
*Readers, mengenai waktu di Novel ini berikut akan autor beri keterangan* :
Kentongan pertama menunjukan memasuki waktu 19.00 sd 21.00
Kentongan kedua : 21.00 sd 23.00
Kentongan ketiga : 23.00 sd 01.00 (Tengah malam)
Kentongan keempat : 01.00 sd 03.00 (dini hari)
Kentongan kelima : 03.00 sd 05.00 (subuh)
Semoga informasi ini bermanfaat ketika mengikuti Novel KDPU ini. Salam.
...***************...
Selepas menerima hadiah yang di serahkan oleh Jendral Cao, Sima Yong buru-buru menghilang dari kerumunan. Yang pertama-tama dia lakukan adalah menemui Ye Bing Qing dan Wei Park & Xong Hui Yong.
Melihat gelagat Sima Yong yang terburu-buru, jelas-jelas hal itu memancning pertanyaan kawan-kawannya.
"Saudara Yong..
Mengapa mesti terburu-buru pergi? Apakah kita tidak perlu merayakan kemenangan anda dengan sekedar minum-minum di rumah arak, jika anda tidak merasa nyaman mengikuti jamuan jenius beladiri itu?" tanya Ye Bing Qing heran.
"Ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kalian" bisik Sima Yong.
Sima Yong mengajak mereka berkeliling Kota berjalan kaki santar. Sambil berjalan berputar-putar di seluruh Kota Kuno, bukannyamenuju penginapan tempat dia menginap. Sima Yong lantas membuka ruang diskusi antar mereka secara transmisi,
"Baru saja tadi, aku merasakan hawa membunuh yang kental di arahkan kepadaku ketika menerima hadiah utama.
Mereka, ahli-ahli itu dengan terang-terangan mengirim hawa membunuh di keramaian sebagai pertanda, dengan tanpa merasa takut sedikitpun"
Tiga orang kawannya itu tentu saja terkejut. Xong Hui Yong menambahkan,
"Siapakah yang anda maksud dengan mereka?
Dan lagi, untuk sekelas anda Bianfu Wang.. Ku rasa tidak akan ada banyak yang berani membentur seorang SAGE pemenang kompetisi jenius seperti anda" kata Xong Hui Yong dengan heran.
Sima Yong menghela nafas. Lalu katanya,
"Orang yang mengirimkan hawa membunuh padaku tadi itu adalah enam orang Ahli Kuasi Melintas Immortal"
"Apa ?" jerit ngeri tiga orang kawannya.
Sima Yong menganggukkan kepala, lalu dia berkata.
"Mereka pasti telah memata-matai dan mempelajari tempat dimana aku menginap selama ini.
Kumohon kalian bertiga pergi ke penginapan, lalu membawa Lu Yeye ke sebuah jalan sepi di perbatasan Kota Kuno dengan kota Keheningan.
__ADS_1
Tempat itu tepat di tepi sebuah jurang yang dalam. Kalian harus menungguku di sana. Aku akan mengacaukan jejak, agar orang-orang ini tidak curiga dan menyerang kalian" kata Sima Yong. Dia sekali lagi menjelaskan tempat yang dia maksudkan, yaitu jurang dimana domain Raja Pedang Elf itu berada.
Dia lantas menyerahkan cincin spasial yang berisi Kapal Roh hasil rampasan perang kepada Wei Park. Katanya...
"Luo Yeye tidak memiliki kepandaian yang terlalu tinggi. Akan sangat menghambat perjalanan kalian jika dia dibiarkan terbang mengikuti kalian.
Sebaiknya kalian menggunakan kapal roh ini, karena alat transportasi ini akan mempersingkat waktu perjalanan kalian" Wei Park Menerima cincin, setelah diberitahu kode rahasia membuka cincin tempat kapal roh disimpan.
Ye Bing Qing, Xong Hui Yong dan Wei Park lantas berpisah dari Sima Yong, dan mereka menyelinap kedalam penginapan untuk membawa Luo Yeye keluar, menuju ke jurang dijalan sepi antara Kota Keheningan dan Kota Kuno.
******
Kentongan kedua baru saja akan, Sima Yong masih duduk dalam posisi Lotus di dalam kamarnya di Penginapan Kincir Angin Wisatawan Kota Kuno. Di luaran telah mulai terasa sepi, dimana hiruk pikuk jalan kota tua kini tersisa satu atau dua orang pelintas yang melewati jalan.
Sima Yong membuka matanya ketika samar-samar dia merasakan kehadiran aura-aura ahli Alam Melintas Immortal yang dengan sengaja tidak di sembunyikan.
Sedemikian menindasnya aura yang di keluarkan para ahli itu, sampai-sampai hewan malam yang biasanya melolong di lorong-lorong jalan, terdiam di dalam gemetar, tertindas aura mengerikan itu.
Sima Yong terlhat melompat keatas bubungan penginapan dan berdiri dalam diam, menunggu sambil menatap langit. Pelan-pelan dari arah bulan yang setengah itu, sesosok bayang mulai membesar. Itu adalah kapal roh yang dia nanti-nantikan.
Ketika kapal roh itu semakin mendekat kira-kira setengah lie jaraknya, Sima Yong memperhatikan baik-baik jumlah personel di dalam kapal roh itu. Dia lantas berbicara dengan suara lantang,
"Tak ku sangka diriku sedemikian berharganya..
Sampai-sampai lima Ahli Alam Melintas Immortal secara khusus datang bersama dua puluh SAINT ini untuk menemuiku?" suara Sima Yong begitu keras terdengar, dan dia mengakhirinya dengan tawa.
Dari geladak kapal roh, terlihat berdiri Lima orang ahli yang mengenakan kerudung hitam untuk menyamarkan wajah mereka.
"Jadi ini kah rupa dari sang pemenang turnament antar Demigods di Kota Kuno?
Hahaha mengapa aku tidak melihat sesuatu yang istimewa dari kamu. Heran benar rasanya melihat seseorang yang memiliki kultivasi biasa-biasa ini, lantas dengan tiba-tiba menjadi pemenang utama di turnament jenius Kota Kuno. Apakah kamu memenangkan kontes itu menggunakan trik curang? Oh iya aku lupa...
Kamu adalah Semidevil. Ya Semidevil golongan sesat yang tidak segan-segan menggunakan cara licik untuk memenangkan sesuatu pertempuran bukan?"
Mendengar hal itu, Sima Yong bukannya menjadi marah dengan ejekan pria berkerudung itu, yang ada malahan dia mengeluarkan sebuah benda dari dalam cincin spasialnya.
Wush !
Sebuah kotak berukiran bagus tampak di telapak tangannya. Pelan-pelan dia membuka penutup kota, dan sebuah benda berkilauan terlihat memancarkan cahaya dari dalam kota berukir itu.
Lima ahli Alam Melintas Immortal itu terbelalak ketika melihat sinar yang di pancarkan benda didalam kota ukiran itu. Sima Yong menangkap tatapan yang mengandung hawa rakus terpancar dari mata lima ahli Alam Melintas Immortal itu.
Kata Sima Yong penuh ejekan,
"Bukankah maksud kedatangan kalian adalah untuk benda ini bukan?"
Lalu tangan Sima melemparkan kotak penuh ukiran itu melesat jauh melampaui kapal roh, dan terbang berlawanan arah dari arah datangnya kapal roh.
"Tangkap !" kotak itu melayang, terlempar sangat cepat.
__ADS_1
Suit - suit -suit !
"Ambil relikui !"
Lima sosok bayangan terlihat terbang dengan cepat dari arah geladak kapal roh, mengejar kemana kotak berukir itu dilempar.
Sima Yong sendiri setelah melemparkan Kotak Relikui, langsung terbang dan menghilang di balik awan malam.
"Kejar dia !" bentak seorang SAINT yang langsung diikuti sembilan belas SAINT lain yang terbang mengejar kearah mana Sima Yong menghilang.
Sementara itu samar-samar terdengar teriakan makian seseorang di kejauhan.
"Anak kurang ajar. Ternyata ini hanyalah kotak kosong saja" rupa-rupanya setelah berlelah-lelah mengejar Kotak Ukiran itu, Lima ahli Kuasi Melintas Immortal itu menyadari kotak yang di lempar Semidevil itu hanyalah sebuah kotak kosong. Isi kotak itu ternyata kosong melompong.
Dengan geram kelima ahli itu berbalik dan mengejar kearah mana Sima Yong menghilang. Lima Ahli Alam Melintas Immortal itu menggunakan Kapal roh peringkat tinggi, yang dapat berlari cepat demi menghemat tenaga dan waktu.
Sepeminum teh telah berlalu, kini mereka berhasil menyusul dua puluh SAINT yangterlebih dahulu mengejar kearah mana Sima Yong pergi.
"Naik ! Jangan buang tenaga kalian secara sia-sia. Simpan tenagamu untuk pertarungan nanti" kata Ahli berkerudung yang tampak seperti pemimpin kelompok itu.
Kapal roh itu terbang dengan cepat menuju utara, ke arah mana Sima Yong pergi. Semakin lama semakin jauh sampai-sampai mereka mengira bahwa Semidevil itu sengaja melarikan diri kearah Kota Keheningan.
"Mengapa anak muda itu demikian cepatnya menghilang? Ilmu berlari macam apakah yang dia pakai?" tanya salah seorang SAGE yang merasa heran dengan kecepatan terbang Sima Yong.
"Aku yakin dia berada di sekitar sini. Auranya menghilang mendadak di pinggir jalan tepi jurang itu.
Memang aura Sima Yong dengan cepat memudar di tepian jalan berjurang itu. Ketika tadi di kejar-kejar oleh pasukan SAGE dan SAINT itu, Sima Yong membuka Gerbang Keajaiban di kedua lututnya, yang membuat kecepatannya meningkat sangat pesat, dan daya dorong penerbangannya semakin kencang karena tambahan tenaga dari Gerbang Keajaiban.
"Ikuti aku" titah Sima Yong ketika menemui empat kawanannya yang menunggu dengan setia di tepi jurang.
Empat orang itu, Ye Bing Qing, We Park, Xong Hui Yong dan Luo Yeye, ternganga dengan multu terbuka, ketika SAGE Semidevil itu membawa mereka turun kedalam jurang, dan membuka array yang menutupi Domain Raja Pedang Elf.
"Sebuah istana kuno?"
" Ah.. meskipun itu telah berupa reruntuhan, akan tetapi istana itu tetaplah sebuah istana dengan sisa-sisa segala kemegahannya"
Tiga kawanan itu sibuk berceloteh, sementara Luo Yeye hanya berdiam diri saja.
Sima Yong lantas berdiri di tengah-tengah aula, dan berkata-kata dengan gembira (dia menutup domain itu dengan array agar tak dapat di deteksi musuh),
"Selamat datang di Domain Elf Raja Pedang.
Domain ini akan menjadi tempat tinggal kita selama beberapa waktu kedepan. Aku akan berkultivasi menggabungkan kekuatan dengan relikui hadiah kompetisi, sementara kalian dapat berkultivasi atau berlatih pedang di sebuah dungeon Makam Pedang" kata Sima Yong yang lantas mengajak empat orang itu menuju Makam Pedang.
"Kalian dapat berlatih disini, dan aku jamin kepandaian kalian akan meningkat berkali-kali lipat"
Sima Yong lantas meninggalkan empat orang yang seketika menjadi sibuk memasuki makam pedang, mencoba peruntungan untuk menjadi ahli pedang kawakan.
"Kelak tempat ini akan menjadi tempat Sekte yang aku dirikan nanti. Dan aku menama-kannya Sekte Raja Pedang"
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...