
Dengan pergantian cuaca yang terjadi secara mendadak itu, semua tokoh dunia Praktisi bela diri yang hadir mengalami keterkejutan. Air Sungai Berlumpur seketika menjadi membeku, menyusul cuaca yang secara ekstrim tiba-tiba menjadi gelap.
Deru angin terdengar dengan keras, dan terasa menampar pipi. Lantaran tiupan angin yang amat kencang, Sampai-sampai tekanan angin membuat tatanan rambut beberapa tokoh menjadi berantakan.
Lantas terdengar suara seseorang berteriak dengan keras diantara penonton yang mulai panik itu.
“Lihat…. Terdapat sesuatu benda yang berdiri kokoh diatas pusaran angin itu….!!!”
Semua mata spontan memalingkan wajah kearah yang di tunjuk praktisi itu.
Nampak diatas pusaran angin yang terbentuk seperti angin ****** Beliung, figure menyerupai tubuh manusia. Figure itu jelas terbungkus dalam balutan pakaian serba hitam, yang meliuk mengikuti irama angin. Ketika angin ****** Beliung terlihat semakin dekat, semua tokoh dapat langsung mengenali bahwa figure itu benar-benar adalah sosok manusia.
Dalam sebuah lompatan ringan, Figure berpakain serba hitam itu meleting turun dari puncak Putting Beliung. Gerakannya amatlah ringan bagaikan kapas… tidak menimbulkan suara sama sekali. Lalu tubuh itu dengan ringan menukik lalu tiba dengan Gerakan yang amat halus di atas air yang terlah menjadi es.
Semua penonton dan tokoh berbagai sekte yang hadir seketika menjadi gaduh.
“Raja Kelelawar”
“Itu adalah Raja Kelelawar…”
“Ya dewa… mahluk ganas itu bahkan mampu menunggangi Angin ****** Beliung…”
“Bahkan dari perawakannya… sepertinya Raja Kelelawar masih berusia muda…” salah satu penonton Wanita menatap Raja Kelelawar dengan penuh pemujaan.
“Bodoh..!!! mahluk pembunuh itu telah berusia ribuan tahun. Dari sudut mana anda menilai bahwa sosok Raja Kelelawar masih berusia muda?? Lihat bahkan topeng yang menutupi parasnya terlihat begitu tua dan kuno. jelas-jelas mahluk itu adalah sosok seseorang monster tua” kata salah satu penonton mengumpat pemuja Raja Kelelawar.
Ketika itu, tampak Sembilan bayangan melaju dari arah balkon Tuan Rumah Kuil Teratai Putih. Keadaan bertambah geger Ketika pada akhirnya mereka mengenali sosok Sembilan bayangan yang melaju dari balkon tuan rumah.
“Yang terlihat paling tua Itu adalah penantang Raja Kelelawar Bernama Mao Xuezhe. Dengan jabatan Wakil Ketua Sekte Kuil Teratai Putih, tingkat kultivasi SAINT level 4 adalah peringkat dua tertinggi di sekte tersebut”
“Sedangkan delapan praktisi yang terlihat menggengam busur panah itu dikenal sebagai Delapan Pelindung Api Kuil Teratai Putih” bisik-bisik diantara penonton semakin ramai.
>>>>>>
Sima Yong melompat kearah Sungai Berlumpur yang kini telah membeku. Mata nya dengan teliti mengamati Sembilan bayangan yang melesat dari tempat petinggi Kuil Teratai Putih. Dia lalu mengubah suaranya agar terdengar dalam dan kuno. Dalam nada mengejek dia lalu berbicara…
“Aku tidak menyangka… keberadaanku begitu penting bagi Kuil Teratai Putih kamu. Sampai-sampai kamu Wakil Ketua Sekte yang terhormat itu membawa Delapan Pelindung Api Kuil Teratai Putih untuk Bersama mengempurku” dia mengakhiri ejekan itu dengan tawa menghina.
“Tutup mulutmu mahluk pembunuh berdarah dingin. Dosa dosamu di dunia Tengah ini sudah terlalu banyak. Kamu adalah monster jahat yang telah mengambil nyawa ribuan Praktisi Wilayah Tengah ini dengan darah dingin. Semua orang menginginkan nyawa mu”
“Hari ini… Kuil Teratai Putih akan mencuci darahmu dan membakar jiwamu untuk menebus semua dosa-dosamu” Mao Xuezhe berbicara dengan berapi-api.
Semua penonton berteriak seakan ikut terbakar Ketika mendengar propaganda Mao Xuezhe.
“Bunuh Raja Kelelawar..!!!”
“Musnahkan mahluk haus darah itu..!!”
Sebuah tawa menggelegar terdengar memenuhi medan seluas 10 kilometer dan langsung membungkam suara gaduh penonton kala itu.
“Hahahahaha….”
“Aku ingin melihat… siapa yang akan di cuci darahnya siang hari ini” teriak Raja Kelelawar. Dia lantas terlihat mengeluarkan sebuah senjata roh dari cincin spasialnya. Sembilan praktisi Kuil Teratai Putih mendadak menjadi lebih waspada.
Tampak Pedang berwarna Emas berketegori Pedang Roh Dao “Pedang Naga Es” terlihat menyala kemilau di tangan Raja Kelelawar. Dalam sebuah hentakan kaki yang keras, tubuh Raja Kelelawar berputar amat cepat. Tangan kanan nya yang memegang Pedang Naga Es lurus menampar lantai es Sungai Berlumpur itu.
“Wusshhh…!!”
Sebuah aliran energi Es berkekuatan 7.500k jin terlihat berlari kencang dalam gulungan angin dingin lantas menggempur Sembilan praktisi Kuil Teratai Putih itu.
“Api udara, api angin dan api guntur…” Perintah Mao Xuezhe.
Tiga Pelindung Sekte langsung mengangkat busur panah dan melepaskan tiga anak panah yang diujungnya terdapat nyala api.
“Pssssst… ppssssttt…psssst”
Panah api udara, api angin dan api Guntur di 3 anak panah itu terlihat langsung menyatu dan melaju brutal menerjang menentang Energi Es milik Raja Kelelawar yang tengah melesat itu.
“Duarr…” bunyi benturan dua kekuatan dahsyat membuat area medan pertempuran mengalami goncangan.
“Hahahaha…” tawa sombong Raja Kelelawar sekali lagi terdengar menindas. Lantas tubuh hitam itu menghilang dalam gulungan asap yang sekarang terlihat membentuk cakar kelelawar raksasa dan menghambur kearah Sembilan ahli Kuil Teratai Putih.
“Mantra api..!!” bentak Mao Xuezhe.
Delapan pelindung Kuil serta merta membentuk segel dan menggabungkan delapan segel sambil mengguman.
“Api angin” …”Api Guntur” ….”Api malam” …”Api pagi” …..”Api terang” ……”Api gelap” ….”Api Petang!!”
__ADS_1
Delapan api itu di tembakkan kearah Mao Xuezhe. Wakil Ketua Sekte Kuil Teratai Putih itu melambaikan tangan dan terlihat memanfaatkan delapan api yang dikerahkan semua pelindung kuil untuk membentuk jenis api yang baru.
“Api Surgawi Cahaya Terang….”
Api Surgawi yang Bernama Cahaya Terang itu meluap ganas dan berusaha menelan kabut asap Cakar Bianfu. Raja Kelelawar menjadi amat marah ketika melihat gabungan api yang berubah menjadi api surgawi yang berusaha menelan dirinya.
Dia kini semakin menekan dengan pelepasan kekuatan full 10.400k jin, besarnya. Itu adalah kekuatan yang hanya dapat digunakan oleh Ahli SAINT level 3.
“Duaarrr….” Ledakan kali ini jauh lebih dahsyat dibanding ledakan sebelumnya.
Sembilan Praktisi Kuil Teratai Putih terseret kebelakang akibat bentrokan tadi. Dada Mao Xuezhe serasa sesak. Mulut nya terasa agak asin pertanda darah yang menggumpal, yang berusaha ditahan agak tidak tumpah keluar.
Delapan Pelindung Kuil Teratai Putih sepertinya kurang beruntung. Masing-masing dari mereka tampak telah mengeluarkan seteguk darah.
Sementara itu, dipihak Raja Kelelawar terlihat terdorong 20 tombak jauhnya. Dia berulang kali mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Tenaga gabungan Sembilan praktisi itu benar-benar telah jauh melampaui kekuatannya.
Setelah menenangkan gejolak energi didadanya…
Dalam nada yang terdengar dingin, Raja Kelelawar sekali lagi berkata penuh hinaan …
“Kuil Teratai Putih benar-benar sekte bintang Sembilan yang amat menjunjung tinggi etika. Sampai-sampai kalian merasa repot harus menggabungkan Sembilan ahli untuk menggempur aku seorang diri…”
“Cih…” sambil meludah Raja Kelelawar kini mengganti pedang berwarna emas yang tadinya dia pakai.
Sebuah pedang berwarna merah mencolok kini telah berada dalam genggamannya. Itu adalah Pedang Bianfu yang dia ambil dari Gudang harta Organisasi Dong Xing.
Keributan terjadi diantara penonton….
“Itu adalah pedang peringkat immortal…!!!” kini semua tokoh dan penonton bertambah terkejut melihat berbagai atraksi kemampuan dan kemampuan Raja Kelelawar.
“Hanya segelintir Ahli di dunia ini yang memiliki senjata kelas immortal. Tak kusangka hari ini aku dapat menyaksikan senjata langka itu” kata seorang penatua Sekte Bintang delapan.
“Kudengar… seseorang Praktisi yang menggunakan senjata immortal seperti itu, akan menambah kekuatannya sebesar 2.500.000 jin” Penatua sekte lainnya mencoba berdiskusi.
Penonton menjadi gaduh setelah melihat senjata kelas immortal itu. Sinar mata serakah langsung terpancar di mata banyak tokoh yang hadir.
Jelas-jelas tidak ada seorangpun yang tidak menjadi tergiur dengan senjata peringkat immortal seperti yang dipegang Raja Kelelawar.
>>>>>>
“Karena kalian bersembilan tanpa malu-malu mengeroyokku… maka ijinkan aku menggunakan senjata ini untuk mengimbangi kalian” Nada Suara Raja Kelelawar terdengar dingin.
Sebuah Teknik dirapalkan….
“Tiga Jalan Cakra Bianfu…” tangan kanan Raja Kelelawar mengayunkan pedang dan membuka sebuah Cakra. Sementara itu tangan kirinya membentuk segel untuk memberikan kutukan sihir “Badai Es Peringkat Meteor”
Cakra Angin Putin Beliung kini digabungkan dengan Kutukan Badai Es meteor. Angin badai raksasa berbentuk pusaran berkekuatan dahsyat tampak dibelakang Raja Kelelawar, berputar dengan ganas dan siap memusnahkan apapun didepan mata.
Adapun demikian, perlahan-lahan juga udara menjadi bertambah dingin. Semakin hari berubah dingin yang ekstreem. Butiran bunga es mulai berguguran dari angkasa…..
Semua tokoh dan penonton duel itu terlihat gelisah. Tanda kekhawatiran muncul di wajah banyak orang…
“Sebaiknya kita mundur menjauhi medan pertempuran ini” teriak salah satu praktisi. Orang-orang berbondong-bondong menjauh dari medan pertempuran Sungai Berlumpur
>>>>>>
“Menghancurkan….!!!” Tangisan Raja Kelelawar terdengar menyeramkan ketika dia mendorong Badai Raksasa Angin dan Badai Es berkekuatan 12.900.00 jin kearah Sembilan praktisi Kuil Teratai Putih.
Meskipun telah mempersiapkan diri dengan Api Surgawi Peringkat 3 yaitu Api Cahaya Terang, tak urung ketika gempuran Cakra Bianfu dan Kutukan Badai Es dari Raja Kelelawar menerpa mereka… Sembilan Praktisi Kuil Teratai Putih itu menjadi sangat gemetar ketakutan.
Gulungan angin raksasa dan badai es yang terkandung kekuatan mematikan, dengan mudahnya menghancurkan pertahanan delapan Pelindung kuil sehingga Mao Xuezhe langsung kehilangan kekuatan untuk melepaskan Teknik Api Surgawi.
Delapan Pelindung Kuil Teratai Putih terguncang hebat di permainkan badai, tubuh mereka terayun ayun kesana kemari. Terkadang membentur balok es yang mengalir tiada henti untuk menggempur mereka.
Mao Xuezhe sendiri terlihat telah duduk dalam posisi lotus untuk sekuat tenaga mempertahankan dirinya dari serangan badai itu. Sepertinya tidak membutuhkan waktu lama bagi Mao Xuezhe untuk tumbang mengikuti jejak delapan pelindung Sekte.
Raja Kelelawar tertawa terlihat terbahak-bahak, berdiri angkuh diantara badai dan memberi kesan seolah-olah dia adalah malaikat maut yang berdiri sambil mengacung pedang untuk mengendalikan badai.
“Hentikaann…!!!”
Sebuah energi terlihat menghadang angin badai dan es tersebut.
“Duarr….” Energi tersebut kemudian meledakkan Angin Putting Beliung dan Badai Es yang di tembakkan Raja Kelelawar.
Raja Kelelawar terlempar mundur sambil Kembali mengeluarkan seteguk darah. Rupanya energi kekuatan yang telah menggempurnya barusan adalah kekuatan besar yang amat jauh diatas kemampuannya.
“Kuasi Alam Melintas Sage” bisik Sima Yong getir....
__ADS_1
“Ketua Sekte” kata Mao Xuezhe sambil berusaha berdiri. Tampak darah melelah dari sudut bibirnya. Sementara Delapan Pelindung Kuil terlihat terkapar dalam bentuk yang tidak karuan. Jika saja pertolongan dari Ketua Kuil Teratai Putih terlambat, ke delapan pelindung itu pasti telah meregang nyawa di tempat…
Tampak berdiri disamping Mao Xuezhe, seorang berkerudung putih yang kira-kira berusia lebih dari 500 tahun.
“Apakah dia adalah Ketua Kuil Teratai Putih???”
“Ranah Kultivasi ketua kuil di Kuasi Alam Melintas Sage??”
Ramai para penonton saling membahas… Semua penonton dan tokoh berbagai sekte gaduh memperbincangkan kekuatan pria yang baru hadir itu.
Ketika semua sedang Heboh berdiskusi….
Sebuah suara terdengar menggeram dalam marah… Dan dalam tatapan mata yang menyala dari balik topeng, Raja Kelelawar memaki,
“Bagus sekali. Kuil Teratai Putih sungguh sungguh sekte yang menjunjung tinggi peraturan duel di dunia Praktisi…”
“Setelah Sembilan praktisi mengeroyok aku yang rendah ini, kini giliran Ketua Sekte sendiri yang turun tangan… sungguh sekte yang tidak memiliki rasa malu…”
Dengan wajah yang merah karena malu, Mao Mushi Ketua Kuil berkata dengan dingin…
“Untuk membunuh mahluk jahat seperti kamu, tidak perlu dengan segala etika dan aturan yang berlaku…”
Semua penonton bersorak setelah mendengar propaganda Mao Mushi.
“HAHAHAHAHAHA….”
“Sejak kapan aku yang rendah ini mendengar Kuil Teratai Putih kalian adalah sekte yang bergelut dan berbuat kebaikan??? Apakah ritual penyembahan menggunakan manusia hidup-hidup adalah bagian dari kebaikan yang kamu sebutkan???” sungguh licik nada Raja Kelelawar mengecam.
Semua terdiam mendengar caci maki Raja Kelelawar…
“Lalu apakah berkhianat dengan Kekaisaran Rajawali Agung yang sah memerintah saat ini, dengan bergabung dengan Kerajaan asing untuk menggulingkan pemerintahan sah… adalah Tindakan kebaikan yang anda maksud???”
Mao Mushi perlahan menjadi naik pitam. Mulut Raja Kelelawar benar-benar memiliki racun yang dengan mudah membalikkan keadaan seperti saat sekarang ini dia lakukan. Tangan Mao Mushi tanpa terlihat telah membentuk segel untuk membentuk energi jahat.
Raja Kelelawar tidak berhenti sampai disitu menebar racun dari mulutnya…
“Sedangkan aku? Raja Kelelawar yang kamu bilang mahluk jahat itu, sejak kapan kamu mendengar aku membunuh rakyat kecil atau orang tak bersalah??? Semua korban ku adalah penjahat atau pejabat korup dan serakah…”
Semua penonton kini semakin terdiam mendengar kata-kata Raja Kelelawar.
Mao Mushi merasa bahwa Raja Kelelawar telah semakin dalam meracuni pikiran orang banyak, maka segel ditangannya langsung di buka. Sebuah api Raksasa berenergi dahsyat secara mendadak meluncur kearah Raja Kelelawar. Namun terlambat. Raja Kelelawar telah memprediksikan Tindakan itu terlebih dahulu.
Dalam tawa yang terdengar dingin, Raja Kelelawar menampar lantai es itu dengan Pedang Bianfu.
“Wusshh….”
Sebuah energi raksasa menutupi dirinya dalam gumpalan asap hitam…. Lalu sosok tubuhnya menghilang Bersama kabut yang dengan cepat memudar itu.
“Hahaha Kuil Teratai Putih. Kelak aku akan datang Kembali untuk menagih hutang atas perlakuan pengeroyokan seperti ini” suara Raja Kelelawar terdengar sayup-sayup dan menimbulkan rasa takut bagi siapapun yang mendengarnya.
“Kejar dia…. Jangan biarkan dia lolos” teriak Mao Mushi Panik Ketika melihat Raja Kelelawar menghilang.
Dalam amarahnya Mao Mushi memberi instruksi kepada semua anggota Sekte Teratai Putih untuk menangkap hidup-hidup Raja Kelelawar.
“Mahluk pembunuh itu telah terluka parah. Dia tidak akan bisa berlari jauh…. Tangkap dan serahkan dia langsung padaku. Biar aku yang akan menyiksa nya” Mao Mushi sebenarnya terbayang-bayang akan Pedang Peringkat Immortal bercahaya merah di tangan Raja Kelelawar tadi.
“Jika saja aku memiliki senjata itu, aku tidak akan takut bertempur dengan Master Dong Xing di ranah SAINT awal”….
>>>>>>
Sima Yong menghilang bersama gulungan asap hitam itu. Dia terbang dan berlari sambil membuka Gerbang Penyembuhan yang terletak di tulang Klavikula (Selangka) untuk memulihkan luka dalam akibat gempuran Ahli Kuasi Alam Melintas Sage Kuil Teratai Putih itu.
Gerbang Peyembuhan hakikatnya adalah salah satu dari Delapan Gerbang Batin tersembunyi Gerbang Batin Tersembunyi urutan pertama yang berfungsi memperbaiki kerusakan tubuh.
Setelah Gerbang Penyembuhan terbuka dan memperbaiki kerusakan organ tubuhnya, perlahan-lahan luka dalamnya mengalami perbaikan. Akan tetapi itu belum cukup. Dia perlu pulih 100 % mengingat ratusan ahli Kuil Teratai Putih tengah memburunya.
Merasa kecepatannya tidak maksimal… Sima Yong sekali lagi membuka gerbang ketiga yaitu membuka Gerbang Keajaiban di kedua lututnya. Gerbang Keajaiban sesungguhnya juga merupakan kekuatan Batin tersembunyi yang berfungsi menambah kecepatan ahli bela diri.
Dalam beberapa saat saja Sima Yong telah meninggalkan semua pengejarnya jauh dibelakang. Akan tetapi luka pukulan Ahli Setengah Langkah Melintas Sage itu benar-benar merobek beberapa organ dalamnya.
Karena luka pukulan yang amat dahsyat itu benar-benar menguras energi, kini dia merasa semakin Lelah. Dia merasa penglihatannya menjadi kabur. Kecepatan terbangnya menjadi berkurang.
Hingga pada akhirnya ketika tak sanggup lagi bertahan, tubuh Sima Yong meluncur deras dari langit. Dia seperti terhempas ke bawah setelah dirinya kehilangan kesadaran…..
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.