
Wang Yong kembali ke Desa Rajawali dan menemui Du An dan Nyonya Du. Dia kemudian mengutarakan bahwa dengan kondisi tubuhnya telah membaik, sehingga sudah saat bagi dia untuk meninggalkan Desa Rajawali.
Wang Yong hanya memberitahu bahwa dirinya sebagai seorang kelana, tidak akan betah untuk tinggal terlalu lama di suatu tempat. Usia muda menuntutnya hasratnya untuk pergi dan membuat pengalaman-pengalaman baru.
Sebelum pergi Du An memberi nasihat kepada Wang Yong,
“Aheng.. sebagai orang yang lebih tua, aku hanya dapat memberimu nasihat sebelum pergi. Berhati-hatilah diluar sana. Keadaan Kekaisaran Great Ying saat ini sedang tidak baik-baik saja. Yang kudengar, belakangan ini banyak orang-orang berkemampuan tinggi yang berkeliaran di luaran sana”
“Entah mengapa belakangan ini banyak sekali kultivator yang terlihat di pinggiran Hutan Bersalju. Harapanku agar kamu berhati-hati dalam perjalananmu”
Wang Yong mengerutkan keningnya sambil berpikir
“Banyak kultivator yang berkeliaran di Hutan Bersalju? Apakah keberadaan mereka ada hubungannya dengan diriku? Hm.. apakah ini pertanda bahwa aku sedang diburu? Baiklah… aku akan bertindak sangat berhati-hati”
Setelah banyak petuah dan beberapa kata-kata pemberi semangat dari Du An, maka Wang Yong meninggalkan desa itu dengan menggunakan seekor kuda yang paling terbaik, yang dapat dia temui di desa Rajawali.
Wang Yong memilih perjalanan menggunakan jalan darat. Pertimbangan menggunakan jalan darat adalah agar lebih gampang menyamarkan diri ketimbang menggunakan cara terbang diatas pedang. Dan tujuan selanjutnya adalah Kota Yinying.
Sementara itu di Desa Rajawali, Ketika Du An dan isteri masuk kedalam rumah mereka, didapatinya begitu banyak uang emas yang terlihat di atas meja mereka yang sederhana itu. Dengan uang emas itu, sebagai masyarakat umum emas sebanyak itu akan mampu menghidupi mereka hingga akhir hayat nanti. Bahkan mereka akan mampu membeli banyak perkebunan dan hewan ternak untuk menjadi seorang juragan baru di Desa Rajawali.
********
Kuda yang dinaiki Wang Yong meskipun tidak merupakan yang terbaik, namun cukuplah bagi dirinya untuk mempercepat perjalanan menggunakan jalan darat menuju Kota YinYing.
Perjalanan menuju Kota Yinying umumnya menghabiskan waktu satu hari satu malam perjalanan jika dia memacu kudanya untuk berlari sangat cepat. Namun Wang Yong berniat menjaga stamina kuda, sehingga dia memacu hingga lari kuda agar tidak terlalu cepat. Hal itu membuat kudanya menjadi tidak terlalu cepat lelah. Namun akibatnya perjalanan yang dia tempuh menjadi sedikit lebih lama yaitu dua hari perjalanan.
Pada hari kedua, Ketika sore telah menjelang. Wang Yong telah membuat perhitungan bahwa jarak menuju ke Kota Yinying tinggal 2 jam lagi, tiba-tiba dari arah belakang nya terdengar derap kaki kuda yang berlari sangat kencang dengan suara-suara bentakan keras kepada kuda agar mempercepat cara berlari.
“Minggir….”
Seiring dengan bentakan yang terdengar itu, sebuah cambuk meledak di udara. Dengan memicingkan mata, Wang Yong melihat cambuk itu melayang dan dipecutkan kearah ke dirinya.
Nampaknya yang melakukan Tindakan mencambuk itu adalah seseorang anak muda berusia 18 tahun. Dia berpakaian layaknya seorang anak kaum bangsawan atau pejabat. Posisi pemuda itu dengan menaiki kuda dengan yang tegap dengan didampingi seorang pria yang tidak kalah kerennya. Pakaian pria pemdampingnya sangat keren, juga seperti kaum bangsanawa, dia terlihat sangat berwibawa.
“Tar.. tar… “ bunyi ledakan cambuk yang dipecutkan.
__ADS_1
Pemuda itu dengan kejam melepaskan kekuatan penuh ke cambuk yang dia arahkan langsung menuju titik mematikan di arah nadi bagian leher Wang Yong. Sementara pria disamping nya terlihat hanya melirik dengan melepaskan senyuman dingin.
Akan tetapi yang didapati oleh pemuda 18 tahun itu ketika mengharapkan bahwa orang yang dicambuk nya itu akan meregang nyawa… kenyataannya kali ini dia harus menerima kekecewaan.
Wang Yong Ketika melihat cambuk mendekati titik lemah di bagian nadi lehernya, hanya menggerakkan sebelah tangan membentuk segel kecil. Lalu kemudian keluar sehelai energi Qi pedang dari tangannya.
Energi Qi itu tanpa menunggu lama langsung memotong putus cambuk milik pemuda berusia 18 tahun itu. Tidak hanya berhenti sampai disitu, sehelai Qi pedang itu bahkan menari-nari menuju ke tubuh pemuda itu.
Tentu saja pemuda itu menjadi sangat terkejut. Pria berpakaian hijau pupus yang tadinya akan dia cabut nyawanya itu ternyata merupakan sosok yang praktisi yang memiliki kemampuan tinggi.
Pemuda itu langsung membentak,
“Pedang Energi ungu…!! “
Sebilah pedang keluar dari cincin spasialnya dan dia seketika mengeksekusi teknik pedangnya dan menangkis serangan Qi pedang. Ketika bentrokan terjadi antara pedangnya dengan Qi pedang yang diluncurkan pria berpakaian sederhana serba hijau itu, tangannya terasa sangat bergetar. Karena tidak mampu menahan kekuatan Qi yang dilontarkan pria berbaju hijau yang adalah Wang Yong, pedang ditangannya terlepas.
“Tidak mungkin ..!!”
Pemuda itu sangat terkejut ketika merasakan kekuatan yang di tunjukkan oleh Wang Yong. Seseorang praktisi berkemampuan tinggi.
Adapun pria yang datang bersama pemuda itu juga merasa sangat terkejut. Sesegera mungkin dia mengambil Tindakan perlindungan terhadap pemuda itu.
“Traangg…..”
Kembali pedang ditangan pria itu terlepas dan terlempar. Energi Qi itu tidak berhenti sampai disitu. Itu bergerak dengan cepat dan memangkas jubah yang dikenakan pria tersebut. Jubahnya terbelah menjadi dua bagian.
Keduanya menjadi pucat seketika,
“Mohon belas kasihan… maafkan kecerobohanku dan tuan mudaku ini Tuan Kultivator. Kami tidak berniat untuk mengganggu perjalanan anda. Sekiranya Tuan Kultivator bersedia, kami akan mengganti dengan kompensasi yang setara untuk kecerobohanku dan muridku ini. Dia adalah anak dari Gubernur Kota Yinying. Dan kami bukanlah orang jahat”
Pria yang Bersama pemuda itu memberi salam hormat kepada Wang Yong.
Wang Yong diam sebentar, lalu dari balik topeng giok ungu yang dikenakannya itu dia berkata dengan dingin,
“Aku dengan tuan mudamu itu tidak saling kenal, apalagi bermusuhan. Namun dia dengan sangat kejam dengan mencoba membunuhku dalam serangan mematikan. Bukankah ini jalanan umum? Bukan jalan pribadi milik kalian bukan?”
“Seandainya aku adalah seseorang yang lemah, bukankah diriku ini sudah tidak berdiri didepanmu lagi? Bahkan aku telah menjadi sepotong mayat?”
__ADS_1
“Tuan mudamu itu terlalu kejam. Dilain waktu Ketika aku menjumpainya dan dia masih melakukan tindakan kejam seperti itu, maka aku akan mencabut nyawanya” Wang Yong membalas kata-kata pria itu dengan nada yang juga terdengar tanpa emosi.
Kedua orang itu seketika berkeringat dingin. Kemampuan yang ditunjukkan Wang Yong benar-benar membuat mereka merinding. Tanpa mencabut pedang dan dengan menggunakan sehelai energi Qi, pria berpakaian hijau didepan mereka itu mampu menghalau semua serangan pedang.
Bahkan Ketika dia mampu membelah jubah tadi, hal itu membuktikan bahwa sangatlah mudah bagi pria berbaju hijau itu jika ingin mencabut nyawa mereka berdua.
“Maafkan kami tuan namaku adalah Dong Che dan dia adalah Tuan Muda Gao Bin. Kami memang sedang terburu-buru menuju Kota Yinying karena suatu urusan. Kota Yinying kedatangan beberapa tamu dari Sekte Besar di Kekaisaran Xue Chang yaitu,Sekte Mentari Ufuk Barat” Kata Dong Che.
Wang Yong seketika menjadi sangat tertarik, nama Sekte Mentari Ufuk Barat membuat darahnya mendidih,
“Lalu apa hubungannya antara tindakan kalian yang terburu-buru itu dengan Sekte Mentari Ufuk Barat itu?” Wang Yong memancing pertanyaan.
Dong Che kemudian membeberkan alasan dan apa hubungannya antara mereka dengan kedatangan Sekte Mentari Ufuk Barat.
“Sebenarnya Sekte Mentari Ufuk Barat dari Xue Chang ini bermaksud menawarkan kepada siapa saja di kota, yang dapat memberi informasi mengenai seorang pemuda Bernama Wang Yong. Wang Yong sendiri adalah seorang praktisi yang memenangkan kontes antar jenius kekiasaran Great Ying”
“Jika informasi terbaru mengenai keberadaan Wang Yong dapat diberikan kepada Sekte Mentari Ufuk Barat ini, maka mereka akan memberikan kompensasi berupa 25.000 energi stone dan sebuah Teknik pedang Peringkat Bumi Venti. Bahkan sebagai imbalan lainnya, orang tersebut dapat langsung diterima menjadi murid pelataran luar Sekte Mentari Ufuk Barat Di Xue Chang”
Rupanya reputasi untuk menjadi murid pelataran sekte besar di Kekaisaran Xue Chang sedemikian menggoda sehingga bahkan dua orang didepan mereka kelihatan sangat tertarik menjadi Murid Sekte tersebut.
“Lantas… apakah kalian terlah memperoleh informasi mengenai keberadaan pria Bernama Wang Yong itu?” tanya Wang Yong.
“Sebenarnya kami memperoleh informasi dari salah satu perampok gunung di Hutan Bersalju, bahwa baru-baru ini seseorang berilmu sangat tinggi menunjukkan diri di Hutan Bersalju dan membasmi sekumpulan begal Bernama Kelompok Macan Hutan”
“Orang yang melihat pertempuran itu menyimpulkan bahwa kemungkinan sosok yang membasmi begal Macan Hutan itu adalah Wang Yong. Dia mengenali Teknik pedang yang dia keluarkan pada saat itu” Dong Che Kembali menceritakan secara rinci kejadian itu.
“Hmm… ternyata aku masih kurang berhati-hati. Masih saja ada yang mengenaliku. Kedepannya aku akan lebih berhati-hati” Wang Yong membatin.
Setelah berpikir sejenak lalu Wang Yong berkata pelan,
“Infomasi yang cukup menarik terima kasih sudah memberitahuku hal itu”
Dalam sekejab mata lima helai Qi pedang keluar dari tangannya lalu dengan cepat memberikan tebasan ke Dou Chen dan Tn Muda Gao Bin. Kedua nya tidak sempat memikirkan apa-apa ketika nyawa telah meninggalkan tubuh mereka.
Wang Yong lalu melemparkan 2 jimat pelenyap yang langsung membungkus dua potong tubuh kaku itu, lalu menelannya dan menghilang tidak berbekas.
Kemudian Wang Yong menutup mata sejenak, dia menyebarkan benaknya untuk menyebar meluas hingga 5 km. Tujuannya adalah untuk mendeteksi keberadaan mahluk hidup yang berada dalam jarak jangkauan benaknya.
__ADS_1
Setelah dia merasa aman yaitu tidak menemukan jejak manusia dalam jarak 5 km, Wang Yong bersama kuda itu berlari menuju Kota Yinying.
*Bersambung*