Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Refiner Neraka Kesembilan


__ADS_3

Bagian terdalam dari perut Gunung Khar Amitan itu ternyata merupakan dataran luas berbatu-batu cadas yang tertutupi dengan genangan air yang membentuk danau kecil. Dia atas genangan air itu, berdiri bangunan-bangunan tempat tinggal, berdiri kokoh diatas tiang-tiang kayu. Melihat keadaan itu, orang akan merasa dirinya tengah berada di kawasan pemukiman rumah nelayan di pinggir laut.


Neraka Dunia kesembilan ini, secara keseluruhan dapat di simpulkan adalah sebuah kota terapung yang yang sarana penghubung satu bangunan dengan yang lainnya, menggunakan kayu-kayu pengalas sebagai jalan antar bangunan. Kesan asing begitu kental terasa ketika melihat sumber penerangan Kota Neraka kesembilan itu, hanya mengandalkan cahaya lampion yang selalu menyala baik siang maupun malam hari.


Selain tinggal di bangunan-bangunan yang berdiri diatas air, banyak pula orang yang tinggal di gua-gua yang sengaja di bangun di tebing-tebing cadas disekeliling Neraka Kesembilan itu.


Tidak banyak orang yang berlalu lalang di atas jalanan setapak kayu saat itu, karena sebagai tempat pembuangan atau pelarian kaum buronan... Tingkat kejahatan sangatlah tinggi di Neraka Kesembilan ini. Orang-orang umumnya lebih memilih untuk diam didalam tempat tinggal mereka, dan keluar rumah hanya untuk hal-hal bersifat penting saja.


Siang itu, seorang anak muda terlihat berjalan pelan-pelan menyusuri jalan setapak kayu yang mulai reyot itu. Namun setiap langkah kakinya tidak menimbulkan bunyi sama sekali. Dari balik jendela-jendela rumah di Neraka Kesembilan itu, banyak yang saling berdiskusi, mengamati tiap gerakan si anak muda.


"Dia seorang ahli yang sulit ditaksir peringkatnya"


"Apakah dia memiliki kepandaian yang katanya menyerupai Sepuluh Maha Suci Semidevil Neraka Dunia ini?"


"Kau gila ! Untuk menjadi salah satu diantara sepuluh Semidevil Neraka Dunia, kukira anak itu belum memiliki kualifikasi seperti itu"


"Well.. Kita lihat saja perkembangannya kedepan"


Bukannya tidak menyadari, namun anak muda berjubah kelabu itu bersikap seolah-olah tidak mengetahui bahwa ribuan pasang mata, dengan ketat mengunci ke dirinya seperti tatapan serigala yang siap mencabik-cabik mangsa.


"Belum kurasakan aura membunuh diantara ribuan tatapan mata-mata rakus itu" anak muda itu menyunggingkan senyuman tipis sambil terus berjalan.


"Aku akan memberikan kejutan kecil kepada kalian semua, pada saatnya nanti" senyuman tipis di bibir itu semakin melebar.


Sesekali dalam jalan-jalan itu, dia bersua dengan satu dua orang, lalu mereka saling terdiam, menatap dia dalam-dalam, lantas membuang muka dan kembali bertindak dengan normal. Anak muda itu melakukan tur keliling di tempat bernama Neraka Kesembilan,


"Kurang lebih tempat ini menyerupai sebuah kota biasa. Perbedaannya Neraka Dunia ini letaknya jauh di dalam perut bumi dan aliran Qi disini amatlah tipis"


Tidak berapa lama, dia telah sampai di kawasan yang di penuhi orang-orang berjualan, yang sepertinya tempat ituadalah semacam pasar tempat perdagangan di Neraka Dunia. Sebenarnya tempat ini terletak di bagian paling sudut Kota Neraka Kesembilan, tepatnya perbatasan dengan wilayah lain yang di sebut Neraka Kelima.

__ADS_1


Perlihat penjagaan di perbatasan dua wilayah itu begitu ketat, namun kawasan perdagangan itu adalah kawasan bebas bagi semua penghuni di Neraka Dunia untuk melakukan transaksi. Hanya saja, paling lambat ketika kentongan pertama di bunyikan, penghuni Neraka kelima dan ketiga sudah harus meninggalkan area ini, jika tidak ingin nyawa melayang.


Umumnya kaum pedagang dari Neraka ketiga dan kelima yang bergabung dan menempati lapak-lapak biasa kawasan perdagangan bebas. Mereka semua wajib membayar Manna Biru sejumlah tertentu jika ingin berdagang ditempat itu.


Anak muda itu kemudian berhenti di sebuah tempat yang terlihat cukup bersih yang menarik perhatiannya. Bangunan yang tampak penuh dengan berbagai barang dagangan; yang rata-rata adalah perlengkapan tempur untuk keperluan perang seniman bela diri seniman bela diri.


"Asosiasi Perdagangan Mestika Naga" demikian tulisan di papan merk yang tergantung diatas bangunan itu, dia mengangguk kepala dan memasuki Asosiasi Mestika Naga itu.


"Silahkan tuan memilih barang. Asosiasi Mestika Naga selalu menyajikan barang-barang pilihan, dan kami tidak pernah mengecewakan pelanggan dengan barang-barang pilihan" Seorang pria usia enam puluhan terlihat datang menyambut kedatangan anak muda itu, berharap si anak muda adalah pembeli pertama di asosiasi itu.


Belakangan ini, Asosiasi Mestika Naga mengalami kemunduran setelah sebuah asosiasi serupa bernama Klub Pintu Surgawi berdiri di Neraka Kesembilan. Konon Klub Pintu Surgawi itu memiliki perlindungan dari salah satu diantara Sepuluh Maha Suci Demigods & Semidevil Neraka Dunia.


Si anak muda hanya tersenyum, lantas berjalan berputar-putar dan mengamati satu demi satu dagangan di Asosiasi Mestika Naga. Karena ruang pamerperalatan yang tidak terlalu luas, menyebabkan dalam waktu yang singkat si anak muda telah menyelesaikan tur melihat-lihatnya di Asosiasi Mestika Naga.


Anak muda itu membuka pembicaraan..


"Apakah asosiasi kalian ini dapat menyediakan ruang yang dapat di sewa seorang refiner penyuling senjata roh?.


Aku lalu berpikir, alangkah bagusnya jika aku membuka jasa refiner cukup menarik di Neraka Kesembilan ini, well.. Bukankah kegiatan menyuling seperti itu jauh lebih menarik, dibanding jika tidak memiliki kesibukan apa-apa di tempat tersembunyi ini?" dia melempar senyuman yang ramah. Sejak awal orang tua pemiliki Asosiasi Mestika Naga itu telah berhati-hati dengan pemuda itu.


Pria tua itu terlihat melongo. Bukannya dia tidak tahu siapa Sima Yong dihadapannya ini. Berita dengan cepat menjalar di dalam semua kawasan Neraka Dunia, termasuk Neraka Kesembilan ini. Semua orang bercerita betapa Sima Yong ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Bahkan ada yang mengatakan jikalau kepandaiannya dia tidak kalah dari Sepuluh Maha Suci Neraka Dunia.


Namun untuk berfikir bahwa Sima Yong itu adalah seorang refiner? "Ah... Jangan-jangan anak ini hanya bermain-main untuk menggertak ku saja" pikir si orang tua. Dia lalu balik bertanya. Refiner adalah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh ahli-ahli di Klan Super atau Klan Kuno saja. Semua orang berlomba-lomba untuk membina hubungan dengan seorang refiner.


"Tuan, anda jangan bercanda. Untuk menjadi seorang refiner, selain bakat yang tinggi, kemampuan seperti itu hanya dimiliki oleh Kaum Jingling" pria tua itu menatap lekat-lekat mata Sima Yong.


Sambil tertawa kecil, si anak muda menyibak juntaian rambut kelabu yang menutupi telinganya,


"Lihat sendiri. Apakah anda percaya sekarang?"

__ADS_1


Pria tua itu sekali lagi melongo. Dia melihat penampakan telinga anak muda itu. Memang telinga itu terlihat sedikit meruncing, namun tidak seruncing kaum jingling pada umumnya.


"Aku hanya setengah jingling. Itu sebabnya telinga ini tidak terlalu meruncing dengan ekstrem" jawab Sima Yong. Dia sengaja menjelaskan seperti itu agar tidak timbul pertanyaan lagi dari si orang tua.


Si orang tua buru-buru mendekat, memperlihatkan wajah seramah mungkin lalu berkata,


"Ah... Rupa-rupanya tuan muda kita ini adalah seorang ahli refiner. Maafkan mata tuaku yang tidak mengenal tingginya Gunung Thai San di depan mata.


Perkenalkan namaku Liu Yanshan. Aku telah mengelola bisnis ini sejak puluhan tahun lamanya. Tuan muda dapat menggunakan kamar dibangunan ini untuk praktek penyulingan.


Aku sendiri tinggal di Neraka Kelima, sehingga tiap sore aku harus kembali ke Neraka Kelima, menghindari patroli petugas. Hanya orang-orang khusus yang diijinkan tinggal menetap di Neraka Kesembilan ini.


Dan tuan muda ini adalah salah satu diantara orang-orang istimewa itu"


Liu Yanshan berusaha menyanjung Sima Yong. Dia paham, di tempat yang penuh dengan orang-orang jahat seperti itu, yang terkuat adalah pemenang. Dengan demikian dia harus membina persahabatan dengan orang-orang berkemampuan istimewa seseorang, yang memiliki kemampuan tinggi untuk di jadikan sekutu.


Dari kabar berita yang beredar, di katakan bahwa anak muda ini adalah seorang Demigods yang memiliki kepandaian tinggi. Liu Yanshan berjaga-jaga, kalau-kalau kedepannya si anak muda akan menjadi salah satu diatara Sepuluh Maha Suci Neraka Dunia.


"Tuan muda, apakah anda telah memiliki tempat tinggal? Liu Yanshan menawarkan kepada tuan muda ini untuk tinggal di Bangunan Asosiasi Perdagangan Mestika Naga. Ada terdapat banyak tempat kosong untuk anda tinggali" pria tua itu buru-buru membungkuk memberi hormat.


Sima Yong tentu saja sangat berterima kasih dengan penawaran itu. Dia lantas memberikan 10.000 Manna Biru kepada Liu Yanshan, yang buru-buru di tempik pria tua itu.


"Tidak berani. Tidak berani Liu Yanshan menerima pembayaran dari tuan muda"


Pada akhirnya Liu Yanshan menerima 10.000 Manna Biru, setelah Sima Yong memaksa dan setengah mengancam.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2