
Musim Bunga kini berganti dengan musim panas. Lalu tanpa terasa, tiga bulan musim panas pun akan berlalu untuk memasuki musim gugur. Semua berlalu demikian cepat seolah waktu enggan untuk berlambat-lambat menyaksikan kejadian-kejadian besar di Benua Penyaringan Dewa itu.
Di Benua Penyaringan Dewa, pada waktu musim panas, di kedalaman jurang yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan tepian antara dunia biasa dengan dunia kaum kuno, seorang anak Muda terlihat berteriak dengan keras,
Hiyaaaaaaat !
Ketika itu, dia si anak muda itu tengah mengakhiri sebuah sesi pelatihan yang mana dia mengalahkan Sepuluh Pedang Roh ilusi yang bergerak sangat cepat. Dengan jalan mematahkan sepuluh Pedang Raja itu menjadi dua bagian
Trang - trang - trang ! Wajah anak muda itu terlihat puas, segala jerih lelahnya berbuah sudah.
Itulah dia Sima Yong anak muda kita, yang kini dalam posisi berdiri dengan dengan nafas memburu.
Rangkaian akhir dari ujian Level 30 di Makam Pedang Klan Raja Pedang Elf, setelah mengalahkan seribu pedang kecepatan 30 kali, adalah mengalahkan 10 Pedang Raja yang bahkan kecepatannya lebih cepat dari 30 kali kecepatan pedang biasa.
Dan Sima Yong akhirnya berhasil menyelesaikan rangkai akhir Pelatihan di Dungeon Makam Pedang Level 30 itu.
"Hebat. Anda berhasil mematahkan Sepuluh Pedang Raja. Dengan begitu anda layak di sebut lulus Level tiga puluh...
Silahkan maju dan ambil reward anda.
Anda dapat mengambilnya di balik batu di penghujung lantai level 30 ini"
Suara array secara otomatis terdengar di dalam Makam Pedang terdengar, membuat anak muda itu tidak menyia-nyiakan hal yang telah sekian lama dia nanti-nantikan.
Ketika dia melihat benda logam tipis berwarna hitam, dia menjerit girang,
"Rompi (Armor) Immortal warna hitam" mata Sima Yong terbelalak melihat benda peringkat tertinggi dari kelas Immortal itu.
Sima Yong lantas memeriksa unsur manfaat yang terkandung di dalam rompi itu,
"Demi dewa... Tiga manfaat di dalam satu rompi?" suara Sima Yong terdengar tidak percaya.
"Lihatlah ini betul-betul rompi istimewa ...
Tidak seperti manfaat rompi pada umumnya yang hanya konsentrasi pada, Blokade serangan semata.
Akan tetapi terdapat juga manfaat Akurasi serangan dan Penambah Kecepatan tempur pengguna didalam rompi Immortal ini !
Terima Kasih senior Makam Pedang !" Sima Yong lantas sujud memberi hormat.
Selepas itu, dia langsung mengenakan Rompi (armor)
Wush !
Seketika rompi langsung menyatu dengan kulitnya, sampai-sampai dia merasa seolah-olah tidak mengenakan apa-apa di badanya, selain busananya itu..
__ADS_1
"Ahh... Benda ini terasa pas sekali di tubuhku. Selain itu, kini kecepatan ku malahan lebih dari 30 kali, Hahahaha"
Anak muda itu tertawa senang. Penambahan efek manfaat di Rompi Immortal itu benar-benar suatu berkah bagi Sima Yong.
"Blokade, Akurasi dan Evasion dalam satu paket rompi, benar-benar berkah" batin Sima Yong.
Sementara itu Sima Yong langsung memperhatikan benda kecil seukuran telapak tangannya yang diberikan Makam Pedang. Benda itu berbentuk Pedang bermata satu, yang di kedua bagian yaitu gagang dan kepala pedang, terdapat ukiran bintang.
Bintang itu sekali-sekali berpendar memancarkan cahaya layaknya cahaya bintang di malam hari.
"Ah.. Ini benar-benar harta relikui peninggalan Yang Mulia Raja Pedang Kaum Elf. Bukankah Kaum elf sangat memuja Bintang?
Aku tidak akan menyia-nyiakan manfaat yang di berikan"
Sima Yong lantas berbicara menggunakan benaknya untuk menyentuh roh relikui itu...
"Senior Raja Pedang... Ijinkan hamba untuk menyerap kekuatan anda.."
Tidak ada jawaban apapun dari Relikui itu, akan tetapi Sima Yong merasakan getaran di dua ukiran bintang itu yang kemdian menyusul cahaya berkerlap kerlip, seolah berkata, "anda dapat langsung menyerap kekuatan relikui itu"
Anak muda itupun larut didalam kultivasi, bersemedi untuk menyatukan kekuatan yang ada didalam relikui agar menyatu dengan dirinya.
"Kekuatan ini sedemikian dahsyat, aku tidak dapat menyerapnya hanya dalam waktu satu dua minggu saja.
Mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya..."
Pada kenyataannya, dia berkultivasi memisahkan semua pikirannya dari dunia luar, dengan tekad menyerap sebanyak mungkin energi di relikui untuk meningkatkan kultivasinya.
Pagi berganti malam, kembali pagi dan seterusnya. Bulan berganti hingga pada waktunya Wilayah Utara memasuki musim gugur.
Ketika itu udara semakin bertambah dingin, karena musim gugur sisa sebulan lagi akan berakhir, lalu musim salju akan kembali melanda seluruh Wilayah Utara Benua Penyaringan Dewa.
Pagi itu, Kota Kuno belum lagi terjadi keramaian dan aktivitas seperti kebiasaan orang-orang pada hari-hari biasa. Ketika itu, secara tiba-tiba di langit terdengar suara gemuruh yang amat keras. Langit seketika menjadi gelap tertutup awan, dan membuat orang-orang menjadi enggan keluar rumah...
"Lihatlah... Baru saja musim salju akan datang sebulan kemudian, akan tetapi langit telah terlebih dahulu merencanakan badai salju jauh sebelum waktunya tiba" kata seseorang.
"Dari mana anda tahu akan turun salju? Sementara musimnya masih sebulan dari sekarang?" bantah kawannya.
"Bodoh... Tidakkah kamu merasa udara seketika bertambah dingin? Aku yakin tidak sampai malam nanti, salju telah akan memenuhi Kota Kuno kami ini,
Lebih baik aku mencari makanan sebelum salju membuat kami terjebak di rumah tanpa bahan makanan apapun?'
Demikian perbincangan diantara orang-orang di pasar Kota Kuno. Sementara itu di beberapa Sekte dan Klan Super, para ahli berdiri dalam kekalutan menyaksikan fenomena itu.
Saat ini di Klan Xu...
__ADS_1
"Siapa gerangan ahli yang menerobos SAGE itu?" bisik Patriak Xu pelan. Dia menatap langit yang gelap, namun petir dan halilintar raksasa yang seperti lidah api, tak henti-hentinya menjilat-jilat ke bumi berulang kali. Semua Ahli kelas atas tahu. Itu adalah tanda Petir Kesengsaan level dua untuk peringkat SAGE.
"Arah nya di bagian lebih ke utara Kota Kuno ini Patriak.
Apakah itu seseorang dari Sekte Kuno?" tanya penatua Klan Xu khawatir.
"Aku yakin begitu.
Sepertinya celah kekuatan diantara kami Klan Super dengan Sekte Kuno akan semakin dalam" keluh Patriak Xu.
Beberapa saat kemudian setelah petir dan kilat itu mereda, semua orang di buat terbengong-bengong.
Sebuah fenomena aneh lainnya terjadi diangkasa, diantara gelapnya langit. Semua dapat menyaksikan langit meskipun gelap tertutupkan awan, namun tampak sebuah celah besar yang mengeluarkan sinarnya, yang jatuh ke bumi, bagian Utara. Awan berubah menjadi warna perak karena efek itu.
Patriak Xu tampak semakin panik,
"Bahaya... Ahli itu menerobos bukan hanya satu tingkat saja. Sepertinya orang itu menerobos dalam beberapa tahap kultivasinya.
Dan lihatlah... Sinar yang keluar dari lubang di awan gelap itu, warna perak, silver. Itu warna sebuah bintang !
Demi apapun... Orang itu menerobos ranah SAGE menggunakan salah satu Relikui dari Delapan Relikui Abadi !" wajah Patriak Xu memucat.
"Er.. ada apa dengan Delapan Relikui Abadi, Patriak?" tanya Penatua itu.
Dalam tatapan nanarnya, Patriak Xu menjelaskan,
"Hanya Delapan Relikui Abadi saja yang dapat menjamin seseorang mencapai Immortal. Jika dia menggunakan delapan relikui itu dengan lengkap, sudah pasti dia akan menjadi Immortal.
Jika dia menggunakan satu relikui, maka kenaikan kultivasinya akan terjadi beberapa tingkat sekaligus".
Semua petinggi di Klan Xu seketika terbelalak matanya,
"Bukankah hadiah utama Super Jenius Demigods nanti, adalah salah satu relikui itu bukan?" tanya si Penatua.
Patriak Xu hanya mendengus dingin,
"Meskipun itu adalah salah satu relikui abadi, namun itu cuman setengah bagian saja. Sisanya tidak tahu dimana keberadaan benda itu. Dan itu adalah warisan relikui Klan Raja Pedang Terbang".
Hingga sore menjelang, kondisi langit di wilayah utara dalam keadaan setengah gelap keperakan dimana fenomena awan berwarna perak.
Penampakan sinar bintang yang keluar melewati celah di awan-awan keperakan itu, membuat fenomena tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan praktisi bela diri. Semua tak henti-hentinya kepingin tahu. Siapakah ahli yang beruntung itu?.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.