Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Kota Kuno II


__ADS_3

Sima Yong memasuki Gerai Surga Keberuntungan, dia langsung bersuara keras-keras,


"Seorang pelanggan datang berkunjung membawa sebuah Lencana Kematian. Apakah tuan toko bersedia menemuiku?"


Anak muda itu lantas mengeluarkan sesuatu dari cincin tata ruang, lalu menunjukkan Lencana Kematian yang diatasnya bergambarkan sepasang Sayap Hitam besar.


Angka 10 disitu adalah pertanda dia adalah Semidevil penguasa Neraka Dunia di peringkat 10. Kejayaannya sebagai Semidevil langsung bersinar dan terpampang nyata.


"Yang Mulia !" seorang perempuan setengah baya, yang meski terbaca berusia setengah tua, namun dia tetap memiliki penampilan yang menarik. Perempuan itu buru-buru menyamperi Sima Yong. Sikapnya demikian ramah.


"Mari kita pergi ke aula Gerbang Keberuntungan, Yang Mulia" perempuan bernama Qiu Huan Ye menunjukkan jalan kepada Sima Yong.


Ketika keduanya telah duduk di Aula Surga Keberuntungan, Sima Yong langsung membuka percakapan,


"Ceritakan tentang misi kita kali ini.


Aku mau versi singkatnya, karena akan mengunjungi seorang kawan di kota ini"


Qiu Huan Ye buru-buru menjelaskan dengan singkat kepada Sima Yong.


"Klan Xu sebagai salah satu Klan Super di Kota Kuno telah menjodohkan putri kesayangan klan denga0n seorang tuan muda dari Klan Bintang Sembilan di Kota Keheningan.


Tuan muda Yu itu yang menjadi ahli waris utama Balai Pengobatan Klan Alkemis Yu... Tuan muda Yu jatuh cinta dengan Nona muda Klan Xu pada suatu pertemuan tak terduga. Dia mengancam akan bunuh diri jika Nona Xu tidak mau menikahinya"


"Sebentar...


Tolong jangan katakan anak perempuan Klan Xu ini adalah seorang gadis berpenampilan angkuh yang gemar bertengkar dan mau menang sendiri..." Sima Yong memotong pembicaraan Qiu Huan Ye.


Perempuan itu, Qiu Huan Ye seketika ternganga. Katanya..


"Betul adanya seperti itu.


Apakah Yang Mulia pernah bertemu gadis berandalan itu?" tanyanya penasaran.


Buru-buru anak muda Semidevil menjawab,


"Tidak kenapa-kenapa. Lanjutkan kisah anda" kata Sima Yong. Padahal didalam hatinya dia berkata lain,


"Klan yang isinya orang-orangnya angkuh itu?


Lihat saja. Bahkan aku telah memerintahkan Luo Yeye mengambil nyawa kusir kereta si nona angkuh itu"

__ADS_1


"Klan Xu telah membayar kami dengan biaya yang sangat mahal. Mereka meminta Aula Surga Keberuntungan mengawal Nona muda Klan Xu ini, hingga tiba dengan selamat di Kota Keheningan tempat Balai Pengobatan berada"


Sima Yong seketika menjadi kesal, uring-uringan ketika mendengar misi yang di tuturkan Qiu Huan Ye. Katanya,


"Bukankah Klan Xu sendiri dapat mengantar calon pengantin perempuan itu ke Balai Pengobatan? Mereka adalah Klan Super yang memiliki banyak ahli-ahli pedang ternama.


Mengapa seorang Semidevil dari Neraka Dunia harus mengawal nona angkuh itu. Tolong anda jelaskan dengan alasan yang masuk akal"


"Maafkan hamba Yang Mulia.


Perlu hamba jelaskan disini, semenjak kematian Sepuluh Jenius dari Klan Super di Kota Periferiya beberapa waktu lalu, kelima Klan itu telah saling mencurigai bahwa ada yang berkhianat diantara mereka.


Lima Klan Super itu lalu membuat perjanjian untuk tidak saling menyerang satu sama lain.


Lalu kemudian datanglah berita mengejutkan, bahwa Klan Xu telah menerima pinangan Balai Pengobatan, suatu Klan Bintang sembilan yang paling berpengaruh dalam bidang Alkimia dan pengobatan.


Empat Klan lainnya diam-diam menuding kalau Klan Xu ingin memenangkan banyak kompetisi dengan mengorbankan putri mereka menikah dengan tuan muda Klan Bintang sembilan itu" Perempuan itu diam sejenak dan kemudian melanjutkan..


"Yang Mulia tahu bukan? Seorang Alkemis itu sangatlah di hormati dimana-mana. Bahkan di Kota Kuno ini, profesi Alkemis menjadi idola banyak sekte-sekte dan klan papan atas.


Lalu empat Klan Super lainnya menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan Nona Klan Xu dengan tuan muda Yu dari Balai Pengobatan itu.


Semua itu dilakukan hanya demi menjadi yang paling nomor satu, dan untuk menyandang predikat Klan Kuno.


"Aku paham ! Lanjutkan cerita anda"


***


"Empat klan tersisa itu berniat untuk menyerang iring-iringan pengantin perempuan nanti, akan tetapi mereka karena terkendala dengan perjanjian antar Klan Super untuk tidak saling menyerang.


Maka pihak empat Klan super itu memikirkan cara untuk menggagalkan rencana pernikahan itu, dengan jalan mereka menghubungi ahli-ahli papan atas sewaan, untuk menghadang Nona Xu ketika nanti akan pergi bersama rombongan pengantin menuju Kota Keheningan"


"Klan Xu sendiri bukannya tidak memperoleh bocoran empat Klan akan menghadang rombongan pengantin perempuan menggunakan tenaga sewaan.


Klan Xu itu sendiri, juga tidak berani mengirimkan ahli Demigods mereka untuk mengawal Nona Xu pada harinya nanti, karena takut akan menyinggung empat klan lainnya.


Mereka lantas menghubungi Gerai Surga Keberuntungan kami, untuk menjadi pendamping bayaran, yang mengantar Nona Xu menuju Balai Pengobatan nanti.


Tentu saja hamba dalam hal ini meminta pembayaran tidak masuk akal, sebesar tiga kali lipat, dengan alasan perkara sederhana seperti ini dapat menjatuhkan reputasi kami, namun Klan Xu rupa-rupanya sangat terdesak. Mereka mengiyakan jumlah yang hamba ajukan"


Xiu Huan Ye menyudahi penjelasannya. Dia menarik nafas lega, setelah melihat Sima Yong tidak lagi dilanda hawa amarah.

__ADS_1


"Bila mana kami akan pergi bersama-sama mengantar Nona Xu itu menuju Kota Keheningan?"


"Tiga hari dari sekarang tuanku" jawab Xiu Huan Ye.


Sima Yong memelototkan matanya, sampai-sampai Xiu Huan Ye menjadi ketakutan, kata nya..


"Apa !


Gadis itu bahkan terlihat masih berkeliaran dengan liar nya di jalanan. Aku tidak akan merasa heran jika suatu ketika nanti, anak gadis itu akan kena batunya karena sikap angkuhnya" kata Sima Yong menggelengkan kepala.


***


Sima Yong meninggalkan Gerai Surga Keberuntungan, lalu dia berjalan-jalan menikmati keindahan Kota Kuno yang menurutnya sangatlah luas itu.


"Tidak cukup rasanya jalan-jalan berkeliling di kota luas ini hanya dalam sehari" batinnya.


Dia bahkan terkagum-kagum melihat beberapa sekte atau klan bintang sembilan yang membuat bangunan tempat kediaman mereka dengan domain tersendiri, yang mana bangunan-bangunan megah itu tampak melayang di atas tanah setinggi 350 kaki, terikat rantai kokoh di empat sudut.


"Bukan main biaya yang harus dikeluarkan Sekte-sekte ini untuk mempertahankan bangunan mereka terlihat megah seperti dunia dewa-dewa saja.


Kira-kira berapa Manna Biru yang harus di habiskan mereka untuk membakar energi agar bangunan itu terus melayang diatas tanah?"


Sima Yong kembali dibuat terkagum-kagum ketika melewati area perdagangan yang terlihat sangat mewah itu. Bangunan-bangunan dengan arsitektur modern bergaya khas bangunan Dinasty Zhang kuno.


Belum lagi ketika dia melewati rumah-rumah lelang yang terlihat banyak sekali mahluk segala ras yang berjubel, antri untuk berbelanja menghamburkan uang..


"Akan aku ceritakan kepada Xong Hui Yong tentang kota ini. Jangan-jangan orang itu akan membuka cabang rumah bordilnya disini" Sima Yong tersenyum-senyum sendiri, sampai dia tidak menyadari seorang pria muda yang berpakaian pelayan menyapanya.


"Tuan muda ...


Tidakkah anda mampir di Restoran Kembang Asmara kami untuk mencicipi hidangan-hidangan para raja?"


Sima Yong terkaget. Dia memang akan membuat janji untuk bertemu dengan sahabatnya Ye Bing Qing. Dia lalu mengikuti si pelayan, dan memilih tempat duduk di lantai dua.


'Bing Qing. Aku berada di Kota Kuno. Mari menemuiku di Restoran Kembang Asmara, dari Sima Yong'


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2