Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Padang Impian Bidadari


__ADS_3

Padang Impian Bidadari terlihat demikian damai dan teduh di pagi hari. Ketika itu sinar matahari pagi kemerahan, menghangati dataran rata, penampakannya secara kasat mata terlihat amat spektakuler. Manakala beberapa berkas kemerahan itu menembus kabut tipis yang menyelubungi seluruh dataran, penampilan itu terlihat seperti pancaran lampu-lampu spotlight panggung hiburan yang mempesona mata.


Sungai Kupu-kupu atau sering di sebut Sungai Hudie semakin mempertegas penampilan dan keindahan dataran datar berumput hijau. Manakala sungai yang membelah dari kejauhan Dataran Tengah, hingga berujung di Laut Timur berkelok-kelok seperti ular buncit kekenyangan menyantap buruan. Sungai Hudie mempertontonkan keindahan kelompok-kelompok kupu-kupu mengkilap yang terbang di pinggi-pinggir sungai.


Pasukan pembela Pangeran Ju Qin pada kenyataannya terdiri dari dua pasukan besar. Pertama adalah Kaum Pembebas dan yang kedua adalah Pasukan dari Negri Embun Timur pimpinan Pangeran Kwang Sun.


Mereka semua berkemah di sisi Timur Padang Impian Bidadari, dimana semua kemah-kemah terlihat menjulang, di dirikan dengan rapih jejer berjejer bagaikan lipatan tenunan kain sutra yang memanjakan mata.


Kuda-kuda pasukan Kavaleri Pangeran Kwang Sun juga telah diatur susun-menyusun dengan rapih, agar tidak menyulitkan pasukan ketika peperangan dengan tiba-tiba dimulai.


Total seluruh pasukan Kaum Pembebas dan Negri embun Timur, berjumlah lebih dari Tiga puluh ribu pasukan. Jumlahitu belum ditambah dengan para ahli seniman-seniman bela diri yang menyatakan diri bergabung dengan pasukan Kaum Pembebas.


Sementara itu, diantara jarak membentang membentuk batasan antara Timur dimana Kaum Pembebas mendirikan kemah, di arah seberangnya sana sejauh sepuluh Lie di padang rumput itu, telah siap menanti Pasukan Kekaisaran Negri Rajawali Agung di sisi Barat dengan kemah-kemar dan pasukan mereka.


Dari laporan pelacak dan mata-mata, di peroleh informasi bahwa pasukan terdepan Pangeran Ju Kai itu ketika berdiri berbaris dalam posisi siap berperang, dalam posisi berjejer tampak menyamping, panjangnya mencapai 6 lie. Jarak selebar itu terasa amat menakutkan itu, karena belum terhitung berapa jarak panjang pasukan ke belakang.


"Mungkin jumlah pasukan kekaisaran sekitar 70.000 tentara, bahkan mungkin bisa mencapai 100.000 pasukan tentara" keluh Pangeran Ju Qin.


"Seratus ribu pasukan? Mustahil rasanya Ju Kai dapat mengumpul tentara sedemikian banyak. Dari mana saja dia merekrut tentara-tentara itu?" desis Sima Yong kaget.


"Kemungkinan dia merekrut tentara dari masyarakat biasa dan memaksa mengikuti wajib militer. Jelas pertempuran ini bukanlah peperangan yang akan selesai dalam satu dua hari saja" jawab Ju Qin sambil melamun. Lanjutnya,


"Atau mungkin itu adalah pasukan tentara dari Negri Barat sana"


Gurunya lantas menghibur Pangeran Ju Qin,


"Akan tetapi Pangeran Ju Qin, aku pikir akan lebih menguntungkan bagis kita ketika berperang melawan tentara yang telah kehilangan minat, karena keberadaan mereka di medan perang hanyalah paksaan mengikuti wajib militer saja.


Dengan tingkat antusias perang yang rendah, sibuk memikirkan rumah yang jauh di kampung halaman, akan membuat pasukan Pangeran Ju Kai itu lemah di banding pasukan kita" Kata Guru Ju Qin, Ju Lianyi.


"Kita hanya dapat mengandalkan pasukan sihir yang akan bergerak cepat dalam peperangan ini. Mereka harus terlebih dahulu menemukan lalu membunuh tentara-tentara yang memiliki kemampuan sihir milik Ju Kai terlebih dahulu.


Jika tentara sihir pasukan Rajawali Agung telah melemah, aku yakin tidak membutuhkan waktu yang lama bagi ahli sihir kita memantrai pasukan sendiri untuk menyerang meski jumlah mereka banyak" lanjut Ju Qin.


******


Perang belum juga di mulai, ketika dua belah pihak masih saling menahan diri dan belum saling memberi informasi, menentukan kapan pasukan musuh bebuyutan itu akan saling membunuh.


Malam itu Sima Yong sengaja berkunjung ke tenda-tenda para tentara ahli sihir tentara, Kaum penyihir Elf, Penjinak binatang dan para ahli racun.

__ADS_1


Li Feng-feng pengendali api dari tentara ahli sihir menyambut Sima Yong di Kemah tempat ahli sihir Kaum Pembebas tinggal. Dia mengajak Sima Yong untuk melihat-lihat kemampuan para Healer yang katanya telah meningkat dibanding sebelumnya.


Di kemah para healer...


"Apakah kalian telah sempurna merapalkan mantra penyembuh luka?" tanya Sima Yong kepada sekelompok besar tenaga Healer (Penyembuh sihir) Kaum Pembebas.


"terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih atas pelajaran mantra penyembuh kuno yang Tuan Yong ajarkan. Kini kami dari tenaga healer, semakin piawai dan lancar ketika memulihkan luka akibat tebasan senjata, lebih cepat dan lebih memberi hasil terbaik di banding sebelumnya" jawab anak muda Healer itu. Lanjutnya dengan hati-hati...


"Apakah Tuan Yong ingin melihat kemampuan baru kami?" meskipun terkesan pamer, namun Sima Yong sangat terkesan dengan sikap Healer muda yang memiliki mata berseri-seri. Dia sepertinya ingin mengesankan Panglima Perang yang juga merupakan seorang penyihir itu.


"Tunjukan pada ku" tantang Sima Yong.


"Baik" jawabnya singkat. Anak muda itu lalu memberi kode kepada salah satu kawannya, lalu berdiri tanpa rasa takut mendekat dengannya.


"Tolong, jangan terlalu menyakitkan" kata teman Healer muda itu.


"Tenang kawan. Tak akan kutinggalkan bekas sedikitpun di luka mu nanti"


Tanpa di duga-duga sebuah pedang terlepas dan menebas teman sang Healer.


Wush !.


Dengan sigap Healer muda itu langsung merobek pakaian tentara temannya. Dia kemudian dengan serius membuat posisi pasien berbaring memunggungi semua orang. Lantas sebuah nyanyian berbahasa rumit yang di pernah ajarkan Sima Yong terdengar di lantunkan anak muda itu.


Tangannya menyentuh lembut luka menganga itu, lalu berjalan perlahan turun hingga ke bagian bawah. Sima Yong memperhatikan dengan saksama, ketika tangan Healer muda itu bergerak turun, semua luka menutup secara sihir. Tidak meninggalkan bekas sama sekali, kecuali satu garis lurus berwarna merah muda.


Healer muda itu menyelesaikan penyembuhannya kira-kira sepeminum teh. Dia menyeka keringat bercucuran di kening, serta membuang nafas panjang-panjang. Ketika kawannya tersadar dari pingsannya, Healer muda itu berkata,


"Aku menggunakan tenaga ekstra agar bekas luka yang tertinggal tidak akan terlihat, kecuali orang memperhatikannya baik-baik"


Sima Yong menepuk bahu Healer muda itu, dan memuji-muji semua anggota team yang kini trampil merapalkan mantra penyembuh. Tentu saja pujian seperti itu diperlukan anggota tim, untuk membuat mereka semakin bersemangat dan lebih percaya diri.


Selanjutnya Sima Yong memasuki kemah para ahli Sekte Du Hua. Aroma yang wangi seperti kembang-kembang penggoda kumbang ditaman, menyeruak memasuki paru-parunya.


Kabut berwarna putih tebal juga turut menyambut kedatangan Sima Yong di kemah para peracun itu.


"Apa yang anda lakukan Master Du Manchu?" tanya Sima Yong berpura-pura heran.


Du Manchu yang saat itu terlihat tengah mengaduk satu belanga besar, yang berisi cairan bening, berkilauan dan berbau harum yang terlalu berlebihan langsung menusuk hidung, menjawab hati-hati.

__ADS_1


"Ah. Tuan muda Semidevil.. Hamba hanya melakukan sesuatu yang pantas dan cocok dengan keahlian kami orang-orang Gunung Du Hua" kata Du Manchu. Sementara itu semua anak buahnya melangkah mundur menjaga jarak dari Sima Yong dan Du Manchu yang terngah berdiskusi.


Mereka memang amat segan dengan Semidevil itu yang nama nya mengetarkan Wilayah Utara dan terdengar sampai ke Gunung Du Hua.


Sima Yong sendiri bukanlah seseorang yang tidak bergaul dengan orang-orang aliran sesat selama ini. Hidupnya sekian lama di Neraka Dunia, membuat dia paham dengan sepak terjang orang-orang dari sekte yang sering di cap sebagai sekte sesat itu.


Sima Yong hanya menepuk-nepuk bahu Du Manchu dan berkata,


"Ahh.. Aku paham. Tidak perlu sungkan-sungkan. Master Du Manchu dan anggota dipersilahkan melanjutkan pekerjaan kalian.


Aku akan berkunjung ke Kemah para penjinak binatang" kata Sima Yong.


Dia meninggalkan kemah Sekte Du Hua setelah meninggalkan sekian jimat pertempuran dan penyembuhan untuk Sekte Du Hua. Selama di kemah Sekte Dua Hua, Sima Yong selalu menahan nafas agar tidak menghirup aroma asap yang harum secara terlalu berlebihan itu.


Ketika memasuki kemah Klan Penjinak Binatang, Sima Yong di sambut Patriak Mok yang lantas menunjukkan betapa hewan-hewan Magical Beast yang mereka panggil dari Hutan Pelindung, kini semakin jinak dan dikendalikan Klan mereka.


Patriak Mok dan Nenek Mok bahkan menawarkan Sima Yong untuk mengendarai salah satu Elang Roc kuno kepunyaan Klan Penjinak Binatang itu.


"Akan menambah kesan gagah anda sebagai Panglima ketika berperang nanti. Mengendarai Roc Kuno Peringkat Kaisar 7 ini (setara SAINT Lev 5) sambil mengenakan pakaian perang dan pedang teracung, aku yakin bahkan aura anda saja akan mampu menumpas musuh" Bujuk Nenek Mok kepada Sima Yong. Patriak Mok menambahkan..


"Semua energi dan kekuatan anda akan konsentrasi di dalam pertempuran pedang, bukannya terbuang percuma untuk melakukan gerakan-gerakan terbang" Sambung Patriak Mok.


Patriak dan sesepuh Klan Penjinak Binatang itu tampak sangat senang, ketika Sima Yong mengiyakan dan menerima hadiah mereka berupa Elang Roc kuno peringkat Kaisar Tujuh itu.


Sebagai balasan, Sima Yong meninggalkan banyak sekali Jimat pertempuran untuk digunakan Klan Penjinak Bintang. Tentu saja mereka sangat gembira dengan hadiah itu.


******


Di tenda Kaum Elf, Master Huang Chi memberikan satu set pakaian perang berwarna merah menyala.


"Ini adalah set perlengkapan yang aku suling sendiri. Meskipun ini hanya terbuat dari logam paling rendah, namun set perlengkapan ini adalah Peringkat Immortal.


Anda bahkan dapat mengenakan pakaian perang ini melapisi semua set yang anda miliki sekarang" jelas Patriak uang Chi.


Sima Yong menerima Pakaian Perang Kelas Immortal dari Master Huang Chi dan sama seperti pada kemah-kemah lainnya, dia menyerahkan banyak jimat pertempuran dan penyembuhan untuk Master Sekte Malaikat Kelabu.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2