Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Busur Panah Es


__ADS_3


Istana Es yang tadinya terasa hangat, kini drastis berubah dingin membeku ketika Dewa Puncak Himalaya menarik anak panah dari busurnya.


"Ini adalah hawa dingin yang mistis, hawa yang berasal dari kekuatan-kekuatan kuno. Kekuatan ini tak bisa di pungkiri, hanya dapat berasal dari relikui klan-klan kuno."


Dewa Puncak Himalaya berkata dengan congkak,


"Aku ingin melihat, apakah si paling tahu segala seperti kamu ini, mampu dan bertahan dari Busur dan Panah Es Klan Kurcaci kami?"


Roh yang disimpan di dalam Panah Es itu adalah ketika sang Raja Kurcaci masih berusia muda. Kala itu dia adalah seorang yang congkak dan tiada memiliki tandingan. Namun seiring berjalan waktu, ketika Raja Kurcaci meembus ranah Immortal, dirinya telahberubah menjadi lebih bijaksana - tidak seperti sepenggal roh ketika dia masih muda dulu.


Panah belum lagi terlepas dari busurnya, namun suhu menurun dengan drastis. Badai Salju mulai tercipta, angin dingin mengiringi gerakan busur itu.


Sima Yong langsung berubah menjadi serius. Angin dingin yang di timbulkan relikui itu memberi tanda bahaya.


"Relikui kuno harus di lawan dengan kekuatan relikui kuno !" batin nya. Pedang Immortal Hitam tahu-tahu telah di pegang tangan kanannya. Diam-diam ia berbisik..


"Senior Hei Jian, apakah anda telah bangun?"


Lama tak di gunakan, Hei Jian sang Roh Pedang Terbang, selama ini mengaku perlu kalau dia beristirahat - yaitu tidur panjang setelah melewati pertempuran besar melawan relikui milik Raja Iblis yang di kuasai Semidevil ranking pertama neraka dunia - kala itu adalah suatu perang antara Kaum Pembebas melawan Kekaisaran Rajawali Agung di Benua Penyaring Dewa.


"Aku telah bangun beberapa waktu yang lalu. Namun aku masih kepingin bermalas-malasan, setelah tidur panjang ini. Apa yang kamu perlukan anak muda?" suara Hei Jian terdengar di benak Sima Yong.


Dengan girang si anak muda berbicara,


"Satu Relikui kuno terlihat berdiri di depan ku sana, apakah anda melihatnya? " SIma Yong membiarkan Hei Jian mengintip. Lanjutnya


"Dia sebenanrny adalah Senjata Busur Panah Es peninggalan Klan Kurcaci. Apakah Pedang Terbang kami dapat di jejerkan melawan relikui itu?" bisik Sima Yong melalui benak.


Dengan satu dengusan Hei Jian berkata,


"Aku melihat nyata-nyata dia itu hanya satu roh kurcaci muda. Dia memang sangat mahir menggunakan teknik ilusi yang kuat sampai mampu menyamarkan penampilannya.


Well.. Orang tua ini menjadi gatal tangan. Aku belum pernah bertukar puklan dengan satu ras kurcaci sama sekali. Cepat kirim aku kepadanya !


Ingat ! Kurcaci akan bertambah-tambah berbahaya dan kekuatannya cenderung meningkat, kita terpancing mengikuti gaya dia - bertempur dengan jarak jauh adalah keahlian pemanah seperti itu !


Segera kirim aku ! Kamu jangan terperdaya dan bertempur jarak jauh !" jawab Hei Jian cepat.


Sima Yong tertawa kecil. Ia sengaja memancing Hei Jian - roh itu agar seketika mengambil tindakan ekstreem saat bertempur


"Kalau demikian aku tak akan sungkan-sungkan lagi" kata Sima Yong.


Pada satu kerdipan mata sebelum Dewa Puncak Himalaya mengirimkan Anak Panah Es... Sima Yong mengucapkan mantra Teknik Kuno Pedang Terbang,

__ADS_1


"Pergilah !"


Nampak jelas Dewa Puncak Himalaya tertegun


"Relikui ajaib lainnya?" matanya menyala. Air muka serakah lantas terpampang di wajah samarnya.


Sosok anak muda yang agung itu telah mengambil tindakan serangan terlebih dahulu. Pedang Hitam nya berubah menjadi gulungan asap tebal. Pekat dan kelam seperti warna tinta. Citra Naga tercipta dari asap tebal. Penampakan aneh terlihat. Tepat di punggung naga ilusi itu, seorang bocah kecil terlihat garang sambil membawa pedang - membuat gerakan menebas ganas kearah Dewa Puncak Himalaya.


Dewa Puncak Himalaya refleks langsung melepaskan anak panahnya.


Wush !


Satu gulungan badai es terlontar ganas, ikut-ikutan langsung bergulung dengan menyerupai hitam naga dan bocah pemegang pedang. Kemudian dengan suara mengerikan dari dalam badai es terdengar bentakan keras "Istirahat !"


"Mati !" balas teriakan bocah laki-laki diatas naga. Pedang di tangannya dalam gerakan lurus tanpa getaran, menusuk kearah badai salju yang samar-samar terlihat bayangan satu kurcaci. Itulah roh relukui yang mengendalikan badai es itu.


Trang ! bunyi benturan pedang ketemu martil di tangan roh kurcaci.


Suiittt ! anak kecil itu (Hei Jian) melompat mundur lalu kemudian dengan sekali sentakan, kaki nya menutul di lantai dan kembali menerjang dengan tusukan pedang kearah kurcaci.


"Suit !" satu suara pedangnya terdengar mencicit, ketika Hei Jian berubah wujud menjadi pedang dan bergerak cepat seperti iblis bersayap. Gerakan pedang kini berubah dalam gerakan menebas beraura kilat keemasan.


Adapun Roh kurcaci itu terlihat tak mau kalah. Roh juga berubah cepat menjadi senjata martil - kini berputar-putar menimbulkan hawa dingin. Udara membeku, bahkan menjadi retak-retak karena energi es.


Energi kilat emas menebas kearah martil dengan kekuatan yang tidak terbayangkan. Wush !


"Begitu menindas dan membawa hawa kematian !" Dewa Puncak Himalaya bergumam ngeri. Dia mengemposkan energi kedalam kabur es.


Martil kurcaci itu mendapat dukungan energi tambahan, lalu bertndak seakan tak mau mengalah. Energi dingin membeku lantas terbentuk, membuat ruang dan waktu yang retak-retak kini menjadi kristal, mengancam semburat energi emas memastikan diri mampu mematahkan serangan pedang Hei Jian.


Duar ! Istana Es bergetar hebat ketika benturan terjadi diantara dua relikui itu. Percikan kembang api meluap dengan indah namun berbahaya membuat energi es yang mengkristal seketika meleleh.


Dalam rupa gulungan asap hitam, Pedang Immortal Hitam terbang mundur dan hinggap dalam genggaman Sima Yong. He Jian terdengar bernapas dengan memburu. Pihak lawan adalah sosok penggalan roh yang tangguh !


"Darah ! buatkan satu domain darah dan aku akan menaklukkan kurcaci itu !" teriak Hei Jian marah. Keagungan dan ke-digdayaan nya yang kini memperoleh lawan sepadan membuat nya menjadi geram. Relikui Busur Panah Es peninggalan Klan Kurcaci tidak dapat dianggap remeh !.


Mulut Sima Yong lantas komat-kamit. Ia menggigit jarinya dan meludah. Darah..!


Puih !


Seketika warna merah darah melebar, banjir darah terjai. Tangan kiri anak muda itu membentuk gerakan melingkar, satu bola udara tercipta. Ia melempar bola udara itu kearah genangan darah di depannya.


"Domain darah !"


Ruang di belakang Sima Yong melengkung, menarik-narik dan menyedot energi yang tersisa di permukaan bumi dan neraka, semua terkumpul dan tercurah kedalam domain itu.

__ADS_1


"Bunuh !" titah Sima Yong


Tangan kirinya melambai kedepan, menyusul gulungan asap hitam berbentuk naga dengan wujud Hei Jian, kembali bergerak. Jauh lebih cepat dari hantu - membawa domain darah dan menerkam bengis ke Dewa Puncak Himalaya.


Dewa Puncak Himalaya tidak lantas menjadi panik. Dengan posisi melengkung seperti busur, dia menarik gendewa itu panjang-panjang - anak panah es di badan busur.. "Dunia Es" pekiknya


Satu kilatan cemerlang layaknya kristal es terbang jauh ke udara dan jatuh dengan cepat ke tanah dalam wujud ribuan panah beku..


"Freeze ! Membeku"


Udara menjadi terdiam dan semua terperangkap di dalam kristal es. Hei Jian dan asap naga ikut terperangkap. Dewa Puncak Himalaya tertawa bangga..


"Belum pernah seorangpun yang selamat dari serangan membeku ini. Tidak nanti roh pedang seperti kamu, bahkan neraka pun akan membeku ketika Busur Panah Es kurcaci di buat marah"


Dewa Puncak Himalaya telah merasa kalau kemenangan di depan mata. Serangan Busur Panah Es itu, selain membuat dunia membeku, efek yang selalu di hasilkannya adalah racun dingin yang menghapus kekuatan lawan sebanyak lima puluh bagian. Artinya serangannya itu selalu memberi hasil memuaskan dalam pertempuran, sebab lawan akan menjadi lemah setelah energi dasarnya berkurang.


Lalu ketika lawan menjadi lemah dan kehilangan sebagian energi, dia tidak membutuhkan banyak waktu untuk meraih kemenangan. Saat lawan menjadi cepat lelah karena energitinggal separo maka Dewa Puncak Himalaya tinggal memanen kemenangan tanpa menggunakan banyak tenaga. Sosok pria bertudung serba hitam itu tersenyum lebar.


"Picik ! bodoh !" maki Hei Jian.


Hei Jian memaki setelah melihat Domain Darah kini merembes keluar dari dunia es. Menusup dngan cepat sehingga berbalik menelan Dewa Puncak Himalaya, memerangkap nya di dalam domain darah.


"Apa yang terjadi?" teriak Dewa Puncak Himalaya bingung.


Dia bingung ketika keadaa berubah cepat. Kini dia yang berbalik erperangkap di dalam ruang berwarna merah. Lalu dengan cepat dia merasa semua kekuatannya menurun di dalam domain darah itu. Semua kemampuannya menurun dengan cepat, seolah-olah di kendalikan oleh suatu kekuatan absolut tak terlihat.


Dewa Puncak Himalaya dengan cepat membaca mantra, untuk mengembalikan energinya yang dengan cepat menurun.. "Ini Salah. Ini tidak boleh terjadi" katanya panik.


Dewa itu terlihat semakin gelisah, ketika dia melihat anak muda yang agung itu tiba-tiba telah berada di dalam domain ruang dan waktu berwarna merah itu. Kata anak muda itu sambil melayang.


"Ini adalah domain ku sendiri. Aku di dalam domain ini adalah penguasa. Aku adalah dewa di dalam domain ini" Wajahnya terlihat mengkereng. Dewa Puncak Himalaya mencoba menarik semua energi dari bumi dan langit "Tidak bisa!" batinnya panik.


Anak muda itu semakin terlihat mengerikan..


"Dan kamu.. kamu sepenggal roh yang tersisa, kamu hanyalah debu tak berarti di dalam domain ini. Saatnya kamu kembali menjadi roh di dalam relikui, mentaati perintahku sebagai pemilik baru relikui kaum kurcaci itu" Anak muda itu mengeluarkan satu benda berbentuk bulat seperti mata misitis dari dalam cincinnya.


Itu adalah Mata Sang Ratu, terlihat indah berkilauan mengandung energi jahat dan kekuatan sihir. Ia mengangkat bola mata itu tinggi-tinggi...


"Apa yang semula adalah benda mati, kembali lah menjadi benda mati.


Tidak ada yang dapat melawan kutukan Mata Sang Ratu Vampire..." teriaknya.


"Kembalilah menjadi roh yang damai di dalam Busur Panah Es !" titah Sima Yong.


Bersambung

__ADS_1


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3


__ADS_2