Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kavaleri Berkuda Terbang.


__ADS_3

“Jimat penyembuh adalah jimat yang dikerjakan oleh Master Simbol dengan membubuhkan smbol-simbol bersifat menyembuhkan dengan dominan simbol berunsur kayu, yang kemudian di penulisannya dilakukan menggunakan batang Kayu Harum Merah atau Kayu Tan Xiang”


(Kayu Harum/Tan Xiang di kenal sebagai Kayu Cendana atau Sandalwood).


“Penulisan symbol di jimat ini memberi efek kerja yang mirip dengan cara penyembuhan teknik sihir seorang healer/penyembuh sihir ketika menyembuhkan luka seseorang”


“Ketika seorang Master Simbol selalu membubuhkan simbol-simbol berunsur kayu seperti itu guna efek terbaik. Sebagai catatan jika jimat tersebut di kerjakan oleh Master Simbol berperingkat tinggi, niscaya faedah nya akan lebih terasa lebih cepat tatkala menyembuhkan luka” saking panjang nya penjelasan tentang Faedah Simbol jimat, Sima Yong merasa perlu jeda sebentar sambil tangan nya mengedarkan selembar kertas jimat.


Satu demi satu praktisi dan tentara meneliti jimat kertas dan mencoba menelaah symbol di kertas yang mengeluarkan aroma harum kayu Tan Xiang itu. Kini tidak ada seorang pun diantara orang-orang di kapal itu yang ragu dengan keampuhan jimat yang Sima Yong peragakan itu.


“Saudara Yong… aku merasa kami juga akan membutuhkan jimat penyembuh itu. Dapatkah anda menunjukkan cara kerja nya bagi kami??” Pangeran Ju Qin terlihat bergairah dengan pengetahuan baru tentang jimat itu.


Sambil memasang senyum licik, Sima Yong mengiyakan….


“Baiklah… akan tetapi aku membutuhkan sukarelawan dalam hal ini….” Mata Sima Yong mengunci ketat kearah tentara elit yang tadinya meragukan kemanjuran jimat peledak. Seketika dada pria tentara itu berdebar kencang.


Tentara itu terlihat panik…


“Ku mohon… jangan aku…. “ wajah nya seketika terlihat seperti akan menangis. Dia tahu, Tuan Yong ini menyimpan rasa kesal di hati. Percobaan ini jelas-jelas akan menyakitkan. Pria itupun mulai meratap meminta belas kasihan.


“Cih… kamu seorang tentara, pasukan elit pula. Untuk apa kamu demikian lemah dengan meratap seperti seorang janda yang ditinggal mati suami di medan perang??” ejek Sima Yong.


Lalu dengan gerakan mata yang nyaris tidak terlihat, Sima Yong memerintahkan pedang yang tersampir di pinggang tentara itu untuk menebas tentara dia dengan suatu serangan Teknik yang asing.


“Suiittt.. Slaassh”


Semua orang melongo ketika melihat pedang tentara itu bergerak sendiri seolah-olah sedang di pegang praktisi guna menebas lawan dengan menggunakan Teknik pedang yang aneh.


Setelah tebasan aneh itu, menyusul terdengar lolongan dari tentara elit yang tubuhnya bersimbah darah. Wajah tentara itu menjadi pucat…..


“Tuan Yong… tolong berbelas kasihan…” seru Kapten Liao Quon. Dia merasa iba melihat tentara anggota pasukannya itu berdiri memegang dada bersimbah darah.


Tanpa melewatkan waktu sedetikpun… Sima Yong dalam Gerakan cepat melekatkan jimat penyembuh di dada tentara itu. tak lupa dia merobek baju tentara itu untuk memperlihatkan cara kerja jimat.


“Edgeekh…” desis Sima Yong sambil menggumamkan mantra pemicu jimat.


Setelah Sima Yong menempelkan jimat penyembuh serta mantra itu… tentara yang tadinya melolong itu berangsur tenang. Darah yang tadinya mengalir, seketika berhenti mengalir. Bahkan tentara itu berkata bahwa dia merasakan panas yang menjalar di luka tubuhnya, dan rasa gatal timbul di luka.


Dengan mata terbuka semua orang menyaksikan luka yang membentang sepanjang satu jengkal itu menutup secara cepat. Lalu disusul luka yang menutup itu, kini tentara yang tadinya meraung itu terdiam. Dia hanya merasakan sedikit panas di bekas luka tebasan pedang tadi.


Adapun bekas luka sepanjang satu jengkal itu, hanya meninggalkan bekas luka tipis berwarna kemerahan yang nyaris tidak terlihat. Sekali lagi semua orang melongo.


(Satu jengkal sekitar 20 cm).

__ADS_1


“Dalam dua atau tiga hari kedepan, bekas lukamu itu akan hilang tanpa bekas” kata Sima Yong sambil menepuk Pundak tentara itu. dia tersenyum hangat sehingga perasaan tentara itu menjadi lega. Ternyata Tuan Yong tidak mendendam dengan nya.


Pria itu tersipu malu. Dia benar-benar merasa malu manakala dirinya mengingat jeritannya yang melolong dengan kekuatan penuh tadi. Bahkan terdengar olok-olokan kawan-kawan nya yang mentertawakan dia ketika dia melenguh bagaikan babi yang di sembelih tadi. Suasana Kembali hangat setelah senda-gurau itu.


“Saudara Yong… anda harus menjual semua jimat penyembuh buatan anda kepada Kekaisaran Rajawali Agung kami. Berapapun harganya akan kami beli” Kata Pangeran Ju Qin dengan mata berbinar.


“Kedepannya… aku pastikan semua tentara Kekaisaran akan pergi berperang dengan mengantongi jimat-jimat ini. Kekaisaran Rajawali Agung akan menjadi Kekaisaran yang memiliki masa depan cemerlang” Pangeran Ju Qin menatap Sima Yong lalu mengalihkan pandangan kearah mana Kekaisaran Rajawali berada.


>>>>>>


“Pangeran… anda harus mengantongi tiga jimat “Tebasan” ini”kata Sima Yong.


“Dan harap anda ingat, jimat ini tidak dapat di gunakan secara sembarangan. Selain karena harganya yang mahal karena ditulis diatas batu khusus, bahan-bahan untuk membuatnya juga amat langka. Hanya Master Simbol Peringkat Dao Simbol yang dapat membuat jimat “Tebasan” seperti ini” Dengan serius Sima Yong memberikan tiga slip batu jimat kepada Pangeran Ju Qin. Pangeran menatap tiga slip jimat batu itu dengan takjub.


“Ketika anda menggunakan jimat ini, sekalipun itu adalah Praktisi di ranah SAGE sekalipun, dia mesti berhati-hati dengan efek membunuh jimat ini. Anda telah begitu baik memberikan aku berbagai macam bahan-bahan langka dan aku membuatkan khusus untuk anda tiga jimat ini. Ingat sekali lagi… jimat ini hanya digunakan ketika dalam keadaan terjepit” ulang Sima Yong kepada Pangeran Ju Qin.


Pangeran Ju Qin menerima tiga jimat Tebasan lalu menghafal mantra yang harus digunakan untuk mengaktifkan jimat tersebut. Puas melihat pangeran menghafal cara mengaktifkan jimat, Sima Yong lantas meninggalkan ruangan pangeran dan berjalan-jalan di geladak kapal. Dia mengecek keadaan karena perasaan nya mengatakan keadaan yang terlihat aman-aman itu sebenarnya adalah keadaan yang patut di waspadai.


Ketika dia mendekati para pengendali angin, seketika sepuluh tentara pengendali angin itu membungkuk dan memberi salam kepadanya.


“Master Yong”


  Sambil mengangguk, dia menanyakan kemampuan sihir para tentara pengendali angin itu. Mereka lalu menceritakan kemampuan mengendalikan angin yang mereka miliki. Puas mendengar cerita mereka, Sima Yong menawarkan untuk memberi petunjuk kepada mereka. Dia merasa Teknik mereka Ketika memanggil angin tidak terlalu maksimal.


“Jika kalian berlatih menggunakan Teknik pengolahan dan pelatihan energi jiwa sesuai petunjukku, percayalah kalian kedepannya bahkan dapat menggunakan kekuatan angin itu untuk bertempur, meminjam kekuatan angin untuk meningkatkan kekuatan tempur, akan lebih besar daya serangnya” jelas Sima Yong mengakhiri ceramahnya.


Malam pun berjalan dengan tenang. Yang tidak bertugas berjaga malam itu dapat beristirahat dengan tenang. Kecepatan Kapal Roh itu bergerak dengan stabil menuju Negri Embun Pagi. Saat ini tampak di depan mata lautan luas terbentang. Saking luasnya, lautan itu terlihat seolah-olah tiada bertepi. Kapal Roh siap menyeberangi lautan luas untuk mendekati  wilayah Negri Embun Timur.


Ketika langit di ufuk Timur mulai memancarkan semburat cahaya pagi… sekonyong-konyong terdengar tiupan sangkakala (suatu alat tiup dari kulit kerang/keong besar) membahana. Lalu seseorang terdengar memberi instruksi dalam nada yang terdengar tegas.


“Semua bersiap siaga….” Keadaan tentram itu seketika berubah 180 derajat.


Derap kaki tentara terdengar menggema Ketika Langkah kaki ratusan orang berlari di sepanjang geladak kapal.


“Apakah gerangan yang terjadi?” Sima Yong bergegas meninggalkan kamar tempat dia menginap dan pergi melihat apa yang terjadi.


Tidak lama setelah dia berdiri di anjungan kapal, menyusul kedatangan Ju Lianyi, Zhang Junda, Hua Shen. Pangeran Ju Qin tampak paling terakhir sampai di anjungan itu.


“Guru… apa yang terjadi???” tanya Pangeran Ju Qin penasaran.


Sambil menatap lurus jauh kedepan kearah Timur, Ju Lianyi berkata pelan


“Terdapat sekitar 1000 Pasukan Kavaleri menggunakan Kuda Terbang yang menghadang perjalanan kita”

__ADS_1


Dengan tercengang, Pangeran Ju Qin mengeluarkan teleskop dan meneropong ke depan, jauh kearah Timur sana. Dia berusaha menerobos sinar matahari pagi agar dapat melihat jelas apa gerangan penghalang yang membuat heboh itu.


“Wah…!!!”


Pegangan teleskop itu hampir lepas dari tangan Pangeran Ju Qin Ketika dia melihat penampakan seribu pasukan mengendarai kuda terbang dalam balutan baju perang berwarna biru menyerupai warna langit.


Tampak juga di kejauhan sana seseorang tua yang berambut awut-awutan, mengenakan satu penutup mata dengan pedang yang amat panjang tersampir di pinggang nya. Lima orang samurai pembunuh terlihat garang berdiri melayang di samping pria tua itu.


“Pria tua itu memiliki kultivasi Alam Melintas SAGE level 5” bisik Ju Lianyi perlahan.


“Lima samurai disamping nya pun tidak kalah mengerikan. Masing-masing memiliki kultivasi SAINT level tiga dan empat. Betapa sekelompok pasukan elit yang membuat gentar siapapun yang melihat” balas Hua Shen dengan nada terdengar kuatir……


***


“Siapakah kawan didepan sana??? Kapten Liao Quon Kapten Kapal Rombongan Pangeran Ke tujuh Kekaisaran Rajawali Agung Wilayah Tengah,….. meminta audiensi dari sahabat di depan untuk memberikan jalan bagi kami melintasi Samudra Timur ini” teriak Liao Quon dengan menggunakan kekuatan Qi. Suara itu bergaung demikian kencang sampai-sampai getaran angin suara terasa menggetarkan badan kapal.


Sementara itu Liao Quon berbisik memerintahkan pasukan pemanah untuk bersiap siaga. Para pengendali angin menahan laju Kapal Roh agar tidak bergerak namun tetap mengambang stabil diatas ketinggian itu. Se- pebakaran hio telah berlalu, namun tidak jua nampak reaksi dari pimpinan pasukan kuda terbang di depan sana.


“Orang-orang itu tidak bermaksud baik” kata Ju Lianyi.


“Lebih baik pasukan kita mendahului menyerang menggunakan panah”


“Ganti panah kalian dan Gunakan Cross bow!!!”


“Pasukan panah bersiap…!!!” teriak Liao Quon.


(Author tidak tahu nama Indonesia nya apa untuk Cross bow. Cross bow adalah alat panah otomatis yang menggunakan peluncur elastis sehingga memudahkan pemanah efesien dengan tenaga karena tali busur menjadi stabil dan tidak menggunakan tarikan tenaga manusia melainkan mesin pemicu. Cara penggunaan cross bow adalah seperti menembakkan sebuah senapan panjang dengan alat picu dan memiliki ujung busur dan anak panah, well author pikir kalian pasti paham apa itu cross bow).


Seratus lima puluh pasukan pemanah Kekaisaran Rajawali Agung mengangkat cross bow mereka secara kompak ke udara…


“Kekaisaran Rajawali Agung meminta audiensi sobat di depan. Mohon itikad baiknya” sekali lagi Liao Quon berbicara menggunakan Qi kearah Pasukan Kavaleri mengendarai berkuda terbang itu. bukannya mendapat tanggapan positif, semua orang di Kapal roh itu melihat Kavaleri itu mengangkat tombak bersiap menerjang.


“Kurang ajar” maki Ju Lianyi…


“Tembakk…!!! “ aba-aba Laio Quon membahana, di susul hujan anak panah menyerbu kearah Pasukan Kavaleri itu…. Pasukan pemanah Kekaisaran Rajawali Agung terlihat amat kompak dan terlatih, begitu anak panah dilepaskan, secara sigap semua pemanah mamasukkan anak panah ke cross bos, bersiap untuk aba-aba selanjutnya dan menarik kokang cross bow….


“Tembakk….” Hujan panah silih berganti menerjang pasukan Kavaleri didepan sana.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2