Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Raja Kelelawar


__ADS_3

“Wusshhh”


   Entah dari mana datangnya angin dingin tiba-tiba bertiup lembut namun menusuk hingga terasa ke tulang-tulang. Perlahan-lahan keadaan di sektitar Hutan Zainan berubah menjadi gelap. Suasana menjadi terasa menyeramkan.


“Kakak… ada yang aneh dengan pria desa itu” kata Lou Haiyang berbisik ke Anuhara.


   Ras nanren itu langsung mengubah raut wajahnya. Tidak lagi terlihat aura kebengisan sedikitpun yang terpancar dari dirinya.


“Aku berpikir pria itu menimbulkan semacam aura sihir yang membuat jiwaku meringis ketakutan” lanjut Lou Haiyang berbisik waspada


   Akan tetapi Anuhara si judade itu seakan telah dibutakan dengan nafsu membunuh. Dengan kasar dia menampar Lou Haiyang…


“Plak…” untuk apa kamu menakut-nakuti aku.


“Sejak kapan di Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa terdapat seseorang berkemampuan Sihir tinggi seperti ini??”


   Kemampuan sihir adalah hal yang terlarang di Wilayah Tengah. Hanya sekte-sekte suci atau klan sage yang memiliki ahli-ahli berkemampuan sihir seperti itu.


“Mari sama-sama kita serang dan bunuh bocah laknat itu”


   Tubuh Anuhara melompat agresif kearah Sima Yong. Pedang berkilauan ditangannya menyabet dan mengunci sosok Sima Yong. Kawannya Lou Haiyang mengikuti dari belakang. Ras nanren itu membuata Gerakan tusukan menggunakan dua pedang pendek.


“Sreet…”


“sreettt…”


   Gelombang dingin kini terasa semakin kuat menerpa kedua praktisi itu. Keduanya menjadi menggigil. Lalu dengan pandangan mata yang menyala mereka menyaksikan pria yang selama ini mereka pandang rendah itu membuat semacam gerakan segel di dadanya.


   Tangan pria itu terjulur dengan telapak tangan membuka…. Cahaya putih berkilauan nampak menyala di telapak tanganya.


“Wushh…”


“Wusshhh…”


   Dua kuntum Teratai salju berwarna putih melayang keluar dari tangan pria itu. Dan dalam diam sebelum keduanya sempat menjerit ketakutan… Teratai salju itu melewati lembut dan menyapu wajah mereka.


   Seketika dua tubuh mahluk hidup itu membeku. Seakan kompak dengan keadaan dua mahluk yang menjadi beku itu, hutan itu juga seakan terhipnotis… hingga didalam jarak hingga 100 meter HUtan Zainan menjadi dingin membeku seperti keadaan di Kutub Utara. Salju turun tanpa henti, daun-daun membeku.


   Hewan-hewan demon beast dan magical beast yang berada disekitar wilayah sihir dingin itu, menjerit panik. Lalu kemudian semua hewan-hewan iblis dan magic itu berlari menjauh, menghindari dari aura dingin mengerikan di sekitar wilayah membeku itu.

__ADS_1


>>>>>>


   Sima Yong berjalan mendekati dua mahluk yang kini telah kehilangan nyawa dan membeku itu. Dia menjentikkan jarinya sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring…


“Tinggg…”


   Dua balok es berisi mayat malang itu seketika hancur lebur  berkeping-keping menyerupai butiran es. Tiada yang tersisa selain butiran es.


“Kalian beruntung, aku hanya menggunakan mantra kutukan pertama” bisik Sima Yong kepada butiran hancur itu. Dia tersenyum dingin lalu melanjutkan kata-kata dalam sepi sendirian…


“Meski tubuh fisik ku belum pulih, jangan kamu kira kekuatan jiwaku juga menurun” Sima Yong kemudian mengambil gerobak kayu itu dan berjalan menuju Sekte Cahaya Terang, tepatnya dapur masak Sekte Bintang delapan Cahaya Terang. Paman Liu menanti kayu bakar yang dia pungut dari Hutan Zainan.


   Meskipun telah meninggalkan tempat pembantaian dua murid Sekte Cahaya Terang, iklim udara di lokasi tersebut masih tetap mengeluarkan salju dan menimbulkan hawa dingin. Saking deras nya salju berguguran, sampai-sampai semua jejak pertempuran di atas salju itu lenyap di telan salju lainnya yang baru saja jatuh berguguran.


   Beberapa jam kemudian seorang penatua bersama murid Sekte Terang menemukan lokasi penuh salju itu. Kemudian dengan mengirimkan signal bahaya sekte, tempat itu di datangi petinggi sekte bahkan Master Sekte yang mencoba mencari petunjuk atas fenomena salju di pinggiran hutan Benua Penyaringan Dewa. Fenomena aneh salju yang mustahil akan terjadi di benua bermatahari dua itu.


>>>>>>


   Pagi harinya Ketika Sima Yong selesai bermeditasi dan kultivasi… dia merasa kesehatannya semakin membaik.


“Alam Spirit Agung bintang Sembilan..”


“Kolam lautan luas di dantian itu mulai tampak tergenang air yang sangat banyak” Sima Yong semakin bersemangat melihat pemulihan tubuhnya berlangsung dengan cepat.


   Merasa sungkan dengan sikap Paman Liu dan Sima Yong yang terlihat serius bekerja dan tidak bergunjing… kelompok pekerja itu akhirnya bubar. Mereka kemudian bergabung didalam tim dapur lainnya dan kemudian sibuk bekerja.


“Ayong…. Ssttt.. Ayong” bisik seorang pekerja kepada Sima Yong yang terlihat serius menjaga api tungku agar tetap menyala dengan konstan.


“Ada apa saudara Shuniu?” tanya Sima Yong kepada pekerja yang baru berusia 25 tahun itu.


   Dengan wajah takut-takut Shuniu semakin mendekati Sima Yong dan berkata pelan,


“Tidak tahukah anda bahwa terjadi sesuatu fenomena yang mengerikan di sekitar sekte??”


“Kejadian mengerikan seperti apa itu saudara Shuniu?? Tolong dijelaskan. Aku kurang paham”


“Baru-baru ini, lebih tepatnya kemarin… terjadi fenomena pertempuran antara praktisi Peringkat Sage di Hutan Zainan” bisik Shuniu.


“Benarkah? Seperti apakah itu pertempuran kaum Sage??”

__ADS_1


“Di perkirakan pertempuran kaum Sage itu memilih lokasi di Hutan Zainan yang mengakibatkan hutan menjadi diliputi musim dingin dan turun salju. Padahal salju adalah hal yang tidak pernah terdengar muncul di benua yang memilih dua matahari ini”


“Ketua Sekte bahkan turun tangan langsung menyelidiki lokasi hutan itu. Menurut kabar, bahkan setelah pertempuran itu ditinggalkan … masih saja terdapat salju yang berguguran di Kawasan hutan”


   Sima Yong langsung spontan memasang wajah terkejut. Dia menutup mulutnya dengan tangan seperti ekspresi kaum awam yang kaget.


“Menurut kabar, perbuatan memanipulasi alam seperti itu hanya dapat dilakukan oleh kelompok sage rahasia dari Sekte Hui Tianshi (Malaikat Kelabu). Hanya ahli-ahli sekte itu yang mampu membuat fenomena-fenomena Ajaib seperti itu”


“Padahal… baru saja beberapa waktu yang lalu sekte ini di hebohkan dengan kemunculan Raja Kelelawar dari Sekte Suci berbahaya yaitu Organisasi Dong Xing (Bintang Timur)”….


“Sekte Hui Tianshi? Organisasi Dong Xing? Dan Raja Kelelawar? Aku tidak paham dengan apa yang anda sebutkan saudara Shuniu” kata Sima Yong


   Shuniu menganga dengan ekpresi kaget ketika Sima Yong tidak mengetahui nama-nama terkenal itu.


“Plak…” Shuniu menampar pelan kepala Sima Yong.


“Dasar kamu Ayong anak desa.. cobalah rajin bergaul dengan sesame pekerja agar pengetahuanmu sedikit berkembang” Shuniu tertawa pelan Ketika melihat Sima Yong malu-malu sambil mengusap kepala nya.


“Lalu saudara Shuniu silahkan menjelaskan padaku” kata Sima Yong tampak malu-malu


“Kira-kira enam bulan lalu, terjadi kejar-kejaran diantara dua Ahli bela diri salah satunya adalah Raja Kelelawar yang mana dia mengejar target pembunuhannya. Raja Kelelawar adalah salah satu Jendral ternama dari organisasi berbahaya Dong Xing. Organisasi ini termasuk kategori sekte kelas sembilan atau dikenal dengan istilah klan sage atau sekte suci”.


“Dong Xing sendiri adalah organisasi pembunuh bayaran yang memiliki 5 orang pembunuh peringkat jendral. Dapat kamu bayangkan bukan?? Elit seperti apakah si Raja Kelelawar itu?”


“Di dalam menghabisi target, kelima jendral itu amat jarang sekali gagal dalam tugasnya. Semua praktis di Wilayah Tengah ini akan ketakutan jika mendengar nama salah satu Jendral organisasi itu” kata Shuniu berbisik pelan.


“Menurut kabar angin… Raja Kelelawar itu berkediaman di Kawasan Pegunungan Tiankong Zhiguang ini. Akan tetapi keabsahannya sulit dibuktikan. Gunung ini terlalu besar sehingga tidak ada seorangpun yang pernah menjelajahi dan menyelidiki kebenaran cerita itu”.


Sima Yong mengangguk angguk kan kepala dan berkata pelan,


“Kisah yang amat menarik… Organisasi berbahaya setara Sekte Suci dan Klan Sage….”


“Lalu apakah hubungannya fenomena di pinggiran hutan Zainan kemarin dengan Sekte Hui Tianshi?? Tolong jelaskan saudara Shuniu…”


   Suara bentakan terdengar mengganggu percakapan mereka…


“Shuniu… kamu di gaji disini bukan untuk bercakap cakap tentang klan sage atau sekte suci apapun. Kerjakan saja tugas kamu lalu kita dapat beristirahat setelah semua selesai” bentak Paman Liu yang langsung membubarkan percakapan dua anak muda itu.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2