Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kisah tentang Benua Kota Penyaringan Dewa I


__ADS_3

Sima Yong terbangun dari tidurnya, dan menurut perasaannya tidur itu telah terjadi berabad-abad lama nya. Dalam pandangan kabur, dia melihat seorang gadis kecil berusia kira-kira 10 tahun dalam balutan busana sederhana, berada didalam ruangan yang sama dan sedang memperhatikan dirinya.


   Gadis itu jika diperhatikan, memiliki wajah yang cantik dan unik seperti ras Elf, dimana hal yang paling membuat penampilannya menarik adalah dua bola mata dan rambutnya yang berwarna abu-abu namun berkilauan. Rambutnya bersinar bagaikan bintang.


   Adapun kamar yang ditempati Sima Yong terlihat sebagai sebuah kamar kecil yang cukup berantakan. Beruntung baginya meskipun kamar itu berantakan karena terlalu banyak barang didalamnya, kamar ini tidak berbau pengap seperti umumnya kamar berantakan.


   Tercium jelas bau aroma semacam dupa lavender yang memabukkan hidungnya. Lavender adalah sejenis tanaman beraroma khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit-penyakit akibat luka dan membantu mengurangi stress.


“Dimana aku ini?.....” Sima Yong bertanya sambil berusaha menahan sakit di seluruh tubuhnya.


“Kakak… anda telah sadar… mari aku bantu meminum ramuan ini” gadis kecil itu dengan hati-hati memberi ramuan obat yang telah direbus kepada Sima Yong. Meskipun Sima Yong memiliki begitu banyak pil pengobatan di cincin tata ruangnya, dia menghormati pemberian ramuan oleh gadis itu.


   Dengan wajah polos dan terlihat jenaka gadis itu bercerita kepada Sima Yong…


“Namaku adalah Ren Fengguang. Aku tinggal Bersama kakekku ditempat ini yang dikenal dengan nama Benua Kota Penyaringan Dewa (awalnya adala ilahi namun author menggantinya dengan dewa agar terasa lebih cocok ditelinga)”.


“Pada dua minggu yang lalu, kakek pergi untuk memasang array di hutan atas pesanan seorang tuan muda Klan Judade Dewa, kakek menemukan anda terbaring sekarat di luar tembok Kota kami ini”.


“Beruntung sekali kakak tidak mengalami serangan berbahaya demon beast. Di luar Kota Selatan Benua Kota Penyaringan Dewa ini dipenuhi Demon beast berperingkat tinggi yang selalu mengganggu siapapun dari Kota Selatan Benua Kota Penyaringan Dewa”.


   Karena Sima Yong terlihat masih seperti bingung maka gadis itu melanjutkan ceritanya…


“Semua barang bawaan kakak masih tetap di badan kakak, namun menyesal sekali karena pakaian yang kakak kenakan telah terkoyak. Kakek kemudian menggantinya dengan pakaian milik kakek. Padahal menurut kakek, pakaian yang kakak kenakan itu adalah bahan yang mahal”.


“Sepertinya itu dibuat khusus oleh ahli-ahli Kaum Jingling…” gadis tersenyum manis kearah Sima Yong yang masih berpikir keras, dunia seperti apa yang dia masuki saat ini.


“Cincin tata ruang??? Kalung Domain Pagoda???...dimana mereka???.” buru-buru Sima Yong meraba cincin ditangan serta kalung di lehernya. Perasaannya kemudian menjadi lega setelah dia mendapati, kedua benda itu masih tergantung di leher dan melingkar di jarinya. Nampaknya gadis ini dan kakeknya adalah kelompok orang jujur.

__ADS_1


   Saat itu seluruh tubuh Sima Yong serasa remuk. Meridiannya mengalami luka-luka yang parah, akibat perjalanan melintas ruang dan waktu itu. Dibutuhkan istirahat total agar dia bisa Kembali fit ke keadaan semula. Kembali Sima Yong bertanya,


“Namaku adalah Sima Yong…. Adik Ren Fengguang, tolong ceritakan telah berapa lama aku tidak sadarkan diri? Dan bolehkan adik menjelaskan, apakah itu Benua Kota Penyaringan Dewa??”


   Ren Fengguang terdiam sejenak dan menatap wajah Sima Yong dalam-dalam. Kemudian setelah dia menghela nafas dalam-dalam… dia menjawab,


“Kakak Yong… anda telah terbaring tidak sadarkan diri selama 14 hari. Keadaan anda sangat mengkhawatirkan. Beruntung sekali anda telah sadar, karena menurut kakek, peluang anda untuk bertahan hidup seperti nya sangat kecil…..”


“Mengenai Benua Kota Penyaringan Dewa, aku menjadi bertanya-tanya …. sepertinya anda bukan berasal dari tempat ini?”


“Fengguang hanya tahu di Benua Penyaringan Dewa ini terbagi dalam lima wilayah besar yaitu Kota Utara, Selatan, Barat, Timur dan Tengah. Setiap wilayah arah mata angin di benua ini disebut dengan kota”


“Fengguang pikir untuk penjelasan lebih jauh Benua Kota Penyaringan Dewa ini, dapat kakak Yong tanyakan kepada kakek ketika nanti beliau selesai dari pekerjaannya” dengan bijaksana gadis itu melempar senyum tulus kearah Sima Yong.


   Sima Yong mengiyakan kata-kata Fengguang. Kemudian dengan diam-diam mengambil dua butir pil dari dalam cincin tata ruangnya dan langsung menelan dua pil penyembuhan itu. Hawa hangat terasa mulai menjalar dari dantiannya dan menyusuri keseluruh meridiannya.


******


   Malam hari setelah berkultivasi untuk membantu recovery dari dalam, Sima Yong nerasa dia sudah mulai dapat bergerak. Dia bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Ruangan depan rumah yang dia tempati itu cukup kecil dengan hiasan sederhana disetiap sudut rumah. Sepertinya ini adalah tempat tinggal keluarga yang sangat sederhana.


   Meski seisi rumah terlihat sederhana, namun Sima Yong dapat mengenali di beberapa sudut rumah terpasang array perlindungan peringkat tinggi. Bahkan lukisan-lukisan didinding rumah adalah perspektif dari Teknik array rumit yang sulit dipahami.


   Setelah meneliti dengan seksama, Sima Yong menyimpulkan bahwa Teknik array yang dipakai di rumah itu itu terlihat agak mirip dengan Teknik yang Sima Yong pelajari dari adalah Perpustakaan Klan Wu dan Teknik pribadi Elder Klan itu. Namun harus dia akui, Teknik yang dia lihat di rumah ini terasa lebih kuat dan lebih original dibanding Teknik Array milik Klan Wu.


   Ketika Sima Yong tengah mengamati lukisan array di rumah itu, ketika sebuah suara mengajukan pertanyaan kepadanya,


“Tuan Muda sepertinya anda telah tersadar dari tidur yang demikian lama….”

__ADS_1


   Seorang pria berusia 50 tahunan tampak berdiri di pintu rumah dan menyapa Sima Yong. Wajah pria itu sangat tampan meskipun hanya dibungkus baju sederhana berwarna abu-abu yang senada dengan warna rambut dan mata nya. Ketampanan itu adalah ketampanan khas Elf.


“Kakek….” Ren Fengguang terlihat berlari lalu memeluk pria itu. Nyata benar Bahwa pria itu sangat menyayangi cucunya.


“Kakek… kakak Yong telah sadar beberapa jam yang lalu. Aku telah memberikan ramuan herbal yang anda racik dan lihatlah… kakak Yong telah memiliki rona kemerahan di wajahnya. Gadis itu tersenyum manja kepada kakeknya dan kakeknya membalas senyum sambil melihat ke SIma Yong.


   Dengan lembut pria itu mengelus kepada Ren Fengguang dan berkata,


“Fengguang… anda harus memanggil tuan ini dengan sebutan Tuan Muda. Tidak boleh memanggilnya dengan panggilan kakak….”


   Sima Yong merasa terkejut ketika melihat reaksi kakek Fengguang. Di Wajahnya telah timbul beberapa pertanyaan, sementara itu Fengguang dengan hati-hati bertanya kepada kakeknya,


“Mengapa aku tidak boleh memanggilnya kakak? Beri aku satu alasan kakek”


“Karena… tuan muda ini adalah seorang bangswan Kaum Elf. Kami tidak boleh menyebu namanya dengan hanya sebutan nama atau gelar yang tidak berarti. Peraturan di Klan Elf amatlah keras. Jika melanggarnya bisa-bisa kutukan yang akan diterima kami sekeluarga” kakek itu menjelaskan kepada Fengguang, yang kemudian terlihat dengan mata terbelalak dia menutup mulutnya “Benarkah itu???”


   SIma Yong buru-buru mengkoreksi kata-kata Kakek Fengguang dan berkata,


“Jangan merasa tetua... Aku sendiri sebenarnya bukanlah berdarah murni kaum Elf. Aku adalah manusia sejati. Fisik ku berubah menjadi mirip kaum Elf adalah ketika aku menerima baptisan Naga Es di Perayaan Aran Megil Kaum Elf di Benua Silver tempatku berasal…..”.


   Kakek Fengguang menunjukkan wajah yang amat terkejut ketika mendengar Sima Yong mendapat baptisan Naga Es di Perayaan Elf Aran Megil. Dia kemudian membungkuk memberi hormat dan berkata,


“Tuan muda… terimalah hormatku. Aku adalah keturunan Elf Bernama Ren Fu. Darah kaum Elf mengalir dalam tubuhku sebanyak 70% dan sisanya adalah keturunan manusia. Bahkan dengan karunia darah 70% Elf ini telah mampu membuatku berumur Panjang hingga 500 tahun”


catatan : karna chapter ini terlalu panjang maka author membuat dalam 2 chapter. jangan lupa scroll untuk membaca chapter berikutnya. terima kasih


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2