Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Menara Dewa Berkabut II


__ADS_3


Didalam Menara dewa berkabut, di lantai satu. Sima Yong berjalan dilantai pertama hingga berada di tengah area. Penampakan didalam Menara berkabut lantai pertama, membuat Sima Yong merasa berada didalam suatu lapangan berbatu yang sangat luas. Lapangan itu nampak dikelilingi kabut tipis dengan suasana yang amat suram.


Ketika memandang keatas, langit mendung terlihat sangat luas sejauh mata memandang. Sepertinya seluruh Menara Dewa Berkabut ini memang dikerjakan menggunakan Teknik array kuno oleh ahli-ahli array. Mereka adalah Ahli yang sejak ribuan tahun lalu Berjaya di Belahan Benua bawah alam dewa, yang saat ini pasti telah menjadi bagian dari Alam Dewa.


Dengan sikap waspada Sima Yong menunggu kejutan yang akan diberikan oleh lantai satu. Masih dalam menunggu dan dalam kondisi waspada itu, seketika Sima Yong merasakan pukulan angin yang sangat kencang menerpa dirinya dari arah atas.saking kerasnya batu-batu kerikil di lapangan beterbangan dan membuat suasan berkabut semakin berkabut karena debu.


“Wuusshh…”


Jika saja dia tidak memiliki dasar pondasi kultivasi yang kuat setelah melangkah di Alam Raja Bintang Lima, Sima Yong pasti akan terlempar ketika serangan angin dahsyat bagaikan badai, menerjang dirinya. Sima Yong memandang keatas arah langit. Mata nya menyala ketika melihat seekor hewan iblis berbentuk Roc menerjang dengan kedua cakarnya saja telah berukuran enam meter (Roc atau Rukh adalah monster berbentuk burung yang menjadi mitos di timur tengah).


Dengan ukuran cakar sebesar itu, seperti bahkan seekor gajah pun tidak akan berkutik Ketika Roc itu mencengkeram dan membawa pergi mangsanya.


“Duaar…”


Ledakan di lantai terdengar Ketika terkena sambaran dua cakar Roc raksasa itu. Kekuatan sebesar 250 ribu jin yang mampu meledakkan sebuah gunung kecil itu lolos Ketika Sima Yong dengan Gerakan cepat menghindar. Beruntung sekali dia mewarisi sifat bawaan Elf yang lincah dan mampu melakukan Gerakan menghindar dengan sempurna.


Roc raksasa itu terlihat menjadi amat marah ketika serangannya mengenai tempat yang kosong. Sayapnya kemudian kembali mengibas dengan kekuatan 250 ribu jin kearah Sima Yong. Angin topan segera melanda Sima Yong. Tidak ada henti-hentinya Roc raksasa itu sengaja membuat SIma Yong menjadi pusing karena terpaan angin ribu. Sima Yong terlempar terbang menjauh dari Roc, namun tidak lama kemudian dia berhasil mengendalikan diri meskipun secara terburu-buru.


“Monster ini benar-benar sangat berbahaya. Meskipun kekuatan serangnya hanya 250 ribu jin, namun ketika kekuatan itu dipindahkan ke sayap… terasa amat merepotkan. Ketika angin topan menghambur menggantikan serangan kekuatan, bahkan praktisi Alam Raja Bintang Sembilanpun harus berhat-hati….” Sima Yong memaki dalam hati.


Menara Dewa Berkabut ini memang dirancang menggunakan array, dimana para ahli melakukan penanaman sedikit kesadaran didalamnya. Maka yang terjadi ketika seseorang masuk lantai satu untuk melakukan uji tantangan… praktis monster di lantai pertama akan menyesuaikan kekuatan sesuai tingkat kultivasi dan kekuatan rata-rata kultivasi praktisi yang memasuki uji Menara.


Sima Yong di ranah Alam Raja Bintang 5 maka secara otomatis array membentuk ilusi monster dengan kekuatan rata-rata di Alam Raja Bintang lima yaitu 250 ribu jin. Akan tetapi sebagian besar praktisi Benua Penyaringan Dewa akan gagal di lantai satu ini, Ketika serangan angin taufan dari sayap mahluk Roc. Pada akhirnya perjuangan Sebagian Praktisi bela diri Benua Penyaringan Dewa patah dilantai satu saja.


Sekali lagi Roc iblis itu mengepakkan sayap nya dengan niat memberi kekuatan penindasan ke Sima Yong. Roc itu kemudian berencana menuai kemenangan ketika lawan nya kelelahan menahan serangan angin taufan itu. Akan tetapi harapan Roc iblis menjadi sirna. Dia berhadapan dengan Sima Yong seorang monster yang memiliki kekuatan serang jauh diatas rata-rata praktisi peringkat yang sama. Sima Yong terlihat membuat jentikan jari, lalu melemparkan lima buah bendera tembaga yang dia panen di Pegunungan Biru. Itulah bendera kuno array.


Seketika sebuah array terbentuk yaitu berwujud semacam perisai kuno di hadapan Sima Yong. Array beraura kuno itu membuat serangan angin taufan dari Roc iblis itu berubah menjadi seperti mainan anak-anak ketika keduanya berbenturan.


Terlihat benar bahwa angin dari kepakan sayap Roc yang mengandung kekuatan serangan 250 ribu jin disedot perisai kuno dengan mudah, lalu kemudian angin itu di buang menggunakan teleportasi ke angkasa. Sebuah Teknik array kuno yang Sima Yong pelajari dari Penatua Ren Fu


Roc raksasa menjadi marah. Dengan pekikan yang sangat kuat, Roc iblis itu membuat Gerakan tendangan menggunakan cakar elang untuk menghancurkan array perisai kuno. “Duaar..” Sebuah ledakan besar terjadi mana kala cakar berukuran enam meter membentur perisai.


“aku rasa cukup sudah pertunjukkanmu… sekarang kamu harus mati…” Sima Yong mengeluarkan ancaman.


Ketika Roc raksasa itu terlempar kebelakang sebagai akibat benturan dengan array kuno, Sima Yong melakukan Gerakan sederhana tebasan ke arah Roc. Meski itu adalah Gerakan sederhana yang tidak mengandung Teknik canggih, akan tetapi kekuatan serangan sebesar 300 ribu jin itu dengan mudah membelah Roc menjadi dua bagian. Saking mudahnya Gerakan nya Sima Yong terlihat seperti merobek sehelai kertas. Pekikan aneh kesakitan dari Roc raksasa mengakhiri perjuangannya di lantai satu. Roc itu lenyap dalam ilusi….


Sementara itu diluar Menara Dewa Berkabut, orang-orang menjadi ribut. Mereka semua merasa terkejut ketika tanda papan array pemberi informasi menuliskan kalimat “Lantai satu disapu bersih…. Waktu penyelesaian 3 menit. Roc ditaklukkan”. keadaan menjadi heboh. Selama ini belum pernah terjadi seseorang mampu menyelesaikan lantai satu dalam waktu 3 menit. Rata-rata waktu yang di perlukan adalah satu hari adalah waktu tercepat.


“Bocah itu memecahkan rekor penyelesaian lantai satu” suara orang-orang berdiskusi.


******


Sementara itu didalam Menara, Sima Yong beristirahat sebentar. Dia berkultivasi dan mencoba memahami semua detil petempurannya melawan Roc. Beberapa manfaat telah dia dapati yaitu sehubungan dengan Teknik pemahaman kelincahan atau konsep Menghindar otomatis.


Pencerahan pemahaman konsep Menghinda seperti itu dia dapati ketika dirinya di lempar dan diterbangkan angin serangan Roc. “Ini adalah suatu konsep yang unik menurut Sima Yong..”.


Sima Yong berkultivasi selama satu jam yang pada akhirnya dia memahami konsep Penghindaran diri secara otomatis didalam pertarungan (mari kita sebut konsep menghindari secara otomatis ini dengan sebutan Evasion). Di Benua Penyaringan Dewa ini, selain Teknik bela diri dan Teknik kultivasi, adalah skill yang disebut skill dewa mengenai pemahaman hukum dunia dan konsep.

__ADS_1


Skill mengenai konsep dan hukum ini sangatlah menjadi perhatian banyak Praktisi bela diri. Konsep Evasion sangatlah penting didalam pertempuran, guna menambah kelincahan dan membuat serangan-serangan lawan seringkali meleset. Skill konsep dan hukum ini berbeda dari Niat atau intent, akan tetap Ketika praktisi memiliki pemahaman akan skill itu, dia akan pantas  disebut sebagai Raja atau Kaisar bela diri.


Sayang sekali skill untuk memahami konsep Evasion ini sangat langka. Skill ini umumnya hanya dimiliki oleh ahli-ahli yang memiliki talenta sebagai Assasin atau Ninja. Sima Yong dalam hal ini amatlah beruntung. Ketika menghadapi Roc iblis, dia mampu mencerna dan memahami konsep Evation, meskipun itu baru kulitnya saja dan masih sederhana. Kedepannya jika dia ingin lebih memahami mendalam, maka diperlukan beberapa perenungan dan kultivasi yang mendalam lagi.


Sima Yong kemudian melangkah ke lantai berikutnya di Menara Dewa Berkabut. Suara salakan anjing terdengar sangat keras memenuhi seluruh domain lantai dua . Lantai dua ini berbentuk sebuah reruntuhan kuno yang amat salah luas.


Suara menyalak anjing itu terdengar mengandung kekuatan mengerikan seorang Praktisi Alam Raja. Dengan suara itu rang dapat menebak kekuatan mahluk di lantai dua ini setidaknya mencapai 300 ribu jin/kati.


Sima Yong menatap mahluk iblis di lantai dua yang terlihat berbentuk anjing raksasa berkepala tiga. Anjing itu  memiliki tinggi mencapai lima puluh meter… “itu adalah mahluk iblis mitos ceberus…!!!” bisik Sima Yong…


“Tinggalkan reruntuhan kuno ini, dan saint ini akan mengampuni mu….” Dengan dingin ceberus itu berkata kepada Sima Yong. Ceberus itu menggoyangkan tiga kepala yang kesemuanya menatap dingin kearah Sima Yong.


“Untuk apa kamu berbasa-basi jika kamu tahu bahwa kedatanganku adalah untuk melewati keberadaan lantai dua anda, dan mungkin akan memusnahkanmu” Balas Sima Yong tidak kalah dinginnya.


Diiringi geraman penuh kebencian mahluk kepala tig aitu mengambil Tindakan….


“Kalau begitu mari kita mulai…” ceberus itu kemudian berlari dengan kencang kearah Sima Yong. Bunyi derap kaki ceberus itu membuat tanah diseluruh reruntuhan itu berguncang keras seperti terjadi gempa.


Ketika ceberus melompat dan akan ******* Sima Yong dalam satu Gerakan, Sima Yong langsung membuat segel unik didada. Dengan kekuatan penuh dia melepaskan serangan Niat Pedang yang didalamnya mengandung kekuatan sebesar 350 ribu jin.


“Level tiga niat pedang….”


Pedang raksasa itu berlari dari alam kekosongan menebas bengis keraha ceberus. Niat pedang yang  mengandung medan kehancuran 350 ribu jin (terdiri kekuatan Niat Pedang 300rb Jin dan pengerahan kekuatan fisik Sima Yong 50 rb jin) langsung menusuk ke arah ceberus yang sedang melompat. Dan dalam diam tanpa banyak suara… ceberus itu langsung lenyap ketika Niat Pedang level tiga terlihat membelah tubuhnya menjadi dua bagian. Hening lagi seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


Sima Yong tersenyum….


“Baiklah… sepanjang perjuangan hingga dua lantai ini, semua monster masih dapat aku layani dengan mudah… mari kita lihat di lantai selanjut” Sima Yong lalu berpindah ke lantai tiga….


   Ketika Sima Yong membelah ceberus dengan niat pedang level tiga, di luar Menara diantara kerumunan para penonton, semua menunjukkan wajah terkejut.


Papan Pengumuman menulis,


“Lantai dua dibersihkan Ceberus di bantai…!!!. Waktu penyelesaian  10 detik”


Banyak yang menunjukkan kecemburuan Ketika membaca informasi itu.


“Dia hanya sebentar di lantai dua, lalu membersihkan monster di lantai dua???” seorang Judade bertanya ke kawan-kawannya lantaran merasa heran.


“Tidak perlu merasa dia hebat. Lihat saja nanti di lantai tiga. Apakah dia mampu mengalahkan mahluk yang katanya dalah hydra di lantai 3 nanti…”


 “Aku berharap anak itu ditelan mentah-mentah oleh hydra di lantai tiga. Dia terlalu tinggi menilai dirinya bukan? Bahkan Top 10 jago-jago di benua ini sangat berhati-hati Ketika memulai karir di Benua Penyaringan Dewa. Tidak ada yang berani mengambil mode hell kala itu”


******


   Ketika dirinya dijadikan bahan perbincangan oleh penonton di Aula Arena Kota Selatan, Sima Yong sama sekali tidak mengetahui bahwa dia saat ini mendadak populer. Lagipula jikalau dirinya mendadak popular, Sima Yong tidak akan mengambil peduli. Dia lebih focus untuk menyelesaikan semua tantangan di Menara Dewa Berkabut.


Dilantai tiga Sima Yong dihadapkan dengan ilusi dirinya berada di sebuah Samudra yang sangat luas. Terbang seorang diri diantara tiupan angin kencang, melayang-layang tanpa tujuan.


“Monster apa yang akan aku hadapi kali ini?”

__ADS_1


Baru saja dia bertanya-tanya monster apakah yang akan dia hadapi, tiba-tiba dalam dalamnya Samudra itu, mendadak muncul ular raksasa berkepala Sembilan. Mahluk serupa ular raksasa yang berkepala sembilan itu adalah salah satu ras ganas didalam kisah-kisah kuno.


Meskipun tidak semulia ras Phoenix atau ras Naga, namun ular berkepala Sembilan ini memiliki klan khusus di alam para dewa karena keunikan kekuatan dan keganasannya.


“Ini adalah hydra…..” Sima Yong dibuat terkejut.


“Tidak akan kuijinkan kamu untuk melewati Samudra ini dan berpindah ke lantai selanjutnya” mata Sembilan kepala hydra yang bergabung dalam satu badan itu menyala-nyala. Sinar mata mereka amat terasa memberi tekanan yang sangat kuat. Seperti hydra itu berusaha membuat Sima Yong terbanting dari mode terbangnya hanya dengan tatapan mata. Tentu saja Sima Yong tidak akan membiarkan tekanan hydra mempengaruhinya.


Dengan suara yang menggelegar Sima Yong memprovoksi hydra.


“Jika kamu tidak mengijinkanku melewati kamu, maka mengapa kita tidak langsung mengadu kekuatan saja? Aku tidak perlu perlakuan anak-anakmu yang mencoba menakut-nakuti aku. Minggir atau mati..!!” Kata Sima Yong.


“Kamu mahluk kecil tidak tahu melihat tingginya gunung dihadapanmu. Keberadaanku telah exist di dunia penyaringan dewa ini jauh hari bahkan sebelum kakek buyutmu dilahirkan. Dan kamu mencoba memprovokasi aku??” hydra itu tertawa mengejek dan disusul kata-kata kotor penuh penghinaan dari kepala hydra lainnya.


Salah satu hydra bahkan terang-terangan menghina Sima Yong,


“anak kecil… jika kamu mau berlutut dan menyembah kepada kami… mungkin kami akan berbelas kasihan kepadamu dengan memberi kematian cepat yang tidak menyakitkan. Hayo… berlutut menyembah…!!”


Sima Yong tertawa ngakak dan melecehkan hydra itu,


“Kamu mahluk aneh berkepala sembilan… berani-beraninya berkata lelucon seperti itu kepada tuanmu ini? Lihat saja… jika aku tidak dapat memusnahkan kamu dalam sekali Gerakan, maka aku akan meninggalkan Menara ini tanpa kamu minta”


“Mahluk kecil yang malang.. kalau begitu mari kita beradu kekuatan…” hydra itu dengan segera mengeluarkan api yang menyebar kesana kemari. Saking besar dan kuatnya nyala api hydra itu, sampai-sampai air laut terasa mendidih seketika.


Sima Yong Kembali tertawa terbahak-bahak,


“Kamu mahluk menyedihkan mencoba bermain-main dengan mainan anak kecil. Api seperti itu yang bukan termasuk dalam kelompok api sugawi, tidak ada artinya dihadapanku…” dengan menjentikkan tangannya, uap es keluar membentuk bulir-bulir Teratai salju yang langsung membuat lautan menjadi membeku.


Melihat kekuatan Sima Yong yang langsung membuat lautan menjadi es dan membeku hydra itu menjadi amat marah. Dengan pekikan yang memekakkan telinga dia menyerang…


“Sombong… apakah kemampuan seorang pesulap seperti kamu itu akan mampu menahan serangan sebesar 400 ribu jin ini…”


Hydra itu melompat dengan ganas yang mengakibatkan bunyi keras Ketika retakan es di lautan tidak mampu menahan tubuhnya yang melompat dengan gana kearah Sima Yong. Sepertinya hydra itu berniat ******* Sima Yong dalam sekali serang.


“Huh kamu lelocun aneh…. Untuk mu niat pedang level tiga saja cukup mengambil nyawa hinamu itu…”


   Sebuah Aura Pedang raksasa terbentuk dari kekosongan Ketika Sima Yong merapalkan kemampuan Niat Pedang level tiga.


“Hancurkan….!!”


Niat Pedang berkekuatan 300 ribu jin ditambah kekuatan milik SIma Yong 100rb Jin sehingga total 400rb Jin yang dikeluarkan, langsung menghadang hydra di udara. Kejadian itu terlihat menyerupai sebilah pisau mengiris mentega. Niat pedang memotong kepala Sembilan hydra itu yang terdengar melolong dengan keras.


Hydra itu meskipun hanya ilusi, namun didalamnya tertanam sepercik jiwa hydra kuno dari Klan hydra alam dewa. Bahkan itu adalah sepenggal jiwa dari masa puluhan ribu tahun yang lalu. Sebelum lenyap menjadi ketiadaan, hydra sempat berteriak dengan keras…


“aku menolak untuk kalah dari mahluk kecil ini…”


Sementara itu penonton diluar Menara Dewa Berkabut, menjadi hening. Semuanya terkejut Ketika papan pemberitahuan itu menuliskan kalimat…


“Lantai tiga dibersihkan. Hydra berhasil ditaklukkan… waktu penyelesaian 15 detik” tidak ada satupun penonton yang percaya dengan membaca tulisan di papan pengumuman Menara Dewa Berkabut…

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2