Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Tiga Ahli Menara Suar


__ADS_3

Ketika itu suasana aula Balai Harta Baru, tengah geger karena lelang 5 jimat Peledak Halilintar, yang di suling Master Simbol DAO.. tanpa seorangpun menyadarinya tampak seekor hewan roh raksasa berwujud bangau raksasa, terbang dilangit dan dengan cepat mendekati Kota Azalea.


Sepeminum teh kemudian, tiga bayangan Praktisi yang memiliki kepandaian tinggi, menukik rendah, terbang secepat kilat kearah Kota Azalea.


Jika diperhatikan baik-baik, tingkat kultivasi ketiganya berada di ranah Alam Tanpa Batas puncak (B8 dan B9) sementara yang seorang memiliki peringkat kultivasi Kuasi Alam Pencerahan Suci.


******


"Untuk lima benda jimat ini, Balai Harta kami menawarkan harga hanya 5.000 batu energi. Setiap penawaran atas barang ini adalah kelipatan 1.000 batu energi.


Silahkan ajukan penawaran" Tuan Morenyu mengakhiri ceramahnya.


"6000 batu energi"


"7000 batu energi"


"Berikan padaku, 10.000 batu energi"


"Huh tidak semudah itu .. 12.000 batu energi!"


Saling bertanding menindih harga terjadi didalam ruangan. Gaduh benar suasana, ketika menyaksikan jago-jago berbagai sekte di Benua Silver ini saling berebut di lelang Balai Harta Baru. Diam-diam Morenyu tertawa kecil. "orang-orang ini membeli apa saja seperti kacang goreng"


Pada akhirnya, setelah persaingan saling berebutan untuk memperoleh Jimat Peledak Halilintar itu, Sekte Bulan Merah dengan penawaran senilai 35.000 batu energi, berhasil mengantongi lima Jimat Peledak Halilintar.


Dengan penuh rasa bangga Master Sekte Bulan Merah berjalan ke tempat duduknya.


"Lima Jimat Peledak Halilitar ini tidaklah mahal, mengingat jimat di kerjakan oleh Master Simbol Peringkat DAO" Cheng Ping yang saat ini telah menjabat sebagai Master sekte, berbisik menggunakan transmisi ke masing-masing tujuh Master Sekte besar Kekaisaran Great Ying.


Cheng Ping baru saja membanggakan hasil kemenanganlelangnya, ketika itu suara Tuan Morenyu terdengar memulai promosi barang akan di lelang berikutnya.


"Sebuah salinan teknik pedang yang ratusan tahun lalu pernah menjadi teknik pamungkas sebuah sekte Bintang Lima, yang bernama Teknik Tiga Belas Tebasan Pedang Angin.


Dengan Teknik langka ini, konon Sekte Bintang Lima itu pernah menjadi sekte yang paling di takuti di salah satu wilayah Benua ini..."


*** Seperti yang kita ketahui, Sima Yong ketika berdiam di Perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung, selalu membaca buku-buku yang jumlahnya ribuan itu. Diam-diam dia membuat salinan masing-masing buku dengan niat akan di kembangkan di Benua Silver ***


Tuan Morenyu mengulurkan tangannya, lantas sebuah kotak hitam melayang dan disambarnya. Suara jerit tertahan ketika Tuan Morenyu membuka kotak hitam dan mempertontonkan buku salinan teknik pedang yang dia maksud tadi.


Lanjutnya..

__ADS_1


"Harga kami buka senilai 35.000 batu energi, dengan kelipatan 2000 batu energi pada setiap penawaran... Di persilahkan untuk melakukan penawaran !"


Kembali gaduh seisi ruangan itu.


"Ini adalah sebuah teknik pedang langka yang dimiliki oleh Sekte Bintang Lima. Sementara rata-rata sekte di Wilayah Utara hanya di kategorikan dalam sekte bilang tiga dan bintang empat saja"


Jelas-jelas ketika mereka memperoleh kesempatan untuk memiliki teknik pedang sekte bintang lima seperti itu, semua orang rela menghabiskan dana sekte untuk membeli salinan yang di lelang itu.


Ketika semua orang fokus dengan saling melempar penawaran tertinggi, secara tiba-tiba sebuah suara yang di kerahkan menggunakan energi Qi tinggi, terdengar demikian keras, sampai-sampai menutupi suara keributan di dalam aula itu.


"Haha ... sejak awal aku melihat, Balai Harta ini menawarkan barang-barang berkelas seperti itu.


Akan tetapi aku menjadi bertanya-tanya. Apakah semua barang-barang yang Balai Harta kamu lelang itu, adalah barang yang keasliannya dapat di pertanggung jawabkan?"


Tampak tiga orang melayang terbang dan langsung berdiri diatas panggung. Mereka adalah tiga orang pria usia pertengahan, berdiri dengan garang sambil menatap mencemooh kearah Tuan Morenyu yang sementara melayang di udara itu. Suara mereka ketika terkekeh, sangat tidak sedap terdengar di kuping Morenyu.


Adapun demikian, kedatangan tiga tamu tak diundang yang memiliki kultivasi tinggi yaitu Alam Tanpa batas tingkat akhir serta kuasi Alam Pencerahan Suci itu membuat semua orang terkesiap.


Mengapa mereke demikian kaget? Bahwa sesungguhnya Master-master penguasa di Tujuh sekte Besar saja tidak memiliki kultivasi setinggi itu.


"Dari mana orang-orang aneh ini berasal?"


Tuan Morenyu menatap lekat-lekat tiga ahli yang dengan angkuh berdiri diatas panggung. Sinar matanya mencorong, suaranya yang awalnya terdengar ramah, kini berubah menjadi dingin.


Apakah kalian memiliki tiket undangan? Tolong sebutkan, dari sekte mana kamu berasal.


Rasa-rasanya Balai Harta kami tidak mengundang satupun manusia dari Menara Suar kamu !" Tuan Morenyu melihat ke lambang Menara Suar yang tersulam di dada kiri tiga orang itu.


Sementara itu orang-orang yang hadir di aula, mulai saling berbisik,


"Tiga orang itu adalah praktisi itu adalah utusan dari Menara Suar !"


"Tontonan menarik akan terjadi. Mari kita lihat, apakah Balai Harta dapat lolos dari tangan Ahli-ahli tingkat tinggi itu" semua orang menjadi antusias.


Keributan diantara sesama ahli bela diri memang selalu memancing minat praktisi lainnya untuk menonton serta mencoba memetik keuntungan dengan menyaksikan pertempuran tingkat tinggi seperti itu.


"Beranikah kamu menjelaskan, dari mana kamu mendapatkan benda-benda yang di suling Refiner dan Master Simbol peringkat DAO itu?


Dengar kata-kataku. Bahkan di wilayah tengah sana yang peradabannya jauh lebih maju dibanding daerah terpencil ini, keberadaan seorang Refiner atau Master Simbol Peringkat DAO tadi, amatlah sulit di temui" Senyum mengejek terukir jelas di wajah pria kuasi Alam Pencerahan Suci itu.

__ADS_1


Kilatan di mata Tuan Morenyu semakin terlihat menyala-nyala. Dengan suara yang halus namun teramat dingin dia berkata,


"Dengar..


Aku bukanlah tipe orang yang mampu menahan sabar dan suka berdebat kata-kata.


Tolong katakan nama kalian bertiga, sebelum aku turun tangan.


Perlu aku tekankan, aku bukanlah seseorang yang lembut hati. Ketika aku bertindak nanti, maka kamu jangan menyesal" ancaman Tuan Morenyu itu membuat orang-orang yang mendengarnya merasa menggigil.


Itu adalah ancaman yang didalam suaranya terkandung kekuatan sihir yang mampu menekan jiwa orang yang mendengarnya. Tuan Morenyu terlihat mengeluarkan kipas dan mulai memainkan benda itu.


Meski merasa tekanan sihir di jiwa mereka, tiga orang itu tidak juga mengendorkan suara mereka. Bahkan ahli Kuasi Alam Pencerahan Suci dengan pongah dalam nada merendahkan berbicara dengan lantang,


"Namaku Ye Po Sin, dan kedua kawanku itu bernama Fang Huang Fu dan Cui Cun. Kami adalah Penatua Menara Suar Wilayah Tengah di Kota..."


Belum kelar kata-kata diucapkan Ye Po Sin itu, Tuan Morenyu memotong kata-kata dia dengan sebuah raungan,


"Baik, sesuai dugaanku!.


Kalian bertiga siap-siap untuk mati !"


Selesai berkata seperti itu, tubuh Tuan Morenyu menghilang dari ketinggian diatas, dan orang hanya dapat melihat seberkas cahaya secepat meteor, menyerang tiga praktisi Menara Suar. Cepat gerakannya sampai-sampai di telinga orang-orang terdengar seperti suara anak panah yang di tembakkan busur.


Dalam keadaan terkejut, tiga ahli Menara Suar itu langsung membentuk kuda-kuda teknik pertahanan. Pedang berkilauan tatkala ketiganya mencabut pedang dan mengacungkannya ke arah cahaya yang berkelabat cepat menuju mereka.


"Trang-trang-trang" suara benturan tiga senjata memekakkan telinga. Disusul kemudian dengan jatuhnya tiga pedang rongsokan seperti rompal terkena benturan.


Adapun tiga ahli Menara Suar tadi, terlihat masih dalam keadaan berdiri dengan mata melotot. Semua melihat bagian leher tiga orang itu berdarah, seperti di iris dengan benda tajam.


Keadaan kembali geger ketika tiga ahli Menara Suar tadi, tiba-tiba menjadi air mancur darah, dimana kepala mereka kini jatuh menggelinding di lantai. Secepat itu gerakan yang dilakukan Tuan Morenyu, dan tidak seorangpun melihat apa yang telah dia perbuat.


"SAINT..."


"Tuan Morenyu itu Ahli peringkat SAINT !" keadaan kembali geger.


Balai Harta ini sejak awal pembukaan, hingga saat ini tak habis-habisnya membuat geger semua praktisi Wilayah Utara.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2