
Sima Yong langsung diantar oleh bujang klan itu untuk menemui Patriak Shi Yong Seng di kamarnya.
Diiringi tatapan kurang bersahabat dari seorang tua yang sejak awal kedatangannya di Klan Shi, tatkala dia mengaku sebagai seorang alkemis, pria itu telah menunjukkan sikap yang bermusuhan. (Bujang dalam hal ini adalah orang gajian atau jongos)
"Orang tua itu adalah penatua Klan Shi kami" bisik bujang itu, tatkala melihat Sima Yong menunjukkan sikap kurang nyaman.
Dia bernama Shi Zhizhou. Anda harus berhati-hati ketika meninggalkan klan kami nanti" lanjut si bujang, sementara jago kita hanya menganggukkan kepala saja. Dia tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan masalah internal Klan Shi.
"Niatku tidak lebih. Aku hanya ingin jalanku mulus untuk bertransaksi Kapal Roh nanti" batin Sima Yong. Dia lantas melupakan Shi Zhizhou yang tidak bersahabat itu.
Ketika berada di dalam kamar Patriak Shi, bujang itu meninggalkan Sima Yong. Lalu dia lantas memeriksa cara bernafas Patriak Shi. Ketika melihat bahwa dada orang itu berwarna kebiruan, dengan tanda bekas telapak tangan yang kini terlihat menghitam didada Patriak Shi, Sima Yong hanya membatin,
"Besar keberuntungan orang ini. Jika tidak bertemu denganku, aku pastikan dia akan mati dalam satu minggu kedepan"
"Itu adalah Serangan Telapak Racun Hitam Penggetar Hati" Batin Sima Yong.
"Dimana dia bertemu ahli racun peringkat tinggi seperti ini? Bahkan orang-orang Sekte Du Hua yang ahli racun itu belum mencapai level seperti ini" Sima Yong menggelengkan kepala penuh takjub melihat serangan mematikan itu.
"Paling tidak orang ini memiliki kultivasi Alam melintas SAGE level delapan" dia mengambil kesimpulan setelah mempelajari bekas luka hitam itu.
"Aku akan menyalurkan energi Qi untuk membuyarkan racun yang berkumpul didada anda. Karena aku akan menggunakan Qi, pasti akan terjadi bentrokan dua hawa murni di dada anda dan terasa sakit luar biasa.
Aku harap anda tidak melakukan perlawanan ketika aku bertindak mengeluarkan jarum di dada anda nanti.
Sebisa mungkin anda harus menahan rasa sakit" kata Sima Yong yang diikuti anggukan kepala Patriak Shi.
Ketika Sima Yong mulai mengerahkan hawa murninya, tubuh Patriak Shi tampak bergetar hebat. Wajahnya terlihat menahan rasa sakit yang amat sangat. Namun dia berusaha keras untuk tidak berontak dan melawan hawa murni yang menyerang dadanya.
Tidak lama kemudian, Patriak Shi memuntahkan gumpalan darah hitam, dia lantas jatuh pingsan. Gumpalan itu adalah racun yang telah menyatu di bagian dada Patriak Shi. Sementara itu Sima Yong tidak memperhatikan darah hitam tersebut, dia meneruskan pengobatan, guna membersihkan sisa-sisa racun di organ dada pria itu.
***
Anak muda itu menghabiskan waktu hingga 4 kali peminum teh habis. Setelah dia merasa racun didada Patriak Shi tidak lagi mengancam jiwa Patriak Shi, dia menyudahi teknik mengalirkan hawa murni guna pembersihan racun.
Langit saat itu mulai berwarna jingga, pertanda senja akan menjelang. Ketika Patriak Shi sepenuhnya sadar dia merasa kelegaan di bagian dadanya. Wajahnya berubah berseri-seri gembira,
"Anak muda.. Alangkah bahagianya aku si orang tua ini. Anda telah membantu menyelamatkan aku dari petaka ini.
Meskipun aku membayar anda dengan apapun, budi baik ini jelas tidak akan tergantikan. Nyawa tidaklah dapat di gantikan dengan uang atau apapun itu"
__ADS_1
Pria setengah tua itu berusaha bangun dari tempat tidurnya, dan akan melakukan gerakan membungkuk memberi hormat.
"Patriak Shi Yong Seng tidak perlu repot-repot bangun seperti itu" Sima Yong menghalanginya untuk bangun dari tempat tidur.
"Yang paling anda butuhkan saat ini hanyalah beristirahat selama seminggu lebih di tempat tidur dan tidak melakukan kegiatan yang berat"SimaYong lantas mengeluarkan satu botol kecil yang berisi obat-obat penguat racikannya.
"Di botol ini terdapat pil yang aku ramu sendiri, yakinlah dengan meminum dua pil ini berturut-turut selama dua hari, maka racun di tubuh anda akan bersih seluruhnya.
Namun demikian ... anda belum dapat langsung untuk mengalirkan energi Qi seperti ketika sehat dulu. Jika memaksa melakukan ha itu, luka dalam akibat membersihkan organ dalam anda akan kebali terluka, sehingga membuat kesehatan anda kembali goyah.
Bertahanlah paling tidak seminggu sebelum akhirnya anda mencoba berlatih lagi dan menggunakan hawa murni Qi ditubuh anda"
Patriak Shi Yong Seng mengambil botol pil yang diberikan si alkemis, dan dia menjadi sangat terkejut ketika mencopot penutup, dan meneliti pil yang ada didalam botol obat itu...
"Dua buah Pil Pengobatan Pengendali Energi kualitas Setengah Sempurna!
Tuan... Apakah nama anda? Dan seseorang alkemis yang menghasilkan pil kualitas setengah sempurna seperti ini, bukanlah orang yang sederhana.
Aih... Sekarang bagaimana caranya aku akan membalas kebaikan anda Tuan Alkemis?" Shi Yong Seng kini betul-betul menjadi serba salah.
Sima Yong lantas melihat kesempatan penawaran kebaikan Patriak Shi, dan dia pun lantas mengajukan ganjalan di hatinya.
Well anda tahu bukan? Badai salju di perbatasan antar wilayah terkadang tak dapat di duga"
Mata Patriak Shi Yong Seng terlihat berbinar. Dia lalu berkata,
"Ah.. Kiranya tuan alkemis kami ini membutuhkan kapal roh. Ini adalah hal yang tidak terduga.
Kebetulan sekali aku berencana untuk melelang salah satu kapal roh milik Klan Shi kami. Klan kami saat ini memiliki 10 armada. Jika terlalu banyak akan cukup merepotkan kami dalam perawatan, sementara dalam operasi bisnis Klan Shi, tidak semuanya menggunakan kapal roh.
Aku berpikir terlalu sia-sia dan memboroskan dana dengan mengoperasikan sepuluh unit kapal sekaligus.
Dan lagi... dalam waktu dekat, klan kami akan kedatangan kapal roh yang baru" Patriak Shi diam sejenak... Lanjutnya
"Maka ijinkan aku menawarkan kapal roh Klan Shi kami kepada anda Tuan Alkemis" Wajah Patriak Shi berbinar karena setidaknya dia dapat membalas budi Alkemis muda yang menyelamatkan nyawanya.
Keduanya kemudian saling sepakat dengan pemberian 500.000 manna biru, setelah Sima Yong berkeras karena Patriak Shi akan memberikan Kapal Roh itu dengan cuma-cuma.
Biar bagaimanapun Sima Yong tahu bahwa harga sebuah kapal roh amatlah mahal. Dia bukanlah orang dengan tipe yang suka memanfaatkan kesempatan dan mengambil keuntungan besar. Pembayaran 500 ribu manna biru boleh dikata sudah setara dengan setengah harga kapal roh yang baru.
__ADS_1
Ketika akan meninggalkan Klan Shi, berulang kali dia diingatkan oleh Patriak Klan agar berhati-hati di Utara nanti. "Terlalu banyak jago-jago berkepandaian tinggi yang patut di waspadai, jika tidak ingin berakhir seperti aku, Patriak Klan Shi ini".
>>>>>>
Tepat kentongan kedua di bunyikan oleh petugas keliling kota, sebuah kapal roh terbang meninggalkan area dermaga milik Klan Shi. Berdiri di anjungan kapal, Sima Yong bersama Fei Ma. Pakaian kedua orang itu berkibar-kibar di tiup angin malam.
"Meskipun anda mampu menerobos badai salju di perbatasan anti, namun Jiang Fai dan Wan Hui bukanlah Kultivator yang akan mampu bertahan terhadap serangan langsung badai alam seperti itu" Kata Sima Yong, ketika Fei Ma bertanya mengapa mereka tidak terbang menggunakan wujud kuda terbang nya saja.
"Lebih baik bagi Jiang Fai untuk berlatih alkimia di ruang dalam kapal, dan Wan Hui menyiapkan hidangan untuk kita nikmati perjalanan ini, sambil menenggak Fion.
Apakah kamu masih ingat dengan cairan memabukkan kaum elf bernama Fion itu?"
Bola mata Fei Ma bersinar penuh kegembiraan. Fion? Rasanya telah lama sekali dia tidak mabuk dan menenggak cairan anggur Elf itu,
"Aku akan menginstruksikan Wan Hui untuk menyiapkan hidangan makan malam kami" Fei Ma menuju ke bagian kabin kapal roh.
Sementara itu, diam-diam Sima Yong tersenyum lalu melirik ke buritan kapal, yaitu dari arah belakang. Dia mencium jejak sekelompok orang mengejar mereka menggunakan kapal roh lainnya.
"Kalian hanya akan mengantar nyawa secara cuma-cuma" batinnya"
Tak lama ketika Fei Ma kembali dari kabin kapal, Sima Yong memberi kode kepada dia,
"Sejumlah orang di kapal roh belakang kami itu telah membuntuti aku sejak keluar dari Klan Shi. Salah seorang di dalam kapal pemburu itu adalah Penatua Klan bernama Shi Zhizou.
Aku telah meminta ijin Patriak Klan Shi untuk menghabisi orang itu. Lalu sekarang kamu dapat pergi dan memusnahkan orang-orang itu" kata Sima Yong.
Fei Ma ketika mencoba menebarkan aura dan menjangkau keadaan sekitar hingga dua puluh lie dari bagian belakang kapal. Tidak lama kemudian tersenyum.
"Aku telah menangkap keberadaan aura orang-orang itu. Tolong Master sisakan Fion dan makan malamku dan menungguku untuk pesta anggur ini.
Aku akan pergi tidak terlalu lama" Fei Ma lenyap dari geladak kapal, menyisakan gelombang kepakan sayap yang terasa telah jauh jaraknya dari kapal roh mereka saat ini.
Wan Hui mengeluarkan hidangan berupa sayur-sayuran, daging dan kue-kue yang menjadi santap malam mereka. Tak lama kemudian tiga orang itu memulai makan malam di barengi tenggakan Fion, penghangat tubuh di perbatasan dengan utara, pada malam yang dingin itu.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1