
...ARC 5. PETUALANGAN KE UTARA...
Sima Yong lantas membagikan kompensasi yang dia janjikan kepada anggota team Pembunuh Dong Xing serta Tuan Awan. Tentu saja dalam hal ini dia tidak lupa, hanya saja momentnya kurang tepat dalam beberapa hari ini.
Dia membagikan kompensasi dengan wajah gembira, segingga membuat suasana menjadi lebih rileks.
"Kepada semua kawan yang telah menemani dalam pembebasan Pangeran Ju Qin, Aku Sima Yong memberikan masing-masing Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva.
Juga akan ku berikan masing-masing tiga jimat Peledak Halilintar serta satu jima Petrify, untuk menjaga diri dikala keadaan genting"
Semua orang itu tentu saja amat bersuka cita dengan kompensasi yang diberikan. Dan yang terutama bagi mereka adalah, Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva itu akan membantu mereka melakukan penerobosan level SAINT. Semua mulai merasakan kemajuannya telah buntu selama ini. Pil adalah alternatif untuk membuka kebuntuan kultivasi mereka.
"Kusarankan anda semua melakukan kultivasi dengan penuh konsetrasi, agar proses penyerapan manfaat Pil Bodhisatva itu akan dapat membantu penerobosan hingga dua level sekaligus" Kata-kata itu di sambut dengan wajah berseri-seri semua ahli, dan berjanji dalam hati akan mengikuti petunjuk Sima Yong
Setelah masalah pembagian kompensasi selesai, saat nya berdiskuis cara pergi dari Gunung Du Hua.
Sima Yong lantas berbicara dan mengatakan bahwa dia akan memberikan Perahu Roh yang tadinya merupakan hadiah Pangeran Ju Qin, dikembalikan kepada pangeran.
"Perjalanan anda menuju Timur amatlah jauh. Jika menggunakan transportasi darat saja, aku kuatir kalian akan kehilangan banyak waktu. Mungkin dua tahun baru anda akan tiba di Timur sana" canda Sima Yong, diikuti gelak tawa semua orang.
"Lantas anda akan menggunakan kendaraan apakah saudara Yong?" tanya Pangeran Ju Qin tidak enak hati. Karena perahu itu awalnya merupakan hadiah dari dirinya, dia merasa bersalah.
"Pangeran tidak perlu kuatir dengan diriku. Apakah anda lupa? Kemampuanku saat ini layak di sebut Demigods.
Kecepatan terbangku bahkan jauh lebih cepat di bandingkan kapal roh manapun" jawab Sima Yong tersenyum. Dia tidak menceritakan lebih tentang Fei Ma yang dapat berubah menjadi Mahluk Legend, yang nantinya akan dia tampangi menuju Utara nanti.
Pangeran Ju Qin lantas merasa sangat lega. Memang dia merasa agak berat jika harus melakukan perjalanan ke Selatan terlebih dahulu, baru menuju kawasan Timur. Jika memiliki perahu roh semacam ini, bukankah itu akan sangat membantu dia beserta rombongannya nanti?
"Kita akan keluar dari Gunung Du Hua ini satu persatu, guna menghindari kecurigaan, kalau-kalau pasukan Pangeran Ketujuh telah berjaga-jaga hingga ke daerah Barat Laut sini.
***
Semua orang secara bergantian meninggalkan Gunung Du Hua, dimulai dengan perahu roh rombongan Pangeran Ju Qin, diikuti, Yu Mian. Menyusul Wei Park yang pergi bersama Xong Hui Yong, yang akan mengambil kekayaan mereka di Istana Dong Xing terlebih dahulu.
Dalam kisah ini tidak dibahas lagi Zhang Junda dan Hua Shen. Kedua orang itu telah memisahkan diri ketika mereka semua lolos dari tahanan Istana. Dua Master Sekte Bintang delapan itu selalu cemas dan memikirkan keluarga serta seluruh anggota sekte mereka.
Tentu saja semua orang saat ini telah merubah penampilan wajah mereka, sehingga tak seorangpun yang akan mengenali siapa mereka sesungguhnya.
Sima Yong sendiri lalu meninggalkan banyak uang Manna Biru kepada Master Gunung Du Hua. Bahkan dia memberikan hadiah sebutir Pil Pembentukan tubuh kepada Du Manchu yang terlihat kaget namun gembira.
__ADS_1
"Manna Biru ini akan mampu membiayai kehidupan Sekte Gunung Du Hua hingga dua tahun kedepan. Kalian dapat mencoba melakukan perdagangan dengan wilayah lain, mengingat kondisi di Kekaisaran Rajawali Agung tak lagi aman bagi kalian. Kalian telah dianggap sebagai rakyat yang merupakan simpatisan Pangeran Ju Qin.
Namun aku memberikan satu Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva ini kepadamu, dan berharap ini akan bermanfaat nanti, sehingga anda dapat melindungi sekte anda.
Terima kasih juga karena telah menampung kami selama pelarian ini"
Du Manchu menjadi sangat girang. Buru-buru dia menjura, membungkuk sambil mengucapkan terima kasih tiada henti. Pil Bodhisatva itu akan meningkatkan kultivasi nya yaitu SAINT Level dua untuk menerobos nanti.
"Nilai Pil ini sangatlah mahal dan tidak akan pernah aku miliki seumur hidup. Tuan Demigods telah demikian murah hati memberikan pil ini kepadaku.
Sekte Du Hua kami tidak akan melupakan kebaikan tuan Demigods"
******
Kuda terbang itu mengepakkan sayap, dengan sekali hentakan saja dia langsung menghilang dari pandangan Du Manchu. Gunung Du Hua pun menyisakan bayangan kecil yang kabur di belakang.
Fei Ma yang saat ini telah memiliki kultivasi Kuasi Alam Melintas SAGE, tentulah berbeda jauh kondisinya dibanding kemampuannya ketika mereka berpindah dari Selatan di masa lalu.
Dengan kultivasi setinggi itu, Fei Ma dapat bergerak dengan sangat cepat, dan mampu bertahan terhadap badai seperti di perbatasan Selatan dan Tengah pada waktu itu...
Dari atas ketinggian terbang itu...
Pemandangan di bagian bawah hanyalah hamparan hutan-hutan pinus tua dan bukit-bukit sepi bercadas. Pemandangan sepi yang menimbulkan rasa hampa itu terus menemani mereka selama 2 hari terbang.
Kota kecil di perbatasan antara Wilayah Tengah dan Wilayah Utaraitu, bernama Kota Cerpelai Biru itu. Udara terasa dingin meskipun tidak terjadi hujan salju, berbeda sekali hawanya dibandingkan Wilayah Tengah dan Selatan benua.
"Mari kita turun sebentar dan beristirahat sambil mencari makanan yang cocok untuk kita santap" kata Sima Yong.
Mereka menuki di hutan dekat Kota Cerpelai Biru, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki seperti orang biasa. Hal itu dilakukan tentu saja guna menghindari kecurigaan dari pihak mana pun.
Meskipun agak terpencil, namun Kota Cerpelai Biru ini cukup ramai dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Ketika melewati jalan di pasar kota, mereka melihat banyak sekali di pajang poster-poster di pinggir-pinggir jalan.
"Master.. Itu adalah lukisan wajah kami" bisik Fei Ma kepada Sima Yong. Jiang Fai dan Wan Hui ikut-ikutan terkejut. Beruntung mereka telah berubah penampilan saat ini.
Sima Yong tertawa dingin ketika melihat sekilas kearah poster tersebut. Tampak gambar wajah-wajah mereka terpampang dengan jelas, dan tertulis kalimat "Pemberotak, ditangkap hidup atau mati. Hadiah besar sejumlah 50.000 Manna Biru per satu kepala orang-orang ini"
Namun untuk lukisan yang mirip dengan Sima Yong, tertulis kompensasinya lebih besar lagi, "100.000 Manna Biru untuk kepala pemberontak ini"
"Mari kita mencari makan" kata Sima Yong mengacuhkan poster yang memajang wajahnya dengan bayaran tertinggi.
__ADS_1
"Kepalaku dinilai hanya 100.000 manna biru desis Sima Yong, sementara Fei Ma terkikik melihat harga yang di patok untuk kepala mereka.
Di dalam restoran, seperti biasa Sima Yong hanya memesan sayuran dan minuman, namun Fei Ma memesan daging yang banyak. Fei Ma mempersiapkan energi yang banyan, untuk dirinya manakala akan terbang menerobos badai perbatasan Tengah dan Utara yang terkenal ganasnya itu.
"Menyantap daging yang banyak sangatlah membantu tubuh untuk bertahan di tengah hawa dingin seperti ini" kata Fei Ma malu-malu, setelah melihat pesanannya amat banyak.
Ketika menunggu makanan pesanan mereka, tampak beberapa orang duduk sambil menikmati makanan, dan berbicara dengan keras-keras. Pembicaraan mereka masih sekitar topik yang paling hangat di Wilayah Tengah, yaitu pembobolan tahanan Istana Rajawali Agung, serta tewasnya dua Ahli SAGE dan lima ahli SAINT.
Sima Yong hanya memalingkan muka, bersikap acuh sambil memandang kearah jalanan.
"Yang kudengar, pemimpin pemberontak itu masih sangatlah muda usianya.
Dia mampu membantai dua orang SAGE dari Barat, hanya seorang diri" Si baju ungu itu sengaja berbicara dengan keras-keras. Dia berharap orang-orang akan mengagumi pengetahuannya tentang berita-berita terbaru.
"Tingkat Kultivasi seorang SAGE bukanlah main-main. Di perlukan tahap menjadi SAINT Surgawi, baru anda bisa melangkah menjadi SAGE.
Namun anak muda itu mampu mengalahkan dua orang SAGE sekaligu, ckck ... itu bukan seseorang yang biasa-biasa saja" orang yang satunya berdecak kagum.
Lanjut si baju ungu,
"Sstt.. Tahukah anda semua?" si baju ungu berubah bersikap penuh misteri.
"Apa itu saudara Yan? Tolong and ceritakan kepada kami" kawan yang satunya mendesak si baju ungu untuk lebih jauh bercerita.
"Hm.." si ungu tersenyum puas..
"Menurut kabar terbaru, 6 orang SAGE dari Sekte Para Bintang Barat dan 8 orang SAGE dari Sekte Gunung Kunlun di Barat kini tengah dalam perjalanan dari Barat, untuk memburu anak muda yang bernama Sima Yong itu.
Jumlah sekuat itu belum termasuk ahli-ahli SAINT dari dua Sekte Super di Barat yang khusus memusnahkan kawanan anak muda Sima Yong itu.
Konon kabarnya mereka selain dendam dengan anak muda Sima Yong itu, kabarnya Sekte mereka di bayar sangat mahal oleh pihak Kekaisaran Rajawali Agung untuk sebuah kepala anak muda itu"
Sima Yong melirik Fei Ma yang sekarang juga menjadi tertarik.
"Bahkan yang kudengar, semua ahli SAGE itu memiliki kultivasi paling tidak level 5. Bahkan ada yang memiliki kultivasi SAGE level 9 !"
"Apa ! Itu adalah tingkat yang sangat tinggi sekali " kawan yang satunya menjadi sangat terkejut ketika mendengar penjelasan si baju ungu.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.