Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sebuah Pecahan Relikui


__ADS_3

"Interpretasi Niat Pedang !"


Ketika cahaya Pedang Merah Bianfu semakin memudar melumer, Sima Yong menaikan level Niat Pedangnya menjadi Interpretasi Niat Pedang. Level interpretasi Niat Pedang ini amat jarang dia gunakan didalam pertempuran.


Dalam hal ini si Pelajar Tangan Iblis telah berhasil mendesak dia untuk memunculkan level kelima dari pemahaman Niat Pedang, hal itu menunjukkan dia bukanlah sembarangan Semidevil.


Suara ledakan kembali terdengar, dimana seluruh arena menjadi tertutup dengan cahaya menyilaukan. Lantai-lantai arena yang merupakan batu-batu terjal itu kini menjadi berantakan, sebagian bahkan melebur dan sebagian lagi terlempar berhamburan tiada beraturan.


Cahaya Pedang Merah Bianfu itu kini telah bangkit kembali, bergulung-gulung dalam cahaya menyilaukan dan menimbulkan aura pedang lebih menindas, membuat semua orang kepingin berteriak.


Aura itu demikian tebal sampai-sampai para penonton yang rata-rata merupakan ahli bela diri dari sekte terkenal itu melihat baju mereka mulai sobek-sobek akibat aura pedang ditangan Refiner itu.


Benturan dari dua energi hebat itu menyebar kesegala arah, membuat Sima Yong terlontar beberapa tombak kebelakang. Dia berusaha menstabilkan dirinya setelah terhenti dari lontaran itu.


Adapun demikian, Pelajar Tangan iblis itu terlihat tidak lebih baik ketimbang Sima Yong si Refiner itu. Dia terlihat begitu berantakan, busana mewahnya tampak melambai-lambai, teriris-iris Interpretasi Niat Pedang. Saat itu seluruh hawa energi sesat di tubuhnyamenjadi pudar. Rupa-rupanya Niat Pedang sang refiner telah menyerbu brutal dan mengamuk hebat mengiris-iris tubuh dan membuyarkan energi sesat dari dantiannya.


Buru-buru Pelajar Tangan Iblis yang kini berantakan, terlihat buru-buru menutup mata, berusaha konsentrasi dan merapal mantra untuk mengumpulkan lagi kembali sesat iblis yang kocar-kacir, dan mendesak energi itu untuk berkumpul di dantiannya.


Disisi lain, di antara ribuan pasang mata penonton, para seniman bela diri itu juga mengalami pukulan melihat hasil sementara duel,


"Apa ? Semidevil di peringkat sepuluh yang Maha Suci Neraka Dunia terluka?" semua tidak percaya dengan penglihatan mereka.


Para penonton mengira bahwa kekuatan pamungkas Sang Refiner terletak pada gerakan pemahaman ruang dan waktu saja. Itu dapat disimuplkan ketika melihat kehebatan refiner itu yang selalu dapat menghindar serangan lawan dan hanya menyisakan bayangan.


Akan tetapi ketika pemahaman ruang dan waktu dia telah di batasi didalam kerangkeng kristal seperti itu, siapa yang menyangka bahwa sang refiner mampu mengeksekusi kekuatan demikian dahsyat. Dan terlebih lagi konsep pemahaman Niat Pedang.


"Niat Pedang !"


"Refiner itu memahami Niat Pedang yang tidak kalah mengerikan dibanding Niat Pembantaian Slaughter Intent Pelajar Tangan Iblis"

__ADS_1


Semua orang semakin merasa ngeri. Pemahaman akan sesuatu Niat Beladiri seperti Niat Pedang, Niat Penghancuran, Niat Pembantaian dan beberapa niat lainnya, hanya dapat di lakukan oleh ahli-ahli kelas atas yang di sebut kaum immortal.


Jika Pelajar Tangan Iblis mampu melakukan teknik Niat Pembantaian, itu terbilang wajar. Kultivasinya di peringkat SAGE level tiga. Akan tetapi bagaimana dengan refiner itu? Dia bahkan berkultivasi hanya setengah langkah menuju SAGE saja, namun mampu mengeksekusi Niat Pedang Level lima. Semua orang menjadi takjub.


Sementara itu, diam-diam Pelajar Tangan Iblis menyeringai menahan rasa sakit. Dia tidak pernah menyangka kalau refiner muda itu mampu melakukan serangan mematikan hingga melampaui batas seperti barusan tadi.


"Mustahil. Bagaimana mungkin dia dapat mengumpulkan esensi hawa murni sebanyak itu? arena ini telah tertutup dan terisolasi relikui itu, tidak ada sesuatupun yang dapat menerobos masuk dan memberi dia energi tambahan?"


Ketika itu semua orang sementara bertanya-tanya, dari mana datangnya kekuatan ekstra yang membuat sang refiner mampu mengeksekusi kekuatan dahsyat, pada mereka terisolasi dalam sebuah kerangkeng yang membatasi energi apapun dari luar untuk dimanfaatkan para ahli itu, sekonyong-konyong...


Sima Yong terlihat bergerak dengan sangat cepat, dia melangkah lalu menghilang puluhan tombak di depannya hanya dalam satu langkah, dan menusuk pedang kedalam suatu kehampaan.


Pedang itu bukannya di arahkan ke Pelajar Tangan Iblis, melainkan kearah atas bagian kerangkeng raksasa.


Cahaya pedang itu tampak akan menabrak sesuatu di atas kerangkeng raksasa, dan menimbulkan rasa penasaran di hati semua seniman bela diri yang menonton pertempuran itu.


"Suiit" cahaya pedang terdengar mencicit.


Akan tetapi tindakan Pelajar Tangan Iblis itu terlambat sudah. Sebuah benturan keras terjadi, disusul ledakan yang mengakibatkan kerangkeng yang membatasi arena pertempuran menjadi lenyap. Menyusul kemudian, sebuah benda dari melayang jatuh dari atas, yang berusaha ditangkap Sima Yong.


"Mati !" pedang ditangan Pelajar Tangan Iblis menusuk kearah Sima Yong. Namun Sima Yong bersikap seolah-olah tidak melihat serangan yang di lakukan Pelajar Tangan Iblis. Dia melambaikan tangannya, lalu seketika ribuan pedang kristal yang terbuat dari butiran es terbang cepat, menembus benda yang jatuh dari atas itu.


"Duar !" ledakan terdengar lalu asap terbentuk ketika suara keluhan terdengar dari benda itu, yang berubah menjadi potongan gagang pedang, terjatuh dan ditangkap oleh Sima Yong.


Semua penonton, para seniman bela diri itu dibuat terkejut.


"Dari mana refiner itu tahu keberadaan benda yang menimbulkan kerangkeng penjara yang mengisolasi mereka, berada di bagian atas kerangkeng itu?" semua orang di buat bertanya-tanya.


Satu hal yang tidak seorang pun tahu. Sima Yong telah di bisiki oleh Hei Jian, roh Pedang Immortal Hitam tentang dimana letak benda yang mampu membuat penjara isolasi itu. Dan benda yang terletak di bagian atas kerangkeng adalah pecahan dari relikui Raja Pedang yang mereka cari-cari.

__ADS_1


Pelajar Tangan Iblis dilanda angkara murka, melihat pecahan relikui itu di ambil sang Refiner. Dia lantas membuat gerakan pedang untuk menembus ruang, dengan membawa semua energi iblisnya ikut terdorong dalam sekali tusukan mematikan kearah Sima Yong.


"Suiittt" suara pelan karena energi iblis itu seolah tersembunyi didalam gerakan mengulir dalam cahaya pedang berwarna merah.


Kecepatan Pedang Ular Keramat itu dilakukan demikian cepat, menerobos secara habis-habisan dan terarah ke punggung sang refiner yang kosong tanpa persiapan pertahanan.


Sang Refiner itu terlihat hanya menyunggingkan sedikit senyuman dingin, tatkala merasakan energi dahsyat kini mengunci ke punggungnya. Lalu dia melakukan gerakan Cakra Bianfu dipadukan pemahaman ruang, membuat dirinya lenyap menyisakan bayangan semata.


"Wush !" Cahaya merah Pedang Ular Keramat hanya memotong sisa bayangan. Kala itu sang refiner terlihat telah berpindah jauh puluhan tombak jaraknya dari tempat semula dia berada.


Pelajar Tangan Iblis semakin dilanda kemarahan, dimana hatinya terasa pilu melihat benda kesayangan pembuat kekuatanya menjadi melimpah, yaitu pecahan relikui itu di masukkan pelan-pelan kedalam cincin si refiner.


"Aku akan membunuhmu !" jerit Pelajar Tangan Iblis. Hati terasa perih. Relikui itu adalah salah satu sumber daya kekuatan dan membuat dia menjadi Semidevil yang di takuti dan di segani. Dia tidak rela, sumber daya kekuatannya di ambil didepan mata.


Bukannya menjadu takut mendengar ancaman Pelajar Tangan Iblis, Dalam suara yang terdengar mengejek, sang Refiner membalas ancamannya dengan tertawa dingin,


"Setelah selubung kerangkeng isolasi itu hancur berantakan, aku ingin melihat kenyataan dari kata-kata tak ada artinya, yang anda ucapkan.


Jika anda masih memiliki berbagai teknik lainnya, ayo kembali kita bertukar pedang! Aku siap menunggu disini"


Suara ejekan itu terdengar menyakitkan hati Pelajar Tangan Iblis. Sang Refiner tidak menjadi takut dan terpengaruh ancamannya sama sekali.


Sima Yong tidak merasa takut sama sekali. Dia merasa dirinya masih memiliki banyak teknik tersembunyi di lengan bajunya.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2