Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kota Teluk Mentari


__ADS_3

Nun jauh disana, di belahan timur benua ini yang mungkin berjarak puluhan ribu lie atau bahkan jutaan lie jauhnya dari Kota Azalea kebanggaan orang-orang Utara, terdapat satu Kota Indah di pesisir pantai yang bernama Kota Teluk Mentari.


Dinamakan Kota Teluk Mentari disebabkan sinar matahari selalu bersinar sepanjang tahun disana. Di kota yang terbentuk dari sebuah teluk wilayah Timur ini, Kota Teluk Mentari termasuk didalam kekuasaan Kerajaan Haiyang Timur, salah satu diantara tiga kerajaan di seluruh daratan Timur.


(Catatan, Kerajaan lainnya adalah Kerajaan Dongbu Dalu dan Kerajaan Bianjie. Namun kita tidak membahas dua kerajaan ini).


Meskipun menjadi pusat dari peradaban Timur Benua Silver, di Kota Teluk Mentari ini tidak terdapat terlalu banyak Sekte atau Klan papan atas seperti yang biasa disebut Klan Super ataupun Klan Kuno. Rata-rata organisasi di sini hanya termasuk didalam kategori Sekte atau Klan Bintang 9 saja. Bahkan Kerajaan Haiyang sendiri, hanya terbilang sebagai kategori Klan Bintang sembilan.


Adalah sebuah pulau yang cukup besar di Wilayah Timur sini, dimana pulau itu dinamakan Pulau Vermillion Timur. Pulau Vermillion Timur ini dinamakan seperti itu, karena di atas pulau itu berdiri satu klan yang telah amat lama sekali dan purba bernama Klan Vermillion Timur.


Sebagai Klan kuno, kenyataan yang terjadi adalah Klan Vermillion Timur inilah yang menjadi pengendali utama roda pemerintahan di Kerajaan Haiyang. Kaisar dan semua sekte di Kerajaan Haiyang, amat patuh dan tunduk kepada penguasa di Pulau Vermillion.


Ahli-ahli seniman bela diri tertinggi di Tiga Kerajaan Timur itu, disebut dengan Demigods yang selalu terlihat bersliweran di langit laut Pesisir Timur, disekitar Pulau Vermillion Timur. Tentu saja Klan Vermillion Timur ini bukan satu-satunya Klan Kuno disini.


Ada terdapat beberapa Klan Kuno lainnya. Akan tetapi Klan Kuno Vermillion Timur itu memiliki banyak sekali jenius-jenius muda yang dirawat dengan sumber daya langka yang tidak ada batasnya, sehingga Klan Vermillion Kuno ini mengklaim mereka memiliki banyak sekali jenius yang dapat di kategorikan Demigods yang di takuti.


Di sisi lain, Klan Vermillion Timur ini kebanyakan pengikutnya adalah kaum wanita, dan terlebih utama lagi rata-rata murid dan pengikut di klan ini berwajah rupawan. Memang terdapat beberapa anggota klan laki-laki. Akan tetapi kelompok itu hanya sebagian kecil saja dari seluruh anggota klan.


Matriak Klan Vermillion bernama Fan Yu Jie yang artinya teramat cantik, memang berwajah cantik rupawan. Meskipun dia telah berusia ratusan tahun, Fan Yu Jie ini selalu merawat diri untuk mempertahankan penampilan mudanya. Ditambah dengan berlatih kultivasi mengejar keabadian, maka praktis penampakan Fan Yu Jie terlihat seperti perempuan usia 40 tahun saja.


Keperawanan ! Tetap menjaga diri untuk tetap perawan. Demikian jawaban Fan Yu Jie jika beberapa sahabat menanyakan rahasia kecantikannya. Oleh sebab itu, semua anggota Klan Vermillion ini, wajib mengganti nama depan mereka menjadi "Fan" dan selalu menjaga keperawanan mereka.


Terdapat tatoo kecil berwarna merah yang dibuat secara sihir di dahi semua anggota Klan Vermillion itu. Ketika tato itu memudar dan menghilang, itulah pertanda anggota klan tersebut telah kehilangan kegadisannya.


Bukannya anggota klan di larang untuk menikah, akan tetapi ketika seorang anggota klan telah kehilangan keperawanannya, maka hak dia untuk memperoleh sumber daya tinggi, termasuk teknik kultivasi dan hak untuk memegang jabatan tinggi dalam klan akan di hapus. Pada akhirnya orang itu akan terbuang dan merasa seperti sepotong sampah yang dibuang.


******


Saat itu, ketika langit begitu indah dan akan berubah menjadi senja... Pemandangan di langit Lautan Timur itu terlihat demikian menawan. Pulau Vermiliion Timur kini bermandikan cahaya jingga.


Seorang gadis muda dalam balutan busana serba putih terlihat duduk termenung gazebo indah di puncak bukit, dengan pemandangan menghadap laut.


Penampilan gadis itu dengan rambut hitam legamnya, tampak menjuntai, jatuh hingga ke punggung dengan tekstur yang tampak sangat lembut.


Wajah gadis itu terlihat demikian kecil seperti potongan mirip kuaci, terlihat sangat menarik meskipun sebagian wajah itu tertutupi cadar tipis. Nampak jelas tato kecil berwarna merah di dahi nya, pertanda gadis itu masih perawan.


Bola matanya demikian indah, dengan pelupuk mata yang lebar, sehingga membuat siapapun yang bertatapan dengannya, akan merasa enggan mengalihkan pandangan dari mata indah itu.


Tubuh gadis itu demikian harum, menyiarkan aroma seperti kembang melati yang baru di petik.

__ADS_1


Meskipun memiliki rupa yang sedemikian menawan, akan tetapi jauh didalam mata itu terlihat serupa perasaan kosong yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


Gadis cantik usia 22 tahun itu selalu saja bermimpi berulang kali, dengan mimpi yang selalu serupa.


Didalam mimpinya, dia merasa seolah-olah dirinya berdiri seorang diri di tengah-tengah sebuah peperangan besar.


Lebih tepatnya peperangan itu terjadi di sebuah daratan luas penuh salju tiada bertepi. Satu demi satu orang-orang didalam mimpinya, tampak seperti habis dibantai, sampai-sampai seluruh padang es itu selalu berubah warna menjadi lautan darah pada akhir mimpinya.


Lalu kemudian dia akan terbangun di tengah malam dan jatuh menggigil karena ketakutan. Kejadian itu hampir selalu mewarnai mimpinya, sehingga lambat-laut kejadian itu membuat gadis cantik itu selalu berekpresi dingin, tanpa perasaan.


Ketika dia menceritakan mimpi-mimpinya itu kepada gurunya, Matriak Klan Vermillion Fan Yu Jie, selalu saja gurunya itu berkata mengalihkan pembicaraan,


"Itu hanyalah kejadian yang telah lama sekali dan datang dalam wujud mimpi.


Kurang lebih seperti begini ceritanya. Pada suatu kunjungan aku ke negri nun jauh disana - saking jauh jaraknya, negri itu tidak akan pernah kamu bayangkan keberadaannya,


Kala itu aku menemukanmu seorang diri di tengah padang es bekas pertempuran. Kamu terlihat seperti seorang anak yang tergoncang karena sesuatu, dan tidak mau berbicara sama sekali.


Tidak ada seorangpun ketika itu, kecuali hamparan mayat-mayat korban pertempuran. Dan aku menyimpulkan kalau kamu adalah seorang anak korban pertempuran kala itu"


"Apakah tidak ada tanda-tanda atau apapun yang petunjuk apapun yang dapat menjelaskan asal-usulku, Guru?" tanya gadis itu pada waktu dulu sekali.


Matriak Pulau Vermillion Timur itu hanya melengos. Jawabnya,


"Tidak ada petunjuk apapun yang dapat mengidentifikasi siapa dan dari mana kamu berada. Kamu sebatang kara dan lupa dengan seua kejadian.


Lagipula.. Untuk apa kamu menanyakan hal itu?


Jangan katakan bahwa kamu sedang menyusun rencana untuk mengunjungi tempat itu. Tidak ! Kamu sama sekali tidak perlu mencari tempat itu.


Selain jauh jaraknya, aku merasa di tempat kamu berasal itu penuh dengan pertikaian. Semua orang disana sepertinya selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terkuat dengan saling memangsa.


Tempat kamu sekarang itu disini. Di Pulau Vermillion Timur sini. Disini siapa yang berani menyakiti kamu?


Selain Klan kami adalah klan kuno yang paling disegani dan membuat orang-orang takut, kelak kamu akan menjadi pengganti aku sebagai Matriak Klan Vermillion Timur yang paling disegani di Timur benua ini"


Demikian selalu jawaban yang dia peroleh dari Fan Yu Jie, sehingga lama kelamaan dia menjadi enggan untuk bertanya-tanya. Meskipun demikian, jauh di lubuk hatinya, gadis muda itu memendam kerinduan yang sangat dalam untuk pergi ke negri nun jauh, tempat orang-orang saling membantai itu. Hatinya selalu terasa hangat, manakala dia membayangkan hamparan padang salju tiada bertepi.


"Matriak muda Fan Beauty ...

__ADS_1


Mari kita masuk. Lihatlah hari mulai beranjak gelap. Dan anda masih saja duduk merenung di puncak bukit ini"


Dua orang perempuan yang terlihat tidak muda lagi, akan tetapi tetap cantik terlihat membungkuk dan mengajak gadis bernama Beauty itu untuk kembali kedalam Klan Vermillion Timur. Nampaknya nama Fan Beauty itu sangat serasi dengan penampilan gadis yang demikian cantik itu.


Tanpa banyak kata Fan Beauty mengikuti dua pelayan itu untuk bergegas masuk kedalam Istana Vermillion mereka. Baru saja mereka mereka tiba di aula Istana Vermillion, tiba-tiba seorang wanita anggun usia 40 tahunan muncul dalam diam.


Tiga orang itu lantas membungkuk memberi hormat,


"Matriak Fan Ju Yie !"


Perempuan itu hanya mengangguk kepala sebentar, lalu dengan suatu kode dia memerintahkan dua pelayan itu untuk pergi mengundurkan diri. Setelah tersisa mereka berdua di aula Istana Vermillion, perempuan itu berkata,


"Anak Beauty, pergilah anda ke Kota Teluk Mentari malam ini juga untuk menemui Kaisar.


Paduka Kaisar Kerajaan Haiyang telah mengirim berita melalui array yang menjelaskan bahwa Kelompok Bajak Laut Tengkorak Hitam kembali telah meraja-lela dan membuat takut kapal-kapal di perairan wilayah kami


itulah sebabnya dalam beberapa bulan belakangan ini, nilai perekonomian Kerajaan Haiyang merosot jauh.


Kamu tahu bukan? Kaisar telah demikian baiknya dengan selalu mensuport kami dengan berbagai sumber daya, dan inilah saatnya kami bergerak membantu mereka"


Fan Ju Yie demikian menyayangi Fan Beauty itu. Dan misi sebenarnya dari mengutus gadis itu untuk pergi ke Kerajaan Haiyang adalah, karena Pangeran Mahkota Kerajaan Haiyang bernama Zhao Sagung, telah selesai dari pelatihannya di Akademi Beladiri Middle Great dari Wilayah Tengah.


(Middle Great artinya Wilayah Tengah Yang Agung. Sengaja pakai bahasa inggris biar lebih ringkas saja).


Tanpa banyak bicara, gadis bernama Fan Beauty itu langsung membungkuk memberi hormat dan berpamitan. Baru saja dia akan melangkah untuk menuju tempat hewan ajaib (magical beast) untuk dikendarai, sekonyong-konyong Matriak Fan Yu Jie menghentikan Fan Beauty dan memberikan suatu barang.


"Anak Beauty, tolong sampaikan hadiah ini untuk Pangeran Mahkota Zhao Sagung nanti. Katakan bahwa Matriak Klan Vermillion kami menunggu kedatangan dia untuk berkunjung dan menikmati keindahan pulau kami"


Gadis itu membungkuk dan menyimpan kotak hadiah tersebut didalam cincinnya. Tak lama kemudian sosoknya telah muncul diatas langit Lautan Timur. Dia terlihat seperti seorang Dewi ketikaduduk diatas Burung Vermillion yang memendarkan cahay menyerupai api.


Ketika bayangan Fan Beuty lenyap bersama kendaraannya itu, senyum lebar tergambar di bibir Fan Yu Jie,


"Ah.. Pasangan yang serasi. Perempuan cantik calon Matriak Klan Vermillion kami, nantinya akan bersanding dengan Pangeran Mahkota Kerajaan Haiyang...


Aku tidak keberatan mengubah peraturan Klan, agar dapat mengatur Matriak muda kami untuk menikah dengan seorang bangsawan kerajaan" ....


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2