Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sarung Tangan Gemuruh Pemecah Roh


__ADS_3


 


  Di dalam satu ruang yang mirip seperti laboratorium pada zaman sekarang ini, terlihat satu anak muda demikian tekun dalam melakukan proses penyulingan. Bau-bauan bahan-bahan mulai dari herbal roh sampai ke berbagai fosil dari mahluk mahluk langka yang dilebur, tercium dalam aroma yang tercium aneh. 


   Biasanya kalau dalam satu proses penyulingan, bau harum umumnya merupakan langkah yang positif, pertanda bahwa ramuan atau benda yang sementara di suling alkemis menunjukkan awal-awal keberhasilan.


   Demikian juga sebaliknya. Jikalau aroma yang keluar dari hasil pembakaran dan pencampuran berbagai bahan-bahan ini tersiar aroma busuk, itu adalah gejala-gejala awal kalau benda yang disuling nya akan berdampak pada kegagalan.


   Sima Yong si anak muda itu semakin menaikkan Api Hitam Surgawi yang keluar dari telunjuknya, memicu pembakaran yang semakin meningkat dalam suhu yang amat sangat panas. Sekali lagi anak muda itu bersyukur memiliki salah satu api surgawi.


   Kulit ekor Jomungandr teramat sangat alot dan keras, menyerupai besi baja yang amat langka. Sehingga berulangkali ia haru meningkatkan suhu pembakaran pada tungku, demi membuat kulit mahluk ular raksasa itu menjadi lunak dan dapat dibentuk sesuai keinginan.


   Waktu pun berlalu.. mungkin telah tiga hari lamanya ia berkutat di depan tungku dan kuali peringkat surgawi itu. Ia memikirkan bahwa telah banyak sekali bahan katalisator berharga mahal yang dicemplungkan ke dalam kuali mendidih, demi membuat kulit Jormungandr itu dapat selembut kain sutra. Namun belum juga ada tanda-tanda kalau kulit ular raksasa itu akan menjadi lembut.


"Tidak terlalu berlebihan jika dikatakan kalau Jormungandr adalah Putra Loki dan saudara angkat dewa petir. Kulitnya demikian keras" batin Sima Yong sambil mengeluarkan peluh di kening.


"Peony Magic dari Tanah Elf..!" kata Sima Yong merapal mantra. Satu bunga yang bentuk nya mirip dengan Bunga Peony umumnya, namun kali ini adalah Peony yang ditanam di Negeri Kaum Elf di Utara Benua Silver, terlihat melayang lalu masuk ke dalam kuali.


Wush !


   Api berwarna campuran putih dan hitam berkobar menyala dengan ledakan-ledakan kecil. Sima Yong mempertahankan kekuatan Energi Sihirnya untuk menjaga suhu di tungku. Keajaiban terjadi.. setelah Peony  Magical dari Tanah Kaum Elf masuk kedalam ramuan itu, seketika gulungan kulit ular itu terbang dan melayang dalam jarak satu depa di atas kuali.


"Berhasil !" teriak Sima Yong dengan gembira. Uap panas mengepul memanasi lembaran kulit ular yang kini melembut, sementara cairan di dalam kuali tetap terjaga - terlihat menggelegak dengan gumpalan-gumpalan uap panas.


"Membentuk pola !" titah Sima Yong menggunakan bahasa kuno.

__ADS_1


   Seketika  cahaya berpendar di sekeliling kulit Jormungandr, lalu seperti sinar laser yang bergerak, cahaya itu mengiris kulit ular menjadi berbentuk seperti pola sarung tangan atau glove. Tentu saja ini dikisahkan dengan kata-kata terasa cepat. Namun kenyataan sebenarnya, proses mengiris lembaran itu membutuhkan waktu hingga malam menjelang - hanya untuk satu pola dan tidak di bolak balik.


   Meskipun banyak menghabiskan energi sihir, namun Sima Yong tidak berhenti sampai disitu. Ia tidak beristirahat dan melanjutkan memotong lembaran kulit ular menggunakan energi sihir. Butuh lebih dari dua hari dua malam untuk ia menyelesaikan potongan-potongan empat pola dasar.


   Apakah ia berhenti dan istirahat? Jawaban tidak. Sima Yong langsung mengeluarkan berbotol-botol madu lebah merah yang dibelinya di Kota Beruang. Ia menyesap dua botol sekaligus, dan seketika Sima Yong merasa energi sihirnya seperti kembali penuh terisi.


"Bukankah madu merah ini mirip fungsinya dengan beberapa ramuan atau manna sihir dan eliksir sihir yang berfungsi mengisi ulang energi magic?


   Kapan-kapan jika aku kembali melintasi Kota Beruang, aku akan membeli beberapa Lebah Merah, untuk aku kembang biakkan di Domain Raja Pedang elf nanti" pikirnya bersemangat.


   Sementara itu, setelah energi sihirnya kembali penuh, dengan menggunakan kekuatan dan katalisator mantra-mantra kuno Sima Yong memerintahkan kekuatan tak terlihat untuk menjahit atau menyatukan empat pola sarung tangan itu..


Wush - wush !


   Sima Yong melemparkan beberapa mata ekor Raijuu (Tuan Dermawan) ke arah dua pasang sarung tangan yang kini mulai membentuk satu macam artefak gloves.


"Aku mensucikan kamu hai sarung tangan ajaib, dengan memeteraikan kekuatanmu menggunakan bulu Raijuu dan sisik-sisik Jormungandr" tangis Sima Yong seperti nada senandung sedih. 


   Sebenarnya ketika orang biasa mendengar nyanyian perapalan mantra ini, mereka pasti akan terbirit-birit karena semua suara, aura dan efek magis yang ditimbulkan ketika proses penyelesaian ini, akan membuat siapapun yang mendengarnya akan ketakutan seperti tertindas satu kekuatan ajaib yang tak terlihat.


   Ia melemparkan segumpal penuh bulu Raijuu dan sepuluh keping sisik Jormungandr..


"Dan aku menobatkan kamu dengan nama perang Sarung Tangan Gemuruh Pemecah Roh" teriak Sima Yong membahana. Mulutnya komat-kamit dalam bahasa kuno.


Bum ! ledakan terjadi dan gumpalan asap putih memenuhi ruangan laboratorium itu.


   Dalam cahaya yang berkilauan seperti meteor, tiba-tiba dua sarung tangan melesat terbang kesana-kemari di dalam ruan, berusaha pergi sambil mencari-cari celah untuk melarikan diri.

__ADS_1


"Jangan bermimpi untuk pergi " pekik Sima Yong. 


   Tangan anak muda itu terjulur, lalu kekuatan tak terlihat dengan sangat kuat langsung menindas roh yang telah bangun di dalam artefak sarung tangan yang kini bernama Sarung Tangan Gemuruh Pemecah Roh.


   Meski berusaha meronta-ronta, namun kekuatan jiwa yang dibebankan Sima Yong adalah peringkat Dao. Lambat laun dua benda roh sarung tangan itu menyerah atas tekanan kekuatan jiwa. Gerakan kedua tidak lagi agresif, dan kini pelan-pelan mengikuti efek daya tarik yang dilakukan Sima Yong.


   Sima Yong menjulurkan kedua tangan nya dan 'Bum !' Dalam sekejap mata dua benda artefak yang ia suling selama seminggu lebih itu tahu-tahu telah menyatu ke dalam tangannya.


"Bagus ! Benda itu menyatu secara alami dengan kulit, sehingga mengurangi efek ngeri apabila orang melihat diriku dalam balutan dua sarung tangan dengan warna dan penampilan menyeramkan itu" batin Sima Yong.


"Dan sekarang adalah waktunya untuk uji coba efek petir yang dimiliki artefak ini" batun Sima Yong dengan gembira.


   Dia lalu pergi ke kamar uji bahan dan benda sihir yang juga kedap suara dan kedap apapun dari luar sini. Di dalam kamar uji coba, terlihat di depan anak muda itu, orang-orangan dari bahan titanium yang telah di manipulatif dengan kekuatan sihir, agar tahan terhadap ledakan uji coba para alkemis.


"Lightning !" titah Sima Yong sambil mengarahkan telapak tangan berbentuk cakar ke arah orang-orangan berbahan titanium.


Wush ! Cahaya kilat berkedip dan beberapa urat-urat kilat dan petir menyambar keluar dari telapak tangannya, menjilat dua orang-orang titanium itu.


Duar !


   Sima Yong tepaku takjub ketika melihat dua orang-orang itu tanpa melalui proses meleleh, seketika langsung berubah menjadi abu.


"Ini adalah pengendalian chakra yang luar biasa. Aku menggunakan bahan yang langka sebagai pembentuk artefak. Dan dua-duanya adalah makhluk legenda keturunan dewa petir" batin Sima Yong bersemangat.


   Sementara itu, ia juga merasa terjadi perubahan di dalam energi kekuatan kultivasinya. Tenaga hawa murni dan Qi nya bertambah hingga seperempat bagian, dan ia merasakan ranah kultivasinya meningkat dari Alam Melintas Immortal dasar, meningkat dan menggelembung tepat di titik batas antara Alam Melintas immortal dasar dengan Melintas Immortal tengah. Tinggal satu katalisator dan ia pasti menembus ranah tengah.


Bersambung

__ADS_1


    Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3


__ADS_2