
Kentongan kelima baru saja selesai di bunyikan di kota-kota terdekat. Sayup-sayup terdengar suara ayam hutan yang telah berkokok. Tidak lama lagi matahari akan terbit dan pertanda kegiatan hari baru, akan dimulai.
Sebentuk tubuh manusia tampak terkapar diatas bebatuan cadas di tepi hutan pinus tua yang kala pagi itu menyiarkan aroma khas daun pohon itu. Figur itu masih belum juga bergerak ketika matahari telah menampakkan diri di ufuk Timur dan mulai bersinar mengguyur hutan pinus.
Tampak burung nasar yaitu sejenis burung elang pamakan bangkai terlihat berkaok-kaok di atas langit, bersiap-siap menerkam mangsa-sosok terkapar dibawah mereka yang terlihat sekarat itu.
seeminum teh kemudian ketika mahluk pemakan bangkai itu akan memulai aksi mereka, seperti nya burung-burung nasar itu harus menelan kekecewaan. Tampak tangan manusia yang terkapar di cadas itu mulai bergerak, pertanda irama kehidupan telah bangkit dari sosoknya yang sebelumnya terlihat seperti orang hampir mati itu.
Lalu dalam sebuah gumamam kecil orang itu berbisik,
"Tak kan kubiarkan kamu untuk memangsaku"
"Tsingg !" dari tangan nya tampak terbang tiga buah kerikil, melayang dengan cepat dan menghantam 3 burung nasar yang sebelumnya telah bersiap menerkam, mencabik dengan cakar dan memangsa dirinya.
"Kaok-kaok-kaok" tiga nasar itu memekik kesakitan, lalu setelah itu mereka terlontar jauh hingga beberapa tombak.
Dari tindakan perlindungan sederhana itu saja orang dapat menebak bahwa sosok terlihat sekarat itu adalah praktisi beladiri yang memiliki ilmu sangat tinggi. Dia menyambit tiga nasar itu tanpa melirik sekalipun, yang lantas dengan jitu mengenai tubuh tiga burung yang naas itu.
Setelah lega menyingkirkan mahluk yang tadinya telah bersiap menyantap dirinya, sosok itu yang ternyata adalah Sima Yong buru-buru mengeluarkan sebuah pil dari dalam penyimpanannya.
Dia langsung bemeditasi untuk mengedarkan semua khasiat dari pil penyembuhan peringkat delapan yang selalu dia sediakan, hasil ramuan sendiri dan diserap oleh tubuhnya. Setelah sepebakaran hio, Sima Yong mulai merasakan kelegaan di pernafasannya. sesak nafasnya hilang seketika.
"Manusia licik yang membokong ku dari belakang itu akan menerima ganjaran pada waktu nya nanti"
Tentu saja Sima Yong amatlah angkara murka. Siapa yang tidak menjadi marah ketika dia tengah bertempur untuk menentukan hidup atau mati, lantas seseorang membokong dan mencederai dia dari belakang. Dia tak dapat membayangkan, seandainya kemampuan bela dirinya sedikit lebih rendah saja... Sima Yong yakin, dia sudah pasti telah mati saat ini.
Serangan diam-diam dari ahli di ranah SAGE Level tiga-sosok berpakaian serba hitam itu, bukanlah sebuah lelucon yang dapat di abaikan begitu saja. Beruntung saat itu dia sempat melontarkan Cakra Bianfu yang mengurangi daya Kritikal serangan sosok hitam itu sebanyak 50 bagian.
Kondisi Sima Yong saat ini masih jauh dari keadaan sehat. Dia masih harus banyak beristirahat untuk memulihkan semua luka dalam yang menganga akibat serangan licik SAGE Level tiga di malam itu.
__ADS_1
Beruntung benar meskipun dirinya jatuh terperangkap di hutan cadas dan pinus tua ini, dirinya tidak merasa kesulitan menemukan makanan. Beberapa tanaman hutan yang memiliki buah aneh, dapat dia konsumsi mengisi perut, dimana setelah dia menyelidiki buah-buahan itu, kenyataannya bukanlah buah yang mengandung racun.
"Aku akan memulihkan diriku sampai pulih, lalu berangkat kembali ke Istana Rajawali Agung" Sima Yong berniat untuk berdiam beberapa saat di Hutan Pinus.
"Terlalu berbahaya memaksakan diri melakukan perjalanan dengan kondisi payah seperti ini. Aku khawatir kalau-kalau komplotan SAGE itu masih menunggu disepanjang jalan menuju Kekaisaran Rajawali Agung"
>>>>>>
Matahari telah bersinar dengan cerah, ketika Jiang Fai baru saja menyelesaikan meramu pil yang diminta Master Yong untuk dia buat. Saat ini dia telah menerobos kekuatan jiwa Master Surgawi level tiga, sehingga dia memiliki keahlian setara Master Alkimia Peringkat Enam yang berarti kehaliannya didalam alkimia sudah dapat diperhitungkan.
"Wan Hui... apakah anda melihat dimana Master Yong?" tanya Jiang Fai kepada pelayan mereka Wan Hui.
Sambil mengeleng kepala dengan heran, Wan Hui menjawab..
"Semalaman aku tertidur demikian nyenyak. Entah mengapa udara secara ekstreem berubah sedemikian dingin, sehingga berbaring sebentar saja dibilik kecil di dalam perahu roh ini membuatku tubuhku nyaman dan di serang kantuk tak tertahankan" jawab Wan Hui.
Jiang Fai tercenung, duduk dalam diam. "Apakah terjadi sesuatu dengan Master kami?" pikirnya.
Wan Hui memecah lamunannya...
"Master Yong bukanlah sosok sederhana yang dapat di cederai sembarang ahli di belahan tengah benua ini. Bahkan mungkin ahli-ahli dari wilayah lain sekalipun, tidak nanti dengan mudah mencelakakan tuan kami. Aku yakin master memiliki alasan tersendiri sehingga pergi tanpa memberi kabar. Kita sebaiknya menunggu dia di Kekaisaran Rajawali Agung saja" kata Wan Hui.
Mendengar alasan yang masuk akal seperti itu, perasaan Jiang Fai sedikit lega. Dia mengangguk kepala dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju Kekaisaran Rajawali Agung.
>>>>>>
Sementara itu, di tempat lain Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa ini, sosok berbaju hitam yang semalam membokong Sima Yong berjalan memasuki sebuah bangunan yang cukup mewah. Seseorang yang juga mengenakan jubah menutupi dan menyelubungi penampilannya terlihat menunggu di bagian dalam bangunan itu.
"Apakah anda berhasil menjalankan misi? dan mana kawan anda si jubah hijau?" suara orang itu bertanya kepada si baju hitam.
__ADS_1
Sambil menjura memberi hormat, si jubah hitam berkata dengan nada yang dalam,
"Target berhasil aku celakai. Sayang sekali tusukan Jari Pedang Iblis ini tidak tepat mengenai sasarannya. Anak itu terlalu lihai. Di saat terjepit, dia bahkan sanggup mengeksekusi suatu teknik aneh yang kemudian menepis 50 bagian serangan yang aku lancarkan"
Sosok berpakaian serba terselubung itu mengeluarkan dengusan dengan nada tidak puas,
"Lantas? apakah dia masih hidup? apakah dengan demikian dia tidak akan menjadi batu penghalang dalam rencana kami? Bagaimana kabarnya si jubah hijau?"
Sosok berselubung itu memberondong si baju hitam dengan pertanyaan bertubi-tubi. Dengan tenang si baju hitam menjawab.
"Anda tidak perlu khawatir dengan anak muda itu. Sekalipun dia tidak lantas mati, dia harus memulihkan kesehatannya paling tidak satu tahun, jika ingin kembali seperti semula"
"Mengenai si jubah hijau, dia telah mati. Aku menyaksikan sendiri dia termutilasi menjadi empat potong olh serangan anak muda itu di detik terakhir pertarungan mereka".
"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Anak muda itu amatlah lihai. Dia memang pantas di sandingkan dengan ahli-ahli papan atas yang di sebut Demigods atau Semidevil"
"Aku menyaksikan sendiri, disaat genting sekalipun, setelah tenaganya hilang 50 bagian akibat serangan diam-diam dariku... anak muda itu masih sempat melancarkan serangan balasan berupa kemampuan yang di sebuah Niat Pedang atau Maksud Pedang".
"Si jubah hijau menjadi korbannya di saat terakhir, sebelum anak muda itu jatuh kedalam gelapnya malam di antara hutan-hutan pinus dan gunung bercadas."
Sosok berselubung itu terdiam. Dia memaklumi kalau anak muda yang mereka celakai itu memiliki kemampuan yang tidak terduga. Bahkan hingga detik terakhir ketika akan mati, dia masih sempat melancarkan serangan balasan.
"Kelak dia akan menerobos ke ranah SAGE. Kala itu jika dia mengikuti kompetisi "Super Jenius Demigods" gelar itu bisa-bisa akan jatuh ketangannya. Terlalu berbahaya membiarkan calon musuh untuk berkembang lebih jauh"
"Kamu harus kembali ke hutan pinus itu dan menyingkirkan dia. Aku tidak ingin memelihara duri di dalam daging. Terlalu berbahaya membiarkan seekor naga kecil terus bertumbuh hingga memiliki sayap, jika pada akhirnya akan menelan dan menghancurkan kita" perintah sosok berselubung itu.
"Baik.." si baju hitam lantas menghilang dalam sekejab.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.