
Peri itu berteriak dengan ngeri. Tubuh peri kecil itu meluncur deras ke arah tanah, dimana di hamparan tanah yang luar itu tumbuh dengan suburnya satu kumpulan tamanan monster yang di beri nama Bunga Trogon. Bunga ini adalah bunga yang memakan segala - hewan-hewan kecil termasuk manusia dengan ukuran kanak-kanak.
Dua kuncup Bunga Trogon lantas terjulur sambil membuka kelopak nya. Gigi-gigi setajam gigi harimau serasa siap mencabik-cabik peri kecil yang jatuh bebas. Peri pria dari ras Daeva itu terlihat tertawa-tawa dengan sorot mata seperti kesetanan.
"Dasar Roh jahat ! Apa yang membuat kalian selalu membenci kami? Kami selalu bersikap baik dan di sukai banyak ras" peri kecil itu merintih pelan manakala badannya telah berjarak tiga jengkal dari mulut Trogon yang menganga. Dia menutup mata.
"Ucapkan selamat tinggal pada dunia, hai kamu peri munafik !" makin pria Daeva dengan senang.
Mendadak..
Shou - shou
Angin berhembus lembut. Akan tetapi Daeva itu seketika terbelalak matanya. Dia menatap takjub ketika kumpulan angin lembut itu dengan tegas menebas batang bunga Trogon.
Dua bunga Trogon yang awalnya telah menganga lebar mempertontonkan gigi-gigi tajamnya mendadak terkulai, jatuh ke tanam dan berubah menjadi layu.
Bedebum ! suara peri kecil yang terjatuh ketanah. Peri itu pelan-pelan membuka matanya, lalu pelan-pelan dia berkata lirih..
"Apakah ini nyata? aku masih hidup?" walaupun nada ragu terdengar, namun sinar mata peri itu kini bercahaya dengan niat hidup yang tumbuh lagi.
"Apa yang kamu lakukan !" teriak Daeva itu kepada satu sosok pria berpakaian kelabu yang tiba-tiba muncul.
"Hai manusia ! Berani-beraninya kamu mencampuri urusan mahluk ajaib kami di Hutan Mistis ini!
Apakah kamu telah bosan hidup? apakah kamu ingin di kutuk menjadi seekor katak kecil?" maki Daeva itu kepada si Baju Kelabu yang adalah Sima Yong.
Daeva itu semakin kalap ketika dia melihat pria kelabu itu bukannya takut, melainkan memasang wajah setengah mencibir kepadanya. Kata si baju kelabu..
"Cih mahluk kecil. Kamu pikir dengan teknik ilusi dan sihir kelas pinggiran jalan itu.. kamu dapat menakut-nakuti aku? Pergi kamu sebelum aku menjadi berang dan mencabut nyawa kecilmu !" kata si baju kelabu dingin.
Sima Yong memang di dalam kehidupannya tidak pernah mau berbelas kasih kepada mahluk-mahluk sihir dan gaib yang sembrono menggunakan kekuatan sihir mereka untuk menindas kaum lemah.
Tentu saja Daeva itu melonjak di dalam angkara. Dia lantas mengayunkan tongkat sihir. Mulutnya mengeluarkan kutukan.
"Nomina !"
__ADS_1
Satu sinar putih keluar dari ujung tongkat, lalu bergrak cepat membungkus Sima Yong. Bam ! Asap putih muncul setelah ledakan sihirnya. Pria Ras Daeva itu lalu tertawa jahat.
"Lihat saja manusia busuk. Hari ini kamu telah membuat marah tuan kamu ini. Dan ini adalah ganjaran untuk manusia lancang seperti dirimu ini.
Untuk selamanya dalam sisa hidupmu, kamu akan menjalani hidup sebagai seekor katak miskin, mencari-cari makan di tepi-tepi air" wajah Daeva itu semakin bengis. Hidung bengkoknya makin mempertegas penampilan iblis nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat asap yang terbentuk akibat kutukan Daeva itu sirna. Samar-samar satu bayangan berdiri di tengah kabut asap, sementara Roh Daeva itu kini berubah wajahnya menjadi muram.
"Apa? Manusia itu tidak terpengarush sama sekali dengan sihirku?" Daeva itu siap-siap untuk melancarlan kutukan kedua. Namun satu suara dingin terdengar dari arah pria kelabu itu.
"Bukan begitu cara nya bukan? Selepas kamu mengutuk aku dan tidak membawa dampak apa-apa, sekarang giliranku untuk mengutuk kamu bukan?
Kamu betul-betul roh jahat yang curang !" bengis terdengar suara pria kelabu itu.
"Coba kamu tahan Cakra Es ini" dingin suara si kelabu, jari telunjuknya teracung dan seberkas sinar bekilauan seperti kristal jatuh ke Daeva itu.
"Aku ingin melihat, apakah kamu mampu bertahan dari Chakra Es ini" kata si baju kelabu.
Daeva itu baru saja akan terbang pergi, namun sekonyong-konyong dia merasa alam di sekitarnya membeku..
"Tolong aku !" pekik nya
Setelah jatuh, tahu-tahu Daeva itu mencoba melirik badannya telah tenggelam di dalam kubus kristal es. Seluruh tubuh kecuali kepala kini terperangkap di dalam kubus es kristal, menyisakan kepala nya yang celingak-celinguk.
"Mati aku ! Manusia ini seorang penyihir.." sesal si Daeva dengan mata yang kini beribah berkaca-kaca.
Dengan tidak tahu malu, roh jahat Daeva itu kini memasang wajah memelas seperti seseorang yang teraniaya. Katanya..
"Tuan suci, ampuni aku. Mataku telah rabun dan tidak mengetahui seorang dewa ternyata berubah menjadi manusia, lalu mengutukku menjadi es ini..
Maafkan hamba, dewa.."
"Jangan percaya !" suara perempuan kecil - peri - terdengar.
"Jangan percaya dengannya Tuan Penolong" peri kecil itu berjalan tertatih-tatih kearah Sima Yong. Lanjutnya.
"Ketika nanti anda melepaskan dia, maka roh jahat ras Daeva ini akan pergi bersujud kepada pemimpin Ras Bijuu dari Kaum Kaku.
__ADS_1
Kita berdua tidak akan selamat ketika pemimpin kelompok Kaku datang !" Peri perempuan itu lantas menghalangi Sima Yong agar tidak memandang si Daeva, yang demikian dramatis memohon pengampunan.
Pria berbaju kelabu itu terlihat mengernyitkan keningnya lalu bertanya balik..
"Pemimpin Kaku dari Ras Bijuu? Apa hubungan roh jahat dengan dengan Kelompok Ras Bijuu?" tanya Sima Yong kepada peri kecil itu.
Dengan cepat peri kecil itu menjawab,
"Karena kelompok Kaku adalah agen mata-mata di Pemimpin Bijuu di dalam hutan ini. Sementara kelompok Kaku itu mempekerjakan Peri dari Ras Daeva untuk menjadi mata-mata mereka.
Postur tubuh yang kecil, kemampuan sihir dan dapat terbang membuat ras peri kami diminta untuk menjadi mata-mata Ras Bijuu.
Sayang sekali dari semua Ras Peri kami yang menolak, kelompok Daeva inilah yang menerima kontrak darah dengan pemimpin tertinggi Ras Bijuu" jawab peri kecil itu cepat.
"Anda tidak tahu seberapa kuat Ras-ras Bijuu itu. Mungkin jika berhadapan dengan Kaku saja, kemungkinan anda tidak akan mampu bertahan dalam sepuluh tarikan napas dalam satu pertempuran" jelas peri kecil.
"Kita berdua pasti akan mati apabila Roh Jahat itu melaporkan di tambah bumbu-bumbu, bahwa telah muncul satu penyihir ras manusia di dalam hutan, yaitu anda tuan.
Saranku, sebaiknya anda tidak melepaskan Daeva ini. Terlalu berbahaya" desis peri itu.
Sima Yong balik bertanya,
"Mengapa Kaku dari Ras Bijuu itu meminta semua Daeva menjadi mata-mata mereka?" tanya Sima Yong.
"Karena Pemimpin tertinggi Bijuu yaitu Kyuubi, hingga saat ini membutuhkan informasi mengenai keberadaan satu benda yang ribuan tahun lalu di tinggalkan Patriak Guan penguasa Hutan Mistis ini.." kata peri. Lanjutnya..
"Sebuah relikui yang di beri nama Relikui Ajaib Bangau Berkaki Satu !" pungkasnya.
Sima Yong tersenyum lembut, katanya
"Baik, sesuai rekomendasi kamu. Daeva ini tidak berguna lagi" tangan anak muda itu melambai.
Krak ! Bum !
Roh jahat Daeva itu hancur berkeping-keping ketika kristal es di hancurkan oleh Sima Yong. Kepala Daeva itu terguling dan jatuh tepat di kaki si peri. Dia mennjerit dengan rasa ketakutan ketika melihat bola mata Daeva yang melotot kearahnya.
"A-anda m-menguasai chakra es?" tanya peri, masih dalam keadaan menggigil ketakutan
__ADS_1
Bersambung
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3