
Di langit, pertempuran antara Sima Yong masih intens terjadi. Pasukan mahluk purba itu seperti tidak berhenti membanjiri langit yang dengan buas mencoba untuk menerobos barisan Pedang Tansu yang dibuat Sima Yong.
Sedemikian gigihnya mahluk purba itu menyerang dia, semakin melimpah juga air yang meluap dari dari Lautan di bawah arena pertempuran dan membentuk ratusan pedang untuk membantai mereka.
"Tsing-tsing-tsing" suara pedang beterbangan mengelilingi sosok Raja Pedang itu, mempertontonkan keganasan pedangnya yang semakin lama semakin membuat mahluk-mahluk ganas itu menjadi gentar.
"Suiiiitt" bunyi siulan aneh tu terdengar dari kejauhan. "Sepertinya seseorang memang mengendalikan mereka" sima Yong menjadi marah.
Sementara itu, mahluk-mahluk purba itu seketika berhenti menyerang.
Lalu dalam gerakan yang tidak terduga, mereka-gerombolan mahluk purba itu terbang berputar meninggalkan arena pertempuran dengan Sima Yong.
Sima Yong menarik nafas lega. biar bagaimanapun dengan jumlah yang demikian banyak, seperti tidak akan habis, lama kelamaan dirinya merasa kewalahan juga jika di gempur oleh ribuan mahluk ganas itu.
"Benar dugaanku. Seseorang sepertinya memang mengendalikan memang tengah mahluk tersebut" dengan gusar dia terbang berbalik menuju Kapal Roh Kekaisaran Rajawali Agung.
***
"Wush.." suara tombak Immortal terdengar merobek punggung Mahluk Hiu raksasa.
Ju Lianyi tidak memberi ampun kepada imoogi itu. Selepas memberikan tusukan di punggung mahluk itu, dalam teknik jumpalitan yang indah dia berputar, lalu melanjutkan gerakan menebas dia menggunakan mata tombak untuk merobek perut imooogi sepanjang dua meter.
Ular itu kehilangan kesimbangan ketika mengalami dua luka, di punggung maupun di perut. Darah meyembur seperti air mancur. Dua ahli SAINT lainnya; Zhang Junda dan Hua Shen seperti tidak mau kalah cepat, masing-masing mengambil posisi terbaik lalu melanjutkan teknik membantai, melukai mahluk yang terlihat sekarat itu.
Beberapa saat kemudian, dengan kekebalan yang semakin berkurang setelah tubuhnya di robek tombak immortal Ju Lianyi, mahluk itu meregang nyawa, tatkala tiga senjata yaitu tombak dan dua pedang membuat lubang besar di area kepalanya.
Dengan bunyi "bedebum" yang amat keras... imoogi itu jatuh lalu mencium tanah dalam keadaan tidak bernyawa. Debu mengepul tebal pertanda sebuah benda yang amat berat telah jatuh dan menimpa tanah secara kasar.
"Akan kuperintahkan para tentara untuk membersihkan mahluk itu" kata Ju Lianyi ketika dia melihat dua orang itu berniat untuk melakukan panen di jasad imoogi.
"Mari kita lihat keadaan di kapal sana" Ju Lianyi langsung melesat terbang menuju kapal.
>>>>>>
Diatas kapal tampak Sima Yong tengah memberi energi penyembuhan kepada Liao Quon, yang terlihat seperti dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dalam gerakan lemah Liao Quon bersuara,
"Pangeran... apakah pangeran baik-baik saja??"
"Justru itu yang ingin aku tanyakan. Mengapa anda pingsan dan pangeran menghilang???" tanya Sima Yong.
Seketika Liao Quon seperti orang yang tersadar dari mimpi yang indah. Dia melompat dan histeris...
"Seseorang menculik pangeran. Kemampuannya begitu tinggi. Alam Melintas SAGE level sembilan paling tidak. Baginya kemampuanku hanya lelucon" Dia terlihat semakin panik.
"Ceritakan dengan jelas..." desak Sima Yong
__ADS_1
Liao Quon lalu menjelaskan awal kejadi tatkala perempuan itu muncul tanpa suara, lalu dengan mudah merobohkannya hanya dengan sekali serangan, lalu dia dibuat pingsan.
"Kearah mana orang itu pergi" kembali Sima Yong mendesaknya.
"Aku tidak tahu... aku jatuh pingsan ketika orang itu membentur dadaku dengan hawa pukulan" jelas Liao Quon. Sima Yong bergegas mengejar perempuan tua itu, berbekal sedikit sekali informasi
Sima Yong langsung menghilang seperti bayangan. Sekali mengedip mata saja, dia telah berada di jarak dua lie dari kapal roh. Lalu dari kejauhan semua orang mendengar suara meneriakkan sesuatu.
"Kita akan bertemu di Kota Saebyeog, ibukota Negri Embun Timur. Untuk Jaing Fai, kamu sementara bersama Pasukan kekaisaran samapi aku menjemputmu"
Semua orang hanya dapat menarik nafas melihat keahlian yang di tunjukkan Sima Yong. Semua gerakannya bahkan lebih cepat dari bayangan. Dan dia begitu muda.
"Aku yang akan memimpin penerbangan kita selanjutnya" kata Ju Lianyi. Dia merasa Liao Quon masih dalam keadaan tidak sehat dan memungkinkan untuk memimpin penerbangan mereka.
"Biarkan Tuan Yong yang mengambil alih pengejaran ini. Aku percaya dengan kemampuannya. Jika kita memaksa membantunya, aku takutkan yang ada kita malahan menjadi beban bagi dirinya"
"Lalu mari kita menunggu berita terbaru di Kota Saebyeog sesuai janji Tuan Yong" Kapal pun kembali bergerak ketika pengendali angin mengerahkan angin untuk membawa mereka menuju Negri Embun Timur.
>>>>>>
Sima Yong terbang dengan cepat dengan mengandalkan angin. Dia mengerahkan semua kemampuan melacaknya untuk mengendus aura tersisa dari ahli yang menculik Pangeran Ju Qin, di sekitar. Menurut cerita Liao Quon, penculik itu adalah seorang perempuan tua berusia tujuh puluh atau lebih dan mengendarai mahluk mitos Roc. Itu petunjuk yang bagus.
"Akan tetapi mengapa semua aura mereka seperti tidak terendus?? Apakah perempuan itu menggunakan teknik pembersih aura?? atau sesuatu bersifat sihir yang dapat menghilangkan jejak aura telah dia pakai?" Sima Yong teringat akan beberapa teknik manipulatif yang dapat dilakukan jimat-jimat hasil karya nya.
Dia hanya terdiam melayang dengan angin di udara dalam kebimbangan.... Mata Sima Yong tanpa sengaja melihat segerombolan mahluk yang berenang di lautan di bawahnya.Mereka bernyanyi riang tanpa menyadari kehadirannya di atas mereka.
"Aku akan meminta bantuan mereka"
Sima Yong tahu, kelompok dari klan duyung adalah kelompok yang suka dengan nyanyian ber-irama sihir atau apapun itu yang berbau sihir.
Dia lalu mengeluarkan Kerang Mutiara Hitam usia 5000 tahun lalu pelan-pelan dia memainkan sebuah lagu. Lagu yang mengandung kekuatan jiwa mengalun pilu keluar dari alat tiup itu.
Akan tetapi meskipun terdengar sendu, musik tersebut menarik minat sekelompok Klan Duyung tadi. Mereka semua lalu berkumpul dan mengambang dalam air, menatap pilu seolah-olah menghayati musik yang dimainkan Sima Yong. Beberapa duyung perempuan bahkan meneteskan air mata yang langsung berubah menjadi mutiara, manakala mendengar nada sedih yang dimainkan Sima Yong.
(dimasa itu kepercayaan masyarakat adalah duyung jikalau menangis maka akan menghasilkan mutiara. Oleh sebab itu Klan Duyubg itu selalu di buru untuk dipelihara dan dengan sengaja dibuat menangis untuk menghasilkan mutiara".
Ketika Sima Yong selesai dengan satu komposisi lagu karya Baron Wei, kelompok duyung yang terdiri dari duyung perempuan dan duyung laki-laki bertepuk tangan...
"Kakak... anda pandai sekali memainkan lagu-lagu bernada sihir. apakah anda penyihir???" tanya salah satu perempuan duyung paling muda usianya.
Sima Yong hanya tersenyum lalu berkata,
"Jika aku menjawab pertanyaanmu anak manis, apakah kamu bersedia membantu ku dengan memberi petunjuk???"
Dengan malu-malu duyung muda itu menjawab,
"Akan aku usahakan membantu kakak sepanjang itu tidak menyulitkan kami" dia melirik kelompoknya yang terlihat tersenyum mendukung dia.
__ADS_1
"Memang aku seorang penyihir. Itulah sebabnya aku dapat terbang mengendarai angin, atau dapat berjalan di air tanpa menjadi basah" pelan-pelan Sima Yong menjejak kan kakinya di air lautan itu. Dia berdiri diatas air sambil memamerkan keahliannya tidak jatuh dan tenggelam.
Semua duyung bertepuk tangan gembira melihat atraksi yang di peragakan Sima Yong. Saat nya dia balik bertanya,
"Apakah kelompok kalian, melihat seseorang manusia-perempuan yang sudah berumur, terbang menunggangi Mahluk mitos Roc?? Jika kamu melihatnya... Tolong beritahu kakak. Kearah mana mereka pergi, tanya Sima Yong.
"Aku tahu..." teriak duyung remaja itu.
"Aku melihat perempuan itu menunggang burung Roc yang besar sekali. Akan tetapi dia tidak sendirian" kata duyung muda itu.
"Sepertinya temannya yang terbang bersama dia adalah seorang muda usia. Ya benar. itu seorang pria muda yang terlihat tidak sadarkan diri"
"Kearah mana mereka terbang??" tanya Sima Yong agak mendesak.
Salah satu duyung pria yang sedari tadi diam tiba-tiba bersuara,
"Ahli pengendara Roc itu ketika melintasi kami, dia menikung lalu terbang menuju utara" tunjuk Duyung pria yang sepertinya merupakan pemimpin kelompok mereka.
Sima Yong memperhatikan wajah duyung remaja itu menunjukkan perubahan. Kawan-kawannya pun yang lain juga terlihat memiliki air muka yang berubah aneh.
"Terima kasih atas petunjuk nya... adik duyung kecil maukah kamu menerima hadiah atas kebaikanmu??" tanya Sima Yong.
Dengan takut-takut, dia duyung muda itu mengangguk kan kepala. Sima Yong lalu memberikan sebuah mainan berbentuk buah plum yang terbuat dari kristal.
"Mainan itu adalah sebuah sihir sederhana. Kamu dapat memainkan musik ketika menggoyangnya tiga kali" kata Sima Yong tersenyum.
Duyung muda itu menggoyang-goyang mainan buah plum, secara mekanik sebuah lagu terdengar keluar dari mainan itu. Duyung muda itu tersenyum senang "Terima kasih kakak"
Sima Yong pun berpamitan lalu dia kembali terbang mengendarai angin menuju Utara. Ketika dia telah menghilang dari pandangan kelompok duyung itu, dia berputar ke timur-kearah ibukota Negri Embun Timur.
"Selatan... perempuan tua itu pasti menuju selatan. Duyung laki-laki itu berbohong"...
Sima Yong lalu mengaktifkan array ditangannya untuk mendengar percakapan kelompok duyung tadi...
"Bukankah Roc itu terbang kearah Selatan???" terdengar suara saling bantah keluar dari alat array milik Sima Yong. Rupanya, mainan buah plum tadi di pasang array untuk mendengar percakapan dengan jarak tertentu.
"Memang mereka terbang menuju Selatan. Akan tetapi aku menjaga keamanan Klan Duyung kita. Terlalu berbahaya jika Klan Penjinak Binatang itu tahu jika penyihir tadi memperoleh informasi keberadaan nya dari kita"....
Sima Yong tersenyum, lalu dia melanjutkan terbang ke arah Timur ibukota Negri Embun Pagi, sebelum akhirnya akan menuju ke Selatan Lautan itu.
"Klan Penjinak binatang... aku harus menggali informasi terlebih dahulu tentang klan itu di ibukota"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1