
Matahari baru saja akan menunjukkan cahayanya, ketika Sima Yong menemukan sosok Ye Kueng yang mengambang diatas Sungai Hudie. Dia memeriksa baik-baik sosok tubuh itu, memastikan kalau Ye Keung itu telah tewas.
"Cincin tata ruang itu" bisik Sima Yong teringat akan sesuatu.
Dia memikirkan banyak tentang harta peninggalan kaum terdahulu di Neraka dunia, yang telah gondol pergi Ye Keung, dia memikirkan kelangsungan hidup orang banyak di kedalaman perut bumi yang tidak sadar akan ancaman bahaya kekurangan oksigen nanti.
Sima Yong meledak dalam rasa gembira, tatkala dia akhirnya menemukan satu cincin tata ruang peringkat sangat tinggi disembunyikan di dalam lipatan baju Ye Keung (Cincin Tata ruang peringkat sangat tinggi adalah cincin khusus yang mampu menampung hingga sangat banyak barang-barang di dalamnya).
"Sekarang tugas selanjutnya adalah mencari dimana Ye Keung ini menyembunyikan relikui Raja Pedang ras iblis itu? Bukankah dia pewarisnya?
Hm, benda itu seharusnya langsung terlihat ketika pengguna nya telah mati !" Sima Yong sibuk merogoh sana sini, mencari-cari keberadaan relikui.
"Pedang merah itu !" tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Jangan-jangan pedang merah yang di pakai Ye Keung bertempur, adalah relikui itu sendiri."
Dia melompat dan mencari-cari di rumput-rumput tepi sungai. Tidak menemukan barang yang di carinya, kini Sima Yong terlihat sibuk mengobrak-abrik air di sepanjang Sungai Hudie. Pikirnya, kalau-kalau saja beruntung, dia menemukan jejak pedang merah dengan cepat.
"Di tengah-tengah sungai itu! Kira-kira lima belas kaki dari tempat dimana kamu berdiri, aku merasakan aura iblis.
Kemungkinan itu adalah relikui yang kamu cari" terdengar suara Hei Jian memenuhi benaknya.
"Terima kasih Senior Hei Jian" jawab Sima Yong gembira. Balasannya dia hanya mendengar dengusan bosan sebagai jawaban dari Hei Jian.
"Memisah !"
Sima Yong mengangkat tangannya ke tengah-tengah air sungai seolah memberi perintah. Lalu secara kasat mata yang tak dapat di percayai orang biasa, tiba-tiba air sungai membelah diri menjadi dua bagian. Tengah-tengah dua bagian yang memisah itu, berubah menjadi tanah kering yang dapat dilewati, namun tersisa jejak-jejak air di kedalaman tanah sungai.
Mata Sima Yong langsung bercahaya dalam rasa gembira. Dia melihat benda itu, pedang merah yang di pakai Ye Keung tergeletak di dasar sungai yang kini kering itu.
__ADS_1
"Tebakanku benar adanya. Benda ini adalah relikui Raja Pedang iblis, merangkap pedang untuk pertempuran.
Aku merasa aura roh pedang telah kembali kedalam pedang, setelah Ye Keung tewas." batin Sima Yong senang.
"Bocah, tidak usah terlalu senang. Kalau aku tidak memberi kamu petunjuk, kemungkinan kamu masih mondar-mandir di sepanjang sungai ini" suara Hei Jian menyentuh benaknya. Sima Yong membalas kata-kata Hei Jian dan mengucapkan terima kasih dalam-dalam. Biar bagaimanapun Hei Jian itu selalu membutuhkan pujian dari dia selaku Master pemegang relikui.
Sambil duduk di batu besar di tepi air sungai yang mengalir, SIma Yong meraba-raba pedang merah iblis itu.
"Relikui Phoenix, Relikui Qilin ajaib, Relikui Raja Pedang Terbang dan Relikui Raja Pedang Elf. Aku telah menyerap empat relikui legendaris itu.
Kini dengan bertambah lagi satu relikui, Relikui Raja Pedang iblis dan aku perlu menemukan tiga atau paling baik lima relikui (lima untuk peluang paling besar menerobos immortal) untuk melengkap Niat Pedang Istana Pedang untuk menjadi Immortal" Hati Sima Yong bergetar hebat. Dia tak menyangka sama sekali, keberuntungan demi keberuntungan selalu menyertainya, hingga dia bisa berada di titik sekarang ini.
Di simpannya baik-baik relikui Raja Pedang iblis itu didalam cincin tata ruang, lalu bergegas kembali ke Padang Impian Bidadari.
Ketika anak muda itu menjentik kan jarinya, air sungai yang membelah terpisah itu seketika bergabung kembali, dan air dari huku Sungai Hudie kembali mengalir.
******
Tmpaknya setelah kematian Ahli andalan mereka Ye Keung, seorang Semidevil peringkat Alam Melintas Immortal, kaum tentara kekaisaran menjadi hilang semangat berperangnya. Karena menurun daya juangnya, serta kehilangan kepercayaan diri, kaum tentara kekaisaran lantas di tarik mundur, kembali ke ibukota sesuai instruksi panglima perang mereka.
Sima Yong melihat banyak diantara tentara-tentara Kaum Pembebas yang selamat berjalan dengan letih, tatapan kosong menerawang. Sepertinya setelah perasaan akan haus darah peperangan mereka mereda, kini perasaan kosong dan sengsara yang terasa.
Namun kenyataannya perang masih belum apa-apa, itu belum selesai sama sekali. Ju Qin memerintahkan pasukan untuk melanjutkan menerobos ke ibukota Kekaisaran Rajawali Agung, setelah istirahat selama beberapa hari.
Sima Yong menemui kumpulan Elf yang tersisa, lima Elf jumlahnya. Mereka tiga laki-laki dan dua perempuan Elf. Suara tangisan kesedihan mengerikan terdengar dari dua troll dan tiga mahluk Ent yang selamat dari api sihir. Suara-suara mereka yang terdengar aneh dalam bahasa rumit itu mewarnai duka diantara lima kaum Elf dari Sekte Malaikat Kelabu itu yang selamat.
Jenasah Master Huang Chi terlihat seperti tertidur didalam peti yang terbuat dari kaca kristal mewah yang dibuat secara sihir. Lima jenasah elf lainnya juga masing-masing didalam peti kristal, namun tidak semewah peti kaca yang berisi Master Huang.
"Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" tanya Sima Yong.
__ADS_1
Ren Bai Xin, Elf yang paling senior diantara kaum tersisa itu menjelaskan,
"Kami akan kembali ke Sekte Malaikat Kelabu kami di Hutan Suci. Master Huang Chi dan saudara kami lainnya, harus di upacarakan dan di jenasahnya di kuburkan dengan cara dibawa diatas kapal khusus yang akan mengalir di sepanjang Sungai Suci Elf Kelabu kami.
Menurut kepercayaan kami, jika hal itu dilakukan di dunia ini, maka yang ada jiwa mereka tidak tersesat dan berkelana di dunia sebagai pengembara lagi.
Jiwa mereka di percaya akan menuju ke Tanah Ajaib, untuk pembaruan tubuh dan hidup lagi dengan sosok yang baru. Tanah ajaib itu adalah satu Negri yang di sebut Negri Ajaib Wonderland"
Sima Yong seketika tercengang. Tanah ajaib atau yang di sebut Negri Ajaib itu adalah tempat di mana kaum immortal pemilik relikui-relikui itu pergi. Dia ingin bertanya lebih lanjut, akan tetapi menahan diri, mengingat Elf-elf itu tengah berduka.
"Tolong beri tahu aku, ketika kalian akan menguburkan jenasah Master Huang dengan cara Kaum Elf.
Aku berhutang budi dengan Master Huang. Maka sudah sepantasnya aku menghadiri upacara pemakaman beliau"
Ren Bai Xian mengangguk sedih. Lalu setelah persiapan mereka selesai, dari atas kapal roh Sekte Malaikat Kelabu, lima Elf itu melambaikan tangan kepada semua orang yang telah berjuang bersama-sama mereka. Dua troll dan tiga ent terlihat meringkuk di geladak kapal roh dengan suara-suara keluhan sedih.
Ren Bai Xian sekali lagi mengatakan dan berjanji akan memberi tahu Sima Yong tentang rencana pemakanan Master Huang. Sima Yong kemudian melempar puluhan ribu mana biru kedalam pembakaran kapal roh yang membuat kelompok Elf itu terkejut. Akan tetapi mereka diam saja karena tahu itu adalah niat baik.
Sepeninggalnya kapal roh kaum Elf, kelompok Klan Penjinak binatang juga memohon pamit. Banyak diantara hewan-hewan yang mereka bawa mengalami luka-luka yang membutuhkan perawatan khusus.
Karena kepulangan kelompok Klan Penjinak Bintang kali ini membawa banyak hewan-hewan roh yang baru mereka jinakkan di Hutan Pelahap, Sima Yong menawarkan untuk memberi kapal roh kepunyaannya kepada Patriak Mok sebagai hadiah.
Awal-awalnya Patriak Mok sangat keberatan, akan tetapi setelah Sima Yong berkata bahwa "jika Patriak tidak bersedia menerima hadiah kapal roh ini, anggaplah kapal ini aku pinjamkan. Kapan-kapan aku akan berkunjung ke pulau Klan Penjinak Binatang, dan anda dapat mengembalikan kapal ini.
Lagi pula, aku sekarang memiliki satu Phoenix dan satu Roc yang dapat digunakan untuk alat transportasi"
Patriak Mok setuju dengan syarat yang di katakan Sima Yong, maka kelompok penjinak binatang itu juga meninggalkan Padang Impian Bidadari.
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...