Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Alam Raja Bintang Dua


__ADS_3

Setelah menerobos ke Alam Raja Bintang dua, pria Elf itu langsung menyelesaikan Armor yang telah di pesan Elder Wu Wangtian. Sebenarnya pengerjaan penulisan Armor peringkat Dewa itu hanya memakan waktu kurang lebih dua hari saja. Akan tetapi sengaja Sima Yong menjanjikan waktu yang lama, karena dirinya berniat untuk menutup diri guna menerobos.


   Pengerjaan penulisan simbol dan penanaman unsur angin di armor itu memakan waktu 2 hari versi domain pagoda. Bagi dunia luar  2 hari itu setara beberapa jam saja didalam Domain Pagoda.


   Setelah menyelesaikan penulisan symbol dan memberi sentuhan unsur angin ke armor itu, Sima Yong keluar dari domain Pagoda. Hal pertama yang dia lakukan adalah menemui Patriak Xiao Guan.


“Patriak… aku ingin menitipkan Gerbang Kemakmuran untuk melakukan penjualan beberapa item milikku ini”


   Sima Yong menyodorkan sejumlah jimat kelas Bumi dan Surgawi kepada Xiao Guan. Tercampur didalam item yang dia titipkan terdapat beberapa jimat yang sangat diperlukan oleh praktisi untuk senjata dalam pertempuran.


   Jimat Selaksa Guntur dan Jimat Pesona Fatamorgana Peledak adalah dua jimat pamungkas Pertempuran Master Surgawi yang Sima Yong daftarkan untuk dijual. Selain harganya sangat tinggi Kedua jimat ini adalah jimat langka yang kebanyakan hanya dimiliki oleh Sekte Kela senam yang memiliki Alkemis Surgawi untuk membuat jimat tersebut.


   Tentu saja Xiao Guan sangat gembira. Jimat langka seperti itu jelas-jelas akan menaikkan pamor Lembaga Gerbang Kemakmuran di mata praktisi di dunia Barat sini. Dengan mata berseri-seri dia memuji Sima Yong,


“Master.. anda benar-benar seseorang yang bertalenta tinggi. Jimat sekelas ini hanya akan didapati di Wilayah Tengah Benua Silver”


   Sima Yong membalas dengan kata-kata merendah. Hal yang terpenting adalah masalah keuangannya terpecahkan saat ini. Wajah Sima Yong Kembali cerah. Uang membuat wajah semua orang menjadi cerah. Dia tersenyum….


   Di gerbang Klan Wu, Sima Yong memberi tahu kepada penjaga Klan bahwa dirinya ingin bertemu dengan Elder Wu. Sambil menyerahkan tanda pengenal yang pernah diberikan oleh Elder Wu, Sima Yong diantarkan oleh penjaga ke sebuah bangunan di tengah Klan itu.


“Anda adalah…??” Elder Wu bertanya Ketika menemui Sima Yong di aula tengah. Dia terihat heran melihat seorang pria muda yang tampan dengan penampilan yang terlihat asing. Selama ini Sima Yong memang selalu menggunakan Doupeng Ketika bertemu Elder Wu.


“Aku Bernama Sima Yong. Dan aku adalah Master Simbol Surgawi yang menyelesaikan penulisan Simbol di Armor anda” Sima Yong tersenyum hangat.


   Sementara itu Elder Wu benar-benar tidak percaya dengan penglihatannya. Anak ini begitu muda, dan dia adalah seorang Simbol Master peringkat Surgawi? Ketika Elder Wu menyelidiki Kultivasi Sima Yong, anak muda itu tidak berusaha menutupi Kultivasinya.


“Anda bahkan praktisi di Alam Raja Bintang dua??”


Elder Wu benar-benar tidak percaya dengan kenyataan di hadapannya. Anak muda yang berusia 21 tahun itu merupakan Master Simbol Surgawi level tiga dan Praktisi Alam Raja Bintang dua. Baginya itu adalah sebuah talenta luar biasa. Seandainya saja Elder Wu tahu bahwa pria Elf itu juga adalah juga pemilik talenta luar,biasa dalam bidang Alkimia, mungkin Elder Wu akan jatuh pingsan.


   Elder Wu tertawa terbahak-bahak setelah menyadari kenyataan ini.


“Jika demikian, aku akan memanggilmu dengan sebutan Master Sima.. ok?”


“Aku tidak berpikir untuk meninggikan diri dihadapan anda yang seorang senior. Biarlah anda memanggilku Sima Yong saja” kata Sima Yong.


   Dia juga seorang pria yang rendah hati, pikir Elder Wu Ketika melihat Kembali ke Sima Yong.


“Baiklah biarkan aku memanggilmu teman kecil Sima. Ok”


   Setelah Sima Yong menyetujui tata krama dan etika itu, kini giliran Elder Wu yang tengah terpesona melihat Armor yang telah selesai itu.


“Armor ini bahkan telah berubah warna menjadi kebiru-biruan setelah teman kecil menuliskan symbol-simbol baru diatasnya. Aku bahkan dapat merasakan koneksi antara Armor ini dengan diriku, setelah teman kecil menanamkan rune berunsur angin didalam armor ini”.


“Oh lihatlah…. Bahkan kualitas armor ini benar-benar Kuasi Perfect. Meningkatkan kemampuan pertahanan sebesar 59%” mata Elder Wu menyala-nyala karena kegirangan.


“Teman kecil, armor yang anda tulis ini benar-benar melebihi ekspektasi ku. Aku bahkan merasa pembayaran yang aku lakukan waktu itu, tidaklah bernilai apa-apa dibandingkan hasil akhir armor. Katakan apakah yang anda minta. Aku akan mencoba untuk memenuhi permintaan anda” Elder Wu ingin menyatakan rasa terima kasihnya kepada Sima Yong.

__ADS_1


   Dan inilah saat yang dinanti-nantikan oleh Sima Yong,


“Elder Wu… jikalau anda tidak keberatan. Dapatkah anda mengajarkan kepada diriku tentang dasar-dasar pemahaman array?”


“Telah lama sekali aku mencoba untuk memahami tentang Teknik array, namun sama seperti Teknik Jiwa untuk mengelola Jimat dan Serangan mental. Meskipun memiliki bakat dalam bidang itu, jika tidak memiliki seorang guru atau pembimbing yang piawai maka terlalu sulit unuk mempelajari Teknik itu secara otodidak” Sima Yong menatap Elder Wu.


“Hahahaha… mempelajari Teknik array memang diperlukan kekuatan jiwa yang sangat tinggi. Jika teman kecil memang ingin mempelajari Teknik array pemula, maka aku tidak keberatan untuk mengajarkannya. Klan kami tidak mengharamkan jika kami mengajarkan dasar-dasar array kepada orang lain sepanjang orang itu memiliki bakat Kekuatan Jiwa yang kuat” Elder Wu tertawa terbahak-bahak sambil menjelskan kondisi kepada Sima Yong.


“Aku akan memberikan tanda pengenal khusus sebagai Tamu Special Magang kepada anda. Klan kami memang sering melakukan pertukaran pelatihan untuk sesama Sekte Bintang Lima. Saat ini, seorang Jenius dari Klan Huang sedang magang dan mempelajari dasar Teknik Array di klan kami. Sedangkan Jenius Klan kami tengah mempelajari dasar-dasar Teknik Alkimia di Klan Huang”


   Merasa heran dengan pertukaran pelatihan seperti itu, Sima Yong bertanya untuk lebih jelas kepada Elder Wu.


“Oh benarkah demikian adanya Elder Wu? Apakah pertukaran pelatihan seperti itu adalah sebuah program Kerjasama antara Sekte Bintang Lima di Barat?”


“Sebenarnya itu bukanlah program kerja sama rutin Klan kami. Ide ini timbul diantara sesama Klan atau Sekte yang memiliki kemampuan mengolah Jiwa. Kami mengharapkan setelah pertukaran pelatihan jiwa ini, maka akan bangkit seorang praktisi diantara tiga klan yang memahami Niat Kekuatan Jiwa”


   Mendengar itu Sima Yong menganggukan kepala. Dia paham tentang Niat Kekuatan jiwa seperti itu. Dirinya sendiri telah memahami Niat Kekuatan Jiwa melalui Teknik serangan Jiwa Seratus Samsara di Domain Pagoda pada waktu yang lalu.


“Tahukah teman kecil ini bahwa di dunia ini selain Niat Pedang, terdapat beberapa pemahaman kemampuan Niat yang akan membuat seseorang menjadi praktisi yang disegani? Niat kekuatan jiwa dan niat serangan array adalah tujuan kami untuk mengadakan program pertukaran pelatihan ini”.


“Sejak Niat Pedang telah dikuasai oleh ras iblis di barat sini, kami dari klan keturunan Elf abu-abu dan keturunan Fenix belum memiliki seorang pun yang paham akan Niat Pedang seperti itu. Harapan kami adalah akan ada seorang jenius yang memahami Niat kekuatan jiwa atau Niat serangan array. Dengan demikian Ketika pemilihan perwakilan wilayah Barat dipertemuan Raja Pedang, diharapkan salah satu jenius kami bisa mewakili Wilayah Barat”


   Sima Yong terdiam. Niat Serangan Array? Ini adalah hal yang baru kali ini dia dengar. Maka dia pun bertanya,


“Elder Wu… Niat serangan Array itu seperti apakah?”


“Niat serangan,array sangatlah diperlukan Ketika seseorang melakukan serangan Teknik Pedang. Ketika gabungan kedua Teknik ini di lancarkan kepada lawan, akan timbul kekuatan pedang yang mengandung ribuan jebakan Array yang kuat. Tidak sembarang praktisi yang mampu bertahan Ketika di serang dengan Teknik semacam itu”.


“Ketika praktisi itu berhasil menggabung lima jenis Niat beladiri, itu membuat dirinya menjadi seorang  praktisi yang tiada tanding pada masa itu. Bahkan konon kabarnya praktisi-praktisi yang berasal dari Negri Ajaib tidak berani bertindak gegabah dihadapannya”


Elder Wu menyelesaikan penjelasannya dan kemudian mengajak Sima Yong untuk mempelajari dasar-dasar Teknik array.


   Sejak hari itu, Sima Yong secara rutin datang ke Klan Wu untuk mempelajari dasar-dasar Teknik array. Dengan kecerdasan yang diatas rata-rata, Sima Yong tidak butuh waktu lama Ketika dia telah menguasai dasar-dasar Teknik tersebut. Dia bahka diijinkan untuk bekunjung ke perpustakaan Klan sebatas lantai satu saja. Di lantai satu itu semua bacaan memang hanya berkisar dasar-dasar Teknik array.


“Alangkah bagusnya jika aku bisa memahami Niat array. Lalu Ketika aku menguasai dua Niat lainnya… aku akan mencoba untuk menggabungkan lima niat tersebut. Lihatlah apa yang terjadi jika aku berhasil menggabungkan 5 niat beladiri” berpikir sampai disini, Sima Yong menjadi lebih bersemangat lagi.


   Sementara itu, waktu terus berjalan. Kehidupan Sima Yong di Kota Bintang Jatuh dipenuhi dengan kegiatan menuliskan symbol-simbol untuk senjata ataupun benda roh. Disamping itu dia secara rutin mengunjungi Klan Wu untuk belajar Teknik Array.


   Meskipun dia telah memahami dengan baik dasar-dasar Teknik array, dirinya tidak berpuas diri. Dia selalu mencoba untuk belajar lebih dalam lagi tentang Teknik array ini. Perpustakaan yang terbatas lantai satu itupun menjadi sasarannya untuk lebih dalam mengetahui Teknik Array.


   Sementara itu, waktu untuk pembukaan domain Elf abu-abu semakin dekat. Beberapa tamu undangan Klan Wu telah datang di Kota Bintang Jatuh.


   Hari itu Sima Yong baru saja selesai menuliskan Simbol di Gerbang Kemakmuran Ketika dia mengunjungi Kla Wu. Di Klan Wu itu Sima Yong tanpa sengaja melihat beberapa orang yang baru kali itu dia lihat. Mereka terdiri dari lima orang muda yang berpakaian dengan seragam Alkemis. Didada mereka terdapat pin yang berlogo Tungku pembakaran dan api.


  Ketika Sima Yong bertanya kepada Elder Wu mengenai kelompok itu, maka Elder Wu menjelaskan bahwa lima orang tadi adalah rombongan Jenius muda dari Klan Huang. Klan Huang adalah salah satu Klan yang merupakan keturunan dari ras Fenix di Wilayah Barat. Mereka merupakan Klan yang ahli didalam bidang alkimia.


   Sebagai salah satu Klan yang masuk kategori Sekte Bintang Lima, Klan Huang mendapatkan jatah undangan memasuki Domain Rahasia itu sebanyak 5 orang. Yang terkuat diantara lima jenius Klan Huang Bernama Huang Feng. Huang Feng sendiri adalah Praktisi di ranah Alam Raja awal. Dia ini juga merupakan seorang alkemis dengan peringkat Tier Lima.

__ADS_1


   Sedangkan keempat anggota kelompoknya terdiri dari jenius di ranah Setengah Langkah Alam Raja Tiga orang dan Alam Spirit Agung Puncak 1 orang. Mereka berlima adalah Alkemis tier lima dan empat. Usia mereka juga masih muda yaitu diantara 25 hingga 29 tahun.


   Sima Yong hanya menganggukan kepala mendengar keterangan itu. Dalam pikirannya kelompok orang-orang Klan Huang ini merupakan jenius-jenius yang sulit dicari tandingannya di Wilayah Barat. Dia tidak dapat membayangkan begitu banyak sumber daya yang digunakan klan mereka untuk membesarkan jenius-jenius seperti itu.


   Elder Wu kemudian mengajak Sima Yong untuk pergi ke ruangan Latihan Klan Wu. Menurutnya disana telah berkumpul jenius-jenius dari kedua Klan yaitu Klan Wu dan Klan Huang. Seperti biasanya Ketika praktisi-praktisi muda itu berkumpul, seringkali terjadi pertandingan atau sekedar bertukar pukulan sebagai pemanasan.


******


   Di ruang Latihan beladiri Klan Wu telah berkumpul Jenius-jenius dari Klan Huang dan Klan Wu. Sementara itu seorang pria tampan berpakaian mewah dalam balutan jubah Alkemis terlihat tertawa terbahak-bahak dengan suara yang keras,


“Hahaha… Wu Ju-Long… perkenalkan kami dengan putrimu yang cantik itu. Aku dengar bahwa putrimu itu adalah salah satu gadis tercantik di Wilayah ujung dunia ini”


   Pria itu tertawa lagi dengan keras. Tanpa dia sadari, kelakuannya berbicara dengan keras dan kasar seperti itu membuat orang-orang di Klan Wu merasa tidak senang. Mereka merasa seakan-akan pria yang tertawa tadi menganggap putri Patriak adalah sebuah benda mati saja.


   Putri Patriak Klan Wu Ju-Long yaitu Wu Fang Hua kenyataannya adalah seorang gadis yang cantik dan terkenal di Kota Bintang Jatuh itu. Karena kecantikan dan keramahannya sehingga gadis itu dijuluki Peri Tersenyum. Oleh karena kebaikan hatinya maka gadis ini menjadi kesayangan orang-orang di Kota Bintang Jatuh. Terlebih lagi di Klan Wu.


   Elder Wu berbisik kepada sima Yong untuk menjelaskan,


“Pria yang tertawa itu adalah Patriak Klan Huang bernama Huang Jing. Dia seorang Alkemis yang Kaya, Tier enam dan kekuatan jiwanya ada di ranah Surgawi level tiga. Sejak lama dia mengincar putri Patriak Wu Ju-Long untuk di jodohkan dengan murid kesayangan yang juga adalah keponakannya bernama Huang Feng”


“Akan tetapi Fang Hua gadis cantik itu tidak menyukai murid Patriak Huang. Murid Alkemis Huang adalah seseorang yang dikenal tinggi hati dan kejam. Mungkin karena di usia muda (belum genap 29 tahun) dia telah memecah record Wilayah Barat dengan menjadi Alkemis Tier 5 dan Praktisi Alam Raja permulaan” Elder Wu mencoba menjelaskan situasi kepada Sima Yong.


   Karena tengah asik mendengarkan penjelasan dari Elder Wu, keduanya tidak terlalu menyimak apa yang terjadi. Tahu-tahu mereka telah melihat dua anak muda yang berasal dari Klan Wu dan Klan Huang telah memasuki arena di ruang Latihan Klan Wu itu.


   Ketika aba-aba di teriakkan, keduanya terlihat hanya diam di tempat dan saling menatap. Bagi orang awam, penampakan itu terlihat biasa saja. Akan tetapi bagi ahli-ahli yang memiliki kemampuan didalam serangan jiwa, dapat mengetahui bahwa telah terjadi pertempuran kekuatan jiwa diantara kedua anak muda itu.


“Lihat.. Huang Feng itu tengah bertarung kekuatan jiwa melawan jenius klan Wu kami Wu Zhen. Aku meragukan pertempuran jiwa ini karena jelas Kekuatan Huang Feng lebih tinggi yaitu Jiwa Surgawi level satu. Sementara Wu Zhen baru di Jiwa Bumi 4 puncak” bisik Elder Wu.


   Ketika waktu berlalu setengah jam dimana kedua jenius itu terlihat hanya diam diatas arena. Pertempuran sepertinya terlihat telah berakhir ketika Wu Zhen terlempar beberapa tombak kebelakang sambil memuntahkan darah segar.


“Kakak Zhen…” Wu Fang Hua dan jenius lainnya dari Klan Wu segera berlari kearah Wu Zhen. Seorang Ahli kekuatan jiwa dari Klan Wu bahkan turut pergi untuk memeriksa Kesehatan jiwa Wu Zhen. Ketika dia memeriksa keadaan jiwa Wu Zhen, ahli itu menjadi marah…


“Huang Feng… anda terlalu kejam. Ini hanya pertukaran ilmu antar jenius di Klan kami dengan Klan anda. Anda bahkan sengaja merobek jiwa Wu Zhen….” Ahli itu berbicara dengan amarah.


   Mendengar itu semua orang-orang Klan Wu menjadi sangat marah.


“Benar sekali. Ajang untuk saling menyerang bahkan membunuh dapat dilakukan didalam domain Elf abu-abu nanti. Kamu terlalu kejam”


“Hahaha…. Ini adalah pertukaran ilmu diantara generasi muda. Mengapa anda yang telah senior terlihat seperti menindasku? Apakah kalian tidak merasa malu Ketika nanti di dengar orang luar bahwa kalian beramai-ramai mencoba menindasku di beramai-ramai?”


   Semua terdiam. Bahkan Patriak Wu Ju-Long,yang tadi nya telah meluap amarahnya, terpaksa menahan rasa marah. Ini adalah urusan diantara generasi muda. Dia tidak berhak untuk ikut campur.


“Jika ada yang kurang puas… silahkan kalian dari generasi muda yang ada di ruangan ini maju dan bertanding melawanku…” Huang Feng menatap semua generasi muda didalam ruangan itu dengan berani. Memang tidak ada yang berani melawan seorang Master Alkemis Tier Lima dengan Kekuatan Jiwa Master Surgawi Level 1 itu.


   Ketika semua orang didalam ruangan itu terdiam karena merasa gentar dengan Huang Feng, tiba-tiba seseorang berjalan kearah arena dan bersuara,


“Biarkan aku mencoba kemampuan anda…..”

__ADS_1


   Semua mata melotot kearah anak muda usia 21 tahun itu. Anak muda yang memilki penampilan unik seperti Elf itu memang selalu terlihat Bersama-sama dengan Elder Wu Wangtian. Siapakah anak muda Elf itu?


*Bersambung*


__ADS_2