
“Bagi praktisi yang kultivasinya masih dibawah Alam Raja bintang 8 sebaiknya membawa bahan peledak itu” kata seorang Jingling dari Ordo Dewa Perang kepada anggota lain dari ordo itu.
Di bagian halaman Puri Merak Emas itu memang tersedia ribuan tong berisi bahan peledak. Seperti diketahui didalam kompetisi ini, Ordo Veteran akan menjaga tiga buah kristal, masing-masing berada di aula pertama, aula kedua dan terakhir di aula ketiga.
Dan untuk menghancurkan kristal ini diperlukan kerja sama antar Ordo Bersama-sama meledakkan kristal. Kristal tersebut posisinya menjuntai dari langit-langit aula istana dengan tekstur yang amatlah keras dan kuat. Kristal itu dibuat dari bahan khusus dan di pajang secara sihir sehingga memiliki berbagai kelebihan tidak terduga.
Kristal itu juga sesekali sering mengeluarkan cahaya yang bersifat mematikan bagi praktisi yang berdiri pada jarak tertentu ketik mendekati dirinya. Bagi ahli yang memiliki kekuatan ATK tidak terlalu tinggi, mereka wajib membutuhkan tong berisi bahan peledak yang dapat dilemparkan kearah kristal.
Beberapa praktisi yang tidak paham dengan keberadaan dan manfaat bahan peledak lalu bertanya.
“Hanya saja, bukankah dengan berat bahan peledak dalam tong itu, akan sangat mengganggu ketika kami diserang pihak musuh dan memulai pertempuran?’
“Bukankah ketika kami membawa tong besar berisi bahan peledak, baik itu Langkah kecepatan, kekuatan tempur juga akan menurun? Bagaimana jalan keluarnya Ketika berhadapan dan harus bertempur?” Praktisi dari Ordo Dewa Perang.
“Mau tidak mau anda harus menurunkan terlebih dahulu tong peledak anda dan bertempur. Memang anda harus memulia ulang mengambil tong itu yang Kembali memakan tenaga. Akan tetapi hanya itu satu-satunya jalan keluar. Sesudah selesai bertempur barulah anda dapat membawa Kembali tong peledak itu” jawab temannya.
Sima Yong berbisik menggunakan transmisi kepada empat kawannya.
“kelompok kita tidak perlu membawa tong peledak itu. Akan amat mengganggu Ketika di tengah jalan pihak kita disergap oleh para ahli Ordo Veteran”
“Lagi pula, aku merasa kekuatan ATK dari kita semua telah mencukup untuk bergabung merontokkan kristal tersebut” Lanjut Sima Yong memberi pendapat.
“Benar.. aku sendiri meskipun memiliki kultivasi paling rendah, namun dengan job kultivasi sebagai assassin maka Ketika diriku membawa benda berat seperti tong peledak itu, maka akan sangat mengganggu kelincahan gerak seorang ahli assassin” kata Niryadi.
“Aku memutuskan tidak membawa Tong Peledak itu” kata Tang Yuwen dan Ye Bing Qing.
Hattaudha pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti keinginan semua orang untuk tidak memberatkan diri dengan membawa tong peledak. Meskipun demikian, minat banyak ahli untuk membawa tong peledak tidak berkurang. Banyak diantara mereka yang terlihat sedang antri untuk mengambil bahan peledak itu. Dan memang dari sekian ribu praktisi, kelompok terbanyak yang memutuskan membawa tong peledak adalah praktisi yang merasa kekuatan tempur ATK mereka tidak memiliki kekuatan ATK yang tidak terlalu tinggi.
******
Setelah menunggu beberapa saat, ttiba-tiba terdengar siulan yang amat keras menggema di seluruh area halaman Puri Merak Emas.
“Siulan pertanda kompetisi Perang Ordo telah dimulai” seseorang berteriak dengan antusias.
“ayo kita masuk…” sambut yang lain. Diikuti gerombolan demi gerombolan memulai Langkah untuk persiapan bergerak.
Pada saat itu juga seiring bunyi siulan terdengar, tirai tipis yang menyegel halaman Puri Merak Emas dengan jalan setapak itu terbuka……
“Wush…..”
Pemandangan di hadapan ribuan praktisi empat ordo itu terlihat berubah. Terdapat sepuluh pintu gerbang raksasa yang muncul dihadapan semua orang. Masing-masing pintu gerbang memancarkan warna yang berbeda-beda. Gerbang berwarna itu masing-masing memancarkan warna yang menarik sehingga para ahli itu merasa bingung untuk memasuki gerbang yang mana.
“Masing-masing gerbang akan berisi tantangan yang berbeda untuk menuju ke aula Puri Merak Emas” seseorang berteriak memberi informasi.
Sepertinya semua tantangan di Puri Merak Emas ini dibuat secara shiri dan menggunakan array tingkat tinggi. Bahkan Sima Yong merasakan kesulitan Ketika dia diam-diam mencoba memahami Teknik array dari pemandangan gerbang dihadapan mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa kelompok bergerak memasuki salah satu Gerbang berwarna itu, SIma Yong mengajak kawan-kawanny untuk memasuki gerbang……
“Mari kita memasuki gerbang berwarna Emas itu Kata Sima Yong” dengan berpegangan tangan mereka berlima melompat ke pintu gerbang yang berwarna emas tersebut.
“Wusshhh….” Ketika berada di dalam gerbang emas tersebut, semua pemandangan sekali lagi berubah.
Saat ini yang dilihat mereka adalah sebuah danau luas seakan tiada berujung yang memiliki jalan berkelok-kelok. Lebar jalan yang hanya selebar 3 meter itu terlihat licin sehingga diperlukan ketrampilan mengendalikan kesimbangan Ketika melewati jalan setapak itu.
Sementara itu, berdiri disebelah sana terlihat bayangan lima praktisi yang menggunakan jubah khusus berlogo Ordo Veteran. Meski samar , mereka dapat menebak siluet 5 praktisi disebelah yang i masih tertutupi tirai membatasi ruang diantara lima praktisi Ordo Sayap Suci dan Lima praktisi Ordo Veteran itu.
“S****t” kita termasuk kelompok yang masuk didalam mode tantangan perang 5 versus 5 melawan Ordo Veteran”.
“Sebaiknya semua bersiap dan waspada” kata Sima Yong
Sebuah suara bergema diatas arena 5 versus 5 berbentuk jalan setapak diatas danau itu….
“Waktu pertempuran 5 versus 5 akan dimulai dalam hitungan ke sepuluh. Dan hitungan mundur dimulai….”.
“Sepuluh… Sembilan… delapan…. Tujuh…..”
Sima Yong yang telah menggunakan kekuatan jiwa dan menyelidiki pihak lawan, berbisik menggunakan transmisi…
“Aku telah melihat menggunakan kekuatan jiwa untuk mengecek lima bayangan dibalik tirai ini. Musuh kita adalah praktisi ras mogui di Alam Tanpa Batas bintang1, 2 ahli judade ranah kuasi Alam Tanpa Batas dan 2 ras airen Alam Raja Bintang 9”.
“Bing Qing dan Yuwen persiapkan jebakan sihir dan array” lanjutnya
“Enam…. Lima… empat… tiga… dua…. Satu…..”
“Mulai..!!!!!” tirai penghalang diantara lima pasang praktisi Ordo Sayap Suci dan Veteran itu terbuka.
Tiga bayangan praktisi Ordo veteran terlihat melompat menerkan kea rah dimana kelompok Sima Yong berada. Ketika tiga orang itu baru saja memasang senyum kemenangan karena akan membunuh pihak lawan.… tiba-tiba mereka merasa diri mereka tersedot kedalam sebuah lingkaran hitam. Bahkan lingkaran hitam itu perlahan mulai menyedot kekuatan mereka.
“F***k”
“F***k”
“Penyihir… mereka memiliki penyihir dan menjebak kami. Tembaakkkk…..!!!” teriak mogui yang berada di ranah Alam Tanpa Batas bintang 1 dengan amarah.
“Suiittt… suitttt” seketika puluhan anak panah terlihat meluncur dari arah dua pemanah ras airen.
“Melenyapkan…” teriak Sima Yong sambil telapak tangannya melambai. Saat itu sebuah aura terbentuk yang langsung menjadi tameng sihir menghalangi hujan panah yang menghujani dirinya.
Hattaudha, Ye Bing Qing dan Tang Yuwen juga melakukan Teknik pertahanan terbaik yang dimiliki, yang juga mampu menghalangi anak panah airen Ordo Veteran.
Namun disayangkan sekali Niryadi terlambat mengambil Tindakan. Saat itu sepuluh anak panah telah memenjarakan dirinya yang terlihat terkurung dalam array api yang dengan cepat menyedot kekuatan Niryadi. Gadis itu terlihat meronta-ronta mencoba membebaskan diri dari array.
__ADS_1
******
“Yuwen… serang dua airen itu” bentak Sima Yong.
“Bing Qing… tolong berikan laser ke black hole…!!!”
Tang Yuwen tidak mau kalah dan seribu hujan panah terlihat tercurah dari langit mengeluarkan badai petir kilat yang langsung melumpuhkan dua ahli panah ras airen itu.
“Aaarrggggg” jerit dua airen kaku Ketika mereka tersengat listrik dan badan mereka mengalami kekakuan.
Hattaudha dengan sekali lompatan juga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
“Matiii..!!!”
Kapak di tangannya berkelebat dan sebuah kepala ahli kuasi Alam Tanpa Batas terlempar meninggalkan badannya.
Dengan geram dua kawannya itu membalas menyerang pada saat daya serap blcakhole kabut hitam telah kehilangan manfaat.
“Jangan bermimpi…!!” Sima Yong melambaikan tangan dan menimbulkan angin serangan yang amat kuat. Dua ahli papan atas kelompok Ordo Veteran itu terlempar mundur sekali lagi karena serangan Sima Yong. Lebih parahnya mereka tercebur kedalam air danau.
“Byurrr..”
“Byurr…”
Jeritan melolong dari kedua ahli Ordo Veteran terdengar Ketika mereka terjun bebas kedalam air danau. Air danau yang bersifat korosif itu dengan cepat mencoba melelehkan tubuh mereka. Beruntung sekali dengan kultivasi yang tinggi, kedua praktisi itu dapat membebaskan diri dan berlari Kembali ke jalan setapak. Namun mereka merasa 20 % kekuatan mereka telah tersedot oleh air kolam terkutuk itu.
“Akan kubunuh kamu…” teriak mogui yang memiliki kultivasi tertinggi. Pedangnya ditangan memancarkan warna hijau dan bau amis ketika pedang itu telah dekat dengan leher Sima Yong.
“Terlalu mudah kamu berpikir untuk dapat membunuhku” kata Sima Yong. Sesosok bayangan kecil terbang keluar dari tubuhnya dan menendang pedang beracun milik mogui tersebut.
“Trangg…!!”
“Hewan Kontrak Pegasus …..” desis mogui itu Ketika melihat hewan kontrak Sima Yong.
“Kamu memiliki hewan kontrak legendary…. Haha nasib ku beruntung”
“Berikan mahluk itu kepadaku” mogui itu kini Kembali menyerang Sima Yong dengan lebih ganas lagi. Pedang beracun ditangannya kini mengeluarkan asap kehitaman yang membentuk tengkorak
“Mati..!!!” bentak mogui itu sambil menghembuskan racun gelap….
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1