Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Undangan Penobatan Putra Mahkota


__ADS_3

Sekte Hitam Putih adalah sebuah sekte Bintang Delapan yang menyerupai kultus, yang teknik kultivasi anggotanya menggunakan teknik kultivasi berpasangan.


Sehingga tak jarang di dalam praktik sehari-hari untuk meningkatkan kultivasi anggota sekte, mereka terkadang dengan paksa memaksa lawan jenis untuk menjadi partner kultivasi, dengan melakukan hubungan badan.


Meskipun dengan melakukan praktik kultivasi seperti ini menguntungkan dua belah pihak, akan tetapi tindakan anggota sekte Hitam Putih yang sering dengan paksa mengajak lawan jenis untuk berhubungan badan berkultivasi, sangat di benci banyak praktisi lainnnya, terutama kaum perempuan.


Akan tetapi apalah daya, rata-rata tingkat kultivasi anggota sekte ini memang tinggi. Mungkin karena praktik berkultivasi ganda seperti itu sehingga tindakan menyerap kekuatan lawan jenis membuat mereka lebih unggul di banding teknik kultivasi pada umumnya.


Tentu saja karena rutin melakukan praktik kultivasi seperti ini, meskipun Sekte Hitam Putih membuat pernyataan bahwa mereka beraliran bersih, namun tidak sedikit para praktisi yang mengecam Sekte Hitam Putih, dan mengelompokkan sekte ini kedalam sekte beraliran iblis.


Lu Huang Fu, Master dari Sekte Hitam saat itu baru selesai membaca dan tampak memegang undangan dari Kekaisaran Rajawali Agung. Pangeran ketiga Ju Kai akan di nobatkan menjadi Pangeran Mahkota, dan akan menggantikan kaisar ketika tiba masanya.


"Cheng Jian, Jin Heng ! Kalian sebaiknya bersiap-siap, karena kalian akan mendampingi aku menghadiri upacara besar di Wilayah Tengah ini" kata Lu Huang Fu kepada dua orang penatua sekte yang juga adalah muridnya sendiri.


Letak sekte Hitam Putih ini terbilang jauh jaraknya dari Ibukota Ju Ying, tepatnya hampir dekat dengan perbatasan wilayah Barat, sehingga kelompok Lu Huang Fu dengan Cheng Jian dan Jin Heng itu harus sejak awal berangkat dari lokasi sekte mereka, jika tidak ingin terlambat hadir di acara penobatan tersebut.


Memang acara resmi dilaksanakan lima hari kedepan,


"Bukankah lebih cepat hadir akan lebih baik ketimbang terlambat? Bisa-bisa tindakan ceroboh seperti itu akan membuat muka Pangeran Mahkota serasa tercoreng" demikian kata-kata Lu Huang Fu di hadapan isteri dan anggota lain sekte.


******


Perahu roh yang mereka naiki melaju dengan cepat, meski tidak secepat kapal-kapal roh raksasa yang dimiliki pihak kekaisaran, namun perahu Sekte Hitam Putih ini terbilang mewah, karena hanya sekte-sekte berkemampuan keuangan tinggi sajalah yang dapat membeli perahu-perahu roh.


Lu Huang Fu memprediksikan kurang lebih dua hari lagi mereka sudah akan tiba di Ibukota Ju Ying.


"Lama sekali aku tidak menginjakkan kaki di ibukota negri. Tak sabar sudah diriku ingin mengunjungi rumah hiburan Ye Hua Meili untuk melemaskan otot" pikirnya sambil memejamkan mata.


Sekonyong-konyong fantasy cabul Lu Huang Fu buyar, tatkala muridnya bersuara keras,

__ADS_1


"Guru, seseorang sengaja menghalangi jalan kita"


Tampak di depan mereka, seorang pria berbusana seperti pejabat, lengkap dengan topi pemerintahan, melayang di udara dan mengunci arah perjalanan mereka.


Lu Huang Fu buru-buru bergerak ke anjungan perahu dan dengan suara keras mengandung hawa Qi, dia menjura dan berbicara,


"Tuan yang menghalangi jalan kami, ijinkan Lu Huang Fu untuk bertanya. Apa gerangan maksud tuan berdiri dan mengunci arah perahu roh kami?


Sekte Hitam Putih kami akan menghadiri penobatan Pangeran ke tiga sebagai Pangeran Mahkota. Mohon memberi muka!"


Sebagai Ketua Sekte Bintang Delapan yang memiliki kultivasi SAINT bumi level dua itu, Lu Huang Fu berharap pihak lawan akan menjadi jeri dan langsung memberi muka begitu tahu siapa dia dan dari sekte mana dia berasal.


Kenyataannya pria di depan mereka itu bukannya minggir dan memberi muka, malahan hanya mengeluarkan suara tawa yang membuat perasaan mereka terguncang. Wajah ketiga orang lantas berubah menjadi pucat seputih kertas


"Celaka ! Pria ini memiliki kultivasi Kuasi SAGE. Apa maunya menghalangi jalan kami? Tidak pernah sedikitpun Sekte Hitam Putih kami menebar permusuhan dengan orang berkultivasi mengerikan ini" batin Lu Huang Fu


Aku yang rendah ini akan mengambil tindakan langsung kepada anggota sekte yang telah menyinggung pihak anda" sekali lagi pria itu menjura ke arah Demigods tersebut.


Manis benar kata-kata yang keluar dari bibir Lu Huang Fu itu. Dia sangat pandai membaca situasi, dan tidak malu-malu untuk merendahkan diri ketika berhadapan dengan pihak yang jauh lebih kuat.


"Aku menginginkan undangan yang di keluarkan pihak kekaisaran.


Berikan kepadaku dan kalian bertiga dapat kembali ke Sekte Hitam Putih dalam keadaan tidak kurang suatu apapun.


Bahkan aku jamin Sekte Hitam Putih kamu, tidak akan terusik satu jengkalpun" Dingin benar kata-kata yang di keluarkan si demigods. Lu Huang Fu merasakan dirinya seperti di guyur air dingin sebaskom.


Lu Huang Fu berdiam diri sebentar. Dia berusaha melawan rasa egonya yang memberontak. Akan tetapi dia teringat kata-kata demigods itu, 'tidak akan mengusik Sekte Hitam Putih' dia.


Lalu dalam kepura-puraan penuh, Lu Huang Fu menjura dan berkata,

__ADS_1


"Jika demikian halnya yang di inginkan tuan demigods ini, Lu Huan Fu akan dengan iklas memberikan undangan ini"


Diiringi suara tertahan dua muridnya yang tidak rela ketika dia menyerahkan undangan itu, Lu Huan Fu mengirim undangan kekaisaran menggunakan energi Qi.


"Kalian dapat langsung kembali ke Sekte Hitam Putih, aku yang akan menggunakan undangan ini mewakili sekte kalian" Selepas berbicara seperti itu, tubuh sang demigods langsung menghilang tanpa dapat di tebak sedikitpun kearah mana dia menghilang. Hati Lu Huan Fu menjadi lemas.


Ketika demigods itu menghilang dari hadapan mereka, dua murid Lu Huang Fu menampakkan ketidak puasan mereka atas sikap sang demigods. Dalam helaan nafas yang sangat panjang, Lu Huang Fu menasihati dua muridnya,


"Kamu beruntung dia tidak berniat menurunkan tangan jahat kepada kita. Jika saja dia berkehendak seperti itu, hanya dengan sekali lambaian tangan, kita beserta perahu roh ini akan musnah"


Lu Huan Fu beserta dua orang muridnya itu lantas berbalik ke Sekte Hitam Putih menggunakan perahu roh.


******


Sima Yong menggunakan kartu undangan kepunyaan Sekte Hitam putih untuk memperoleh tempat menginap di dalam kompleks kekaisaran yang sangat luas itu. Hanya sekte-sekte bintang delapan keatas dan perwakilan negri tetangga yang memperoleh kamar khusus untuk nginap di sayap kiri kompleks istana.


Akan tetapi jelas hal itu sangat menguntungkan. Selain memperoleh keuntungan menginap di kompleks istana, dia juga mendapatkan token giok khusus sebagai tanda pengenal untuk keluar masuk kompleks istana dengan leluasa, meskipun kesaktian token giok itu memiliki keterbatasan tidak dapat mengunjungi tempat-tempat khusus yang terlarang di wilayah istana.


Masih tersisa dua hari lagi sebelum penobatan Putra Mahkota di gelar, dan Sima Yong melihat penjagaan di kompleks istana semakin diperketat. Bahkan dia juga melihat terkadang melintas petugas-petugas yang memiliki aura sebagai seorang praktisi berkepandaian tinggi.


Malam itu, Sima Yong bersemedi didalam kamar yang diperuntukan untuk sekte bintang delapan, ketika oracle jiwanya melayang keluar dari tubuh fisiknya.


Oracle jiwa itu melayang di koridor-koridor istana, bahkan memasuki area-area terlarang tanpa dihalangi sedikitpun. Dengan kekuatan jiwa Master Dao seperti itu, sangat sedikit sekali ahli di benua ini yang dapat mendeteksi keberadaan oracle jiwanya.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2