Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Last Magus


__ADS_3

Sima Yong mengangkat pandangan ke langit yang tampak semakin gelap. Mega mendung yang tadinya berwarna jingga mirip seperti apricot matang - yang kini merayap menjadi kelam.


Rasa-rasanya dia telah lebih dari setengah hari dia berdiri di arena tempat pertempuran terakhir para master, bersama Nevertary - tak memerdulikan terik nya matahari membakar mereka, menunggu master lainnya yang masih menempuh Quest perang suci.


Meskipun demikian tatkala malam betul-betul telah semakin kelam, belum jua terlihat tanda-tanda kalau Xing Tian - sang master roh Berserker yaitu si penyihir dari ras Fey itu menampakkan bayangnya.


"Apakah mereka gagal dalam menyelesaikan Quest terakhir?" bisik Nevertary.


Hening...


"Mustahil. Array sihir itu akan memberikan pengumuman ketika Xing Tian itu tewas didalam Quest terakhir. Kita tunggu saja disini" balas Sima Yong.


Keduanya lantas mengambil posisi lotus, meditasi dalam keheningan dan angin gurun yang mulai menggerogoti kulit.


Malam menjalar semakin guram, udara dingin mulai menjalar yang membuat orang mengencangkan leher jubah atau jaket, mencoba menghangati tubuh melawan rasa yang membeku itu.


Tiba-tiba terdengar suatu suara yang demikian keras bunyinya. Langit seperti tersobek-sobek, lalu menampilkan pesona suatu lubang hitam semacam black hole yang muncu diangkasa.


Dengan mata terbelalak, semua orang menyaksikan dua sosok tubuh keluar dari lobang hitam di angkasa itu - melayang seperti layaknya orang yang tengah melakukan mode penerbangan.


"Xing Tian?"


"Bukankah mode penerbangan tidak dapat di lakukan di seluruh area Gurun Tak Bertepi? Bagaimana caranya Xing Tian itu dapat terbang dengan Servant nya?"


"Bodoh ! Yang tidak dapat dilakukan adalah penerbangan menggunakan kekuatan sihir atau apapun itu namanya.


Namun jika dia menggunakan alat seperti Noble Phantasm, hal seperti itu tidak mustahil dilakukan"


Semua penonton yang was-was menunggu pertempuran terakhir antar master dan servannya, yang awalnya mulai terkantuk-kantuk dan di landa rasa bosan, seketika menjadi antusias membahas kemunculan Xing Tian yang megah dan memesona itu.


***


Saat itu Xing Tian dengan ODin sang Berserker terlihat telah menjejak kan kaki mereka diatas panggung arena pertempuran terakhir.


Wajah Xing Tian terlihat demikian lelah dan kuyu - kentara kalau dia baru saja menyelesaikan suatu pertempuran berat.


"Apakah anda ingin pertempuran ini di mulai sekarang?" tanya Xing Tian menantang ke Sima Yong.

__ADS_1


Sima Yong diam sejenak. Dia merasa kalau Xing Tian ini mencoba untuk terlihat tabah. Namun raut wajah serta sinar mata yang layu itu telah menjelaskan semua nya. Dia menduga kalau Fey itu masih dalam status lelah karena pertempuran besarnya di domain Quest yang dia baru saja selesaikan.


"Tidak adil rasanya kalau aku mengajak anda masuk dalam pertempuran sekarang ini. Anda baru saja menyelesaikan misi tantangan di Domain anda, dan sepertinya semua energi anda telah habis terkuras.


Aku tak ingin di kata-katai kalau aku adalah sosok yang berniat mengambil untung dalam pertarungan ini.


Sebaik nya anda beristirahat sebentar saja. Pagi nanti ketika matahari terbit, aku akan datang dan memenangi perang ini" kata Sima Yong datar.


Xing Tian tertegun mendengar kebaikan yang di tawarkan anak muda di hadapannya. Jarang sekali di dalam duel hidup mati seperti ini, seorang lawan berbelas kasihan seperti anak muda di depannya..


Namun dia berkata dengan tegas..


"Sebelum nya aku mengucapkan terima kasih atas kemurahn anda.


Akan tetapi aku memutuskan tidak menerima kebaikan yang anda tawarkan itu.


Bagiku memenangkan perang ini adalah suatu impian ku yang telah aku bangun sejak awal-awal aku mengenal sihir...


Aku tidak ingin di kenal sebagai pemenang perang suci yang memperoleh kejayaan dengan belas kasihan lawan ku...


Jadi mari kita bertarung sesuai aturan yang berlaku, menentukan siapa yang menjadi pemenang perang dan layak di sebut sebagai Penyihir Terbaik Perang Suci relikui" jawab Xing Tian juga tidak kalah datarnya.


"Fey ini cukup jujur dan bersifat ksatria.."


Dengan singkat dia langsung menjawab...


"Kalau begitu mari kita mulai !"


Begitu Sima Yong mengucapkan kalimat 'mari kita mulai' seketika itu juga arena bergetar dan berbunyi keras. Arena itu mengalami perubahan secara array.


Arena itu terlihat melebar membentuk lingkaran yang amat luas yang pantas untuk pertempuran jarak jauh maupun jarak dekat. Kedua master itu pun kinijadi terpisah, berjarak satu lie lebih jauhnya.


Pedang Emas Suci lantas terlepas dari srungnya, telah berada di tangan Sima Yong, terhunus dengan posisi siaga, kedua tangan nya mengarah kebawah dengan aliran energi sihir kuat.


Whoaaaa !


Keras suara Odin sang Berserker berlari dari kejauhan. Semua melihat kilatan-kilatan kecil aliran listrik memenuhi sekujur tubuhnya. Odin melompat setinggi lebih dari puluhan kaki.

__ADS_1


Martil di tangan Odin itu terangkat tinggi-tinggi, sementara langit terbelah menjulurkan listrik petir dan kilat kedalam martil yang di genggam Odin, siap menghancurkan Nevertary dan Sima Yong menjadi bubuk.


Nevertary terdengar mendengus dingin. Tubuhnya berubah menjadi asap hitam tebal, melayang keangkasa seperti tebang - menyongsong datangnya Odin.


Sreeet ! Bunyi udara tersobek.


Tangan kecil pucat keluar dari kehampaan, membuat guratan dengan dua bilah belati mengganggu serangan martil penuh kekuatan, kekacauan dan energi listrik.


Blam !


Nevertary menarik dua tangannya dan kembali bersembunyi dalam bayangan.


Kekuatan Berserker itu betul-betul sesuatu yang di luar sangkaan sang Assasin. Nilai kekuatan serangan Attack nya saja mengandung kekuatan dan energi listrik membuyarkan serangan Nevertary.


"Kekuatan Attacknya lebih dari 200.000.000 jin energi listrik" gumam Sima Yong.


"Berserker itu bahkan tidak terpengaruh sama sekali dengan gangguan yang di lakukan Nevertary"


Sima Yong membuat gerakan tebasan dari panggung arena, membuat satu berkas sinar keemasan yang dengan sangat cepat membentuk energi sihir kuat - kini berubah menjadi sekelompok energi besar berwarna emas berlari sangat cepat menghadang Odin yang masih melayang di angkasa.


Blam !


Energi listrik yang di kumpulkan Odin seketika buyar, tatkala berbenturan dengan energi keemasan yang di lontarkan Pedang


Emas Suci di tangan Sima Yong. Energi sihir listrik berkekuatan 200.000.000 jin berbenturan dengan energi emas berkekuatan 250.000.000 jin menimbulkan kerusakan parah. Pasir-pasir berhamburan, udara serasa tercabik-cabik dengan efek ledakan.


Xin Tian master Berserker itu seketika merasa dadanya sesak, Odin saati itu menyedot Energi sihirnya guna memulihkan diri karena benturan kerasnya dengan energi emas.


Meskipun demikian, Odin terlempar seperti layangan putus, seperti adegan lambat. Semua mulut tanpa sadar memekik keras. Tak ada yang menyangka kalau master Assasin itu bahkan memiliki energi sihir sekuat bahkan lebih kuat dari Roh heroik berserker itu.


"Mustahil.. Dia sendiri yang bertindak seakan-akan roh heroik" pekik salah satu penonton.


Tidak berhenti sampai di situ. Semua kembali di buat tak percaya dengan pemandangan ketika melihat master assasin itu tiba-tiba melayang - dengan angin pusaran tornado yang berada di kaki nya. Dia membuat gerakan tusukan dengan pedang emas, siap memanggang tubuh Odin di pedang emasnya..


"Apa ! Magus itu bahkan mampu mengendarai angin?" suara-suara tak percaya terdengar di mana-mana.


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2