Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sesuatu Yang di tutupi Kain


__ADS_3

Saat itu belum lagi pagi. Waktu masih menunjukkan waktu kentongan ke tiga di dunia manusia. Ketika itu dua sosok tubuh manusia terlihat berlari mengendarai angin pusaran, mengangkasa dan makin mengangkasa, membawa dua sosok itu terbang.


Dua-dua nya, mereka dalam balutan jubah misterius lengkap dengan tudung penyamar wajah itu terlihat seperti iblis yang terbang menggunakan angin, mengejar sesuatu.


Tatkala semua mata terpukau memandang takjub kearah dua sosok - yang satu tinggi kurus dan yang satunya seperti ukuran anak-anak, sekonyong-konyong terdengar suara menggelegar, seperti mengucapkan mantra dalam bahasa yang asing di dengar,


Enuma Elish !


Langit langsung retak-retak, yang kemudian tampak satu energi sangat besar - amat kuat, seperti tercurahkan jatuh ke dataran.


Energi itu berkumpul di satu titik kecil di arena labirin. Dimana titik kecil itu adalah sosok roh heroik. Kemudian Sima Yong dan Nevertary dengan mata kepala sendiri menyaksikan keajaiban..


Energi besar itu membuat roh heroik itu berubah menjadi satu tombak raksasa - yang besar teramat besar terlalu besar untuk sebuah tombak.


Mustahil ! Suara-suara ngeri memekik


Tombak itu melesat ke angkasa, cepat - terlalu cepat, megah, perkasa, seperti kekuatan dewa-dewa yang penuh kekuatan energi langit dan bumi,


Tombak tersebut berusaha mengunci ketat kearah Sima Yong dan Nevertary diatas pusaran angin, niat pembantaian sihir kental terasa. Tombak itu berniat mengoyak dan menghancurkan keduanya menjadi debu.


Nevertary menjadi panik,


"Ini adalah mantra Seven Creation of Babylon - Tujuh tablet Penciptaan Dunia versi Babilonia"


Tombak itu pertanda Enkidu - ahli tombak sepanjang masa di Babilonia. Kita mati !" mata nya terbelalak melihat ke datang nya energi mematikan berbentuk tombak itu.


Dalam sejarah di Babilonia, Enkidu itu adalah satu sosok yang di ciptakan dari tanah liat dan air oleh Aruru - dewi penciptaan. Enkidu ini tidak di ketahui laki-laki atau perempuan, karena dia hanyalah tanah liat - yang mengubah wajahnya seperti perempun, tapi fisiknya seperti laki-laki.


Enkidu memiliki ketrampilan dasar alami yaitu mendeteksi kehadiran roh. Namun kemampuan sesungguhnya Enkidu terletak pada Noble Phantasm bermantra Enuma Elish (Semacam alat berharga/benda roh berharga) yang dia miliki.


Dengan Noble Phantasm miliknya itu, Enkidu dapat merubah dirinya menjadi senjata pemusnah - tombak misalnya. Meskipun ini adalah satu benda Noble Phantasm yang hebat, itu bukan berarti bahwa Enuma Elish kepunyaan Enkidu ini sama sekali tidak terkalahkan. Pedang Ea yang di miliki Gilgamesh misalnya (roh ahli panah yg tidak di panggil di perang suci kali ini) merupakan satu alat yang menjadi tandingan tombak Enkidu.


Sima Yong lantas berteriak keras memenuhi benak Nevertary..


"Pergi ke daratan. Bunuh master mahluk mengerikan ini. Aku akan menahan dia dengan beberapa teknik dan benda roh ku atau yang mereka sebut Noble Phantasm disini !

__ADS_1


Ketika masternya Dark Elf itu mati, dia akan kehabisan energi dengan cepat ketika Mantra Perintah (command spell) di tangan masternya hilang !"


Dalam sekejab mata Nevertary berubah menjadi uap hitam, dia menyatu dengan dunia malam, bersembunyi di balik bayang-bayang. Nevertary memang boleh terlihat telah menghilang di balik bayang-bayang.


Namun itu bukan berarti dia lantas menyembunyikan diri. Jika orang bermata jeli, akan melihat satu asap tipis mengambil jalan memutar, melesat cepat menuju tanah labirin dan mencari jejak master pengendali Enkidu.


Sementara itu Sima Yong mulai merapal mantra,


"Sihir hanya di lawan dengan sihir !"


Mantra badai es ketujuh - Badai Es surgawi !"


Dunia seketika seperti membeku, uap-uap embun membeku dan terhenti ketika mantra Badai Es Surgawi di rapalkan. Lalu tangan SIma Yong menunjuk kearah Tombak raksasa - perwujudan Enkidu yang melaju cepat dalam kondisi fisiknya tombak raksasa.


Satu demi satu balok-balok es berkumpul dalam kecepatan cahaya di depan Sima Yong, jaraknya sekitar dua puluh tombak jauhnya.


Makin lama dalam gerakan cepat balok-balok es itu terlihat telah membentuk benteng pertahanan yang terbuat dari kristal es, tebalnya tidak kalah tebal dari tembok pertahanan kota yang paling tebal.


Enkidu melesat cepat dalam mantra Enuma Elishnya, dia tidak menyangka sama sekali master dari roh assasin itu adalah seorang magus hebat dan amat trampil dengan magecraft.


"Meskipun kamu mampu membuat benteng pertahanan sihir dari kristal es, itu tidak menghalangi diri ku untuk membunuh kamu. Karena Semua kejadian awal penciptaan berada di Enuma Elish ini !" suara Enkidu terdengar memenuhi seluruh Gurun Tak bertepi, membuat menggigil penyihir yang menonton.


Bam !


Tombak raksasa - Enkidu sendiri berbenturan dengan tembok kristal mengakibatkan kekacauan yang maha dahsyat di langit Gurun Tak Bertepi. Kristal es pecah berhamburan dalm bentuk kristal-krital tajam. Penonton berhamburan kocar kacir.


Ajaib ! Tombak itu terus meluncur menuju kearah Sima Yong, mengunci ketat dada anak muda itu. Enkidu tidak terpengaruh dengan mantra es peringkat surgawi.


"Arrgggghhh kamu harus mati dengan pedang suci ini" Sima Yong amat terkejut melihat Enkidu - tombak itu menghancurkan benteng kristal es yang di buatnya, yang berasal dari mantra terakhir rangkaian tujuh mantra kutukan badai es.


Selama ini tidak seorang pun yang lolos dari mantra kutukan badi es miliknya. Akan tetapi mahluk ini - Enkidu ini bahkan menghancurkan pertahanan yang terbuat dari mantar kutukan badai es nya.


Sima Yong mengayunkan Pedang Emas Suci - Pedang sihir yang ada di tangannya, karena pedang ini satu-satunya pedang sihir yang dia miliki.


Bam !

__ADS_1


Benturan kedua yang amat kacau terdengar. Awan dan langit seperti pecah berhamburan ketika dua senjata sihir itu bertemu. Tombak itu - Enkidu itu terpental beberapa tombak lalu berdiri stabil, sedangkan Sima Yong terlempar jauh, berputar-putar berulang kali, hampir seperti layang-layang putus.


Ketika dia - Sima Yong pada akhirnya berhasil menenangkan diri, masih berdiri di atas pusaran angin.. Darah menetes dari mulutnya. Dia mengutuk keras dalam hati,


"Kurang ajar ! Mahluk aneh ini menyerap kekuatan dari langit. Dewi Aruru sendiri yang memberikannya kekuatan untuk bertarung melawanku. Noble Phantasm miliknya adalah satu benda warisan dewata...


Baik akan aku hadapi dengan benda setengah dewa juga"


Sima Yong meraba lembut tiga topeng Gorgon yang dia simpan baik-baik di cincinnya. Gorgon juga adalah mahluk setengah dewata - yang kena kutukan dan memiliki kekuatan untuk membuat siapapun yang melihat nya menjadi batu....


"Aku tidak akan berbelas kasihan dengan kamu hai manusia. Kamu hanyalah setitik debu jika ingin melawanku. Semua kekuatan ku berasal dari kekuatan dewa.


Enuma Elish adalah kekuatan dewata yang bahkan mampu membuat Kejadian Genesis - Penciptaan dunia di Babilonia. Satu tikaman tombak dewata ini, maka kamu akan menghilang dari dunia, seperti mahluk yang tidak pernah ada sama sekali" suara Enkidu terdengar ramah namun terkandung ancaman dan hawa membunuh yang mengerikan.


Sima Yong mengeluarkan Topeng Gorgon. Dia masih menutup tiga kepala itu dalam satu kain tipis, sehingga membuat misterius penampakan benda di tangannya. Katanya...


"Ku pikir kamu hanyalah satu ciptaan dari air dan tanah liat, yang tidak memiliki karakter apa-apa, lalu mengambil rupa dan meniru seorang wanita cantik karena krisis identitas diri kamu.


Aku telah mendengar kejadian penciptaanmu di Babilonia oleh roh hero assasin ku.


Tak kusangka, kamu ternyata sombong juga !.


Tidak usah terlalu banyak memamerkan segala kata-kata dan mantra-mantra kuno mu. Maju sekali lagi dan kita akan melihat... Siapa yang berakhir dalam kematian !" tantang Sima Yong.


Enkidu tidak terpancing sama sekali. Namun mendengar gertakan master dari Roh Assasin itu, Enkidu mulai mengumpulkan kembali seluruh kekuatan dari langit. Langit pun penuh kilat-kilat lalu membelah. Ketika itu energi besar terlihat turun seperti di curahkan dewa, memandikan Enkidu dalam pentahbisan kekuatan tiada tara...


"Baik manusia ! Berdoa kepada dewa-dewa mu agar kamu masih dapat ber-inkarnasi setelah terkena Noble Phantasm..."


Enuma Elish !


Enkidu melesat cepat merobek udara, melangkah beberapa lie kedepan seperti melintasi ruang dan waktu, dalam suatu domain teleportasi... Sementara itu, sesuatu di tangan Master Assasin itu bergerak-gerak... Kain penutup Gorgon terbelah, sobek dan menyingkap tiga wajah sayu penuh merayu - namun wajah itu terlihat keji mengandung aura dewata dan kutukan... tak seorang pun pernah lolos dari tatapan Gorgon. Apalagi tiga kepala Gorgon..


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2