
Ketika beberapa waktu lamanya Sima Yong bersama dua jenius dari Klan Ouyang terombang-ambing didalam Lorong portal itu, pada akhirnya mereka bertiga terhempas jatuh diatas hamparan tanah keras berwarna coklat kekuningan.
“aduh… !!!“ Ouyang Qing mengeluh Ketika pantatnya terasa sakit seperti dengan sengaja dihempaskan dari Lorong portal masuk.
“Dan ini adalah….?”
“Apakah ini yang dinamakan Pegunungan Berkabut??”
Sima Yong menatap ke sekeliling yang terlihat sangat asing serta aneh. Penampakan sepanjang mata memandang, di kaki gunung yang dinamakan Pegunungan Berkabut itu memang terasa sangat menyeramkan. Semua yang terlihat disekeliling hanyalah bentukan pegunungan tandus yang memiliki tanah bertekstur keras.
Tidak terlalu banyak jenis tanaman yang tumbuh di pegunungan berkabut itu. Kalaupun ada, itu terlihat menyeramkan, karena ketika dedaunan tanaman terkena sinar matahari, semburat warna kekuningan seperti tanaman layu yang terpancar.
Cahaya Matahari yang bersinar di dunia domain ini amatlah jauh berbeda dibandingkan cahaya matahari yang terlihat di dunia luar sana.
Dunia di Pegunungan Berkabut ini, yang tampak adalah dua buah matahari yang bersinar lesu di langit. Meskipun terdapat dua matahari, jangan berharap bahwa kondisi itu akan menyebabkan udara menjadi amat panas. Tidak sama sekali seperti yang telah kamu bayangkan.
Dua Matahari yang bersinar di dunia Pegunungan Berkabut itu terlihat seperti dua Matahari yang benar-benar telah letih untuk bersinar. Semua terlihat seperti remang-remang saja adanya. Sepertinya kedua matahari di langit adalah Matahari yang telah berusia sangat tua. Bahkan kemungkinan sebentar lagi kedua Matahari tersebut akan berhenti bersinar.
Semua memiliki perasaan bahwa sepertinya dunia dimana mereka berada saat itu adalah suatu dunia yang sebentar lagi akan runtuh. Cahaya matahari bukanlah terasa menyegarkan, melainkan itu adalah cahaya tua.
Ibaratnya cahaya senja yang hampir pudar menuju kearah malam. Karena kondisi Matahari seletih itu, semua benda di dunia itu berpendar berwarna jingga kegelapan ketika terkena matahari. Angin yang bertiup secara pelan, hanya membawa hawa yang dingin disebabkan matahari telah layu. Perasaan kosong melanda semua orang Ketika berada didunia tua itu.
“Alkemis Sima Yong… aku merasa takut melihat keadaan di dalam dunia Pegunungan Berkabut ini. Rasanya seperti dunia ditempat ini akan menjelang kiamat” Ouyang Qing mencoba berbicara memecah kesunyian. Pria itu terlihat agak ketakutan. Dia berjalan merapat,kearah Sima Yong.
Jenius Klan Ouyang yang satunya malahan berteriak dengan panik,
“Lihat… aku telah kehilangan semua kemampuan energi Qi sebesar 50 %. Segala sesuatu ditempat ini menjadi lambat dibandingkan dunia luar sana. Oh…. Sungguh aneh. Bahkan setelah kehilangan kemampuan Qi 50% itu sekarang kemampuan terbang pun jadi menghilang”…..
Memang kenyataan yang ada adalah ketika semua orang mencoba untuk mengerahkan energi Qi mereka, kemampuan Qi mereka menurun hingga 50%. Dengan demikian setelah kehilangan kemampuan Qi hingga 50% itu, maka semua praktisi tidak lagi dapat terbang didalam dunia itu.
Ketika Sima Yong mencoba untuk menggunakan sayapnya, dia menjadi senang bahwa sayap tersebut mampu mengembang dan membuatnya mengangkasa. Ternyata terbang menggunakan Qi tidak dapat dilakukan didunia itu dengan alasan kemampuan Qi telah menurun 50%. Sedangkan terbang menggunakan sayap yang adalah skill internal, masih dapat di praktekkan di dunia yang tua itu.
Sima Yong kemudian berkata kepada Ouyang Qing,
“Aku menjadi berpikir, pantasan saja pada puluhan ribu tahun yang lalu terjadi perpecahan diantara Kaum Elf ditempat ini. Kaum Elf yang membatalkan perjalanan ke dunia yang disebut Valinor telah menjadi ketakutan ketika berada di dunia Pegunungan Berkabut ini. Tempat ini benar-benar membawa aura tua seperti aura orang yang akan menjelang ajal”.
Dan dengan senyum dia berkata…
“Namun kita memasuki tempat ini untuk mencari peninggalan Kaum Elf abu-abu bukan? Ayo kita tetap menjaga semangat untuk berburu sumber daya peninggalan Elf abu-abu” Sima Yong memberi semangat kepada dua jenius Klan Ouyang yang kelihatan mulai jatuh mentalnya.
Ketiga orang itu berjalan menyusuri tanah berbatu menuju kearah Barat. Tujuan mereka adalah ke tempat yang disebut Pegunungan Biru. Kabarnya di Pegunungan Biru sana, Pemimpin Elf Abu-abu telah menghilang ribuan tahun lalu.
Beberapa hari perjalanan dengan jalan kaki seperti itu, benar-benar terasa sangat lama bagi kaum praktisi yang terbiasa melakukan penerbangan singkat untuk sebuah perjalanan. Ketika wisata jalan kaki seperti itu mereka lakukan dalam waktu satu hingga dua hari, semua masih merasa baik-baik saja.
Namun Ketika prosesi jalan kaki seperti itu mulai memasuki seminggu perjalanan, rasa bosan mulai melanda mereka. Ouyang Qing mulai menampakkan kebosanannya dengan mencari-cari hal baru untuk membunuh rasa bosan.
__ADS_1
Dia menendang-nendang batu atau apapun yang ditemui dijalan. Belum lagi dunia tua itu tidak pernah terjadi keadaan malam membuat semua hari terasa sama saja. Cahaya matahari tua yang letih bersinar itu semakin membuat perasaan jiwa menjadi cepat letih.
“Bisakah kamu diam dan bersikap dewasa Ouyang Qing??... aku tidak kepingin Tindakan gegabahmu itu akan kalau-kalau menimbulkan bencana bagi kita semua. Biar bagaimanapun kita harus waspada di dunia yang asing ini” Ouyang Piao yang lebih tua umurnya menegur Ouyang Qing.
“Aku tidak melihat sesuatu yang istimewa dengan batu atau apapun yang telah aku tendang tadi. Jadi mengapakah kamu mesti marah ketika aku mencoba untuk membunuh rasa bosan ini dengan melakukan sesuatu?” Ouyang Qing mencoba untuk berdalih ketika di tegur oleh temannya.
“Aku hanya mencoba memberitahukan kamu. Tidakkah kamu merasa ada sesuatu yang aneh? Tidakkah kamu merasa bahwa seakan-akan terdapat sesuatu aura di sekitar yang mengintai kita? Tindakan bodohmu itu hanya akan membuat teman satu tim kamu menemui kecelakaan bersama” Ouyang Piao terlihat mulai marah ketika temannya itu mencoba membantah.
Sedikit ketegangan diantara keduanya dipotong Sima Yong,
“Sebaiknya kalian berdua diam. Jangan coba-coba untuk berbicara keras-keras. Aku mendengar sesuatu….” Sima Yong membisikkan kalimat menggunakan transmisi suara kedua orang Klan Ouyang itu.
Baru saja Sima Yong berkata seperti itu, tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara nyanyian…
“Mari kita pergi melihat, siapa yang bernyanyi itu…”
Ketiganya berlari menuju suara nyanyian itu. Ketika mereka pada akhirnya mereka telah mendekati tempat dimana suara nyanyian itu berasal, terlihat di kejauhan jarak 50 meter terdapat sepuluh praktisi tengah kesurupan mengelilingi sosok aura kabut merah yang mengeluarkan suara nyanyian. Kesepuluh praktisi itu sepertinya telah terbius akibat terkena sihir aura aneh itu.
Mereka mengelilingi aura itu dengan sikap patuh dan jinak, dimana satu demi satu praktisi itu melangkah mendekati aura kabut merah. Ketika ke sepuluh praktisi yang terpikat nyanyian dan memasuki kabut merah, sebuah penampakan menjijikan terpampang didepan mata Sima Yong.
Tubuh mereka langsung meleleh dan mengeluarkan nanah tatkala terkena semacam energi dikabut merah itu. Semakin masuk kedalam kedalaman aura kabut, karena sihir, terlihat semakin banyak daging manusia yang membusuk hanya dalam hitungan detik.
Meski mata orang-orang itu terlihat panik dan ingin memberontak, akan tetapi mereka tidak mampu menepis perintah sihir. Ketika pada akhirnya seluruh tubuh lenyap memasuki area kabut merah… terdengar letupan kecil diiringi penampakan gelembung darah yang mendidih. Letupan itu adalah daging yang membusuk lalu mencairnya menyisakan cairan darah.
Pada akhirnya gelembung darah itu mendidih ditanah, lalu kemudian menguap menjadi debu. Tidak ada sesuatu yang tersisa dari praktisi itu. Tidak terdengar jeritan, tidak terdengar suara apapun. Semua Kembali sepi seperti tidak terjadi apapun disana. Aura itu kemudian berpindah dengan cepat kearah Sima Yong dan dua jenius Klan Ouyang.
Meski Sima Yong Bersama dua jenius Klan Ouyang tercengang melihat kejadian itu menyeramkan itu, tanpa menunggu kejadian sama terulang dan memikat mereka, berteriak dalam transmisi suara.
Ketiganya berlari menjauh dari tempat yang aneh itu. Tujuan mereka adalah menuju ke bagian Barat tempat Pegunungan Biru berada. Tanpa terduga Ketika mereka tengah berlari belum terlalu jauh dari tempat aneh tadi, secara tiba-tiba sebuah aura berwarna merah keluar dari tanah dan mengurung mereka bertiga.
Kurungan aura itu menjangkau hingga sepuluh meter luasnya. Ouyang Qing dan Ouyang Piao menjadi gemetar seketika. “Kami telah mati” pikir mereka.
Sima Yong sendiri merasa sesuatu tekanan aura sihir yang keluar dari kabut itu. Itu adalah seperti sebuah sihir yang di rapalkan oleh Praktisi Mental berkekuatan Master Jiwa Saint. Sima Yong menjadi pucat.
Sihir Saint adalah sebuah kekuatan mental yang sangat tinggi. Bahkan di Domain Elf Utara, Sima Yong belum pernah menemui seseorang berkekuatan Jiwa setara Master Jiwa Saint.
“Apa yang akan kita lakukan???” dengan gugup Ouyang Piao berbicara menggunakan transmisi suara.
“Tenang sebentar… aku mencoba memikirkan cara…” balas Sima Yong.
Nyanyian sihir Kembali terdengar disusul penampakan semacam monster hitam yang tidak memiliki bola mata tampak mengulurkan tangan kearah tiga orang itu.
Di tengah kengerian yang melanda mereka bertiga, Pandangan Jiwa Sima Yong seperti melihat salah satu celah di sudut dalam aura berkabut. Itu adalah celah yang lebih tipis dibanding bagian lainnya. Tanpa berpikir Panjang, sebuah tusukan pedang yang mengandung Niat Pedang di lancarkan ke bagian yang lebih tipis itu,
“Interpretasi Niat Pedang…”
Sebuah serangan pedang yang mengandung Niat Pedang Interpretasi Niat Pedang itu dengan penuh kesombongan mengiris bagian tipis dari dinding aura sihir yang mengurung mereka bertiga. Dinding sihir itu terkoyak…
__ADS_1
“Lewat sini..!!”
Sima Yong dengan segala kekuatan yang dia miliki (kekuatan semua praktisi telah menurun 50% ketika berada didalam domain itu) dia melompat menembusi celah yang telah di sobek oleh interpretasi niat pedangnya. Dirinya melirik kebelakang. Hatinya merasa lega ketika melihat dua orang jenius Klan Ouyang melompat keluar mengikuti jejak nya melewati celah yang telah di sobek itu.
“Mari kita berlari dengan cepat ke bagian barat menuju Pegunungan Biru” Sima Yong memberi instruksi. Ketiganya langsung bergegas menggunakan light skill untuk menghindari daerah terkutuk itu.
Dalam sekejab mata ketiganya telah memulai berlari mendaki Pegunungan Berkabut itu untuk menyeberang ke Pegunungan Biru.
Sementara ketiga jenius itu sedang berlari untuk secepatnya mencapai Pegunungan Biru, tiada mereka sangka bahwa ada empat sosok berpakaian serba hitam telah mengunci pandangan kearah mereka dari atas pegunungan.
Keempat sosok itu adalah kelompok ras iblis yang masing-masing Bernama; Mao Fu (Alam Raja B1), Mao Heng (Kuasi Alam Raja), Mao Bei (Alam Spirit Agung B9) dan Mao Dazhong (Alam Spirit Agung B9).
Mao Heng berkata kepada kawan-kawannya,
“Lihat… bukankah itu adalah pria Elf yang disebutkan telah membunuh beberapa saudara kita ras dari iblis? Mari kita habisi dia” Mao Heng sangat antusias untuk melenyapkan Sima Yong.
Dalam perhitungannya, Elf itu hanya berjalan Bersama dua orang saja. Itupun kedua teman perjalanannya nya hanyalah Praktisi lemah dari Klan Ouyang. Memang, diantara keenam Sekte Bintang Lima itu, Klan Ouyang merupakan Sekte yang paling dibawah kemampuannya.
Mao Heng adalah seorang Tuan Muda di ras iblis. Kakaknya adalah jenius di ras iblis Bernama Mao Gao yang digadang- gadang kan sebagai Raja Pedang Wilayah Barat. Mao Gao hingga saat ini adalah satu-satunya praktisi di Barat yang telah memahami niat pedang. Mao Heng dan Mao Gao adalah keturunan langsung dari leluhur ras iblis Mao Po Sin yaitu ahli di ranah Alam Pencerahan Suci bintang dua.
Tentu saja dengan status yang setinggi itu, Mao Heng selalu dilindungi oleh kawan-kawannya. Akan tetap Mao Heng itu adalah sosok yang tidak bisa membedakan tingginya langit dan dalamnya lautan. Mao Fu pria iblis yang merupakan pemimpin kelompok mereka lalu memperingati Mao Heng,
“Mao Heng… aku tidak menginginkan terjadi sesuatu terhadap anda. Aku telah berjanji untuk bertanggung jawab ketika kakak Mao Gao memintaku untuk menjagamu. Lagipula …diluar sana telah menanti Sesepuh Agung Mao Po Sin. Apa yang harus aku jawab jika nanti terjadi sesuatu dengan mu? Elf Bernama Sima Yong itu bukan sosok sederhana yang dapat kita berempat hadapi”.
“Hahaha… Mao Fu. Anda terlalu khawatir. Lihatlah… kita berempat dengan tingkat kultivasi kuasi Alam Raja dan Alam Raja Awal. Belum lagi dua iblis ini memiliki kultivasi Alam Spirit agung 9. Aku yakin kita dapat menaklukkan pria Elf itu. Dia hanya memiliki dua teman di ranah Spirit Agung 9 dari Klan Ouyang. Apakah anda takut dengan kekuatan mereka yang terlihat lemah itu?”
“Tidak perlulah kita berempat ini merasa takut dengan mereka. Dan lagi… dapatkah anda bayangkan jika kita keluar dari domain ini membawa kepala Elf itu? Kira-kira kompensasi apa yang akan diberikan Sesepuh Agung nanti? Pil kenaikan kultivasi? Sebuah Teknik iblis kelas Surgawi? Atau… senjata roh peringkat surgawi?”
Mao Heng menatap ketiga temannya dengan menggoda mereka akan hadiah-hadiah menggiurkan dari Sesepuh Agung nanti.
Apalah daya Mao Fu seorang praktisi iblis yang selalu bersaing dengan Mao Gao di ras mereka. Karena status Mao Gao yang lebih tinggi, sehingga semua sumber daya ras iblis yang bermutu tinggi selalu diberikan ke Mao Gao.
Mao Fu meskipun seorang jenius, karena berasal dari keluarga biasa saja, maka sejak dini dia selalu berjuang mati-matian untuk bisa mencapai kultivasi seperti ini.
Bahkan sejak kecil dia telah menjadi pelayan Mao Gao. Dengan merendahkan diri seperti itu, dirinya mendapat sedikit sisa-sisa sumber daya Mao Gao yang kemudian dia kembangkan.
Sehingga Ketika Mao Heng membujuknya untuk menyerang Sima Yong Bersama-sama, dia menjadi tergiur karena membayangkan kompensasi yang akan diperoleh dari Sesepuh Agung nanti.
Mao Fu terbujuk rayuan dengan mengabaikan bahwa kultivasi Sima Yong sama sekali tidak terdeteksi. Dia bahkan lupa dengan wejangan tua-tua yang mengatakan bahwa, seseorang dengan kemampuan menyembunyikan kultivasinya, adalah sosok yang berbahaya…..
******
Sima Yong Bersama dua jenius Klan Ouyang itu terlihat melompat tinggi untuk menyeberang sebuah lembah di Pegunungan Berkabut. Ketika kaki mereka baru saja akan menginjak tanah di seberang, tiba-tiba mereka merasa telah terkurung didalam empat gulungan asap hitam yang membuat ketiganya sesak nafas.
Belum habis kejutan asap hitam yang terasa membius itu, muncul lah dengan cepat empat cakar iblis besar yang tajam bagaikan pedang, menebas dengan kejam kaki ketiganya yang akan berpijak di tanah. Kejadian itu terjadi benar-benar sangat cepat dan membingungkan.
“Srreeett….”
__ADS_1
Empat cakar rakasasa teelihat mengiris dalam kecepatan tinggi, kemudian disusul teriakan jeritan menyayat hati ketika sebuah serangan cakar iblis itu merobek punggung Ouyang Qing….
*Bersambung*