Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perbatasan Tepian Barat


__ADS_3

Pria berambut perak itu masih diam berdiri, terlihat begitu agung dan mistis diatas tembok halaman Kuil Dewi Kebajikan. Rambutnya yang riap-riapan terlihat bergerak seperti ular tertiup angin dingin, juga menyala menyerupai kunang-kunang tatkala tertimpa sinar bulan.


Gadis Klan Wu bernama Wu Biao dan saudaranya Wu Zao Yun berlutut, menundukkan muka dan mengucapkan terima kasih kepada pria itu. "Terima kasih Inkong (tuan penolong).." mereka membenturkan kepala ke tanah berair.


Dengan suara yang terdengar lembut ia membalas sujud itu ,


"Tidak usah terlalu dipikirkan. Aku pernah memiliki hubungan baik dengan Klan Wu anda di masa lalu. Dahulu sekali, aku berteman dengan seseorang bernama Elder Wu Wangting di klan anda. Sayang sekali ku dengar beliau telah tewas didalam satu pertempuran"


"Elder Wu Wangting?" gumam Wu Biao. Dia melirik Wu Biao di sampingnya.


"Tuan penolong.. sudikah anda memberi tahukan kami nama anda?" tanya Wu Biao penasaran. Gadis Klan Wu itu lantas mendongak, untuk mencari lihat rupa tuan penolong lebih jelas lagi.


Alangkah terkejutnya Wu Biao. Tuan penolong berambut perak itu telah lenyap. Tembok pembatas kuil kin hampa tiada siapapun. Padahal belum juga satu tarikan napas mereka sujud menunduk, namun tuan penolong itu telah hilang seperti hantu. Wu Biao menjerit tertahan karena tak menyangka tuan itu menghilang dengan cepat..


Wu Zao Yun lantas ikut-ikutan menengadah, yang langsung membuat dirinya menjadi kaget..


"I-itu.. tuan penolong itu begitu cepat menghilang. Bahkan setiap gerakannya tidak menimbulkan suara sama sekali !" kedua nya bertatap-tatapan dalam raut tidak percaya.


Belum kelar dua praktisi Klan Wu itu dilanda rasa terkejut, mendadak sebuah suara terdengar bergema dengan lembut di benak mereka..


"Kalian dapat memanggilku Tuan Yong. Mengenai hubungan baikku dengan Elder Wu Wangting, ah.. itu telah lama sekali. Beliau sering memintaku membuat ramuan dan beberapa benda mistis..


Perhatikan baik-baik. Diatas tembok tempat aku berdiri tadi, ada satu botol kecil berisi 2 pil. Berikan keduanya sekaligus kepada saudara kalian yang terluka itu, niscaya setelah dua minggu istirahat di tempat tidur, kesehatannya akan pulih. Semua racun akan sirna.


Kalian juga tidak perlu khawatir dengan jimat telekomunikasi yang di lepas ras iblis tadi. Aku telah menghancurkan jimat itu, dan rahasia Klan Wu kalian tetap terjaga, tidak di ketahui Patriak Ras iblis.

__ADS_1


Maafkan aku tidak bisa berlama-lama. Masih ada hal lain yang mesti ku urus"


Setelah suara itu lenyap dari benak mereka berdua, keadaan menjadi sepi dan hening. Tersisa ratusan sosok tubuh yang tergeletak tidak bernyawa di Kuil Dewi Kebajikan.


Wu Zao Yun dan Wu Biao menghela napas dalam-dalam. Kesaktian yang di tunjukkan pria bernama Tuan Yong itu adalah satu keberadaan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Setelah memberi pil pemberian Tuan Yong kepada kakak mereka yang terluka, dua praktisi Klan Wu itu terus saling bercerita tentang kesaktian yang baru mereka saksikan. Kesan itu begitu mendalam.


Sejak saat itu, nama Tuan Yong ramai di perbincangkan di mana-mana di seluruh kawasan barat ini. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah seorang Elf. Namun ada yang yakin dan menceritakan bahwa Tuan Yong adalah praktisi asing dari negri lain nun jauh. Bahkan ada yang melebih-lebihkan kalau Tuan Yong ini adalah titisan dewa dengan kemampuan di ranah Immortal.


Namun diluar dari semua inti kisah tentang Tuan Yong, diam-diam banyak sekte dan klan yang merasa senang. Tuan Yong ini sepertinya adalah seorang praktisi yang membenci dan membantai kelompok klan ras iblis. Bahkan setelah tindakan Tuan Yong itu, membuat gerakan agresif Ras iblis menjadi berkurang. Kelompok ras iblis kini jarang menampilkan diri di depan umum. Wilayah barat pun kini mengalami sedikit kedamaian.


******


Musim gugur ini akan segera berakhir. Sebentar lagi hamparan putih salju akan mengganti daun-daun berwarna jingga di sepanjang jalan di Hutan Willow tepian Barat. Udara dingin mengawali musim salju yang sebentar lai akan datang. Suasana muram mulai meng-awali musim dingin itu.


Namun di tepian Hutan Willow, pada tempat yaitu satu-satunya jalan menuju ke arah Barat Daya ke pegunungan Negri Tanaman Obat, terdengar nyanyian seseorang yang terdengar begitu riang. Terkadang ia menyelingi nyanyiannya dengan mengeluarkan satu bunyi-bunyian suara seruling.


Belum lagi terlihat begitu banyak burung-burung yang terbang beriringan mengikuti langkah si peniup seruling. Pria itu adalah Sima Yong yang belakangan namanya makin terkenal di wilayah barat, sebagai sosok setengah dewa yang membantai ras iblis hanya dengan lambaian tangan.


Dia berniat pergi ke selatan, di Negri Menhu, negri dimana Atid Ananada mengaku sebagai negri tempat tinggalnya sbagai pangeran. Sebagai kelana dan petualang pengejar keabadian, Sima Yong telah menjajaki banyak negri, termasuk negri-begri barat dan utara yang merupakan tempat lahirnya.


"Bukankah peluang untuk mendapatkan informasi mengenai benda-benda langka artefak sering sekali aku dapati didalam suatu perjalanan tak terduga? Mengapa aku tidak mencoba rute melewati Barat Daya untuk menuju Menhu?


Selatan adalah targetku, tersisa timur dan tengah yang akan kutempuh demi informasi relikui keabadian.


Menjadi Praktisi Immortal dan menuju Negri Ajaib adalah tujuan hidupku" Batinnya penuh semangat.

__ADS_1


Perjalanan ke Negri Selatan akan lebih di persingkat waktunya apabila ia mengambil rute melintasi Negri Tumbuhan Obat Dunia di tepian Barat Daya Benua Silver, ketimbang jalur konvensioal yang harus melewati hutan belantara.


Dan lagi negri-negri Barat Daya juga terkenal dengan keajaiban-keajaiban mistis dunia ini, ia berpikir pasti disana tersimpan banyak rahasia benda-benda langka artefak berharga.


Ketika ia tiba di tepian barat yang merupakan jurang perbatasan antara Wilayah Barat dengan Barat Daya hari telah menjelang sore. Matahari telah berada di ufuk Barat dengan semburat jingga mengarah gelap sejauh mata memandang.


Dengan satu hentakan kaki, tubuh pria muda itu melayang indah, terbang mengangkasa. Ia terlihat seperti dewa, begitu agung dengan kibaran lengan baju longgar tertiup angin. Banyak orang, praktisi beladiri maupun manusia fana - bukan kelompok pengejar keabadian yang ternganga melihat aksi pria berambut perak itu.


Di tepian jurang tak terbatas itu, memang telah berkumpul banyak sekali orang-orang yang akan melakukan perjalanan antar wilayah dari Barat menuju Barat Daya. Di tepi tebih dalam itu, berdiri kantor penguasa setempat yang fungsinya mengatur perjalanan lintas wilayah menggunakan alat transportasi air ship.


Sebenarnya ada banyak sekali hewan-hewan ganas dari kelompok dark beast udara dan monster peringkat Kaisar 6 yang setara praktisi Alam Pecerahan Suci bintang 9 yang akan menghalangi perjalanan solo melintasi dua wikayah ini.


Sehingga melakukan perjalanan dengan penerbangan seorang diri tebilang mustahil, karena selain jarak yang sangat jauh dan memakan energi, monster-monster yang di sebutkan tadi adalah momok bagi para pelintas wilayah.


Maka Air ship adalah moda transportasi teraman karena selain besar dan kokoh bentukannya, benda itu telah di lengkapi dengan mantra dan jampi-jampi penolak monster, dengan memancarkan bau tidak sedap yang di benci dark beast dan sejenisnya.


Semua orang di bangunan ruang tunggu airship menjadi berkumpul di anjungan gedung, menonton aksi pria berambut perak.


Lalu seperti satu dorongan energi yang sangat kuat, sosok pria berambut perak itu seketika lenyap - tahu-tahu telah berada puluhan lie di kejauhan sana. Ia melakukan penerbangan seperti membelah ruang dan waktu saja. Suara yang menyusul lambat adalah suara gemuruh seperti guntur.


"Siapa ahli itu? Seumur hidupku belum pernah aku melihat seorangpun berani melintasi perbatasan ini dengan cara terbang seorang diri" kata satu orang penuh khawatir.


"Apakah dia yang disebut-sebut Tuan Yong itu? ciri-ciri rambut peraknya mirip dengan Tuan Yong yang di ceritakan di mana-mana"


Tak sampai tiga kerdipan mata, wujud pria berambut perak itu telah hilang dan jarak pandang semua orang. Yang tersisa adalah perbincangan antusias, setelah semua memastikan bahwa pria itulah yang di sebut dengan Tuan Yong.

__ADS_1


Bersambung


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2