
Diatas arena 2 di Padang Es Abadi, Zhao Changyi terlihat mempersiapkan diri menghadapi Yu Long. Zhao Changyi hanya tertawa merendahkan ketika melihat Yu Long, sebaliknya Yu Long terlihat memasang wajah serius.
Ketika aba-aba tanda pertarungan dimulai, kedua anak muda itu melesat kearah musuh sambil melepaskan Teknik pedang. Zhao Changyi langsung mengeksekusi Seni Pedang Pedang Sedalam Lautan. Senjata ditangannya itu menderu-deru melepaskan energi yang sangat besar dan kemudian datang menerpa Yu Long.
Dengan serius Yu Long menghalau terpaan energi pedang yang dia rasakan bagaikan terjangan puluhan ombak yang secara terus menerus ditembakkan kearahnya.
Tangan kanan Yun Long memegang pedang hitam itu terarah lurus ke putaran energi pedang Zhao Changyi, sementara tangan kirinya membuat beberapa Gerakan untuk menimbulkan aura berwarna hitam disekeliling tangan kirinya. Namun anehnya tangan kiri itu berubah warna menjadi putih bagaikan kapas namun - dikelilingi aura kehitaman.
**********
“Yu Long telah mengeksekusi Seni Pedang Elemen Baja Hitam, sementara tangan kirinya mengeksekusi Seni Telapak Cengkeraman Tulang Putih. Kelihatannya bocah dari Sekte Pedang Awan itu dalam kesulitan” senyum lebar keluar dari mulut Ding Huising Master Sekte Awan Hitam, yang sementara duduk di kursi VIP tempat para Sekte Master dan Kepala Sekolah duduk.
"Namun bukankah terlalu sulit untuk mengeksekusi dua Teknik sekaligus? Tangan kanan melakukan Gerakan Seni Pedang dan tangan kiri Gerakan Seni Telapak Tangan” Li Fang Hua Master Sekte Bunga Matahari menyahut. Dia agak merasa gelisah karena semua kontestan yaitu para jenius ini adalah benar-benar sangat diluar perkiraannya. Sehingga sebagai sekte yang hanya menerima murid Wanita, dia menyadari bahwa rata-rata murid di Sekte Bunga Matahari tidak sekuat murid-murid sekte lain.
“Sekte Master Li tidak perlu meragukan kemampuan muridku Yu Long. Dia telah mempelajari Teknik Memecah Pikiran, sehingga dalam setiap kesempatan, Yu Long selalu dapat melakukan segala sesuatu secara bersamaan ditangan kanan maupun tangan kiri. Itulah sebabnya Ketika di menggunakan Teknik Memecah Pikiran itu, sosoknya menjadi berubah seperti dua orang yang ada didalam dirinya"
"Tangan kanan mampu melakukan Teknik pedang sementara tangan kiri dengan Teknik telapak tangan. Murid Sekte Pedang Awan itu didalam kesulitan besar”
Lalu Ding Huising tertawa dengan sangat keras, sementara itu wajah Dugu Taoran Master Sekte Pedang Awan terlihat sangat gelisah.
“Benar-benar ada Teknik memecah pikiran semacam itu di dunia ini. Pada akhirnya Zhao Chanyi seakan bertempur melawan dua orang Yu Long…” Li Fang Hua kedengaran hanya mengguman pelan, namun suara Wanita itu terdengar jelas oleh semua orang yang berada di bagian VIP.
Dugu Taoran hanya bisa berdoakan didalam hatinya, semoga Zhao Changyi tidak melakukan Tindakan gegabah yang akan mencelakai diri sendiri.
**************
Ketika melihat bahwa lawannya mampu menjalankan dua Teknik sekaligus, Zhao Changyi mengubah Gerakan pedangnya dan mengganti Teknik pedangnya.
“Teknik Seribu Pedang Menjadi Satu”
__ADS_1
Tangannya kemudian membentuk segel aneh yang kemudian membentuk bulatan putih perlahan naik dari tangan hingga ke ujung pedang. Dengan teriakan yang sangat keras, Zhao Changyi melepaskan kekuatan Teknik Seribu Pedang Menjadi Satu.
Sementara Yu Long yang sejak awal telah bersikap sangat waspada, semakin telah mengerahkan seluruh energi Qi didalam dirinya untuk diserap oleh pedang ditangan kanan dan tapak putih di tangan kiri.
Lalu dengan bentakan keras, Yu Long berteriak,
“Pergii…..!!”
Tubuhnya melayang Bersama pedang hitam ditangan kanan yang terbungkus asap gelap, sementara tangan kirinya bersikap untuk Teknik defense (pertahanan) sambil mempertontonkan jika lengan kiri ya yang semakin putih di selimuti asap kegelapan. Tangan putih itu berpendar ditangah kabut asap hitam.
“Duaaarr….!!!”
Ledakan terdengar menggema di Arena 2 ketika bentrokan cahaya putih Zhao Changyi bertemu energi kabut hitam yang menyelimuti pedang Yu Long. Ledakan kencang itu membungkus kedua praktisi pedang yang menjadi kontestan jenius.
Kemudian........ menyusul terlemparnya pedang kedua pemuda itu dari asap gelap yang mulai memudar.
"Trangg...."
Sementara perhatian semua orang tertuju pada bentrokan senjata ...... mereka telah lupa bahwa tangan kiri Yu Long juga tengah mengeksekusi Seni Telapak Tangan Cengkeraman Tulang Putih.
Semua merasa bahwa pada duel dua jenius ini adalah seimbang, namun sekonyong-konyong........
tangan kiri Yu Long melanjutkan serangan ke Zhao Changyi dengan SeniTelapak Tangan Peringkat Bumi Demi (awal) 'Cengkeraman Tulang Putih'.
Diiringi suara yang mencicit bagaikan pedang tergores di sepotong besi, tangan kiri itu seakan memecah udara, kemudian mendarat dengan mulus di bahu kanan Zhao Changyi, ......... menyusul di bahu kiri dan kedua paha Zhao Changyi.
Belum hilang rasa kaget nya karena serangan susulan dari Yu Long berupa Teknik telapak tangan ini, pukulan terakhir dari tangan seputih kapas situ mendarat dengan keras di dada Zhao Changyi.
“Gedebuuk…!!!”
__ADS_1
Suara lolongan Zhao Changyi terdenar menyusul tubuhnya yang terlempar keluar arena dua di Padang Es Abadi. Darah berceceran memenuhi tempat dimana tubuh Zhao Changyi mendarat. Tanah yang dilapisi es keputihan itu penuh dengan genangan warna merah. Zhao Changyi kehilangan nyawa pada saat pukulan telapak tangan Yu Long hinggap didadanya.
“Nyawa pertama,yang direnggut pada tournament antar jenius” Suara-suara orang saling berbisik.
Kekejaman yang diperlihatkan oleh Yu Long yang tanpa kenal ampun itu membuat semua orang bergidik.
“Adalah sesuai untuk tindakan kejam itu dengan nama Sekte Awan Hitamnya yang memberi kesan jahat”
Seorang peserta tournament dari Sekte Bulan Merah berbisik.
“Sepertinya dia berniat membalas dendam atas kekalahan Dou Chen dari Wang Yong dimalam Kota Azalea” peserta lainnya menjawab.
Lin Hong terdiam di tempat duduknya, sementara itu dia merasa kasihan dengan Zhao Changyi. Meskipun pria itu menyebalkan dan angkuh, namun biar bagaimanapun dia adalah kawan satu sekte mereka.
Wang Yong cukup kaget dengan kekejaman Murid Sekte Awan Hitam yang tidak memberi kesempatan bagi Zhao Changyi untuk mengucapkan kata-kata menyerah.
Master Dugu Taoran berubah sampai kehitaman wajahnya. Dia benar-benar marah dengan Tindakan Yu Long yang tanpa mengenal kata ampun itu. Namun dia tidak bisa melakukan apa apa. Ini adalah duel diantara dua jenius dari 7 sekte besar yang peraturannya memang sudah seperti itu. Lalu kemudian dia menghela nafas dan berharap Wang Yong dan Lin Hong akan menelamatkan wajhanya ada pertempuran selanjutnya. Sayang sekali seorang jenius dari Puncak Biru harus terhenti semua kisah hidupnya di Padang Es Abadi ini.
Penonton masih diliputi rasa yang mencekam itu, apalagi di area penonton dimana Peng Fai dan Fenying duduk. Mereka merasa kasihan dengan nasib Zhao Changyi.
Barulah saat itu Fenying merasa bahwa mereka yang selama ini sudah terbilang jenius di Sekte Awan Biru, bukanlah apa-apa dibanding begitu banyak orang-orang jenius lain diluaran yang jumlahnya tidak terhitung bagaikan jumlah pasir di laut.
“Yu Long dari Sekte Awan Hitam menang…”
Suara hakim memecah kesunyian itu dan membuat semua tersadar.
“Panggung Arena 1, bersiap-siap Lin Hong dari Sekte Pedang Awan melawan Gong qiang dari Kuil Keabadian”
Lin Hong seketika merasa sangat gugup........
__ADS_1
*Bersambung*