Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Menara Dewa Berkabut III


__ADS_3

   Dear readers, jika kamu telah membaca sampai bab ini, berarti kamu cukup menyukai kisah di novel KDPU. Maka untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers  berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini. Terima kasih.


******


   Pemandangan di lantai empat membuat Sima Yong merasa seakan dirinya berada di tepian neraka. Sejauh mata memandang hanyalah terlihat bebatuan hitam yang menyisakan bara hitam kemerahan dan berhawa panas.


“ini rasanya berada di pemanggangan kue saja” pikir Sima Yong


“Mahluk apa yang akan aku hadapi berikutnya.?????”


Ketika dirinya sementara bertanya-tanya didalam hati, sebuah suara yang terdengar demikian kuno. Rasanya suara itu seperti berasal dari abad-abad yang telah lalu dan dengan perih terdengar di telinganya…


“Jadi kamu telah melewati Roc, ceberus dan hydra itu..??? hm tidak kusangka… untuk mahluk sekecil dan selemah kamu ini mampu melewati ketiganya”


Tampak dihadapannya sosok berkerudung hitam namun wajahnya terlihat jelas. SInar mata yang menyala memancarkan kesan licik terabaikan olah penampakan wajah aneh penuh tato berbagai simbol unik yang menambah keanehan penampakannya. Dua pasang tanduk di kepala melengkapi penampilan unik mahluk dihadapan Sima Yong.


“Jadi kamu adalah image dari sosok ahli ras iblis dimasa lalu..apa keahlian kamu???” Sima Yong bertanya untuk mengkonfirmasi mahluk aneh itu.


“itu benar… dan kali ini kamu akan berhadapan langsung dengan ahli bukan dari golongan mahluk buas. Biarkan aku melihat sebagaimana kuat dirimu mahluk kecil….aku ahli dan Teknik telapak”


“Dan kamu harus mati disini….!!!” Iblis itu melanjutkan.


Setelah selesai mengeluarkan kata-kata ancaman, mahluk ras iblis itu terlihat merapalkan mantra dengan sebuah Teknik. Teknik telapak itu adalah Teknik untuk mengumpulkan kekuatan asing. Sima Yong melihat jelas Ketika iblis itu menarik sejumlah energi besar yang berasal dari bumi dan satunya lagi adalah energi asing yang kemungkinan adalah energi neraka.


“itu adalah energi neraka, ras iblis tidak mungkin mampu menarik energi surgawi dengan Teknik-teknik sesat mereka…” pikir Sima Yong.


Dalam hitungan detik setelah kedua energi Bersatu dalam suatu nyala api di tangan ras iblis, pancaran api terlihat meluar-luap dari tangan si iblis.


“Serangan pertama…” iblis itu berterika Ketika menyerang Sima Yong. Sebuah energi raksasa dalam wujud api yang sangat besar berwarna kebiru-biruan meledak membentuk uap panas yang dengan ganas menghantam kearah Sima Yong.


Sima Yong menghindar secara alami dalam Konsep Evation secara otomatis memindahkan dirinya menjauh dari terjangan uap Api kebiru-biruan itu.


“Duaar…”


Sebuah bukit kecil dibelakang Sima Yong berubah menjadi debu ketika uap panas bertenaga 425.000 jin itu menghapus bukit berbatu itu menjadi abu.


Sima Yong bersiul…..


“Itu adalah sebuah serangan yang amat ganas, kekuatan besar digabungkan dengan kecepatan gerak yang hebat..” Sima Yong baru saja mencoba akan membalas serangan itu, ketika kembali lagi sebuah rangkaian kabut api biru terlihat mendesis mengejarnya. Ketika dia menghindar… suara ledakan terdengar Ketika benda-benda di sekitar Sima Yong meledak menjadi abu.


“Iblis ini betul-betul tidak mengenal Lelah. Sepemahamanku letika seseorang mengumpulkan energi bumi dan neraka, maka itu akan memboroskan kekuatan fisik praktisi. Prediksiku tidak perlu menunggu lama untuk iblis ini menjadi kelelahan”


Akan tetapi prediksi Sima Yong salah kali ini. Ras Iblis itu terlihat tidak sedikitpun merasa lelah akibat menyerap energi bumi dan neraka. Yang ada malahan Sima Yong merasa dia terlalu membuang waktu percuma dengan mencoba menghindar menunggu lawan lelah. Selama pertempuran telah berjalan dengan lima kali serangan iblis, Sima Yong memutuskan konfrontasi keras melawan keras.


“Sudah saatnya kamu mati ibliss…” dengan marah Sima Yong melempar serangan jiwa yang didalamnya terdapat simbol rumit dan rune kearah ras iblis itu.


“Petrifyy…”


   Tidak menunggu hingga satu detik ketika iblis itu telihat membeku menjadi batu.

__ADS_1


Sima Yong tidak menyia-nyiakan waktu hanya tujuh detik untuk menghancurkan iblis yang telah menjadi batu itu.


“Niat Pedang Level Tiga..!!”


Pedang raksasa itu Kembali muncul dari kekosongan lalu membelah mahluk yang telah menjadi batu. Kekuatan niat pedang yang tidak terkalahkan, yang didalamnya mengandung kekuatan tempur 300.000 jin ditambah kekuatan enegi Qi nya sebesar 250.000 jin, membuat niat pedang menyentuh titik diantara dua kening iblis.


“Kraakk…”


Iblis di lantai empat seketika retak berubah menjadi ketiadaan dalam bentuk debu….


******


Di papan pengumuman Aula Menara Dewa Berkabut…..


“Lantai empat disapau bersih penantang. Waktu tempur tiga menit. Penantang diijinkan memasuki lantai lima….”


Keadaan menjadi sangat heboh……


******


   Sima Yong memasuki lantai Lima Menara Dewa Berkabut…………..


Meskipun telah melewati pertempuran sebanyak empat kali di masing-masing lantai, tenaga Sima Yong masih tetap terjaga. Cincin Mutiara Kehidupan telah kosong satu ruang, ketika dia telah menyerap cadangan energi disana untuk kembali terlihat fit ke kondisi semula.


Setelah Sima Yong berhasil lolos dari lantai empat… secara berturut-turut dia menghadapi ilusi Praktisi ribuan tahun yang lalu dan merupakan sosok yang menghebohkan Menara Dewa Berkabut.


Seperti misalnya di lantai lima, dia duel solo melawan Praktisi manusia dari ras Nanren. Kemudian di lantai enam dia duel solo dengan praktisi ras Judade dan di lantai tujuh seseorang dari ras Jingling yang merupakan sosok penyihir menjadi lawannya.


Rincian daya serang yang dia pakai terdiri dari 300.000 jin berasal dari medan pertempuran niat pedang level tiga, dan 250.000 jin dari kekuatan ATK milik energi Qi Sima Yong. Sebenarnya jika Sima Yong tidak menggunakan Niat Pedang pun, dengan kekuatan serangan ATK 550.000 jin, dia masih mampu mengalahkan semua musuhnya.


Sementara itu dalam duel solo Sima Yong melawan praktisi dari ras jingling dilantai tujuh, pertempuran yang terjadi diantara keduanya adalah pertempuran menggunakan kekuatan Jiwa.


Sima Yong memenangkan pertarungan serangan Jiwa di lantai tujuh itu dengan menggunakan Niat Jiwa Samsara yang membuat ilusi sehingga ras Jinglin itu terputar-putar dalam dunia ilusi. Sepenggal jiwa jingling hasil buatan array itu menangis di akhir duel. Ketika itu, jinglin tersadar bahwa dirinya sebenarnya telah lama mati. Keberadaannya di Menara Dewa Berkabut itu tidk lebih dari sebuah ilusi semata. Jinglin itu takluk dengan mengeluarkan tangisan yang menyayat.


******


   Waktu satu hari telah berlalu Ketika Sima Yong berada didalam Menara Dewa Berkabut, penonton semakin lama semakin banyak. Desas desus yang mengatakan bahwa seseorang dari ras Nanren telah menembus lantai ke tujuh membuat heboh. Semua berkumpul ingin melihat siapa gerangan praktisi yang telah melewati lantai tujuh yang melegenda itu…


******


Hari kedua didalam Menara Dewa Berkabut…….


Sima Yong memasuki lantai delapan. Lingkungan di lantai delapan membuat seperti dirinya berada di atas sebuah panggung arena raksasa. Sima Yong melangkah ke tengah arena menunggu lawannya. “Semoga aku bisa melewati lantai delapan ini….”


Ketika pria itu masih bertanya-tanya, lawan seperti apa lawan yang akan dia hadapi… sekonyong-konyong dihadapan nya muncul dua sosok manusia. Penampilan keduanya amat misterius dengan mengenakan kerudung yang menyembunyikan auranya. Aura yang ditimbulkan adalah aura yang sangat berbahaya.


Dengan menggunakan kekuatan jiwa, SIma Yong dapat mengintip kedalam kerudung, dan langsung menebak bahwa diantara keduanya satunya adalah rasa nanren dan satunya adalah ras jingling.


“Apakah anda telah siap??......” kali ini pertanyaan dengan suara datar di keluarkan oleh nanren itu. Suara itu terdengar ringan seakan-akan bukan dari sosok yang berbahaya.


“Anda akan berhadapan dengan dua praktisi sekaligus. Aku adalah penyihir jiwa berkekuatan Master Jiwa Surgawi level tiga… ok meski kekuatan ATK ku tidak besar, akan tetapi aku dapat memiliki keahlian yang akan membuat anda terkejut” kata ras jingling itu sambil tersenyum.

__ADS_1


“Dan aku ras nanren. Aku adalah praktisi setengah Langkah Alam Tanpa batas ranah awal. Spesialisasiku adalah Ahli  Pedang dengan Daya serangan ATK 550.000 jin” ras nanren itu berkata.


Di lain pihak, Sima Yong merasa terkejut.


“Dua praktisi di lantai delapan dengan ranah kultivasi setengah Langkah Alam tanpa batas awal dengan kemampuan ATK 550.000 jin dan satunya penyihir jiwa Peringkat Surgawi level tiga??? Apakah Menara ini bercanda???” Sima Yong cukup merasa tersanjung untuk diberi tantangan melawan dua ras dengan kultivasi yang tinggi itu.


“Kalau begitu mari kita mulai…” Sima Yong menghunus Pedang Hati Rembulan. Ini adalah perjuangan berat menghadapi dua ahli dengan dua tipe keahlian. Sima Yong berubah menjadi sangat serius.


Pada saat Sima Yong mengatakan mari kita mulai…. dia melihat penyihir itu merapalkan mantra tertentu. Sementara itu si nanren ahli pedang terlihat menunggu si penyihir bergerak terlebih dahulu.


“Aku akan menyerang terlebih dahulu…” Sima Yong tidak ingin membuang waktu. Dirinya merasa jika ingin meraih kemenganan atas dua tipe ahli seperti itu, kecepatan dan melakukan serangan awal terlebih dahulu akan memberinya keuntungan.


“Lihat serangan……!!!”


Ketika Sima Yong melompat sambil menusuk Pedang Hati Rembulan berisi energi Teratai Es, terlihat ras jingling itu juga melompat dalam Gerakan indah. Akan tetap lompatan itu adalah untuk menjauh dan mengambil jarak hingga 50 meter. Dari mulutnya keluar kutukan sihir….


“Black hole…!!!”


Sebuah lubang hitam raksasa seakan turun dari langit dan berpendar disekitar area membentuk lubang hitam besar. Lubang hitam besar itu terasa benar kedalamannya amatlah dalam dan tidak dapat dikira-kira. Jika terperangkap didalamnya, sesuatu yang mengerikan pasti terjadi.


Meskipun Sima Yong masih berjarak hingga sepuluh meter dari pusaran black hole itu, tiba-tiba dia merasakan sedotan gaya Tarik (gravitasi) yang sangat kuat keluar dari inti black hole itu. Sima Yong merasa nafasnya menjadi sesak ketika secara perlahan dirinya terseret memasuki lubang hitam buatan penyihir itu. Sima Yong terlihat seperti seekor ikan yang dikeluarkan dari dalam air dan kesulitan bernafas.


Pada saat dalam kondisi setengah mati melawan daya Tarik gravitas dari lubang hitam itu, Sima Yong mendengar bentakan keras,


“Tebasan maut….!!!!”


Ras nanren itu secara tidak terduga melompat dan mengirimkan serangan pedang mematikan kearahnya. Energi serangan yang membelah tanah itu terlihat dengan jelas berjalan menuju ke Sima Yong…


“Itu adalah serangan pembunuhan dengan kekuatan ATK 550.000 jin… aku harus keluar dari perangkap lubang hitam ini” pikir Sima Yong dengan panik.


“Niat Pedang Level Tiga….” Sima Yong berteriak keras melawan gravitasi black hole sambil melepaskan niat pedang. Niat Pedang keluar dari kekosongan dan menghantam lubang hitam yang terlihat menyedotnya. Niat Pedang berkekuatan ATK 300.000 jin bergabung dengan kekuatan dahsyat ATK milik nya sebesar 550.000 jin. Serangan total kekuatan ATK sebesar 850.000 jin itu merobek black hole ciptaan penyihir jingling, yang kemudian berpendar mengakibatkan ledakan keras.


Akan tetapi patut disayangkan, meskipun berhasil merobek lubang hitam tadi, serangan pedang dari nanren itu sempat mengenai sebagian dada Sima Yong.


“hoekss….”


Sima Yong terlempar jauh kebelakang sambil memuntahkan darah. Beruntung sekali hawa kekuatan Niat Pedang menghalangi sebagian serangan nanren itu sehingga dia hanya menderita luka dalam biasa. Buru-buru dikeluarkannya pil pengobatan tingkat tinggi untuk memperbaiki kerusakan bagian dalam.


Dilain pihak keadaan nanren yang menyerang dengan tebasan maut itu terlihat tidak lebih baik dari keadaan Sima Yong. Nanren itu juga terguling-guling terpapar hawa niat pedang sisa ledakan black hole. Tentu saja… gabungan kekuatan ATK 850.000 jin bukanlah hal main-main. Dengan serangan seperti itu, bahkan gunung besarpun akan dapat dipotong menjadi dua bagian.


“Bukankah kita sama-sama dalam kondisi terluka??... haha” Sima Yong tertawa melihat kedua lawannya.


Akan tetapi kegembiraan Sima Yong hanya bersifat sementara. Dia Kembali dibuat terkesima akan kegigihan kedua lawan. Ketika dalam kondisi terluka parah itu, kedua ras nanren dan jingling bahkan melompat kearahnya dan kembali melancarkan serangan ganas. Penyihir itu mempersiapkan mantra lainnya ….


“Healll…..” Teriak penyihir ras jingling itu.


Secara Ajaib sebuah cahaya berkilauan keluar dari tongkat penyihir itu dan menyelimuti nanren yang tengah melompat kearah Sima Yong. Seketika nanren yang awalnya terlihat terluka parah berubah menjadi segar bugar, sehat alami seperti tidak terjadi sesuatu seperti sebelumnya…..


Sima Yong terbelalak melihat Teknik sihir itu……


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2