Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertemuan dengan Mao Po Sin


__ADS_3

Meirenyu berlari dengan cepat, atau sebenarnya lebih tepat adalah dia terbang cepat dengan ketinggian yang amat rendah sehingga terlihat seolah-olah dia tengah berlari tanpa menyentuh tanah sedikitpun.


Dia berhasil melewati portal sesuai petunjuk tuannya, dan muncul didalam istana tua itu.


Meirenyu mngeluhkan suasana mengerikan didalam portal Elf abu-abu itu.


"Wilayah ini benar-benar amat suram. Dunia seperti sangat tua dan mau runtuh. Aku merasa tercekik dan sulit bernafas di suasana dunia hampir runtuh ini" dengan tergesa-gesa di mencari pintu keluar dari domain itu.


Menurut tuannya Sima Yong, array dan sihir domain itu akan bereaksi membunuh ketika praktisi yang memiliki usia diatas tiga puluh tahun mencoba masuk kedalamnya.


Akan tetapi ternyata efek penerapan array tidak berlaku bagi seseorang praktisi yang disebut SAINT Meirenyu tidak merasa tekanan sedikitpun. Apalagi bagi seorang SAINT Surgawi seperti Meirenyu. Meirenyu yang telah berusia ribuan tahun itu melenggang dengan bebas di dunia tua bermatahari dua itu.


Dia lantas menemukan pintu portal menuju luar. Dia menduga bahwa pintu portal itu telah di kunci dari luar menggunakan array. Dengan nada merendahkan dia terkekeh...


"Pemainan kanak-kanak. Aku dapat membobol pintu domain ini seandainya diijinkan. Sayang sekali tuan tidak berkenan untuk aku menghancurkan nya" tangan Meirenyu merogoh sebuah slip giok yang diberikan Sima Yong. Dia meletakkan slip itu dekat pintu array.


"Wushh...." pintu array terbuka. Meirenyu mencelat keluar dari domain itu. Sebuah pemandangan sepi terbentang luas didepan mata.... Pegunungan di ujung dunia.


"Benua Silver... aku begitu beruntung" dia menghirup udara di pegunungan yang disebut ujung dunia itu. Meirenyu terlihat kagum dengan udara bersih di benua ini dimana udara yang tidak terlalu panas seperti di benua darimana dia berasal.


"Memang benar, dengan hanya memiliki satu matahari, orang tidak akan kerepotan untuk selalu mengganti pakaian di benua berhawa sejuk ini. Well meskipun aliran Qi disini renadah akan tetapi sangat nyaman rasanya" Meirenyu terkagum-kagum.


Padalah Pegunungan yang dikenal ujung dunia itu tidaklah seindah daerah lain yang penuh dengan keindahan alam. Di matanya, itu begitu cantik.


"Berhenti..."sebuah teriakan mengalihkan lamunan Meirenyu.


Seorang laki-laki tua memegang pedang, menghadang Meirenyu. Meirenyu mengernyitkan dahinya... Masternya tidak pernah memberi info bahwa dia akan bertemu dengan seseorang setua ini bisiknya dalam hati. Meirenyu menebak usia laki-laki itu paling kurang 400 tahun.


Mencoba bersikap sopan-karena dia adalah seorang pendatang di benua ini, Meirenyu bertanya halus,


"Tuan ... ada apakah gerangan hingga anda menahan langkah Nyonya ini??"


Meirenyu bersumpah, meskipun usia nya jauh lebih tua dari pria itu, akan tetapi dia memiliki penampilan muda seperti seorang wanita usia 35 tahun.


Namun laki-laki didepannya ini, benar-benar amat tua dan terlihat mengerikan di mata Meirenyu. Tanduk di kepala pria itu amat mengganggu pandangan Meirenyu.


"Kamu siapa? Bagaimana mungkin kamu dapat keluar dari domain itu?? Domain itu tidak terbuka semudah itu. Lalu apakah kamu tahu seseorang bernama Sima Yong??? apakah dia masih ada didalam domain itu???" suara pria tua itu terdengar amat bengis. Meirenyu muak seketika.

__ADS_1


Dia mencoba tertawa renyah... dia lalu menjadi teringat kisah tuannya yang bercerita bahwa dulu... tuannya itu ketika masih seorang lemah, pernah di hajar seseorang bernama Mao Po Sin dari ras iblis, Ahli Alam Pencerahan Suci bintang 2.


Dan oleh karena ulah orang tua Mao Po Sin inilah sampai-sampai tuannya tidak berani keluar dari domain Elf Abu-abu lalu melarikan diri dan menghindar menempuh bahaya ke Benua Penyaringan Dewa. Hati Meirenyu menyala dalam amarah. Tangannya terasa gatal...


"Apakah kamu bernama Mao Po San???" Meirenyu mengubah suaranya sehingga terdengar amat merdu bagaikan tiupan seruling.


"Benar adanya. Aku Mao Po San... aku adalah Leluhur dari Klan Kaum ras iblis di Barat sini" Kata Mao Po San penuh wibawa.


Sementara itu sekelompok praktisi yang datang bersama Mao Po San membentak Meirenyu....


"Lancang... hayo berlutut minta maaf. Secara sembarangan kamu menyebut nama leluhur Sekte Bintang enam tanpa embel-embel kata Tuan didepan namanya. Mahluk rendah seperti kamu belum pantas menyebut Leluhur dengan nama saja"


Seorang pemuda ras iblis menghunus pedang. Dia dengan ganas mengacungkan pedang itu kehadapan Meirenyu.


Rupa-rupanya anak muda ras iblis itu datang bersama beberapa kawanan mereka telah bertahun tahun menemani Mao Po Sin-menunggu keluarnya Pemuda bernama Sima Yong itu dari domain itu.


Lalu terjadilah persaingan diantara mereka yang menemani Mao Po Sin, yang mana ingin semua bertindak mengambil hati leluhur Ras iblis itu agar diangkat menjadi murid langsung. Semua berniat untuk menjadi ahli tertinggi di Klan iblis mereka.


Dengan wajah terheran-heran dan merendahkan Meirenyu tertawa menghina...


"Hihihi... Dia adalah Leluhur Sekte Bintang enam??? Apakah kamu tengah membuat lelucon?? Di tempat dimana aku berasal, Sekte Bintang Enam anda tidak lebih dari sebuah kentut yang tidak terlihat diantara para hali, sama sekali".


"Sekte Bintang enam kebanggaan kamu itu hanya akan menempati pelosok-pelosok terpencil dan tidak pernah terdengar sama sekali"


Meirenyu mengakhiri hinaannya dalam tawa yang melengking menyerupai setan betina. Wajah anakmuda iblis itu berubah menjadi jelek.


"Pela**r sombong... mati kamu!!!" anak muda ras iblis itu meluap dalam amarah. Dia menerjang dalam serangan pedang yang akan mencabik Meirenyu dengan sekali tebasan pedang. Suara angin serangannya terdengar menderu-deru. Dia adalah anak muda yang disegani dan disebut jenius di Klan ras iblis. Tingkat kultivasinya Alam Raja Bintang 9 puncak yang sebentar lagi akan menerobos.


Meirenyu dengan malas mengibas lengan bajunya.


"Duar..." banjir darah terjadi ketika kepala anak muda iblis itu meledak. Dia bahkan belum menyentuh bayangan Meirenyu sedikitpun.


Dengan gaya yang terlihat jijik, Meirenyu menghina kelompok anak muda ras iblis itu...


"Kalian tidak lebih dari kutu dihadapanku. Tindakan benar-benar gegabah sehingga tidak melihat tingginya Gunung Thay San didepan mata" suara Meirenyu terdengar dingin.


"SAINT???" Mao Po Sin Terkesiap. Dia melompat mundur. Sementara Meirenyu tetap memasang wajah tidak peduli.

__ADS_1


"Siapa Anda???..." nada Mao Po Sin terdengar melunak, sementara pasukan generasi muda ras iblis itu menjadi ketakutan. Mereka seketika mencucurkan keringat di kening.


Perempuan dihadapan mereka adalah seorang ahli SAINT?? Demi apapun... tidak pernah terdapat ahli SAINT di Benua Silver ini sepengetahuan mereka.


>>>>>>


Pangeran Ju Qin bersama pasukan tentara yang tersisa itu telah tiba di Balairung Istana. Meskipun telah mem- beritahukan bahwa utusan Kekaisaran Rajawali Timur diwakili Pangeran Ju Qin meminta audiensi... Kaisar SeongGye tidak keluar.


Seorang Kasim memberitahukan bahwa Kaisar sedang tidak enak badan.Padahal semua hadiah serta upeti berjumlah ber-peti-peti Blue Manna peringkat tinggi serta perhiasan mahal telah di serahkan.


Wajah Pangeran Ju Qin telah dipenuhi awan kelabu. Dia agak kecewa. Semua diplomasi untuk membentuk aliansi dengan Negri Embun Timur ini menunjukkan gejala kegagalan... Bayangan menjadi Putra Mahkota menjauh.


Semua mencoba menghibur pangeran. Namun tidak ada sedikitpun pangeran berubah menjadi cerah.


Sima Yong melihat gejala yang kurang mendukung itu, buru-buru Sima Yong mendekati Kasim yang masih berdiri menunggu tamu. Dengan sopan dia menyapa Kasim yang terlihat telah tua itu...


"Tuan... yang ku dengar adalah Mahluk Mitos penjaga Negri Embun Timur ini sedang sekarat? benarkah demikian??"


Sedikit terkejut karena tamu mereka justru menanyakan keadaan Hewan mitos naga air, maka Kasim itu menjelaskan secara singkat. Naga telah lama menderita sakit karena terlalu sering dia ajak berperang. Menurut tabib istana,


"Naga air itu terluka jiwa dan sulit di obati. Hanya ahli-ahli pemusik Jiwa yang konon di negri jauh diseberang lautan yang dapat menyembuhkan luka jiwa naga air istana"


"Akan tetapi tidak seorangpun yang mengetahui arah mana negri asing yang memiliki ahli penyembuh jiwa itu" Kasim tua itu mengakhiri kisahnya dengan raut sedih..


Beberapa saat kemudian, Sima Yong menawarkan diri.


"Aku adalah seorang ahli musik yang menguasai teknik pengobatan jiwa. Apakah bisa aku mencoba memainkan irama musik penyembuhan bagi naga istana???"


Kasim itu tercengang mendengar kata-kata Sima Yong. Buru-buru dia mengatakan akan meminta petunjuk dari Kaisar SeogGye...


"Mohon anda menunggu anak muda. Aku akan meminta petujuka Kasiar".


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di -like, sekedar komen dan


vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2