Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Khaimera


__ADS_3

   Kabut Hitam yang di lemparkan Ye Bing Qing tampak menggulung gumpalan asap yang keluar dari aula Istana kuno. Mahluk itu seketika terlihat tersedot dan terjerat didalam blackhole ciptaan Ye Bing Qing.


“Lasser sihir…” jerit Ye Bing Qing


“Terjangan Axe Maut…” bentak Hattaudha sengit.


 “Trang… trang….” Kembali bunyi benturan terdengar Ketika kapak di tangan menebas kearah asap hitam yang elah terbentuk setengah manusia berjubah hitam. Tangannya memegang pedang berwarna merah yang terlihat sibuk menangkis serangan kapak di tangan Hattaudha. 


   Seakan tidak mau kalah, sinar lasser dari tongkat sihir Ye Bing Qing menindas mahluk berjubah hitam itu.


“Duarr..!!” ledakan terjadi Ketika sinar lasser Ye Bing Qing ditangkis menggunakan serangan sihir mahluk berjubah hitam itu. Ledakan keras tadi menyebabkan jubah hitam yang menutupi tubuh nya menjadi hancur berkeping-keping.


   Tampak seorang pria tampan berwajah dingin dibalik jubah hitam tadi.


“Aku akan membunuhmu…” desis pria berwajah dingin itu. Akan tetapi apalah daya, dirinya masih terseret didalam pengaruh sihir blackhole kabut hitam buatan Ye Bing Qing. Bahkan dia menyadari kekuatannya terserap hingga  30% didalam kabut hitam itu. Pria berwajah dingin itu benar-benar amat marah.


“Jika saja kami tidak kehilangan 70% kekuatan setelah transformasi menjadi wujud manusia, kalian berempat bukan apa-apa jika dibandingkan salah satu dari kami” dengan sengit pria itu memaki Hattaudha dan Ye Bing Qing.


“Jadi… sebenarnya kamu ini adalah mahluk sihir demonic beast?” ejek Ye Bing Qing… dia memang telah menduga sebelumnya bahwa kedua manusia dihadapannya adalah mahluk jadi-jadian dari demonic beast atau magical beast.


Sesosok bayangan berkelebat sambil berteriak,


“Tidak perlu memiliki rasa belas kasihan kepada mahluk demonic beast seperti ini…” tangan Hattaudha terayun dengan Kapak seberat ribuan jin itu terarah mengunci ke batok kepala pria berwajah dingin itu.


******


   Sementara itu Sima Yong terlihat melesat dengan amat cepat ke dalam aula Istana tua itu. Dalam perkirannya, dia merasa bahwa keempat kawannya masih mampu menghadapi dua mahluk jadi-jadian Demonic Beast itu. dia mendengar sendiri bahwa kedua demonic beast itu baru saja bertransformasi menjadi wujud manusia, sehingga kekuatan kultivasi mereka belum pulih seperti semula. Diperlukan waktu hingga ratusan tahun untuk kembali ke kekuatan semula.


Sima Yong lebih fokus untuk terlebih dahulu menghadapi Khaimera. Khaimera adalah mahluk sihir keturunan Khaimera yang menurut mitologi adalah simbol kekuatan raja iblis. Tentu saja kekuatan sekelas Khaimera itu tidak akan mampu di hadapi empat kawannya itu. Apalagi Khaimera adalah Demonic beast yang menggunakan kekuatan sihir yang hanya mempan dilawan dengan kekuatan sihir pula.


“Tsinggg.......!!!”


   Sebuah angin pukulan menderu-deru dengan hawa dingin yang mengandung kekuatan sihir menyambar dari dalam aula istana ke arah Sima Yong.

__ADS_1


“Kekuatan Ahli sihir setara Master jiwa Saint 2 ...!!” teriak Sima Yong.


   Serangan sihir itu berputar didepan Sima Yong ditimbulkan oleh sebuah aura kegelapan dengan kejam menghujam ke dada Sima Yong. Terdengar suatu senandung mistis mengiringi aura kegelapan, ketika mulut ular raksasa menganga keluar secara mendadak dari aura kegelapan itu. Mulut itu sepertinya telah siap untuk menelan seluruh tubuh Sima Yong secara utuh.


  Sima Yong tidak langsung menjadi gugup ketika melihat ancaman ular raksasa itu. Secara refleks dia membuat segel sihir didada dan mengucapkan mantra kuno.


“ Kutukan Bunga Peoni...!!!” bentak Sima Yong sambil menjulurkan telapak tangan kearah mulut mahluk ular raksasa itu. Kekuatan aura sihir hitam yang keluar dari mulut ular raksasa itu seketika berbenturan dengan “Kutukan Bunga Peoni”...


 “Duaarr...!!!”


   Peony Es raksasa ditangan Sima Yong menjadi tertindas oleh aura kegelapan yang dikeluarkan Ular Raksasa itu. Akibat benturan itu, Sima Yong terlempar kebelakang beberapa tombak. Dadanya terasa sakit setelah benturan kekuatan sihir itu.


Beruntung sekali Sima Yong mengenakan “Armor Emas Suci” sehingga resiko cidera akibat benturan diantara dua kekuatan sihir itu mengurangi cidera yang dia derita.


“Siapa kamu manusia..!!! Lancang benar anda memasuki wilayah terlarang di Istana Kaum Suci ini” sebuah suara terdengar dari arah dalam aula. Suara itu terdengar begitu kuno, seolah-olah suara itu berasal dari dunia yang lain.


   Dan dari kegelapan ruang aula istana itu... sebuah nyala api yang membakar udara membuat udara seketika berubah menjadi amat panas. Sesosok mahluk muncul dengan aura yang menindas. Itu adalah seekor Singa raksasa yang memilik sinar mata kemerahan seperti nyala api.


"Mahluk hina yang fana seperi kamu, tidak layak untuk memasuki Istana Suci ini" sebuah suara berat lainnya menyusul berbicara.


Menyusul dua suara tadi berbicara, kini terdengar desisan suara yang berbicara seperti ular mendesis.


"Dan karena kelancanganmu itu maka kamu harus mati"


SUara terakhir ternyata keluar dari mulut seekor ular raksasa yang terentuk dari ekor mahluk raksasa itu.


Sima Yong segera mencabut Pedang Emas Suci dan berdiri dalam posisi menyerang.


"Keluar...!!!" bisik Sima Yong, disusul kemunculan dua mahluk kecil berbentuk siren dan Pegasus.


"Jadi ... kamu telah bersekutu dengan mahluk kuda buruk rupa itu?" suara singa terdengar mengejek.


"Jangan kamu berpikir dengan bersekutu bersama mahluk kuda jelek itu, maka kamu dapat mengalahkan kami. Kamu hanya bermimpi mahluk lemah" ejek kepala kambing.

__ADS_1


"Apakah hukuman yang akan kita jatuhkan ke mahluk lemah ini?" kata ular sambil memicingkan mata.


"Aku akan memakan jantungnya..." kata singa.


"aku berminat menyantap roh mahluk ini" kata kambing.


"Dan tolong sisakan semua kepala mahluk lemah ini untukku.


Ketiganya lalu tertawa terbahak-bahak. Mereka bersikap seolah-olah Sima Yong tidak ada dan hanya merupakan bahan tertawaan saja.


Sima Yong ketika melihat ketiga mahluk monster itu berbicara, secara diam-diam dia mulai merapalkan mantra. Lalu dengan sebuah hentakan dia memutar Pedang Emas Suci dan menyerang kearah mahluk Khaimera.


"Kutukan Rembulan" tangis Sima Yong.


Sebuah awan terbentuk di langit-langit Istana tua dan kemudian merefleksikan rembulan kedalam aula. Hujan es berbentuk kristal tajam mengucur dengan deras dari rembulan dan mengunci Khaimera. Pedang Emas Suci kemudian menebas ganas kearah Khaimera.


Dengan tangisan ganas, Khaimera mengeluarkan api raksasa yang menggulung badai es rembulan.


"Wussh..."


"Wusshh..."


"Duarr..."


"Duarr..!!"


Benturan kedua kekuatan sihir mengakibatkan ledakan eksplosif didalam ruang aula istana.


"Matii...!!" bentak Sima Yong sambil terlempar kebelakang. Teknik Kontrol Pedang meluncurkan Pedang Emas Suci dan mengunci Khaimera. Khaimera itu kembali menyemburkan api yang bernyala-nyala membungkus Pedang Emas Suci...   


*Bersambung*


Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2