Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kota Pertahanan Utara II


__ADS_3

"Yeye.. Apakah didepan kita itu adalah yang disebut Kota Pertahanan Utara?" tanya Sima Yong.


"Benar tuan muda. Kota Pertahanan Utara telah tampak didepan mata. Kemana kiranya Tuan Muda akan pergi? Hamba siap mengantarnya" jawab Luo yeye, sang kusir kereta itu. Sesungguhnya Luo Yeye hanya bertugas sebagai pemandu kereta semata. Didalam setiap misi, Luo Yeye tidak diijinkan menyebut Sima Yong sebagai Semidevil.


Terlebih lagi, selama menjalankan misinya selama ini, Luo Yeye tidak pernah diberitahukan kemana tujuan mereka dan untuk apa perjalanan yang selalu dia pandu itu. Dia kerap harus bertanya, meminta penjelasan dari para Semidevil yang diantarnya. Memang, semua pekerjaan yang di kerjakan di Neraka Dunia adalah sesuatu yang serba rahasia.


"Ini ada sekantung Manna Biru peringkat tinggi sejumlah 1000 biji. Upayakan menyogok penjaga di pintu gerbang, agar mereka tidak melakukan pemeriksaan dan melihat wajahku" kata Sima Yong


Kusir itu, Luo Yeye lantas melakukan dialog ketika dia turun dari kursi kusir. Dia tampak berbicara serius dengan sepuluh penjaga angker di pintu gerbang Kota Pertahanan, ketika Sima Yong mengintip dari balik tirai kereta.


"Penting sekali menjaga rahasia, dan mengupayakan sesedikit mungkin orang lain yang melihat penampilan kita. Anda saat ini telah menjadi peringkat sepuluh Mahasuci Neraka Dunia. Sedikit kesalahan fatal, akan mengakibatkan kerugian bagi seluruh penghuni tempat ini" demikian wanti-wanti Ye Keung.


"Bawa aku menuju hotel yang tidak terlalu mencolok di Kota Pertahanan ini. Kami akan menginap disana" titah Sima Yong.


Kereta itu lantas berhenti di sebuah penginapan tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil bernama Kincir Angin Wisatawan. Luo Yeye memesan dua kamar. Tuan mudanya dipilih di kamar lantai dua, beda lantai dengan dirinya sebagai seorang kusir.


"Aku akan pergi bertugas. Kemungkinan akan memakan waktu dua sampai tiga hari.


Anda diminta menunggu kedatanganku disini. Jika dalam waktu tiga hari aku tidak kembali, anda Luo Yeye dapat pergi dan melapor Master Pedang Berdarah, Ye Keung"


"Baik tuan muda" Luo Yeye membungkuk memberi hormat. Sejak awal dia sama sekali tidak menatap mata Semidevil yang kini terlihat mengenakan pakain sederhana, namun tetap didalam warna kesayangannya kelabu.


******


Anak muda itu berjalan menyusuri jalan-jalan di Kota Pertahanan Utara yang cukup ramai itu. Tatanan rabutnya dia atur dengan cara mengikatnya tinggi-tinggi dengan rapih. Dia mengenakan pakaian sederhana berwarna kelabu yang tidak mencolok, dengan potongan yang biasa dikenakan orang-orang muda pada umumnya.


Sebuah jaket tebal yang terbuat dari kain sederhana melengkapi penampilannya, agar membuatnya semakin mirip orang-orang Fana yang merasa kedinginan di tengah musim salju seperti ini. Tidak terlihat pedang atau senjata yang menonjolkan penampilan sebagai seorang praktisi, pengejar keabadian dari penampilan anak muda itu.


Dia lantas memasuki sebuah gerai dagang yang secara spesialis barang-barang roh yang memasang merek "Surga Keberuntungan" yang tampak samar-samar di papan yang terlihat mulai luntur karena usia itu. Gerai itu selain menjual bahan obat-obatan, juga menjual macam-macam peralatan rohani seperti kertas-kertas jimat dan juga pena dan tinta untuk menulis jimat.

__ADS_1


Hanya terdapat dua orang didalam gerai itu yakni seorang tua berusia tujuh puluh tahun dan seorang jongos muda usia lima belas tahun. Si orang tua memandang malas ke arah anak muda, yang menurutnya agak miskin itu.


Sambil acuh tak acuh orang tua itu berkata dalam nada kurang ramah,


"Tuan, adakah sesuatu yang anda inginkan untuk dipesan? Aku si Tua Liao ini akan segera mengambil barang-barang kebutuhan anda, tentu saja dengan harga penawaran kami yang sangat bersaing ini"


Anak muda itu tidak lantas menjadi marah atau kecil hati melihat perlakuan Tua Liao itu. Dia bahkan menjawab dengan ramah,


"Kebetulan aku seorang ahli penulis jimat. Dapatkah anda mengambilkan limapuluh lembar kertas jimat, dua pak bantalan tinta, sepuluh botol cairan tinta yang terbuat khusus dari getah hewan rohani gurita laut, serta sepuluh pena kuas yang terbuat dari bulu burung merak langka dari kedalaman hutan Barat? " Sima Yong tetap menjaga diri agar tidak terpancing kelakuan kurang sopan orang tua di hadapannya.


Dan sebenarnya semua kalimat yang dia ucapkan tadi, adalah rangkaian kata-kata kode rahasia yang diberikan oleh Ye Keung Master Pedang Berdarah. Sima Yong diminta untuk mengungkapkan kode rahasia itu ketika pertama kali dengan mata-mata perwakilan Neraka Dunia mereka di Kota Pertahanan Utara.


Ketika mendengar ungkapan yang di kemukakan anak muda itu, Tua Liao buru-buru menjawab. Katanya,


"Surga Keberuntungan kami memang memiliki banyak harta rohani seperti yang tuan perlukan. Bahkan Gerai Surga Keberuntungan kami menyediakan bahan-bahan Logam senjata peringkat Dao berbahan dasar Coklat, Merah, Biru dan Hitam" kata-kata ini juga merupakan kode rahasia Neraka Duniawi untuk berhubungan dengan utusan dunia bawah itu.


"Mengapa bocah kecil ini yang diutus dunia bawah sana? Apakah tidak ada seseorang Semidevil yang berkenan menyelesaikan misi rahasia ini?


Bocah ini bahkan hanya setengah langkah menuju SAGE. Bagaimana bisa dia mengatasi target kami seorang SAGE level tujuh nanti?"


Tua Liao itu jelas-jelas menampakkan sikap yang agak enggan terhadap kedatangan Sima Yong. Hanya saja dia menghormati pihak Semidevil peringkat satu Neraka Dunia yang mengutus anak muda ini, sehingga dia masih tetap berusaha untuk bersikap ramah.


Setibanya mereka didalam aula Surga Keberuntungan, Tua Liao tak dapat menahan diri. Buru-buru dia bertanya,


"Anak muda, aku Tua Liao ini bertanya-tanya. Mengapakah pihak dunia bawah sana mengirimkan anda untuk misi berbahaya ini?


Terget kita sesuai pesanan pelanggan adalah seorang Demigods di ranah SAGE level tujuh nanti.


Apakah anda dengan kemampuan Setengah Langkah menuju SAGE itu, akan mampu menghadapi target yaitu Demigods SAGE level tujuh nanti?"

__ADS_1


Sima Yong menjadi tercerahkan seketika,


"Rupa-rupanya orang tua ini tidak puas ketika dia membaca kultivasi diriku yang berada pada Kuasi SAGE ini"


Sambil tertawa dingin, Sima Yong merogoh sesuatu dari dalam cincinnya. Itu adalah slip giok yang disebut Plakat Kematian berlogo Sayap Hitam besar yang bertuliskan angka sepuluh. Dia mengangkat Plakat Kematian tinggi-tinggi, yang kemudian plakat itu memancarkan kemilau keemasan.


Tua Liao itu buru-buru duduk dalam posisi menyembah dan berkata keras-keras,


"Segala penghormatan kepada Mahasuci Semidevil Neraka Dunia !" tidak sedikitpun dia berani mengangkat wajahnya. Kecongkakan orang tua itu lenyap di telan bumi.


Dalam nada dingin Sima Yong berkata,


"Namaku dikenal dengan sebutan Refiner Berjubah Kelabu, jauh di kegelaman Neraka Dunia sana. Jika saja kamu belum tahu siapa Refiner Jubah Kelabu itu, maka aku pastikan detik ini mata kamu akan tercelikkan.


Jangan menganggap sepele sesuatu yang tampak biasa-biasa saja. Dan jangan terlalu berharap banyak dengan sesuatua yang telihat luar biasa.


Perkenalkan ! Aku adalah Semidevil peringkat sepuluh Neraka Dunia. Kamu dapat memanggilku Refiner Berjubah Kelabu. Jika aku mau, aku dapat memutuskan kepala tua mu itu hanya dalam sekali kedipan mata" angker terdengar suara si anak muda. Menyusul dia melakukan hal yang tak akan dilupakan rang tua itu seumur hidupnya.


"Blam !"


Sebuah aura pedang lantas keluar dari tubuh pria muda itu, membelah benda-benda di hadapannya. Tidak terlihat sedikitpun anak muda itu melakukan gerakan. Semua terjadi begitu alamiah.


Tua Liao itu menjadi terpuruk dan tersungkur di tanah. Kaki nya bergetar dalam ketakutan. Dia menggigil. Rupa-rupanya dia telah melakukan kesalahan besar. Anak kecil sederhana di hadapannya adalah peringkat Sepuluh Mahasuci Semidevil Neraka Dunia, yang telah menewaskan peringkat sepuluh sebelumnya, yang memiliki kultivasi jauh diatas anak muda ini.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2