Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertunjukan diatas Langit Gunung Pelahap


__ADS_3

“Sudahkan kalian mendengar sebuah muslihat yang menggunakan benda bernama jimat peledak??” tanya Sima Yong


“Jimat Peledak??? Seperti apakah benda tersebut Tn. Yong???” baik Liao Quon, Ju Lianyi apalagi ke sepuluh tentara elit itu menatap heran kearah Sima Yong.


   Bahkan diam-diam lima Pengendali Angin itu melirik ke arah Sima Yong. Akan tetapi dikarenakan mereka telah mendengar rumor yang mengisahkan bahwa pria muda bernama Tuan Yong ini adalah seorang Alkemis Peringkat tinggi, maka mereka tidak secara gegabah untuk langsung mencela kata-kata “muslihat jimat peledak” yang di tuturkan pria muda itu.


   Dalam hati lima pengendali angin itu mereka berpikir; bukankah untuk disebut sebagai seorang alkemis apalagi berita yang terdengar melalui mulut ke mulut menyebutkan bahwa Tuan Yong adalah alkemis peringkat Sembilan dibutuhkan kemampuan jiwa yang kuat??. Karena itu mereka cukup percaya dengan kata-kata Sima Yong.


   Well… untuk menjadi alkemis membutuhkan kekuatan jiwa tinggi dan bukan dari kelas kekuatan jiwa yang sederhana. Mereka menduga secara diam-diam, Tuan Yong ini pastilah seseorang ahli yang memiliki banyak hal Ajaib yang sementara dia sembunyikan di lengan bajunya….


   Tatapan aneh orang-orang Ketika mendengar kata-kata “jimat peledak” adalah terkejut dan terpana. Saking terpana mendengar cerita yang terasa hiperbola itu mereka bahkan cukup lama menatap SIma Yong dengan raut tidak percaya. “Jimat yang dapat meledak??? Bukankah itu berlebihan??”


   Sekali lagi Sima Yong dibuat kaget dengan tingkah para praktisi di Wilayah Tengah ini.


“Tidak kah orang-orang ini pernah mendengar mengenai Teknik menggunakan kemampuan sihir dan menulis dikertas yang dinamakan jimat itu???”


   Dia lalu teringat, di Selatan pun di masa dia pertama kali menjejakkan kaki di benua ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa itu jimat serta kemampuan yang ditimbulkan jimat (Talisman).


“Orang-orang di benua ini boleh dikata amat maju didalam kemampuan seni bela diri. Akan tetapi mereka benar-benar payah dalam Teknik muslihat yang menggunakan kekuatan jiwa seperti yang umum di Benua Silver…”


   Sima Yong lalu mengeluarkan sebuah jimat Peringkat Surgawi yang dibuatnya Ketika dia masih di ranah kekuatan Master Jiwa Surgawi level tiga.


“ini adalah benda yang dinamakan jimat….” Kata Sima Yong dengan raut serius.


   Semua menatap dengan tercengang ke arah selembar kertas kecil yang dipenuhi huruf kuno dan symbol aneh.


“Sepertinya tidak ada yang luar biasa dengan kertas itu” kira-kira demikian batin masing-masing orang Ketika melihat jimat yang di tunjukkan Sima Yong. Sima Yong menangkap air muka kebingungan yang sangat nyata di wajah orang-orang itu.


   Bahkan seorang diantara sepuluh tentara elit secara terang-terangan mengungkapkan kebingungannya terhadap selembar kertas kecil di tangan Sima Yong.


“Tuan Yong… kami tidak mengerti apa keistimewaan kertas kecil itu… akan tetapi jikalau aku boleh tahu, apa hubungan selembar kertas itu dengan pertempuran yang sedang kami hadapi sekarang ini???”


“Tsingggg…” tatapan mata Liao Quon yang melotot itu menyerupai pedang yang di colokkan ke biji mata tentara yang bertanya barusan. Kepala tentara elit tersebut saat itu juga tertunduk diam. Mulut nya terkunci dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


   Bukannya merasa tersinggung dengan tatapan dan pertanyaan dangkal seperti itu, Sima Yong lebih-lebih merasa iba dengan kedangkalan pengetahuan Sihir orang-orang di Wilayah Tengah ini.


“Sekarang kalian dapat melihat demonstrasi ini, dan katakan pendapat kalian sesudahnya”


   Sima Yong mengangkat tangannya lalu jimat tersebut dengan kekuatan dan kecepatan yang jauh lebih cepat dari kecepatan para pengendali angin itu, menerbangkan kertas bertuliskan symbol dan tulisan asing.


   Semua mata menatap kearah jimat yang melayang cepat dan dengan jitu menempel di dinding geladak kapal pembajak itu.


“Duarr..!!”


   Sebuah letupan keras terdengar dari arah kapal bajak itu. saking kerasnya letupan sehingga membuat udara di area 2 lie terguncang. Kapal Kekaisaran Rajawali Agung pun ikut terguncang.


   Guncangan yang demikian keras, sampai-sampai membuat banyak tentara di Kapal Kekaisaran menjadi gugup. Semua orang yang melihat kejadian itu langsung terguncang hebat didalam hati.


“Jadi ini kah kehebatan jimat peledak yang Tuan Yong katakan tadi???” desis Liao Quon bergidik. Sementara yang lain nya terdiam di dalam kejut dan tak mampu berkata-kata.


   Sima Yong menatap kelompok orang yang tadi nya meragukan kemampuan selembar kertas bertulis symbol yang dinamakan jimat itu.


“Itu adalah atraksi sebuah jimat peledak peringkat Surgawi. Jika aku menggunakan jimat peledak yang aku kerjakan dengan Peringkat Master Jiwa Dao…. Ku pikir seisi kapal itu akan berubah menjadi bubur tiada bentuk lagi”

__ADS_1


“Apalagi tubuh manusia kecil seperti anda” Sima Yong menatap tentara elit yang tadinya meragukan jimat yang dia coba perkenalkan. Wajah tentara tu menjadi pucat seputih kapas. Mulutnya mencoba bergerak, untuk mengucapkan kata-kata namun suaranya terlalu samar untuk di dengar. Sepertinya dia berusaha untuk meminta maaf.


   Sementara itu, dengan terburu-buru lima penyihir pengendali angin itu terlihat bersujud kearah Sima Yong dan berseru,


“Master Jiwa Dao… terimalah penghormatan kami” didalam ranah kultivasi Jiwa, seseorang yang memiliki kultivasi jiwa lebih tinggi wajib di hormati dan dipanggil master oleh yang lebih rendah.


   Lebih-lebih lagi mereka mendengar bahwa Tuan Yong ini memiliki kekuatan Jiwa Master Dao. Itu adalah tingkat yang amat tinggi dan tidak pernah mereka bayangkan untuk dapat di temui.


   Kira-kira dalam waktu dua tarikan nafas setelah kegoncangan hati semua orang mereda, Sima Yong lantas membagikan jimat peledak peringkat surgawi kepada masing-masing 10 tentara elit itu.


“Hancurkan kapal itu hingga tidak tersisa” bisik Sima Yong . Dan jangan lupa membacakan mantra nya. Dia lalu mengajari mereka mantra untuk mengaktifkan jimat tersebut.


   Semua orang kini lebih bersemangat lagi. Kapten Liao Quon terlebih lagi amat bersemangat. Lalu dengan aba-aba yang menggelegar di memberi instruksi….


“Penyergap… bersiap…”


   Sepuluh tentara elit itu terlihat bersiap untuk menyergap kapal musuh. Jubah yang melambai, helm sangar menutupi wajah serta tombak di tangan kanan membuat sepuluh orang itu terlihat mengerikan.


“Pengendali angin…. Kirimkan…”


   Dalam dorongan telapak tangan lima pengendali angin, tampak sepuluh tentara elit itu melenting lebih cepat dari kecepatan anak panah yang di tembakkan. Merasa gugup setelah ledakan jimat sebelumnya, secara tergesa-gesa kapal pembajak itu terlihat mencoba untuk berputar menghindari Kapal Roh Kekaisaran Rajawali Agung.


“Putar Haluan cepaatt…” samar-samar terdengar instruksi dari kapal itu


   Sementara sepuluh tentara elit melayang dengan pesat… sebuah panah raksasa berbaling-baling tampak ditembakkan dari kapal pembajak itu. Salah seorang tentara elit yang  paling depan (sepertinya dia adalah pemimpin tim itu) terlihat mengibaskan tangannya. Jimat peledak terbang kedepan melaju menentang datangnya Panah raksasa berbaling-baling itu.


“Duaarr…” panah besar berbaling-baling itu hancur menjadi bubuk didalam ledakan. Sementara sepuluh pasukan elit terus melaju dengan kecepatan tidak berubah semakin dekat kapal pembajak. Ribut terdengar orang-orang di kapal itu dalam nada panik.


“Hap..hap.. hap”


   Dengan Tindakan professional kesepuluh tentara itu menempelkan jimat peledak di dinding lambung kapal dan langsung terbang mudur tatkala para pengendali angin menarik mereka dalam kecepatan yang sukar dibayangkan. Sambil malayang Kembali ke kepal Roh Kekaisaran, sepuluh orang itu mengucapkan bersamaan mantra asing seperti yang di ajarkan Sima Yong untuk mengaktifkan jimat.


“Duarr…!!!” sepuluh kali ledakan yang amat keras membuat kapal itu hancur di bagian lambung dan berubah menjadi lautan api. Beberapa perahu roh telah di turunkan dan membawa lari beberapa bajak laut yang ketakutan.


   Beberapa pasukan bajak yang tidak mendapat bagian kursi di perahu roh, mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal. Nasib malang bagi mereka. Ketinggian terbang 30.000 chi dari permukaan tanah bukanlah kemampuan terbang yang dapat mereka jabani. Hanya praktisi berkemampuan SAINT keatas yang dapat terbang di ketinggian 30.000 chi keatas.


   Ahli biasa hanya dapat terbang dengan ketinggian maksimum 10.000 chi. Orang-orang malang itu jatuh bebas dari ketinggan tersebut. Entah nasib apa yang akan menimpa mereka Ketika berbenturan dengan tanah nanti.


(1 chi \= 1/3 meter atau sama dengan 1 kaki. Jika didalam penerbangan modern hanya pesawat mesin jet yang dapat mencapai ketinggian 30.000 kaki / chi ini. Pesawat baling-baling hanya dapat terbang di ketinggian yang jauh di bawah pesawat jet).


“Apakah kami perlu mengejar kelompok bajak yang berhasil lolos menggunakan perahu roh itu??” tanya salah seorang dari kelompok  sepuluh tentara elit itu. Kesepuluh orang itu kini menjadi meluap-luap didalam semangat membunuh. Jimat peledak yang diberikan Tuan Yong seolah-olah membuat mereka berubah menjadi monster perang yang mengerikan.


“Tidak perlu… kita akan melihat apa yang terjadi dengan orang-orang malang itu Ketika mereka melintasi Gunung Pelahap” kata Liao Quon dengan dingin.


   Kira-kira sepeminum teh setelah orang-orang bajak tersebut melarikan diri melintasi langit Gunung Pelahap, terdengar suara jeritan menyayat hati dari kejauhan. Tampak samar sebuah kabut putih menutupi lima perahu roh tersebut. Lalu tidak berapa lama semua perahu itu menghilang seperti di telan oleh kabut putih tadi.


“Itu tadi adalah kabut misterius yang selalu muncul ketika seseorang atau kelompok mencoba melintasi udara diatas Gunung Pelahap. Sampai sekarang ini belum di ketahui apa penyebab dibalik itu semua, sehingga kabut tersebut selalu tersembur keluar dan melahap apapun yang mecoba melintasi langit gunung tersebut…” Liao Quon menggumam dengan suara yang tertahan dalam mulut.


   Se-pebakaran hio setelah semua keadaan di ketinggian itu menjadi sepi, Liao Quon Kembali memberi aba-aba…


“Arahkan kapal ke utara, hindari melintasi langit di Gunung Pelahap…!!!”


   Kapal sekonyong-konyong miring hingga 45 derajat ketika para pengendali angin mengatur perubahan arah. Kini Sima Yong dan yang lainnya di anjungan kapal melihat perubahan pemandangan, tatkala kapal itu berputar ke arah utara.

__ADS_1


>>>>>>


“Tuan Yong… mengenai hal jimat tadi… apakah anda memiliki banyak persediaan jimat peledak seperti itu?” Ju Lianyi bertanya hati-hati. Jelas bahwa panglima pengaman keluarga kekaisaran itu merasa takjub dengan jimat peledak seperti itu. Wajah Ju Lianyo terlihat cemas. Dia khawatir jika Sima Yong mengatakan tidak lagi memiliki persediaan.


  Dilain pihak Pangeran Ju Qin juga terlihat antusias dan ingin memiliki jimat peledak itu. Tentu saja dengan kultivasinya yang tidak terlalu tinggi, maka jimat seperti itu akan sangat membantu dirinya Ketika dalam keadaan terdesak.


“Saat ini aku tidak memiliki banyak persediaan jimat peledak. Selain aku telah lama aku tidak terlibat didalam pertempuran yang melibatkan banyak orang seperti ini, bahan kertas yang aku gunakan menulis jimat itu adalah kertas khusus yang belum pernah aku temui di wilayah Selatan maupun Tengah ini”.


“Aku berharap di Negri Embun Timur nanti tersedia bahan kertas dan bahan tanaman roh untuk menulis symbol jimat seperti itu. Ku dengar, ahli-ahli sihir di Negri Embun Timur adalah yang terbaik di benua ini” kata Sima Yong menenangkan Ju Lianyi dan Pangeran ke tujuh.


“Terima kasih Saudara Yong… anda dapat menyebutkan harga dan biarkan Kekaisaran Rajawali Agung akan menjadi pembeli tunggal produk jimat karya anda…” Pangeran Ju Qin amat bersemangat. Tidak sia-sia rasanya dia berhasil mengambil hati pemuda di hadapannya itu.


Selain memiliki keahlian hebat didalam bidang alkimia, ternyata orang muda itu memiliki keahlian lainnya yang memerlukan ketrampilan kekuatan jiwa.


“Ah…. Aku tidak boleh sampai mengecewakan saudara Yong ini” janji Ju Qin didalam hati.


   Sima Yong lalu mengeluarkan sisa jimat peledak berjumlah kira-kira 100 jimat adanya.


“Apakah 100 jimat peledak ini cukup untuk menemani anggota tentara didalam melawan musuh selama perjalanan ini??”


   Pangeran Ju Qin, Ju Liayi dan Liao Quon terbelalak melihat jimat dalam jumlah besar itu.


“Itu lebih dari cukup” mata Panglima Ju Lianyo berbinar. Dia lalu membagi masing-masing mengantongi du hingga lima jimat peledak. Tentu saja pangeran Ju Qin memperoleh jimat terbanyak sejumlah 5 jimat.


“Tuan Yong, terimalah Slip Giok berisi kompensasi 100 jimat ini. Kedepan nya harap anda hanya menjual jimat perang seperti itu kepada Kekaisaran Rajawali Agung saja” Pangeran Ju Qin menyerahkan sebuah slip giok berlogo kekaisaran yang berisi saldo keuangan Sima Yong atas penjualan karyanya itu.


“Uang di Slip Giok ini dapat anda cairkan di semua asosiasi keuangan sepanjang masih di wilayah Kekaisaran kami” tandas Pangeran Ju Qin.


   Tanpa ragu Sima Yong mengambil slip giok tersebut. Kekaisaran Rajawali Agung adalah sebuah kerajaan yang amat kaya. Sudah sewajarnya dia menerima kompensasi atas jimat hasil karya nya.


“Er… apakah anda pernah mendengar tentang Jimat penyembuh yang sering dipakai ahli-ahli Benua Silver Ketika terlibat sebuah pertempuran besar???”


“Apa??? Benda macam apalagi kah yang anda sebut jimat penyembuh itu??” teriak beberapa orang yang bersama Sima Yong. Semua berdebar cemas untuk menyaksikan keajaiban lainnya yang akan di pertunjukkan Tuan Yong itu


***


Kapal roh Kekaisaran Rajawali Agung melaju dengan cepat kearah Timur.


“Tidak lama lagi, kita akan kembali ke jalur menuju Timur” teriak aba-aba dari Liao Quon.


   Sementara itu, puluhan ribu lie jauhnya dari kapal itu terbang…. Tepatnya di sebuah Negri yang di kenal dengan sebutan Negri Matahari Timur, terlihat 1000 lebih pasukan tentara bersenjata lengkap terbang melayang ke udara mengendarai Magical Beast Kuda Terbang (ini adalah magical beast biasa yang tidak dapat di sama kan dengan Fei Ma si Kuda tua Pegasus yang legendaris itu.


   1000 tentara ini terlihat di pimpin seorang Ronin tua yang terbaca penuh aura membunuh. Aura tubuhnya adalah aura pedang. Mengerikan…!!


   Ronin tua ini di dampingi lima ahli lainnya yang merupakan ahli beladiri jenius dari klan-klan ternama di Negri Matahari Timur.


“Bunuh tidak tersisa semua orang yang ada di kapal roh itu” kata Ronin tua itu kepada seluruh pasukan, lalu suara sorak-sorai bergemuruh terdengar memenuhi langit.


(Ronin adalah Samurai yang sudah tidak memiliki daimyo  (Tuan). Secara harfiah, ronin artinya adalah orang yang seperti ombak).


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2