Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Wan Hui


__ADS_3

Rumah Judi Gunung Keberuntungan siang hari itu ramai dipenuhi pengunjung. Berbagai jenis dan model manusia berjubel memenuhi meja-meja judi, dimana suara cekikikan perempuan penghibur di sertai kepulan asap ganja memenuhi rumah judi itu.


Ke empat praktisi itu memasuki aula Gunung Keberuntungan, dan didepan pintu aula saja mereka telah di hadang belasan perempuan berbagai ras.


Perempuan-perempuan itu sangat atraktif dalam membuat pose-pose tertentu, yang memamerkan pakaian yang sangat minim, yang juga menghamburkan aroma wangi yang terlalu tajam. Saking tajamnya aroma memikat itu sampai-sampai Fei Ma merasa kepalanya pusing. Dia berulang kali mengeluh merasa pening dan langsung di semprot Ye Bing Qing-yang membuat Fei Ma terdiam dan menunjukkan wajah cemberut.


Diantara barisan perempuan cantik yang menghadang mereka, tampak beberapa gadis Wu Yi dengan kecantikan asing nya. Juga terdapat gadis ras jingling maupun gadis-gadis ras manusia saling berlomba untuk memperoleh pelanggan. Semua menggoda penuh gairah.


Fei Ma serasa hampir pingsan, tatkala seorang gadis dari ras judade yang memiliki tubuh kekar dengan tinggi 2.5 meter mengkerdipkan mata dengan genit kepada Fei Ma. Dia-Fei Ma menunjukkan raut wajah ngeri. Ketiga kawannya langsung terkikik ketika melihat wajah Fei Ma yang berubah aneh dan merona karena di taksir seorang gadis raksasa.


Agak aneh rasanya melihat seseorang dengan tubuh yang kekar dan badan yang jangkung, berdiri bersama-sama gadis penghibur di pintu masuk rumah judi itu.


Namun rasa aneh yang ada dipikiran mereka sirna seketika, tatkala melihat seorang laki-laki muda berwajah menawan dari ras jingling, yang bertubuh kecil menggandeng gadis penghibur judade tadi, lalu pergi ke kamar yang disewakan disana.


"Tempat ini betul-betul sebuah tempat maksiat dari berbagai ras" desis Ye Bing Qing jijik.


Semua tidak menyangka, jauh di perbatasan wilayah tengah menuju barat laut ini, tempat hiburan dan perjudian seperti ini amat subur serta memiliki banyak peminat. Bahkan Kekaisaran Rajawali Agung yang mengklaim sebagai kerajaan terbesar di wilayah tengah, tidak memiliki tempat hiburan serta keunikan seperti yang terjadi di Ibukota Negri Sembrani Besi ini.


...******...


"Mari kita cari Wan Hui itu dan segera meninggalkan tempat ini" kata Sima Yong. Dia tahu, semua orang merasa gerah berlama-lama di rumah judi itu.


Ditengah-tengah kebingungan mencari keberadaan Wan Hui itu, sekonyong-konyong terdengar perbincangan diantara petugas pelayan di rumah judi itu,


"Dia meminta tambahan kredit lagi. Seperti nya patriak keberatan lalu orang itu menjadi marah. Sejak pagi tadi, dua kali sudah Tn. Wan Hui itu kalah berjudi" bisik seorang gadis pelayan yang berpakaian ketat, kepada temannya.


"Di sebelah mana orang itu, maksudku Tn. Wan Hui itu bertaruh?" tanya gadis lainnya terdengar penasaran.


"Stt. jangan keras-keras. Dia di meja paling barat, dimana paling banyak orang berkerumun itu" kata gadis yang pertama.


Sukses dengan pengamatannya, Sima Yong menarik tiga kawannya untuk mendekati meja sebelah barat seperti yang dimaksud gadis-gadis pelayan itu.


"Pria berbusana serba hijau itu sepertinya yang dimaksud sebagai T. Wan Hui oleh gadis-gadis pelayan itu" kata Ye Bing Qing.


"Biarkan aku yang berurusan dengan Wan Hui itu" kata Sima Yong. Tanpa menunggu persetujuan Ye Bing Qing, dia langsung menuju meja empat Wang Hui berada.


Wan Hui ini terlihat amat berantakan. Mungkin karena dirinya telah kalah berjudi sejak pagi, sehingga penampilannya menjadi kusut-menutupi wajah nya yang seharusnya terlihat cukup tampan di usia 30 an akhir.


Semua melihat Sima Yong berbicara sebentar dengan Wan Hui itu, lalu tanpa berlama-lama Wan Hui terlihat berjalan mengikuti Sima Yong. Namun semua melihat keanehan, wajah Wan Hui itu terlihat kosong, dia berjalan seperti robot mengikuti Sima Yong.


>>>>>>


"Bruaakk..!"


"Aduh.."

__ADS_1


Wan Hui di hempaskan ke tanah, di sebuah gang sempit kumuh, yang hampir terlupakan saking sepinya.


Wan Hui terbelalak melihat empat orang berdiri mengelilingi dia, dimana sebilah pedang melekat di nadi lehernya. Dia langsung menilai kalau orang-orang itu sangat bersahabat dan berkesan berbahaya. Apalagi laki-laki setengah tua berpakaian bangsawan itu, dia merasakan aura membunuh terpancar dari pria bangsawan itu.


Sebagai seseorang yang sangat berpengalaman dalam diplomasi dan boleh dikata sebagai penjilat ulung, Wan Hui tidak serta merta menjerit dan menjadi panik. Dengan sopan dia membungkuk dalam posisi menyembah.


"Tuan-tuan semua... Apakah yang anda butuhkan dari Wan Hui. Beri tahu Wan Hui maka apapun yang anda ingin Wan Hui bantu" dengan sopan Wan Hui sekali lagi membungkuk. Dia tidak bergerak, terus membungkuk sampai ketika Sima Yong mengatakan bahwa dia tidak perlu membungkuk sepanjang waktu, barulah Wan Hui ini memperbaiki posisinya. Dia lantas berdiri.


Sima Yong memperhatikan dengan saksama Wan Hui ini...


"Pria ini sangat pintar. Dia tahu manakala dirinya dalam bahaya, lantas serta-merta bersikap sopan sehingga menyelamatkan diri dari bahaya" batin Sima Yong.


"Apakah kamu yang bernama Wan Hui?" tanya Sima Yong.


Sebagai seseorang yang pintar dalam urusan seperti ini, Wan Hui lantas membaca. Sepertinya pria muda yang memiliki wajah seperti Elf ini adalah pemimpin kelompok itu. Dia melihat semua kawanan itu diam, hanya pria muda ini yang berbicara.


Buru-buru Wan Hui mengambil posisi merendah lalu berkata,


"Benar tuan muda. Hamba adalah Wan Hui, satu-satu nya orang bermarga Wan yang tinggal di Negri Sembrani Besi ini. Tolong berikan perintah agar Wan Hui dapat membantu tuan muda"


"Bagus... Dari berita yang aku dengar, kamu adalah satu-satunya kontak yang dimiliki Sekte Pedang Beracun, yang mengetahui letak sekte itu, serta memiliki akses menuju Sekte Pedang Beracun?" tanya Sima Yong.


Wan Hui, pria berbusana serba hijau itu berusaha menutupi rasa kaget serta bersikap seolah-olah itu adalah pertanyaan yang wajar. Memang semua orang tahu bahwa dia adalah kontak yang dimiliki Sekte Beracun di Ibukota Negri Sembrani.


Akan tetapi ketika pria muda itu menanyakan akses menuju Sekte Beracun, Wan Hui mulai merasa bahaya. Namun dia berusaha bersikap wajar.


"Ada hal yang ingin aku selesaikan dengan sekte itu. Mereka berhutang benda artefak yang telah di rampok dari kawanku ini. Antar kami kesana, dan kamu memperoleh bayaran secara profesional atas jasa kamu"


Sima Yong menujuk ke arah Ye Bing Qing yang tertutup Dou Peng. Dia lantas melempar sebuah cincin spasial kearah Wan Hui, dan ditangkap oleh nya. Wan Hui memeriksa secara samar isi cincin itu. Nilai Blue Manna di dalam cincin sebesar 15.000 Blue Manna peringkat atas.


Wan Hui terkejut dalam hati. 15.000 Blue Manna bukan jumlah yang kecil. Dia lalu menjawab,


"Wan Hui memang mengetahui jalan menuju lembah beracun, bahkan dapat membuka pintu akses ke lembah itu. Akan tetapi, tahukan tuan-tuan, Lembah itu amat berbahaya. Banyak ahli yang mencoba untuk menyerang Sekte Pedang Beracun, namun nasib mereka berakhir tragis. Orang-orang didalam sana amatlah berbahaya. Mereka adalah ahli-ahli dalam ilmu racun" kata Wan Hui mencoba membujuk.


Sima Yong mendengus dingin.


"Kamu tidak perlu kuatir masalah itu, kamu dapat melihat kearah laki-laki berpakaian mewah itu" Sima Yong menunjuk Fei Ma.


"Sekarang coba kamu periksa kultivasinya menggunakan benak" Kata Sima Yong, diikuti tindakan Wan Hui yang langsung memeriksa kultivasi Fei Ma.


"i-itu..." Wan Hui terhuyung-huyung mundur. Dia tidak menyangka sama sekali pria bangsawan itu memiliki kultivasi SAINT Level delapan.


"Apakah dengan kultivasi seperti ini, kami dapat bersaing melawan Sekte Pedang Beracun kamu itu??" tanya Sima Yong.


Wan Hui buru-buru menjawab,

__ADS_1


"Tidak berani.. tidak berani. Tentu saja tuan itu memiliki kultivasi yang jauh diatas Master Sekte Pedang Beracun sekalipun. Namun Wan Hui memiliki satu permintaan" katanya.


Sima Yong mengernyitkan kening lalu berkata,


"Apa permintaanmu?"


Wan Hui itu langsung membungkuk,


"Ijinkan Wan Hui mengikuti anda sebagai pelayan. Setelah Wan Hui mengantar anda menuju Lembah Pedang Beracun, maka dengan sendirinya nasib Wan Hui boleh dikata telah selesai".


"Wan Hui akan di buru oleh orang-orang Sekte Pedang Beracun, bahkan oleh aliansi sekte itu yang semuanya berkonsentrasi dalam teknik racun. Bahkan Sekte Du Hua (Sekte Bunga Racun) dari Kekaisaran Rajawali Agung pasti akan menargetkan Wan Hui setelah ini. Blue Manna senilai 15.000 ini tidak akan berarti, jika Wan Hui telah mati di racun orang-orang itu"


Semua orang terdiam. Mereka mengiyakan kata-kata Wan Hui itu benar adanya. Blue manna sebesar apapun tidak akan bernilai jika pemiliknya telah mati. Sima Yong merenung sebentar,


"Fei Ma bertugas sebagai ahli perang. Lagipula kuda terbang itu harus berkultivasi untuk meningkatkan kehaliannya".


"Sementara Jiang Fai harus belajar ilmu-ilmu Alkimia. Jika dia terlalu sering mengurus hal-hal kecil, niscaya perkembangannya akan lambat. Jika Wan Hui ini menjadi pelayan yang bertugas menjadi juru bicara atau berdiplomasi dalam banyak misi, ku pikir bagus juga..."


"Baiklah aku setuju. Namun anda bukan hanya menjadi pelayan. Kamu akan bertugas menjadi petugas diplomasiku nanti. Aku pikir untuk saat ini kamu dalam masa percobaan, dimana aku ingin mengetahui kinerja serta loyalitas kamu terlebih dahulu" Kata Sima Yong


Wan Hui seketika menjadi gembira. Dia membungkuk dan memberi hormat.


"Mari kita berangkat, tunjukkan jalannya" kata Sima Yong.


Sebuah perahu roh sekonyong-kong muncul di atas mereka. Kapal roh itu lantas membuat Wan Hui itu terkagum-kagum.


"Hanya Sekte-sekte besar atau keluarga bangsawan istana yang memiliki fasilitas perahu roh seperti ini" dia berdecak kagum.


Semua lantas melayang naik keatas perahu, sementara Wan Hui harus memegang tangan Sima Yong untuk dapat tiba bersama-sama diatas geladak perahu roh berkapasitas enam orang itu.


"Tuan.. kultivasi anda amat tinggi. Alam Melintas SAGE delapan, itu sama sekali bukan tandingan Master Sekte Pedang Beracun" kata Wan Hui memuji.


Perahu roh itu lalu bergerak menuju Utara, menuju pegunungan yang rimbun dengan hutan kuno.


"Kita harus berhenti disini, lalu berjalan atau berlari menyusuri jalan setapak menuju lembah Pedang Beracun itu. Tidak ada gunanya menggunakan kendaraan terbang karena tempat itu tersembunyi dan di tutupi aura mistis kuno yang tidak akan terdeteksi dari udara".


Sima Yong bersama Ye Bing Qing terbang turun ke tepian hutan, menyusul Wan Hui yang menumpang Fei Ma. Fei Ma lantas balik ke perahu roh, menunggu disana bersama Jiang Fai.


"Mari kita pergi" begitu Sima Yong seleai berkata, Wan Hui yang menumpang Sima Yong terbang diatas rumput itu merasa pening. Semua terlihat berkelebat dengan cepat.


"Tuan Muda ini amatlah sakti" batin Wan Hui. Diam-diam dia merasa beruntung karena kini menjadi pengikut seorang sakti, berkemampuan tinggi


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2