”


   Pedang Emas Suci itu melayang terbang dengan amat cepat dan mengunci keberadaan Medussa. Dengan kecepatan yang tidak terduga juga medussa mengibaskan ekornya untuk menghadang Pedang Emas Suci.


“Slaashh……”


   Ekor ular putus menjadi dua. Dan masih dengan tatapan tidak percaya, pedang Emas Suci itu melaju dan menusuk batang leher monster itu.


“Kraak…” bunyi keraks terdengar Ketika kepala medussa menjadi patah lalu menyusul kepala itu terpisah dari badannya.


   Diiringi jeritan keras, tiga gorgon pengendali monster medussa itu memuntahkan darah. Wajah mereka pucat pasi.


   Sima Yong tidak berhenti sampai disitu. Dengan tanpa rasa belas kasih  sedikitpun dia mengontrol Pedang Emas Suci dari kejauhan. Pedang Emas berputar di udara lalu dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Pedang Emas Suci menebas batang leher ketiga gorgon tersebut.


“Slash.. slash… slash….”


   Darah muncrat seperti air mancur Ketika tiga kepala gorgon terlepas dari tubuh mereka. Keadaan menjadi hening setelah kematian tiga gorgon itu.


“Brraaaakk….”


   Sebuah mantra sihir yang sepertinya dibuat oleh tiga gorgon itu pecah dan membuka tabir penutup di puncak Pulau Rahasya Dvipa. Tampak sebuah istana megah dihadapan mata di pusat puncak gunung itu. Sima Yong dibuat terpana Ketika melihat istana megah itu.


*Bersambung*


   Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2