
Mao Wuqing di dalam keterkejutannya secara refleks bersiul dengan nyaring...
"Suiittt!!"
Dua orang praktisi lainnya dari klan iblis itu mengepung Meirenyu, tiga Pedang mereka serentak teracung kearah Meirenyu.
"Sekarang...!!!" komando Mao Wuqing dan diikuti deru tiga suara pedang yang mencicit mengunci Meirenyu. Suara itu terdengar menggiriskan hati telinga yang mendengarnya
"Matii..!!!" tiga mata pedang yang di hentakkan ahli pedang itu, terarah ke sasaran berbeda di tubuh Meirenyu. Masing-masing mengarah ke leher, dada dan dantian.
"Wusshh..." sosok Pria sastrawan itu menghilang secara ajaib dari pandangan tiga praktisi klan iblis. Semua ujung pedang yang semstinya telah menghujam tubuh sastrawan itu, terlihat gagal menyentuhnya, dan mereka saling bertabrakan akibat serangan gagal itu.
Dalam keterkejutannya, mereka bertiga sekonyong-konyong merasa sesuatu cairan yang hangat mengalir di arah dada mereka...
"Darah...!!!" mata Mao Wuqing terbelalak. Lalu dia rubuh.
Dan itu adalah kata-kata terakhir yang sempat dia ucapkan, sebelum tubuhnya jatuh rubuh ketanah tanpa nyawa. Lalu menyusul bunyi gedebuk dua praktisi ras iblis lainnya yang juga meregang nyawa dengan dada berlubang.
Ketiganya Praktisi Alam Raja itu menghembuskan nyawa ketika kipas di tangan sastrawan itu dalam gerakan tak terlihat, telah menembus dada mereka. Semua yang menonton pertempuran itu ternganga tidak percaya.
Sontak saja keadaan di kaki Gunung Terang itu langsung menjadi sepi seperti kuburan. Semua bertanya-tanya... "ahli seperti apakah sastrawan ini? sampai-sampai dalam gerakan yang tidak terlihat, dia mengambil nyawa tiga praktisi Alam Raja dengan sekali gerakan.
Samar-samar terdengar desisan Pemimpin Pasukan Bendera Emas berbisik, "SAINT". Kontan semua tambah terdiam.
Tujuh Praktisi yang menjadi aliansi Klan iblis itu tersentak mundur. Wajah mereka terlihat pucat. Sastrawan itu membunuh tiga praktisi Klan iblis dengan mudah, apalagi mereka yang hanya berada di ranah Alam Raja ini??
"S-s-siapa anda?? Meng-apa a-anda berani untuk bermusuhan dengan aliansi Aliran Hitam ini???" Seseorang diantara tujuh orang itu bertanya dengan gugup.
"B-benar... apakah anda tidak takut dengan pembalasan Klan iblis dan aliansinya???" seorang pria yang yang memberanikan diri, mencoba untuk menaku-nakuti Meirenyu.
"Hahahaha..." dalam suara tawa yang terdengar menusuk, Meirenyu mulai mencemooh tujuh orang itu,
"Hidup semua kamu telah berada di ujung tanduk dan berani-beraninya mengancam aku???. Bisa-bisanya aku melihat seseorang yang berada di ujung tanduk melakukan pembalasan dengan mencoba menindas menggunakan cara menakut-nakuti seperti ini..."
Tatapan Meirenyu berubah menjadi dingin...
"Kamu mungkin tidak tahu siapa aku. Akan tetapi, jika saja kamu melihat aku diamas aku bersama kawan-kawanku menyerang dan menghancurkan ninja peringkat SAINT dari Timur sana... mungkin kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata ancaman kosong seperti itu"
"Kamu hanya akan menangis melihat kekejaman kami... " Wajah nya berubah menjadi bengis.
Meirenyu lalu membuka telapak tangannya. Kipas yang sedianya digunakan untuk hiasan itu seketika melesat dengan cepat. Dan dalam kecepatan yang tidak pernah terbayangkan, kipas itu lalu mengiris satu demi satu leher tujuh praktisi itu. Mereka tewas tanpa mengeluarkan teriakan.
Melihat kesaktian dan kekejaman yang dipertontonkan pria sastrawan itu, pasukan Bendera Lima Element, tanpa sadar melangkah mundur beberapa tidak.
Meirenyu melirik sesaat ke pasukan Sekte Terang. Dia langsung menyadari, orang-orang itu semua merasa ketakutan dan jerih terhadap dirinya.
__ADS_1
Dia lalu tersenyum dan merangkap dua telapak tangannya.
"Salam... perkenalkan aku bernama Morenyu. Aku datang dari negri yang amat jauh dari sini, membawa pesan dari Masterku Sima Yong"
"Aku ingin menanyakan kabar dan keberadaan dua orang murid tuanku. Apakah keberadaan mereka masih berada di Sekte Terang ini??" Meirenyu mencoba untuk berkomunikasi, meskipun dia ragu bahwa mereka akan mempercayai dia.
Semua orang Sekte Terang itu terlihat ragu-ragu. Namun seseorang yang merupakan pemimpin bendera emas maju dan berkata...
"Tuan Morenyu, sehubungan dengan keadaan yang di luar kendali kami, dapatkan anda menunggu sebentar? kami akan memanggil Wakil Pemimpin Long Kangjian untuk mem- verivikasi tentang hal ini...terlalu banyak orang yang datang dan mencoba mengganggu tamu kami, seperti yang anda sebutkan tadi. Mohon menunggu sebentar"
Pemimpin pasukan bendera emas itu berharap Meirenyu akan mengerti keadaan, dengan wajah cemas. Menurutnya, Sastrawan bernama Morenyu ini adalah sosok yang sulit di hadapi. Karenanya dia memilih untuk bersikap hati-hati.
Beberapa saat kemudian....
"Aku tidak keberatan dengan ide anda... biarkan aku mengaso sebentar sambil melihat-lihat keindahan kaki Gunung Terang sekte anda ini"
Pemimpin Bendera Emas itu menarik nafas lega. Dua orang anak buahnya bergegas meninggalkan kaki gunung dan menuju Puncak Terang guna memberitahu Wakil Pemimpin.
******
Meirenyu menunggu tidak terlalu lama, ketika Wakil Pimpinan sekte Long Kangjian datang dengan tergopoh-gopoh. Dia memperoleh informasi bahwa seorang sastrawan dengan kultivasi sangat tinggi "SAINT" tengah menanti di kaki gunung, di gerbang Sekte.
"Tuan... apakah anda yang merupakan seseorang yang membawa pesan dari Tuan muda Sima Yong??"
Meirenyu membalikkan badannya dan menatap kearah Long Kangjian yang nampak terkejut...
Sambil membungkuk memberi hormat Meirenyu berkata,
"Namaku Morenyu. Aku datang dari negri yang jauh, mewakili Tuanku Sima Yong untuk mencari tahu keberadaan dua orang muridnya" dia diam sebentar....
"Sebagai tanda bahwa benar aku mewakili Master Yong, ijinkan anda memeriksa token ini" Meirenyu lantas menyerahkan sebuah token milik Sekte Terang.
Token itu dahulu diberikan oleh Ketua Sekte Guanmin Shang kepada Sima Yong sebagai tanda persahabatan setelah menerima kebaikan dia menyaring Pil Pencapaian Nirwana.
Long Kangjian dengan sekali lihat saja, langsung mengenali token itu. Hatinya lega, karena Morenyu ini benar merupakan ahli yang di utus Sima Yong untuk menjemput dua muridnya. Dia tidak perlu kuatir lagi dengan sastrawan peringkat SAINT itu.
"Syukurlah jika anda adalah utusan Tuan Muda Sima Yong. Aku tidak perlu ragu lagi memberikan informasi ini" Long Kangjian lalu melempar sesuatu benda ke udara.
Seketika dirinya dengan dengan Sastrawan itu tertutup oleh semacam selubung. Keduanya lantas terisolasi dari dunia luar dan memulai percakapan.
Long Kangjian menjelaskan bahwa Yu Long dan Lin Hong telah meninggalkan wilayah Barat kira-kira setengah tahun yang lalu. Keduanya berencana untuk menyembunyikan diri di Utara daerah mana mereka berasal.
Sementara itu, dua orang pelindung Sekte yaitu Pelindung Ungu ZiseDe dan Pelindung Putih BaiseDe ikut bersama melindungi perjalanan mereka dengan mengendarai hewan Roh Sekte Terang yaitu Raksasa Elang.
"Berapa lama kah perjalanan menuju Utara?" tanya Meirenyu.
__ADS_1
"Jika menggunakan alat transportasi umum bernama Airship atau Kapal Roh, biasanya hanya memakan waktu dua bulan perjalanan".
"Akan tetapi karena resiko besar jika menggunakan alat transportasi itu, maka seperti yang saya katakan tadi, mereka menggunakan Hewan Roh Elang Raksasa, maka waktu yang diperlukan sekitar 6 bulan. Hewan itu perlu beristirahat dan memulihkan tenaga" Long Kangjian mengakhiri penjelsannya.
"Enam bulan??? Betapa waktu yang sangat lama" kata Meirenyu tidak percaya.
Dengan malu-malu Long Kangjian menjawab...
"Itu perjalanan terbang yang dilakukan oleh praktisi biasa atau hewan roh biasa. Namun jika ahli seperti anda di ranah SAINT... aku berpikir 7 hari sudah terhitung lama jika anda terbang menjelajah"
Meirenyu terlihat gembira...
"Baik... apakah anda memiliki peta yang menunjukkan rute perjalanan menuju Utara???"
"Menyesal sekali, kami tidak memiliki peta rute perjalanan menuju Utara. Akan tetapi jika anda ingin memperoleh petunjuk rute perjalanan ke Utara, di sebuah kota kecil perbatasan Barat dan Utara itu, di Kota yang bernama Kota Seribu Mimpi, banyak di jual peta atau penunjuk jalan untuk melintasi padang pasir menuju Utara"
"Kota Seribu mimpi??? Baiklah aku akan pergi ke tempat itu untuk mencari petunjuk perjalanan menuju Utara" Meireyu menyudahi pertemuannya dengan Long Kangjian. Dia mengingat kembali peta yang dibelinya kemarin di Kota Bintang jatuh, lalu menghafal rute yang akan di tempuh...
***
"Akan aku laporkan kepada Masterku mengenai kebaikan Sekte Terang yang sudah melindungi dua orang muridnya selama dia berada di negri asing. Aku yakin, manffat yang akan di terima Sekte anda amatlah besar ketika menjalin hubungan baik dengan Masterku. Aku mohon pamit... "
Ketika Long Kangjian membuka tabir yang menyelubungi mereka, Meirenyu langsung melesat ke arah langit, dan sosoknya menghilang di telan awan.
Tinggallah Long Kangjian bersama pasukan Lima Bendera Sekte Terang yang terbengong-bengong menyaksikan kecepatan sastrawan itu pergi...
"Satu lagi ahli peringkat tinggi yang mewarnai Benua Silver... ohhh dunia Sungai Telaga Benua ini akan di hebohkan dengan Ahli seorang SAINT yang sebelumnya belum pernah ada" Long Kangjian menggumam dalam hati.
>>>>>>
Meirenyu tiba di Kota Seribu Mimpi ketika sore telah menjelang. Dia memilih untuk menginap di Penginapan Gerbang Naga dan berjalan keluar mencari toko yang menjual peralatan Peta dan perlengkapan lain sebagainya yang umum dibutuhkan seorang pengelana.
Dia melangkahkan kaki nya memasuki sebuah restoran yang cukup besar di Kota perbatasan itu. Sambil melirik sekitarnya, dia memperhatikan dengan cermat dan menemukanhampir semua tamu yang makan di restoran itu adalah praktisi beladiri.
"Ketua Cui... apakah anda dapat memastikan gadis itu adalah pengikut dari orang yang kami cari???" seorang pria dalam balutan pakaian serba ungu berbisik kepada seorang pria tua yang mengenakan pakaian serba putih besar. Di dada pria itu terukir lukisan unta dan sebuah gunung.
Dengan dengusan yang terdengar dingin, orang yang dipanggil Ketua Cui itu berkata,
"Aku Cui Cheng Gong tidak mungkin salah menilai. Gadis itu menggunakan teknik hipnotis dan sihir yang mirip dengan orang yang kalian cari".
"Aku pernah bertempur melawan orang itu, dan dia lari terbirit-birit bersembunyi di balik awan" Cui Cheng Gong sekali lagi melempar nada menghina
"Pria yang aku kejar itu bernama Sima Yong, dan dia memiliki warisan seorang Kaisar Obat".......
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.