
Di Kota Gerbang Seribu Mimpi Benua Silver..
Peng Fai mendadak siuman dari tidurnya yang dia rasakan begitu panjang. Aroma obat-obatan penuh kepulan asap putih memenuhi kamar tempat dia terbangun dari mimpinya.
"S-siapa anda?" Peng Fai bertanya ragu-ragau, pada pria yang terlihat mengenakan pakaian alkemis di hadapannya. Tubuhnya masih dia rasa lemas. Namun pikirannya kini teramat jernih.
Alkemis muda itu melempar senyum ramah,
"Ah.. Rupa-rupanya anda telah siuman.
Tahukah Tuan? Anda telah tertidur selama tujuh hari lamanya, dengan kondisi kesehatan yang semakin hari semakin menunjukkan perbaikan.
Anda terkena serangan pedang seorang ahli yang hampir saja merenggut nyawa anda" jawab alkemis itu. Dia belum menjawab, memberitahukan siapa dirinya. Peng Fai semakin was-was dan bertanya-tanya didalam hati.
Alkemis itu menyodorkan semangkuk cairan herbal kental berwarna gela. Dia menginstruksikan Peng Fai untuk mengkonsumsi cairan itu. Akan tetapi Peng Fai terlihat ragu-ragu. Katanya...
"A-ku tidak mengenal anda? Tolong jelaskan siapa anda.
A-apakah dua kawanku, maksudnya seorang perempuan dan laki-laki berpakaian hitam sama sepertiku... A-apakah anda melihat mereka?"
Alkemis itu tersenyum lagi. Katanya,
"Tidak perlu anda terlalu kuatir tuan Peng Fai. Namaku mirip dengan nama anda. Jiang Fai begitulah namaku.
Aku berasal dari suatu tempat yang jaraknya jauh dari sini. Namun, masterku adalah sahabat anda. Master Yong.
Master Yong itu adalah guruku yang melatih teknik Alkimiaku"
"Ah... Dia itu rupanya" wajah Peng Fai berubah menjadi relaks setelah Alkemis itu menyebutkan nama Master Yong itu. Sima Yong dan dirinya adalah teman baiknya semasa mereka menjadi siswa pemula di Sekte Pedang Awan utara.
Alkemis itu memecah lamunan Peng Fai.
"Sebaiknya anda bersiap-siap tuan Peng Fai.
Beberapa saat lagi kita akan berangkat menuju Kota Azalea di Utara. Sebuah kapal Roh telah tiba dan akan membawa kita menuju utara"
***
Di geladak kapal roh yang kini membelah langit Padang Terkutuk itu, Peng Fai kemudian bercakap-cakap dengan Lin Hong dan Yu Long yang terlihat baik-baik saja.
"Beruntung mereka datang di saat yang tepat. Jika tidak, kemungkin besar kita bertiga telah mati" kata Lin Hong membuka percakapan.
"Kamu telah jatuh pingsan, saat senior Fei Ma datang dan membantai Liu Peng-peng hanya dengan satu gerakan" kata Yu Long.
Peng Fai melotot dalam keterkejutan. Liu Peng-peng adalah seorang yang diberi nama Peri Pedang. Hal itu menunjukkan bahwa dia adalah ahli kelas tinggi yang sulit dicari tandingan di Benua Silver. Akan tetapi sebior Fei Ma itu hanya melakukan satu gerakan dan Peri Pedang langsung mati?
Yu Long memperagakan cara senior Fei Ma ketika dengan gerakan tangan, dia menembus tubuh Peri Pedang Liu Peng-peng, hanya dalam sekali gerakan. Peng Fai menutup mulut karena ngeri mendengar kemampuan yang menurutnya setara dewa-dewa itu.
"Kultivasinya berada di ranah kuasi Alam Melintas SAGE.
Bahkan dia mengatakan akan berdiam sedikit lama di Kota Azalea, karena dia merasa akan terjadi penerobosan kultivasi dalam waktu dekat" kata Yu Long menyambung lagi.
__ADS_1
"Aku teramat kagum dengan orang-orang dari benua itu. Mereka semua memiliki kultivasi yang sangat tinggi. Baik itu senior Morenyu, juga senior Fei Ma ini.
Peng Fai menyela,
"Bahkan Alkemis itu juga berada di peringkat yang tinggi. Dari ceritanya, dia adalah Master Alkimia peringkat delapan"
"Dan mereka semua adalah pengikut Master kita" tandas Lin Hong.
Kapal roh terus melaju membelah langit, sementara Wan Hui datang menyajikan berbagai makanan yang akan mereka santap.
Diam-diam tiga orang muda itu, Lin Hong, Yu Long dan Peng Fai berjanji akan semakin ketat berlatih, meningkatkan kultivasi mereka.
Senior Fei Ma mengatakan bahwa di akan membagi berbagai pil dan bahan sumber daya, yang membantu mereka mempercepat kultivasi tanpa efek samping. Tentu saja tiga anak muda itu semakin bergairah.
"Menara Suar, tunggu saja ketika kami akan kembali membuat serangan balik"
>>>>>>
"Minggir !"
"Jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar"
"Tdak tahukah kamu kalau Patriak Klan Xu ini menunggu kedatanganku?" bentak pria muda dalam balutan jubah berwrna kelabu. Sebuah jaket dari kain kasar turut melengkapi penampilannya.
"Kamu memang berani merayu kematian.
Di cari kesana kemari, tahu-tahunya datang sendiri ke Klan Xu kami untuk mengantar nyawa" kata Jin Hua Naynay.
"Langit ternyata berpihak kepada Nona muda kami.
Perempuan tua itu lantas bersiul kencang, dia memanggil bantuan yaitu pasukan elit Klan Xu.
Suiitt !
Dalam suara yang bergemuruh, terdengar suara derap kaki manusia, berlarian. Lalu muncul lah kurang lebih 200 pasukan tentara Klan Xu dalam balutan pakaian warna biru terang. Di tangan masing-masing 200 orang itu, gendewa berwarna biru terang, persis pakaian mereka. Anak panah berkilauan telah dalam posisi di tarik, siap di luncurkan.
"Haha.. Kamu mati.
Belum pernah seorangpun yang mampu lolos dari formasi panah Klan Xu kami" pekik Jin Hua Naynay gembira.
Saat itu Sima Yong yang berdiri dalam jarak hampir 1 lie di depan pintu gerbang Klan Xu, berkata dengan dingin.
"Kamu akan menyesal perempuan tua. Kamu tidak tahu siapa aku.
Jangan paksa aku menggunakan pedang. Ketika pedang terhubus, maka akan da nyawa yang melayang !
Kelakuanmu ini sungguh membuatku geli. Seorang perempuan tua yang hanya berdasarkan emosi semata, tahu-tahu mengumpul semua pasukan panah Klan Xu untuk menghadang orang yang di tunggu-tunggu Patriak kamu !"
Jin Hua Naynay semakin menjadi. Dia teringat ketika dirinya dan Nona muda klan, di buat keok secara memalukan di hadapan banyak orang.
"Kamu hanya mencoba mengulur-ulur waktu.
__ADS_1
Sebelum kamu pergi menjilat patriak kami untuk sebuah pengampunan, maka aku akan menghalagi kamu dengan terlebih dahulu mencabut nyawamu !"
"Tembak !" Jin Hua Naynay telah memberi titah.
Panah yang mengandung kekuatan sihir seperti api berwarna biru, meluncur dari 200 Busur Roh yang melepaskan anak panah mengandung sihir.
200 ahli panah itu adalah elit pasukan dari Klan Xu. Semuanya menggunakan Busur Roh yang dikerjakan secara sihir (suling) oleh refiner Klan Xu sendiri.
200 anak panah mendekat pria berjubah kelabu yang terlihat marah.
"Kamu memaksaku menggunakan pedang nenek tua !"
Dengan tatapan melongo semua orang melihat pria berjubah kelabu itu melambaikan tangan.
Dari sisa salju yang menyebabkan tetes-tetes air, semua melihat ratusan pedang pendek dari kristal terbentuk, terbang dengan cepat menghadang 200 anak panah itu.
Bam !. Benturan kecil terdengar.
Semua anak panah roh itu jatuh berguguran ketika berbenturan dengan pedang pendek. Semua ahli pasukan pemanah itu terkejut.
"Dia mampu membuat pedang dari tetesan air? Teknik iblis apa itu?"
"ini semacam teknik sesat. Bagaimana mungkin dia bisa membuat pedang dari salju di tanah"
Jin Hua Naynay, juga menjadi lebih terkejut lagi. Katanya,
"Siapa sesungguhnya kamu?" perempuan tua itu mulai bimbang. "Dengan kemampuan setinggi itu, bahkan mungkin kemampuannya hanya sedikit di bawah Patriak Klan Xu kami, jika dia memang berniat jahat, mengapa dia tidak mengambil nyawa 200 pasukan panah kami?"
Pria muda itu lantas mengangkat sebuah lencana tinggi-tinggi. Katanya,
"Kamu lihat baik-baik orang tua. Jangan sampai mata rabun kamu salah melihat lalu salah menafsirkan apa lencana ini" anak muda itu berkata-kata penuh percaya diri.
Jin Hua Nay-nay memperhatikan lencana di tangan anak muda itu. Sebuah ukiran sayap hitam besar, tertulis angka sepuluh.
"L-lencana kematian?
K-kamu peringkat sepuluh Semidevil Neraka Dunia? K-kamu yang akan mengawal nona kami menuju Klan Alkemis Yu?" wajah Jin Hua Naynay berubah pucat.
"Kamu telah tahu siapa aku bukan? Sekarang, bisakah kamu mengantarku untuk bertemu Patriak Klan Xu?
Oh jangan kuatir. Aku tidak akan menceritakan kalau kamu telah mempersulit diriku barusan.
Paling-paling kamu akan di beri hukuman berat. Patriak Klan Xu kamu telah membayar sangat mahal biaya ini. Lalu ketika aku pergi karena kamu yang membuat masalah, bukankah kamu yang akan bertanggung jawab atas kerugian ini?"
Anak muda itu berbicara tawar. Wajahnya sama sekali tidak menujukkan senyuman. Akan tetapi beda halnya dengan Jin Hua Naynay.
Perempuan tua itu bertambah pucat wajahnya. Dia telah mendengar, Patriak mereka mengatakan telah membayar mahal biaya seorang ahli yang akan mengantar nona muda menuju Klan Yu nanti. Dan saking mahalnya biaya pengawalan itu, Patriak Xu mengatakan bahwa, nilai yang dibayar mereka adalah setara dengan keuntungan Klan dalam 3 tahun.
"Neraka Dunia itu benar-benar lintah darat !" maki Patriak klan pada waktu itu.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.