Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Bahkan Itu Hanya Dibawah Lima Gerakan


__ADS_3

   Sima Yong Bersama dua pengikutnya sedang menunggu di ruang tunggu.... Pada waktu itu terdengar suara sangat keras yang diteriakkan menggunakan energi Qi,


“Pertandingan di arena kali ini adalah untuk mempertaruhkan tiket VIP penggunaan airship. Airship adalah sebuah kapal yang digerakkan dengan menggunakan tenaga mekanis dan dibamtu dengan empat magical beast"


"Tiket ViP menuju ke negri Barat ini akan didapat oleh pemenang dari pertempuran tuga ahli Alam Spirit Agung......”.


“Penampilan pertama adalah Tn. Muda Ouyang Junren melawan Master Pedang Berjubah Hijau…."


"Ouyang Junren adalah seorang praktisi pedang dari Barat yang merupakan keturunan salah satu kandidat Raja Pedang ribuan tahun yang lalu......"


"Sedangkan Master Pedang berjubah Hijau konon adalah ahli pedang Indipendent....."


"Bagi yang sudah menentukan jagoannya, ...... silahkan langsung menuju aula utama Arena di Kota Bintang Awan. Kami membuka kesempatan bagi anda yang ingin bertaruh”….


   Mendengar hal itu, buru-buru Yu Long dan Lin Hong menuju ke conter judi untuk memasang taruhan untuk kemenangan Sima Yong. Sementara itu terlihat banyak penonton yang berbondong bondong mendaftar untuk taruhan di counter pelayanan judi. Akan tetapi hampir semua memasang taruh untuk kemenangan Ouyang Junren.


*******


   Sima Yong telah berdiri di tengah arena. Di hadapannya berdiri Ouyang Junren. Meski tidak saling mengenal, namun terbilang bahwa kedua nya pernah saling bertemu. Kekakuan di pertemuan pertama seakan bertambah kaku saat itu.


“Anda lagi hmmm …. Sebaiknya anda menyerah. Sepertinya anda tidak tahu siapa saya…”


Ouyang Junren mencoba untuk mengintimidasi Sima Yong.


“Tuan Muda Ouyang tidak perlu khawatir. Aku tahu batas kemampuanku… dan anda masih masuk didalam daftar orang yang mampu aku tangani”


Sima Yong menjawab dengan senyum lebar. Ouyang Junren menjadi mendidih darahnya mendengar jawaban Sima Yong.


“Kalau begitu coba tahan serangan pedang ini….”


   Seketika itu juga sebuah bayangan pedang berkelebat dari Ouyang Junren. Dengan mengeluarkan suara yang menderu-deru... pedang di tangan Ouyang Junren melesat dengan cepat menuju batang leher Sima Yong.


Semua penonton tercekat. Tidak ada yang dapat menangkap dengan jelas ketika pedang itu di eksekusi.


“Angin….”


Sima Yong merapalkan mantra Light Skill ajaran teknik Elf. Dengan begitu badannya seketika itu menjadi ringan dan bergerak dengan indah seperti tiupan angin.


   Tubuh Sima Yong berputar dengan posisi seperti akan terjatuh dengan gerakan cepat dan halus, namun kaki dan badannya terlihat lurus. Gerakan itu terlihat befitu indah... sebuah teknik yang melawan hukum gravitasi bumi.


Meskipun melakukan gerakan sulit itu, namun Sima Yong sama sekali tidak menggunakan energi berlebihan. Tubuh Sima Yong bergerak berputar pelan mengikuti irama angin berhembus. Begitu halus...


  Lalu kemudian dengan Ajaib tubuh Sima Yong kemudian seperti terangkat dan mengangkasa. Dari tangannya keluar sebuah kembang kecil berbentuk Teratai es .… di lepaskan dan kemudian melesat dengan cepat dari tempat tinggi dimana dia sementara melayang itu.

__ADS_1


   Kembang teratai es kecil itu terlihat mengejar pedang Ouyang Junren. Semetara pedang Ouyang Junren terlihat seperti ditarik oleh sebuah kekuatan untuk Kembali kearah tuannya.


Di lain pihak cahaya putih kembang Teratai es itu dengan kecepatan yang tidak kalah cepatnya terlihat semakin mendekati pedang Ouyang Junren. Terasa begitu berbahaya, menebarkan aura dingin yang mematikan.


   Melihat itu, Ouyang Junren dengan sigap langsung membentuk segel di dada, lalu kemudian sebuah pedang yang lainnya telah berada di tangannya.


Pedang yang baru muncul itu kemudian dengan terbang dengam cepat menyongsong kembang Teratai es.


“Duaar…”


Benturan terjadi antara pedang yang baru dikeluarkan oleh Ouyang Junren dengan kembang Teratai es itu.


   Hawa ledakan itu membuat Ouyang Junren terpukul mundur hingga lima tindak. Sementara Sima Yong terlihat tidak terpengaruh sama sekali dengan bentrokan tersebut.


   Ouyang Junren meskipun terpukul mundur hingga lima tindak, dia tidak langsung menjadi gugup. Yang terjadi adalah ketika pedang nya telah kembali ke tangannya karena di sedot dengan pengeraham Qi, dia melakukan sebuah Gerakan yang sangat indah. Ouyang Junren bersalto dan ke udian melesat ke angkasa menuju ke Sima Yong.


   Di tangannya, pedang itu terlihat berputar-putar. Lalu kemudian tercipta empat buah pedang serupa yang berdiri sejajar dengan pedang di tangan nya. Sekarang dihadapnnya telah terlihat lima buah pedang berputar dan siap untuk menerkam Sima Yong,


“Kutukan Lima Pedang, ….. Pergilah !!!”


   Lima buah pedang di tangannya terlihat secara tidak terdeteksi mata dengan cepat menerjang kearah Sima Yong.


Sementara itu Sima Yong tetap dengan Teknik Skill Light, yaitu menjadikan diri se-ringan angin itu terlihat masih menutup mata.


   Ketika jarak antara lima pedang itu telah mendekat, kira-kira 1 meter dari tubuhnya, mata Sima Yong mendadak terbuka.


Kemudian tangan nya terlihat seperti melakukan gerakan mengibaskan lengan baju yang longgar itu. Serangkum angin dingin yang dengan sangat cepat membentuk kristal es di sekeliling Sima Yong.


  Lima buah pedang milik Ouyang Junren terhenti seketika saat mengenai kristal es yang mengelilingi Sima Yong.


Lalu dengan entengnya Sima Yong menjentikkan jari sehingga keluar lima buah kristal es berbentuk kembang Teratai es yang jatuh dari angkasa. Teratai es ini kemudian menghantam ke lima pedang milik Ouyang Junren..... lalu meledak dengan ekxplosive.


“Traanggg…. “


   Empat pedang yang ditimbulkan berdasarkan energi Qi Ouyang Junren itu meledak lalu lenyap menjadi uap. Sementara yang tersisa hanya sebuah pedang yang kemudian jatuh ke tanah akibat ledakan dari Teratai Es.


   Bersamaan dengan meledak lalu diikuti lenyap nya empat Qi pedang kepunyaan Ouyang junren… terdengar suara terbatuk disusul muntahan darah.


Ouyang Junren terpukul seiring Qi nya di empat pedang dilenyapkan. Ouyang Junren terjatuh sambil memuntahkan darah… Wajah nya sangatlah pucat.


  Dia tidak menyangka bahwa Teknik pedangnya sebagai salah satu keturunan Ahli Pedang di Barat sana dapat di taklukkan bahwa tidak lebih dari lima Gerakan.


   Penonton menjadi heboh. Ruang arena itu gempar. Semua bertanya-tanya.

__ADS_1


Siapakah Master Pedang berbaju hijau itu?


Dia bahkan belum mengeluarkan pedang, sementara Tuan Muda Ouyang telah dikalahkan di bawah lima Gerakan.


Ouyang Junren seorang Ahli Alam Spirit Agung Bintang Lima di taklukkan dalam beberapa Gerakan tangan saja. Tanpa menggunakan senjata.


“Ouyang Junren kalah, Master Pedang Berbaju Hijau menang……”


   Hakim arena pertempuran itu mengumumkan kemenangan Sima Yong. Rasanya semua orang di arena masih terpesona akan kehebatan yang ditampilkan oleh Sima Yong.


“Pertandingan berikut adalah Master Pedang Berbaju Hijau melawan Xia Hui… perebutan tempat Vip semakin seru….”


   Seorang pria berbaju putih berusia sekitar 50 tahun tampak naik ke arena itu. Lalu kemudian sebelum Hakim Arena sempat meneriakkan pertandingan akan dimulai….


“Aku mengakui kekalahan …..”


   Xia Hui mengaku kekalahannya. Xia Hui telah melihat pertandingan antara Sima Yong melawan Ouyang Junren. Awalnya jelas sekali dengan kemampuannya di Alam Spirit Agung Empat, Xia Hui merasa agak berat jika berhadapan dengan Ouyang Junren.


   Namun setelah menyaksikan pertempuran antara Ouyang Junren melawam Sima Yong... dan akhir pertandingan bahwa Ouyang Junren ditaklukkan hanya di dalam dua serangan… Xia Hui merasa bahwa diri nya sama sekali bukanlah lawan dari Sima Yong. Lebih baik dia mengalah karena sia-sia saja jika dia berusaha untuk bertanding melawan ahli sehebat Sima Yong.


*******


   Sima Yong Bersama dengan kedua muridnya itu langsung mengambil hadiah utama tiket kelas Vip satu-satunya yang tersedia di penerbangan mewah menuju wilayah Barat.


   Yu Long dan Lin Hong terlihat sangat gembira. Perjalanan jauh ini setidaknya akan memberi kenyamanan bagi mereka dimana tiket VIP itu menyediakan fasilitas seperti sebuah rumah pribadi yang memiliki beberapa kamar. Mereka bisa memiliki salah satu kamar fasilitas Vip dan berkultivasi dengan aman selama perjalanan itu.


   Airship baru akan tiba keesokan harinya. Malam ini mereka bertiga menjelajahi Kota Bintang Awan.


 Sima Yong memilih salah satu restoran yang terbaik di Kota lalu dia beserta kedua pengikutnya melakukan santap malam disana.


   Sima Yong masih tetap sama dengan pilihan menu sayuran dan buah buahan.


Sementara itu Yu Long dan Lin Hong, karena selalu melihat Masternya hanya menyantap sayuran atau buah-buahan, mereka juga mulai megikuti kebiasaan itu.


Pada hal Sima Yong menginstruksikan mereka untuk menyantap daging, namun mereka bersikukuh mengikuti masternya.


   Ketika makan malam mereka terkadang melihat Sima Yong seperti membaca mantera dimana mulutnya selalu komat-kamit. Ketika mereka bertanya ada apa gerangan… Sima Yong hanya berkata bahwa dia diserang orang secara SCRY.


   Serangan SCRY ini telah beberapa kali menyerangnya, akan tetap seluruh aura sihir yang menyelimutinya selalu menutup dan mengusir serangan SCRY tersebut. Menurut Sima Yong serangan SCRY ini dikirimkan secara sihir dari wilayah Barat.


Hal itu disebabkan, serangan SCRY semakin terasa kuat Ketika mereka makin mendekati wilayah Barat.


Sima Yong berjanji di atas airship nanti dia akan memperbarui sihir aura yang menyelimuti dirinya, sehingga serangan SCRY akan tidak dapat mendeteksi keberadaan nya.

__ADS_1


*Bersambung”


__ADS_2