Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Finale II


__ADS_3

Zhao Nanhai terkesiap ketika melihat sososk Wux Tedian yang terkapar seperti sepotong kayu mati. Tubuh itu terkapar dalam diam, sulit di terka masih hidupkah atau telah mati.


"Meskipun kutivasi semidevil ini dibawah SAGE level 6, akan tetapi Semidevil itu memiliki kemampuan beladiri yang tidak terduga" batin Zhao Nanhai.


Sementara itu, meskipun semua orang melihat kondisi Wux Tedian yang cukup memprihatinkan, namun karena mereka tidak melihat adanya darah yang mengalir dari tubuh Jenius Klan Wux itu, orang menduga Wux Tedian masih hidup ..


"Apakah Wux Tedian masih hidup?"


"Ku pikir dia masih hidup. Hanya saja terdapat serangan di tubuhnya yang membuat anak muda itu kehilangan kesadaran"


Shen Zhuangshi kemudian mengumumkan kemenangan Sima Yong di babak awal Final Kompetisi antar jenius. Dia juga mengumumkan jeda selama satu jam untuk memberi kesempatan bagi Sima Yong beristirahat.


******


Satu jam kemudian, Shen Zhuangshi mengkonfirmasi keadaan Sima Yong,


"Apakah anda telah pulih dan siap untuk bertarung melawan Zhao Nanhai?"


"Aku telah siap" jawab Sima Yong.


Dia mentertawakan Shen Zhuangshi dalam hatinya, karena tidak mengetahui kalau dirinya telah memahami rahasia Empat bagian awal dari Delapan Gerbang Batin yang tersembunyi itu.


Sima Yong sama sekali tidak merasa lelah apalagi kecapekan dengan pertempuran melawan Wux Tedian. Gerbang Penyembuhan dengan cepat memompa energi pemulihan sehingga kondisi serasa seperti tidak terjadi apa-apa sedikitpun.


"Kalau begitu kalian berdua dapat langsung mengambil posisi untuk pertempuran" kata Shen Zhuangshi.


Begitu Shen Zhuangshi mengucapkan pertempuran telah dapat dimulai, bayangan dua anak muda kembali mengudara diatas langit Kota Kuno.


Sementara itu, percakapan diantara penonton...


"Semoga saja Zhao Nanhai akan memenangkan pertempuran ini" doa seseorang penonton yang dengan sengaja di ucapkan keras-keras.


"Jangan bertingkah bodoh... Kultivasi Zhao Nanhai adalah SAGE level enam. Itu amat jauh dibanding Semidevil lawannya itu. Tidak mungkin Zhao Nanhai menderita kekalahan"jawab temannya.


Kedua penonton itu sibuk membicarakan keunggulan Zhao Nanhai dan mulai memburuk-burukkan Semidevil Sima Yong itu.


"Lagipula.. Dia berasal dari Wilayah yang beraliran sesat bukan? Akan terlalu aneh jika seseorang dengan panggilan Semidevil yang akan menjadi pemenang di Kompetisi Jenius Kota Kuno" kata penonton itu dengan ekpresi jijik.


Ye Bing Qing yang diam-diam mendengar percakapan kelompok itu, seketika hatinya merasa panas. Dia merasa emosinya semakin tak tahan ketika orang-orang itu mulai memburuk-burukkan Sima Yong dengan memanggilnya Praktisi iblis. Dengan marah dia membalikkan badan mencari lihat siapa yang memburuk-burukkan Sima Yong...

__ADS_1


Ye Bing Qing telah bertekad akan mendamprat kelompok yang menjelek-jelekkan Saudara Yong, ketika tiba-tiba suara aba-aba pertanda pertarungan di mulai di serukan Shen Zhuanshi.


"Kalian beruntung... Pertarungan telah dimulai.. Kalau tidak, akan kusobek-sobek mulut kalian" batinnya.


Dia lantas memandang ke langit, mengawasi pertarungan dua SAGE dan mulai melupakan kelompok pencela itu.


Sementara itu di langit dua sosok SAGE telah menghilang, bergulung didalam satu bayangan saja. Saat itu semua orang lantas berusaha menajamkan mata mereka, mengawasi ketat jalannya pertempuran.


Wush !


Trang !


Bunyi sambaran pedang saling menebas terdengar laksana badai guntur di langit, semakin menambah kerengnya (garang) pertarungan ketika dilihat dari kejauhan.


Sama seperti kejadian ketika dia bertarung melawan Wux Tedian sebelumnya, Sima Yong tidak berminat untuk mempertunjukkan semua kekuatannya di awal-awal. Dia tetap menjaga sikap low profile sehingga semua kekuatannya tidak langsung terekspose dan menimbulkan prasangka berlebihan.


Namun jika saja seorang ahli pedang bermata tajam memperhatikan jalannya pertarungan di udara itu, dia pasti tahun semua gerakan menghindar yang di lakukan Semidevli itu, itu hanyalah sebuah tindakan yang dilakukan acak yang sebenarnya sedang membuat Zhao Nanhai menjadi tertindas dan terpepet pedang Sima Yong secara perlahan.


Hal itu tampak nyata ketika eksekusi tebasan pedang yang ke 100 dilakukan Zhao Nanhai, dia merasa sepertinya semua tekniknya adalah tindakan kesia-siaan belaka. Tak satupun serangannya yang dapat menindas Semidevil itu.


Kemanapun arah tusukan pedang yang dilakukan oleh Zhao Nanhai, selalu saja terlihat pedang Semidevil itu telah terlebih dahulu berada di posisi yang mana Pedang di tangan Zhao Nanhai mencoba mengiris tubuh Semidevil tersebut.


Pertempuran pun berlangsung secara intens, sehingga tanpa terasa ke Zhao Nanhai menghitung dirinya telah mengeksekusi teknik serangan pedang yang ke 200 kali. Namun kemanapun pedangnya pergi, Pedang merah di tangan Semidevil itu telah mendahului menagkis semua serangannya.


"Teknik apa sesungguhnya yang di lakukan semidevil ini?


Bahkan di dalam teks-teks kuno di perpustakaan, belum pernah aku membaca tentang kemampuan seseorang yang dapat menerka arah mana lawan akan menyerang" batin Zhao Nanhai mulai panik.


"Cukup sudah... Aku akan mengadu nyawa dengan mu" tangis Zhao Nanhai terdengar. Dia mulai kesal dan putus asa. Rasanya Semidevil itu hanya mempermainkan dirinya dengan pertarungan jara pendek itu.


Semidevil di hadapan Zhao Nanhai terlihat tersenyum dingin, dan berkata..


"Baiklah kalau anda meminta pertempuran ini di percepat.


Sayang sekali anda tidak memperhatikan kalau sebenarnya aku tengah memberi muka pada keluarga Kerajaan.


Namun karena anda demikian tidak sabaran, baiklah sekarang coba tahan serangan ini"


Semidevil itu melambaikan pedang di tangannya. Seketika Zhao Nanhai merasakan pandangannya kabur. Lamat-lamat dia mendengar Semidevil itu berkata,

__ADS_1


"Kecepatan Cahaya level dua !"


Zhao Nanhai seketika menjadi pusing. Pedang dari segala arah terlihat mengarah menuju sekujur tubuhnya. Zhao Nanhai menutup mata, berusaha untuk menggunakan pendengaran untuk menerka dari mana arah pedang yang sesungguhnya.


Akan tetap Zhao Nanhai di buat bingung. Dia tak dapat menebak berdasarkan pendengaran, dari mana arah pedang yang sesungguhnya berasal. Deru pedang juga terdengar dari seluruh penjuru, sehingga Zhao Nanhai merasa sesak nafasnya.


"Aku akan mati di dera ribuan cahaya pedang" teriak Zhao Nanhai dengan panik.


"Tangisan Pedang !" teriak Zhao Nanhai. Teknik ini adalah teknik paling pamungkas dari Klan Zhao mereka. Tubuh Zhao Nanhai terbungkus aura pedang. Tangan kanannya menusuk kedepan dalam deru aura kejam bahkan mampu memotong sebuah gunung.


Wush ! Cahaya pedang berkelabat menyerang Sima Yong.


Ye Bing Qing menjerit tertahan melihat aura membunuh dari teknik Tangisan Pedang yang di eksekusi Zhao Nanhai.


Sementara orang-orang berbisik "Semidevil itu akan mati". Semua memasang wajah senang atas kekalahan Semidevil itu.


Ditengah-tengah jeritan kebahagiaan penonton atas serangan Zhao Nanhai, sebuah suara yang tak kalah kerasnya membentak membuat bulu kuduk berdiri..


"Interpretasi Niat Pedang"


Sebuah cahaya merah berkelebat dari Pedang Merah di tangan Semidevil itu, berlari cepat menyongsong datangnya aura pedang "Tangisan Pedang" yang dilancarkan Zhao Nanhai...


"Dia memahami Niat Pedang" jerit penonton ngeri.


"Niat Pedang, suatu pemahaman teknik yang hanya dipahami Raja-raja Pedang sejak dahulu"


Lalu semua dengan tatapan ngeri memandang ke udara, ketika dua aura pedang berbenturan.


Duar ! Duar !


Cahaya eksplosif ledakan terlihat memenuhi langit Kota Tua ketika dua kekuatan besar berbenturan.


Meskipun demikian, cahaya pedang merah yang mengandung Interpretasi Niat Pedang tidak berhenti sampai disitu. Niat pedang itu menerobos dan melesat cepat menghantam Zhao Nanhai.


Semua penontong melongo ketika Zhao Nanhai mengeluh pelan, lalu tubuhnya terjatuh dari langit Kota Tua, terhempas keras di tanah alun-alun.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2