
"Lihatlah... butir-butir salju jatuh dari langit seperti mutiara" seru Meirenyu dari arah anjungan kapal. Dia berdiri di tengah titik-titik salju yang mulai turun ke bumi.
Meirenyu lalu melompat dan melayang ke atas, dia terlihat bermain-main di udara dengan kristal-kristal salju. Dengan jubah yang melambai-lambai, Meirenyu terlihat bagaikan dewa yang terbang diantara kristal putih itu.
Setelah puas memainkan salju (di Benua Penyaringan Dewa, dia memang belum pernah melihat salju).
"Lin Hong, apakah dengan penampakan salju ini pertanda kita telah berada di wilayah Utara?" tanya Meirenyu yang menjejakkan kaki dengan ringan diatas anjungan kapal.
Lin Hong yang telah berdiri di anjungan, setelah berlari secara terburu-buru (dibelakangnya ikut juga dua pelindung sekte itu terlihat gembira)..
"Akhirnya kami meninggalkan Gurun Pemangsa yang terkutuk itu" desis Lin Hong penuh rasa syukur. Hawa panas gurun, makanan kering serta tekanan-tekanan selama dia melarikan diri, membuatnya merasa penat. Melihat lagi hamparan salju, membuatnya merasa berada di rumah.
"Rasanya telah berpuluh-puluh tahun aku merindukan suasana pemandangan serba putih ini"
"Wahai dunia utara... aku pulaannngg" teriaknya dari anjungan kapal roh.
Meirenyu, bersama dua Pelindung Sekte Terang itu hanya tersenyum melihat ulah gadis itu. Mereka memaklumi kerinduan serta kepenatan gadis itu.
Sekonyong-konyong Lin Hong mengajukan pertanyaan...
"Apakah kalian ingin mampir dan mencari makanan yang layak terlebih dahulu? kita akan melewati sebuah kota perbatasan yang bernama Kota Bintang Awan. Kami pernah mampir di kota tersebut, bahkan Master sempat mengikuti kontes di arena Kota tersebut" dia berharap untuk dapat beristirahat serta melihat-lihat keindahan peradab-an, setelah berhari-hari dengan pemandangan guru tiada batas itu.
Meirenyu tampaknya tidak setuju untuk mampir ke Kota Bintang Awan. Dia merasa itu hanya akan buang-buang waktu saja. Dia menyarankan mereka melanjutkan perjalan menuju Puncak Lima warna di Sekte Pedang Awan, dimana sebelumnya mereka akan mampir di Kota Bintang Pagi.
"Lebih mudah bagi kami mengakses perjalanan ke Puncak Lima Warna jika telah berada di Kota Bintang Pagi bukan?"
Pada akhirnya semua sepakat untuk menahan diri beberapa saat lagi dan terus melakukan penerbangan ke Kota Bintang Pagi.
>>>>>>
Kota Bintang Pagi adalah sebuah kota kecil yang dekat di penghujung perbatasan antara Barat - Utara Benua Silver. Meskipun Kota Bintang Pagi tidak seberapa besar, namun Bintang Pagi ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki kebanyakan kota di Kekaisaran Great Ying.
Seperti yang dibahas diatas, meskipun kecil kota nya, namun sebuah sekte yang masuk dalam Perkumpulan 7 Sekte Besar di Kekaisaran Great Ying utara berdiri di dekat Kota Bintang Pagi. Keberadaan Sekte Pedang Awan ini membuat banyak sekali pelancong yang berkunjung untuk sekedar melihat lihat atau bertukar ilmu dengan Praktisi di Sekte Pedang awan.
Dan juga di Kota Bintang Pagi itu terdapat sebuah perusahaan besar yang bernama Balai Harta yang khusus menjual barang-barang kebutuhan kaum Kultivator. Balai Harta adalah cabang dari Kota Azalea yang tidak dirikan disembarang kota, hanya di kota-kota yang dianggap potensial saja perusahaan ini membuka cabang.
Point terakhir adalah, di Kota Bintang Pagi itu terdapat sebuah Perkumpulan Ahli Mekanik dan Blacksmith (Ahli penempaan) terbaik di seluruh Kekasiaran Great Ying. Tentu saja Perkumpulan ahli mekanik ini sangat menarik minat ahli bela diri untuk berkunjung ke Kota Bintang Pagi.
Berdasarkan tiga hal itu, maka Kota Bintang Pagi ini meskipun kecil, namun amatlah ramai di penuhi berbagai pedangang mau pun Praktisi beladiri (Kultivator) yang lalu lalang tiada habisnya di seluruh kota.
Wisatawan yang datang sekedar untuk melihat-lihat, ada banyak. Namun yang secara khusus datang untuk berhubungan dengan Perkumpulan Ahli Mekanik, demi sebuah senjata yang mumpuni, lebih banyak lagi.
__ADS_1
Sementara itu, wisatawan lainnya yang elum di sebutkan diatas, bertujuan dengan datang ke kota itu untuk mencari bahan herbal atau pil di Pelelangan Balai Harta-yang tentu saja bahan itu akan digunakan untuk meningkatkan kultivasi mereka.
Tidak sedikit juga, praktisi yang datang kesana, secara khusus untuk bertemu sesama Kultivator dan bertanding untuk menjajal ilmu dari berbagai aliran sekte. Kota Bintang Pagi, telah berubah jauh menjadi kota ramai dan menjadi tujuan banyak wisatawan maupun Praktisi bela diri.
Namun ditengah kesibukan Kota Bintang Pagi, tidak seorangpun yang menyadari tatkala sebuah Kapal Roh besar turun dari langit dan melayang di ketinggian tertentu, tepatnya berlabuh diatas Hutan Tebing Peri (Fairy Cliff).
Empat sosok bayangan melompat turun dari kapal roh yang tetap melayang diatas 50.000 kaki dari permukaan tanah.
Salah satu bayangan itu yang mengenakan pakaian sastrawan, tampak begitu ringan melayang turun seperti walet, meskipun dia terlihat membopong seorang laki-laki muda yang terlihat hanya menutup mata, seperti orang sedang tidak sadarkan diri.
Ketika mereka melayang dan berlari seperti terbang diatas rumput, gadis yang paling muda menjentikkan tangannya..
"Wush" kapal roh itu menghilang dari pandangan.
Rupa-rupanya empat sosok yang melayang dengan ringan itu adalah Meirenyu bersama kelompoknya.
Dia membopong Yu Long di punggungnya (masih belum sadarkan diri) dan berlari dalam gerakan terbang diatas rumput, seolah-olah tidak terbebani ketika memikul tubuh Yu Long-pemuda yang masih belum sadarkan diri itu.
"aku akan menunjukkan jalan. Terlebih dahulu kita akan mencari tempat tinggal yang layak, lalu mengganti pakaian yang lebih pantas" kata Lin Hong.
Sebagai seorang gadis yang tentu saja mementingkan kebersihan dan rajin merawat diri, dia merasa gerahsetelah sekian lama terpanggang di Gurun Pemangsa yang terkutuk itu.
Ketika pada akhirnya mereka tiba di Kota Bintang Pagi, semua terlihat berseri...
Didalam Kota Bintang Pagi, mereka memilih sebuah tempat menginap atau penginapan yang pantas dan terlihat bersih.
Lalu masing-masing pergi membersihkan diri dikamar sendiri-sendiri.
Selama perjalanan menuju Kota Bintang Pagi, rupa-rupanya ZuseDhe dan BaiseDhe, du Pelindung Sekte Terang itu telah mengatakan akan bergabung dengan organisasi yang akan didirikan oleh Sima Yong itu.
Keduanya sangat tertarik dengan rencana organisasi yang akan me- ngembangkan semua sumber daya manusia nya dengan memberikan misi dan hadiah atau reward berupa pil atau ramuan peningkatan kultivasi.
Apalagi setelah mendengar bahwa organisasi itu bukanlah sekte, melainkan sebuah organisasi yang mengelola misi Pembunuh Bayaran atau Jasa Pengawalan (mirip Organisasi Dong Xing di Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa).
Tentu saja ketika bergabung dengan organisasi baru itu, mereka tidak perlu keluar dari Sekte Terang. Keberadaan mereka di organisasi nanti hanya akan dikenal dengan nama samaran.
Mengenai nama organisasi itu, untuk sekarang masih belum memiliki nama....
******
"Mari kita pergi mencari makan" Lin Hong mengajak mereka semua untuk mengunjungi sebuah restoran yang ternama di Kota Bintang Pagi.
__ADS_1
Sepanjang jalan, banyak orang yang memperhatikan mereka berempat.
Bukan saja itu karena cara berpakaian mereka yang terlihat sedikit aneh sesuai kebiasaan berpakaian umum di wilayah barat, namun kehadiran Meirenyu yang membopong Yu Long di punggungnya yang seolah tanpa beban itulah yang menarik perhatian.
Mereka lantas memasuki sebuah restoran yang bernama "Anugerah" dan langsung naik ke lantai dua.
Melihat penampilan mereka yang unik itu, beberapa pengunjung langsung bergegas meninggalkan lantai dua dan pindah ke lantai satu. Semua menganggap bahwa kelompok Meirenyu itu datang untuk mencari gara-gara
Rupa-rupanya di restoran itu memang sering sekali terjadi perkelahian diantara ahli-ahli bela diri, sehingga khususnya di lantai dua pihak restoran membuat aturan tudak tertulis,
"lantai dua memang diperuntukkan bagi kaum praktisi".
"Berikan kami makanan terbaik di restoran ini. Tolong di pisahkan antara sayur-sayuran dengan makanan yang mengandung daging" kata Lin Hong.
Ketika pada akhirnya pelayan mengeluarkan semua pesanan mereka, Lin Hong berpikir untuk mencoba untuk membuka komunikasi dan mencari tahu berita terbaru kota itu..
Dia menahan pelayan itu lalu membuka sebuah percakapan..
"Aku dahulu adalah penduduk di Kota Bintang Pagi ini. Setelah lama sekali pergi, aku melihat banyak sekali perubahan di sini" kata Lin Hong membuka percakapan.
"Benarkah? berarti nona dan kawan-kawan ini datang khusus untuk menyaksikan Pertandingan antar Jenius Sekte Pedang bukan?" kata pelayan itu berseri-seri.
Akhir-akhir ini memang banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Kota Bintang Pagi, secara khusus akan menonton pertandingan antar jenius Sekte Pedang Awan.
Hal itu tentu saja menyebabkan pelayan itu mengira mereka berlima datang melancong, untuk menyaksikan turnament sekaligus ajang pencari bakat di salah satu sekte besar Kekaisaran Great Ying.
Lin Hong seketika terkejut. Dia teringat beberapa waktu lalu (telah lama rasanya) dimana dia adalah salah satu kontestan jenius mewakili Puncak Merah... jika mengingat masa itu, Lin Hong merasa rindu dengan kawan-kawannya.
"Ah... benarkah turnament antar jenius itu akan berlangsung? Kapan kira-kira turnament itu akan berlangsung?" tanya Lin Hong.
Dengan raut wajah yang heran pelayan itu berkata,
"Turnament itu telah berlangsung sejak pagi tadi. Jadi anda semua tidak tahu jadwalnya? Ah.. sebaiknya anda semua bergegas ke Sekte Pedang Awan. Banyak sekali ahli-ahli beladiri yang pergi ke Sete itu untuk menyaksikan kontes antar jenius tersebut" Kata pelayan itu. Dia bahkan melanjutkan riwayatnya..
"Bahkan penguasa kota yaitu Gubernur Kota Bintang Pagi akan menyaksikan perhelatan tersebut. Beberapa jenius mungkin akan di ajak bergabung menjadi tentara Kota Bintang Pagi" demikian berita yang aku dengar.
Lin Hong langsung menunjukkan wajah antusias. Bukankah mereka memang bertujuan ketemu sahabat lama master mereka dan membawa berita? Mereka langsung buru-buru menyelesaikan santap siangnya, lalu bergegas menuju Puncak Lima Warna....
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.